Kesehatan Dibaca 276 kali

Gangguan Fertilitas pada Pria, Apa Penyebabnya?

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 01 Desember, 2018 01:12

Gangguan Fertilitas pada Pria, Apa Penyebabnya?
Anda sudah berumah tangga lebih dari setahun namun belum juga mengandung padahal Anda sangat mendambakan kehadiran si kecil di tengah-tengah Anda? Ditambah lagi, Anda dan pasangan sebenarnya sudah hampir setiap hari berusaha untuk mendapatkan momongan dan sebisa mungkin melakukan pola makan sehat? Jangan berkecil hati, Bunda. Anda tidak sendiri. Banyak wanita yang mengalami hal serupa, kok.

Bunda, menurut penelitian, di Amerika Serikat sekitar 10%  pasangan usia subur kesulitan hamil. Sekitar 30% kasus wanita sulit hamil diakibatkan oleh gangguan fertilitas (kesuburan) pada pria, 30% karena gangguan fertilitas pada wanita dan sisanya karena beragam faktor yang melibatkan suami maupun istri.

Nah, jika Anda dan suami merasa sudah cukup rutin berhubungan selama lebih dari setahun (atau enam bulan jika Anda berusia di atas 35 tahun) namun tidak kunjung mengandung, segera konsultasi ke dokter. Berdasarkan laporan The National Infertility Association, sedikitnya separuh dari wanita yang kesulitan hamil tersebut mendapatkan evaluasi infertilitas dan perawatan, dan pada akhirnya sukses mengandung.

Mungkinkah pasangan kita mengalami gangguan fertilitas? Tentu saja mungkin, Bunda. Sebagai pasangan, entah Anda, suami, atau bahkan Anda berdua, bisa saja menghadapi gangguan fertilitas. Itu sebabnya, seperti diungkapkan sebelumnya, jika Anda sudah berusaha memiliki momongan namun hingga setahun lebih belum menunjukkan tanda-tanda mengandung, Anda dan pasangan sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui apakah salah satu di antara Anda dan pasangan mengalami masalah kesuburan. 

Jika ternyata masalahnya ada pada suami, nantinya spesialis urologi akan  membantu mengidentifikasi masalah fertilitas yang dialami pasangan Anda, kemudian memberikan opsi treatment, dan membantu Anda berdua memutuskan opsi mana yang sebaiknya dipilih.

Anda dapat pula meminta bantuan konselor genetik karena terkadang ada alasan genetik atas infertilitas pria yang dapat diturunkan pada anak-anaknya. Konselor genetik dapat membantu pasangan memahami opsi yang ditawarkan supaya Anda dapat segera hamil.

Apa saja penyebab gangguan fertilitas pada pria? Ada banyak faktor, Bunda. Salah satunya faktor gaya hidup. Selain itu, penyakit seperti varikokel, masalah ejakulasi, atau penyumbatan juga dapat mempengaruhi kesuburan pria, lho. Berikut penjelasan lengkapnya, Bunda.

Faktor Gaya Hidup

Pilihan gaya hidup sehat dapat meningkatkan fertilitas pria. Pasangan Anda mungkin berisiko sulit untuk dapat membuahi sel telur Anda jika gaya hidupnya tidak sehat. Gaya hidup tidak sehat yang dimaksud antara lain gemar merokok, minum alkohol, mengonsumsi narkoba,  menggunakan obat-obatan tertentu seperti terapi pengganti testosteron, anabolik steroid, gizi buruk, berat badan berlebih atau terlalu rendah, atau terpapar racun seperti pestisida. Jika Anda melihat faktor risiko ini pada pendamping Anda, coba diskusikan dengan dokter.

Penyumbatan

Sejumlah pria mengalami penyumbatan pada saluran ejakulasi mereka sehingga mencegah sperma masuk ke cairan ejakulasi. Jika tabung vas deferens atau epididimis pria tersumbat atau rusak, maka sperma dapat terhalang menuju ke sel telur wanita. Penyebab penyumbatan ini beragam, di antaranya infeksi, cedera, cacat bawaan, atau vasektomi.

Tidak ada gejala untuk penyumbatan ini. Sedangkan untuk kemungkinan solusinya adalah operasi untuk memperbaiki kendala tersebut atau membalikkan vasektomi, atau operasi untuk mengangkat sperma untuk in vitro fertilization (IVF).

Varikokel

Jika pasangan Anda mengalami pembesaran pembuluh darah di skrotumnya –dan diiringi rasa sakit, kemungkinan itu adalah tanda varikokel. Pembuluh darah yang besar ini sama seperti varises pada umumnya yang dapat berkembang di area tubuh lainnya. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita varikokel atau tidak, dibutuhkan tes fisik maupun ultrasound.

Varikokel dapat meningkatkan temperatur pada testis yang dapat mempengaruhi produksi sperma. Meski begitu, belum jelas bagaimana varikokel dapat mempengaruhi fertilitas karena tidak semua pria yang menderita varikokel memiliki masalah dengan sperma mereka. Kemungkinan solusi untuk masalah ini adalah operasi untuk memperbaiki varikokel, inseminasi buatan, atau IVF.

Masalah Sperma

Pasangan Anda bisa jadi memiliki jumlah sperma sedikit. Atau mungkin bentuk spermanya tidak umum atau tidak begitu cepat bergerak. Faktor-faktor ini mempersulit atau bahkan tidak memungkinkan sperma mencapai dan membuahi sel telur Anda sama sekali.

Sulit mengetahui bagaimana seseorang memiliki jumlah sperma sedikit atau sperma kurang gesit. Namun jika dilakukan tes, kemungkinan hal-hal semacam ini bisa diketahui. Nah, jika tes menyatakan sperma pasangan Anda memiliki jumlah yang sedikit atau kurang gesit, maka dokter mungkin akan menyarankan gonadotrophins, obat kesuburan yang dapat membantu jika pasangan Anda tidak memproduksi sperma sama sekali. Bisa juga menyarankan inseminasi donor (donor insemination/DI) atau intra uterine insemination (IUI) dengan spermintracytoplasmic sperm injection (ICSI) pasangan Anda.

Jika suami Anda memutuskan memilih gonadotrophins, maka kesempatan dia memulai memproduksi sperma kembali sangat besar. Begitu hal ini terjadi, sekitar 40% peluang terjadinya pembuahan terbuka lebar.

Masalah Ejakulasi

Faktor lain gangguan fertilitas pada pria adalah masalah ejakulasi. Pasangan Anda mungkin tidak ejakulasi pada saat yang tepat. Atau mungkin spermanya “tetap berada di belakang” atau justru naik ke kandung kemihnya. Kondisi seperti ini disebut retrograde ejaculation (ejakulasi mundur).

Masalah ejakulasi bisa merupakan masalah psikologis maupun fisik. Cedera tulang belakang dapat menyebabkan kesulitan ejakulasi, begitu pula kondisi lain seperti diabetes atau multiple sclerosis (meski jarang). Masalah ini mungkin menjadi masalah paling sensitif bagi pasangan Anda, dan kebanyakan pria malu untuk mengungkapkannya. Cobalah membujuk suami Anda agar mau membicarakannya dengan dokter karena pasti ada solusi untuk hal itu.

Jika pasangan Anda mengalami ejakulasi mundur, ada obat kesuburan yang dapat menghentikan problemnya itu. Jika masalahnya ada pada pikirannya, tentu ada jalan keluarnya. Katakan pada pasangan Anda bahwa perawatan terhadap masalah ini dapat meningkatkan kesempatan Anda memiliki momongan.

Gangguan Kesuburan yang Tak Dapat Dijelaskan

Dokter mungkin mendiagnosa pasangan Anda dengan “gangguan fertilitas yang tak dapat dijelaskan” jika sulit diketahui penyebab Anda susah hamil. Sejumlah pakar menganggap racun lingkungan sebagai salah satu faktor yang berperan terhadap gangguan kesuburan pada pria, namun sebenarnya belum bisa dipastikan hubungan langsung antara fertilitas dengan masalah racun tersebut.

(Dini)