Kesehatan Dibaca 16,721 kali

Jangan Anggap Remeh Nyeri Saat Ovulasi! Ini 5 Penyebabnya!

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 20 Agustus, 2019 14:08

Jangan Anggap Remeh Nyeri Saat Ovulasi! Ini 5 Penyebabnya!

Mittelschmerz adalah nyeri pada panggul dan perut bagian bawah yang dialami wanita selama ovulasi. Ovulasi biasanya terjadi pada pertengahan siklus menstruasi. Istilah “mittle,” yang berasal dari bahasa Jerman berarti tengah dan rasa sakit.

Nyeri saat ovulasi terjadi mulai dari rentang ringan hingga rasa tidak nyaman yang berat dan biasanya berlangsung beberapa menit hingga berjam-jam. Keluhan ini dirasakan pada satu sisi perut dan bervariasi tiap bulannya, bergantung indung telur mana yang melepas sel telur selama siklus. Pada beberapa kasus, terjadi pendarahan dan kotoran vaginal. Beberapa wanita bahkan mengalami mual, bila rasa sakit sangat parah.

Sensasi rasa sakit saat ovulasi ini berupa nyeri yang tiba-tiba, seperti tusukan di perut bagian bawah, yang bersamaan dengan tahap ovulasi pada siklus menstruasi. Karena nyeri saat ovulasi semakin sering dikeluhkan belakangan ini, banyak wanita tidak menyadari kalau rasa sakit saat ovulasi bukan hal yang normal.

Penyebab Nyeri Saat Ovulasi

Bunda, rasa sakit yang akut, parah, dan menusuk bukan hal yang normal. Nyeri ovulasi jadi pertanda Anda memiliki masalah kesehatan yang perlu segera ditangani. Beberapa penyebabnya bisa berupa masalah kesuburan yang bisa menghambat usaha Anda untuk bisa hamil. Ahli terapi dan spesialis kesehatan wanita memperingatkan nyeri ovulasi bisa jadi akibat dari sejumlah masalah, yang perlu dikonsultasikan ke dokter. Berikut beberapa penyebab nyeri saat ovulasi yang perlu diwaspadai.

1. Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit peradangan yang mempengaruhi indung telur dan tuba falopi. Endometriosis juga bisa menyebabkan rasa sakit selama periode ovulasi. Gejala lain berupa nyeri saat berhubungan intim, migran, sembelit, sakit kepala, pusing, dan banyak lagi.

2. Kista Pada Indung Telur

Nyeri saat ovulasi sering kali menjadi tanda adanya kista pada indung telur. Kista bisa terbentuk atau pecah selama periode ovulasi. Wanita dengan PCOS (polycystic ovarian syndrome) sering mengalami nyeri saat ovulasi karena banyaknya kista pada indung telur. Kista ovarium diakibatkan ketidakseimbangan hormonal, biasanya terkait dengan resistensi insulin.

3. Adhesi Dari Pembedahan Sebelumnya

Bila Anda pernah menjalani pembedahan, misalnya bedah sesar, adhesi pada jaringan luka bisa menyebabkan nyeri saat ovulasi, karena indung telur dan struktur sekitarnya tertarik. Indung telur bisa menempel pada perut atau organ lain, menyebabkan rasa sakit saat ovulasi.

4. Infeksi Menular Seksual

Penyebab lain dari nyeri saat ovulasi adalah infeksi menular seksual. Contohnya Chlamydia, yang bisa menyebabkan peradangan pada tuba falopi dan penyakit peradangan panggul. Chlamydia juga bisa menyebabkan kondisi dimana tuba falopi tersumbat oleh nanah. Ini menyebabkan peradangan dan rasa sakit.

5. Bakteri Dari Prosedur Medis

Bakteri bisa masuk ke rongga panggul melalui kateter, pembedahan, bahkan proses melahirkan. Ini bisa menyebabkan peradangan dan infeksi yang menimbulkan rasa nyeri saat ovulasi.

Oh iya Bun, sudah memiliki anak bukan berarti nyeri saat ovulasi tak perlu dimasalahkan, kondisi ini perlahan bisa mengarah ke masalah kesuburan. Jangan tenang saja bila dokter mengatakan nyeri saat ovulasi adalah hal yang normal. Banyak dokter umum tidak mengetahui banyak tentang ginekologi karena bukan bidang keahlian mereka. Sampaikan keluhan ini pada spesialis karena nyeri ovulasi perlu diperiksa oleh orang yang profesional. Pada beberapa kasus, dokter keliru memberi saran tentang nyeri saat ovulasi.

Apakah Rasa Sakit Memang Benar Karena Ovulasi?

Ovulasi biasanya terjadi sekitar 2 minggu setelah hari pertama siklus menstruasi bulanan. Menentukan waktu rasa sakit membuat nyeri ovulasi mudah dikenali. Untuk membantu menentukan apakah rasa sakit berhubungan dengan ovulasi, dokter bisa meminta Anda membuat grafik siklus menstruasi, mencatat tiap episode rasa sakit, serta lokasinya (biasanya terjadi hanya pada satu sisi perut bagian bawah).

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan perut dan panggul untuk mengetahui kemungkinan lain dari rasa sakit yang dikeluhkan seperti endometriosis atau kista pada indung telur. Bila rasa sakit cukup berat atau dokter melihat ada yang salah selama pemeriksaan, ia bisa meminta Anda melakukan tes darah atau penyinaran dengan sinar-X untuk membantu menentukan penyebab rasa sakit.

Penanganan Untuk Nyeri Saat Ovulasi

Rasa sakit saat ovulasi biasanya hilang dalam 24 jam, jadi penanganan khusus tidak dibutuhkan. Obat pereda rasa sakit biasanya cukup efektif meredakan nyeri saat ovulasi. Penggunaan kompres panas pada perut bawah atau mandi air hangat juga dapat meredakan rasa tidak nyaman. Ada juga wanita dengan nyeri ovulasi yang merasa lebih baik dengan mengonsumsi pil KB yang mencegah ovulasi.

Pencegahan ovulasi yang bisa dilakukan dengan konsumsi pil KB, jad cara satu-satunya yang efektif mencegah nyeri ovulasi, Bun. Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala berikut selama ovulasi:

  • Muntah

  • Demam

  • Rasa sakit lebih dari sehari

  • Sakit saat buang air kecil

  • Kemerahan atau terbakar pada kulit di area yang sakit

  • Juga hubungi dokter bila tidak terjadi datang bulan.

Nyeri Ovulasi, Usus Buntu, Dan Kehamilan Ektopik

Sebelum terlepas dari indung telur, sel telur menarik membran yang menutup indung telur. Tarikan ini menyebabkan tekanan dan rasa sakit. Cairan dan darah terlepas ketika sel telur terlepas dari indung telur yang bisa menyebabkan rasa tidak nyaman. Darah mengiritasi lapisan jaringan di rongga perut dan bisa menyebabkan nyeri. Jumlah rasa sakit bervariasi pada tiap orang. Sebagian wanita tidak merasakan sakit sama sekali. Yang lain merasakan sakit ringan yang hanya beberapa jam. Jarang terjadi rasa sakit yang intens dan berlangsung beberapa hari. Pada kasus berat, rasa sakit keliru didiagnosa sebagai usus buntu.

Beberapa kondisi medis serius seperti usus buntu dan kehamilan ektopik bisa mirip dengan nyeri saat ovulasi. Wanita perlu ke rumah sakit bila salah satu kondisi berikut menyebabkan rasa sakit.

  • Usus buntu menyebabkan rasa sakit di sisi perut kanan bawah, disertai kehilangan selera makan, mual atau muntah.

  • Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi pada tuba falopi, bukan pada rahim. Ini bisa jadi penyebab rasa sakit bila wanita mengira sedang hamil atau siklus menstruasi tidak seperti biasanya.

Nyeri Ovulasi Dan Nyeri Implantasi

Beberapa wanita mengalami kram saat implantasi embrio. Implantasi embrio terjadi beberapa hari hingga satu minggu setelah ovulasi. Sayangnya, Anda tidak bisa membedakan antara sakit implantasi atau ovulasi. Yang pasti, ketika wanita merasakan kram berarti merasakan sakit. Tapi apakah rasa sakit disebabkan implantasi embrio, ovulasi, atau hal lain tidak bisa diketahui tanpa pemeriksaan secara medis.

Obat Untuk Nyeri Saat Ovulasi

Cara terbaik untuk meredakan rasa sakit adalah obat anti peradangan. Ibuprofen bisa digunakan tanpa resep dokter dan cara kerjanya cukup efektif.

  • Penggunaan obat bisa terus dilakukan selama dibutuhkan. Bila satu jenis obat tidak berhasil, Anda bisa coba yang lain, karena efektivitas obat bervariasi pada tiap individu.

  • Obat anti peradangan bisa bersifat keras untuk perut. Bila ada riwayat masalah ginjal atau masalah perut seperti refluks, konsultasikan dengan dokter sebelum meminum obat. Meminum obat saat makan bisa membantu mencegah masalah pada perut.

(Ismawati)