Kesehatan Dibaca 622 kali

Informasi Perkembangan Wabah Virus Corona

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
Informasi Perkembangan Wabah Virus Corona

Berikut adalah informasi mengenai merebaknya virus corona Wuhan (Wuhan Coronavirus) yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber:

19 Februari 2020 (15:57) - Data terkini menunjukkan terdapat 75,154 orang yang terinfeksi virus korona dan korban jiwa mencapai 2.008. (Data: thewuhanvirus.com)

17 Februari 2020 (08:43) - Data terkini menunjukkan terdapat 71.230 orang yang terinfeksi virus korona dan korban jiwa mencapai 1.770. (Data: thewuhanvirus.com)

11 Februari 2020 (23:17) - Data terkini menunjukkan terdapat 43.185 orang yang terinfeksi virus korona dan korban jiwa mencapai 1.019. (Data: thewuhanvirus.com)

11 Februari 2020 (22:32 WIB) - WHO memberikan nama Covid-19 untuk wabah virus korona terkini. (Sumber: CNBC)

10 Februari 2020 (19:09 WIB) - Kementerian Luar Negri Indonesia mengeluarkan peringatan travel level kuning kepada WNI yang ingin melakukan kunjungan ke Singapura. (Sumber: Jakarta Globe)

10 Februari 2020 (17:03) - Data terkini menunjukkan terdapat 40.620 orang yang terinfeksi virus korona dan korban jiwa mencapai 910 orang. (Data: thewuhanvirus.com)

7 Februari 2020 (16:58 WIB) - Peneliti memberikan estimasi vaksin virus korona (coronavirus) akan siap di awal tahun 2021 (Sumber: CNN)

6 Februari 2020 (16:33 WIB) - Data terkini menunjukkan terdapat 28.276 orang yang terinfeksi virus korona dan korban jiwa mencapai 565 orang tersebar di 28 negara . (Data: thewuhanvirus.com)

5 Februari 2020 - Data terkini menunjukkan terdapat 20.701 orang yang terinfeksi virus korona dan korban jiwa mencapai 427 orang. (Data: thewuhanvirus.com)

4 Februari 2020 - 241 orang warga Australua dievakuasi dari Wuhan dan menjalani karantina di Christmas Island. (Sumber: The Guardian)

3 Februari 2020 (06:26 WIB) - WNI dari evakuasi kota Wuhan tiba di natuna dan karantina virus corona dimulai. (Sumber: CNN)

2 Februari 2020 (17:51 WIB) - Tercatat 14.626 kasus virus corona yang tersebar di 27 negara. Korban meninggal telah mencapai 305 orang. (Data: thewuhanvirus.com)

2 Februari 2020 (14:20 WIB) - Filipina melaporkan mininggal nya seorang warga negara China. Tercatat korban virus korona pertama diluar negar China. (Sumber: SCMP)

1 Februari 2020 (13:03 WIB) - Amerika menetapkan larang masuk untuk warga negara China dan warga negara lain yang sebelumnya pernah mengunjungi China dalam 14 hari terakhir. (Sumber: CNN)

1 Februari 2020 (11:30 WIB) - Tercatat 11.949 kasus virus corona yang tersebar di 27 negara. Korban meninggal telah mencapai 259 orang. (Data: thewuhanvirus.com)

31 Januari 2020 (19:40 WIB) - Tercatat 9.929 kasus virus corona yang tersebar di 24 negara. Korban meninggal telah mencapai 213 orang. (Data: thewuhanvirus.com)

31 Januari 2020 (17:06 WIB) - Singapura melarang warga negara China maupun warga negara lain yang sebelumnya pernah mengunjungi China dalam 14 hari terakhir untuk transit dan masuk negaranya. (ChannelNewsAsia)

31 Januari 2020 - WHO menetapkan status gawat darurat internasional untuk wabah virus corona Wuhan. (CNN)

30 Januari 2020 – Virus corona Wuhan sudah menjangkit di seluruh provinsi di Tiongkok.

Berdasarkan data dari thewuhanvirus.com hari ini tercatat sudah ada 7.816 kasus virus corona yang tersebar di 20 negara. Korban meninggal telah mencapai 170 orang, yang seluruhnya berasal dari Tiongkok. Ada pun sebagian pasien yang sudah dinyatakan sembuh, yaitu 124 orang di Tiongkok, 1 orang di Jepang dan 5 orang di Thailand.

Data tersebut, menyebutkan kabar terbaru mengenai jumlah korban, yaitu Kanada 3 orang, Amerika Serikat 5 orang, Perancis 5 orang, Jerman 4 orang, Finlandia 1 orang, Uni Emirat Arab 4 orang, Sri Lanka 1 orang, Nepal 1 orang, Thailand 14 orang, Kamboja 1 orang, Vietnam 2 orang, Taiwan 8 orang, Korea Selatan 4 orang, Jepang 11 orang, Malaysia 7 orang, Singapura 10 orang, Australia 7 orang, Macau 7 orang, Hong Kong 10 orang serta Tiongkok sebanyak 7711 orang.

Di tanggal ini pula, dikabarkan beberapa negara sedang mengupayakan untuk membawa pulang warganya masing-masing.

29 Januari 2020 - Informasi yang dikeluarkan oleh AlJazeera menyampaikan, penderita virus corona terus meningkat dan sudah mencapai lebih dari 6000 orang di seluruh dunia. Angka ini lebih cepat meningkat dibandingkan dengan kasus SARS yang juga menjangkit di Tiongkok pada tahun 2003 lalu.

Ada beberapa negara yang mengonfirmasi temuan kasus virus corona Wuhan di negaranya. Salah satunya adalah Uni Emirat Arab menyampaikan bahwa mendapati kasus virus corona yang mengenai satu keluarga yang sebelumnya baru tiba dari Wuhan. Disebutkan, para penderitanya dalam keadaan stabil dan telah mendapatkan penanganan. Kedua, Finlandia mengonfirmasi adanya penderita virus corona pertama sebanyak 1 kasus. Penderita adalah warga Wuhan yang melakukan perjalanan ke Finlandia. 

Tibet mengonfirmasi seorang pasien virus corona Wuhan. Pasien tersebut datang dari Wuhan tanggal 24 Januari. Hal ini menjadikan virus corona sudah menyebar di seluruh wilayah Tiongkok. Di tanggal ini juga, Jerman menyampaikan bahwa 4 orang warganya yang terkena virus corona. Para penderita tersebut tertular lewat seorang warga Tiongkok yang sedang mengadakan workshop di Bavaria. Warga Tiongkok ini, sebelumnya melakukan kunjungan ke Wuhan. Awalnya virus corona hanya berpindah pada 1 penderita dan mengenai 3 orang koleganya. Sebagai informasi, warga Tiongkok tersebut kembali ke negaranya pada tanggal 23 Januari dan saat itu ia belum mengetahui bahwa ia sudah terinfeksi virus corona Wuhan.

Jika sebelumnya beberapa negara mengonfirmasi kasus-kasus virus corona pertamanya, pada tanggal ini, Singapura mengonfirmasi adanya korban baru virus corona. Korban virus corona Wuhan di Singapura bertambah menjadi 10 orang dan 3 korban terbarunya adalah warga Wuhan.

Ulasan yang dirangkum oleh CNN, berdasarkan data dari National Health Comission of the PRC, tanggal 28 Januari 2020. Tercatat ada 6050 kasus virus corona Wuhandan 132 orang di antaranya meninggal dunia. Di Mainland China sendiri, terdapat 5974 kasus, dan seluruh korban meninggal dunia berasal dari sini. Negara dengan penderita terbanyak lainnya adalah Thailand, yaitu 14 orang, diikuti Taiwan dan Hong Kong, dengan masing-masing korban sebanyak 8 orang. 

Totalnya, ada 18 negara yang dipastikan terdapat penderita virus corona Wuhan. Negara lainnya adalah  Malaysia dengan 7 orang penderita dan 6 orang di Jepang. Masing-masing 5 orang di Macau, Australia, Singapura dan Amerika Serikat. Masing-masing 4 orang di Perancis, Jerman dan Korea Selatan. Masing-masing 2 orang di Kanada dan Vietnam. Serta masing-masing 1 orang di Kamboja, Nepal dan Srilanka.

Pemerintah Jepang bahkan mengirim pesawat untuk mengangkut warganya kembali ke Jepang, sekaligus mengirimkan bantuan untuk warga dan korban virus corona Wuhan di Tiongkok. Negara lain yang turut mengambil langkah serupa adalah Amerika Serikat.

27 Januari 2020 – Beberapa negara melaporkan kasus virus corona Wuhan pertama di negara mereka. Yaitu Jerman, dengan 1 kasus dan pasien dalam keadaan stabil. Kasus virus corona pertama juga ditemukan di Sri Lanka, yang penderitanya adalah wargaTiongkok. Kasus virus corona Wuhan pertama selanjutanya dilaporka di Kamboja. Pasien adalah warga Wuhan yang sedang melakukan perjalanan ke Kamboja bersama keluarganya. 

Pada tanggal ini, Kanada melaporkan kasus kedua virus corona Wuhan. Korban adalah pasangan dari pasien pertama virus corona Wuhan di negara Kanada.

26 Januari 2020 - Informasi dari South China Morning Post menyebutkan, tercatat 2020 kasus virus corona yang sudah dipastikan di seluruh dunia. 

25 Januari 2020 – 4 negara mengonfirmasi kasus virus corona Wuhan. Pertama, Malaysia mendapati 4 kasus virus corona. Salah seorang pasiennya, baru saja melakukan perjalanan ke Johor bersama dengan beberapa orang warga kebangsaan Tiongkok. Kedua adalah di Kanada. Pasien tersebut, baru pulang dari kunjungan ke Wuhan. Ketiga, Australia melaporkan 5 kasus virus corona Wuhan, 4 orang di antaranya berada di Sydney dan 1 orang di Melbourne. Penderita pertama yang dipastikan terkena virus corona, adalah seseorang yang berangkat dari Guangzhou ke Melbourne. 

Kasus corona di Nepal dikonfirmasi oleh Nepal’s Ministry of Health Population. Penderitanya adalah mahasiswa Nepal yang belajar Tiongkok. Saat ini, ada 2 orang lainnya yang diduga juga terkena virus corona Wuhan, namun masih dalam pemeriksaan. 

24 Januari 2020 - Perancis melaporkan adanya 3 orang penderita virus corona Wuhan di negara mereka.

23 Januari 2020 – 2 negara melaporkan kasus virus corona Wuhan, yaitu Vietnam, penderitanya adalah seorang pria yang baru melakukan perjalanan ke Wuhan. Setelahnya, anak dari penderita tersebut, dilaporkan turut terinfeksi. Kasus selanjutnya dilaporkan oleh oleh The Ministry of Health Singapore, sebanyak 7 kasus. Seluruh pasien adalah warga Tiongkok yang sedang berkunjung ke Singapura. 

Hari ini, pemerintah Wuhan mulai membangun rumah sakit sebagai usaha menanggulangi masalah virus corona. Ini adalah rumah sakit sejenis dengan yang dibangun saat wabah SARS. Rumah Sakit Hushenshan adalah rumah sakit khusus untuk penanganan virus corona. Dikabarkan rumah sakit seluas 25.000 meter ini akan menampung sekitar 1.000 tempat tidur dan direncanakan sudah bisa digunakan pada tanggal 3 Februari mendatang. 

22 Januari 2020 - Hong Kong melaporkan 8 kasus virus corona Wuhan. Setelah pasien dipastikan positif corona, Hong Kong kemudian langsung menyatakan keadaan darurat dan mengambil langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus. Di antaranya adalah dengan menutup perbatasan dengan Tiongkok. Kasus pertama di Macau juga dikonfirmasi pada tanggal ini. 3 orang pasien di antaranya adalah warga Wuhan. Setelah itu, pemerintah setempat juga mengumumkan penutupan sekolah dan universitas untuk mencegah penyakit menyebar.

21 Januari 2020 - Kasus pertama di Taiwan telah dikonfirmasi. Salah satu penderitanya adalah seorang wanita asal Tiongkok yang bekerja di Wuhan. Di tanggal yang sama, Amerika juga melaporkan adanya virus corona Wuhan di negara mereka, 2 penderitanya di antaranya juga melakukan perjalanan ke Wuhan.

20 Januari 2020 -  Korea Selatan mengonfirmasi 4 korban virus corona Wuhan. Penderita pertamanya adalah seorang warga Wuhan yang mengunjungi Korea Selatan.

17 Januari 2020 – Tiongkok mengonfirmasi kematian ke 2 kasus virus corona Wuhan, penderitanya berusia 69 tahun. Penderita mengalami fungsi ginjal yang tidak normal, kerusakan parah pada beberapa organ dan peradangan pada otot-otot jantung.

16 Januari. 2020 - Jepang mengonfirmasi adanya kasus virus corona di negaranya. Virus ini masuk melalui seorang warga yang berpergian ke Wuhan. 1 orang di antaranya penderitanya dinyatakan sembuh. 

13 Januari 2020 - Thailand mengonfirmasi total 14 kasus virus corona. Para penderita sebelumnya melakukan tur bersama ke Wuhan.

11 Januari 2020 – Kematian pertama akibat virus corona dikonfirmasi hari ini. Korbannya adalah warga Wuhan berusia 61 tahun. Puluhan orang lainnya masih dalam karantina, 7 orang diantaranya dalam keadaan kritis.

7 Januari 2020Tiongkok mengonfirmasi bahwa mereka menemukan virus baru, yaitu coronavirus, salah satu jenis virus penyebab flu, termasuk SARS dan MERS. Virus ini kemudian disebut dengan istilah 2019-nCoV. 

2 Januari 2020 - Tercatat sebanyak 41 orang terjangkit virus. Hasil dari penelitian, pasien pertama yang meninggal, adalah pelanggan tetap atau sering mendatangi pasar Huanan. Sebelumnya, pasien tersebut sebelum mengalami demam selama 7 hari, kesulitan bernapas dan batuk. Di hari ke 5 setelah pasien tersebut menunjukkan gejala sakit, hal serupa mengenai istrinya yang tidak mengunjungi pasar haunan. Dari sini, diketahui bahwa penyakit ini sudah menular antar manusia.

Pada penelitian awal ini, peneliti dan tenaga medis melihat gejala umum yang timbul, seperti demam, batuk, nyeri otot, pusing dan tubuh terasa lemah. Gejala lain yang lebih berat, berupa diare dan batuk berdarah.

1 Januari 2020 - Pasar Huanan resmi ditutup. Ada pun gambaran mengenai pasar ini, yaitu penjual menyediakan hewan-hewan yang masih hidup untuk dipotong langsung di depan pembeli. Kemudian hewan-hewan yang sudah dipotong ini dicampur dengan yang lain, contohnya, daging katak dicampur di wadah ikan, sehingga darahnya mengenai satu sama lain. Kemudian kotoran dan sisa-sisa pemotongan hewan tersebut digeletakkan begitu saja di atas talenan dan tidak dibersihkan. Ember-ember penampungan dan alat-alat lainnya tidak dicuci, bahkan penjualnya tidak menggunakan sarung tangan yang layak.

31 Desember 2019 - Terdapat sebanyak 27 kasus infeksi serupa pneumonia. Namun saat itu, penyakit belum diketahui. Pada tanggal ini pula, pemerintah kota Wuhan mengeluarkan pengumuman. Pasien pertama virus corona Wuhan justru tidak pernah mendatangi pasar Huanan, pasar khusus boga bahari yang dikabarkan menjadi tempat awal penyebaran virus corona. 

1 Desember 2019 - Gejala penyakit baru tersebut, pertama kali dilaporkan.

Pantau terus situasi dan perkembangan terbaru tentang virus corona Wuhan. Agar Anda dan keluarga terhindar dari bahaya virus corona, simak cara pencegahannya di sini.

(Stephanie / Dok. Freepik)