Last update on .

Kenali Gejala Tifus Pada Anak dan Cegah Penyebarannya!

Tifus merupakan infeksi bakteri yang serius. Tifus menyebar melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh feses atau urin dari orang yang terinfeksi. Demam paratifus mirip dengan tifus tapi biasanya berkurang tingkat keparahannya, meski butuh waktu lebih lama untuk sembuh. Nama lain untuk tifus atau infeksi paratifus adalah demam enterik.

 

Gejala tifus pada bayi dan batita

Gejala tifus biasanya berkembang dalam satu hingga dua minggu setelah terjadi kontak dengan makanan atau minuman yang tercemar. Gejala bisa bersifat ringan atau berat dan berlangsung selama 4 minggu atau lebih. Gejala tifus bisa berupa:

  • Demam mencapai 38 derajat Celsius atau lebih, berlangsung lebih dari 3 hari. Pada beberapa orang yang terjangkit tifus, demam diikuti pola tertentu, semakin tinggi sepanjang hari dan menurun di pagi harinya.
  • Rasa tidak nyaman
  • Nyeri pada perut
  • Sakit kepala
  • Konstipasi atau diare
  • Setelah sekitar satu minggu, muncul bercak kemerahan pada dada tapi kadang tidak terlihat.

 

Penularan penyakit tifus

Kuman tifus ditularkan di feses dari orang yang terinfeksi. Anak bisa terjangkit setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi dan tidak mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi. Atau ia makan atau minum air yang telah tercemar.

 

Infeksi tifus paling umum terjadi pada anak usia antara 2 hingga 5 tahun, tapi bayi dan batita di bawah usia dua tahun juga bisa terjangkit. Pada bayi dan batita, gejala yang muncul kadang sulit dibedakan dengan penyakit demam lainnya.

 

Bayi yang menerima ASI eksklusif biasanya tidak terjangkit infeksi tifus. Bayi yang menyusu ASI akan mendapat kekebalan melalui ASI. Selain itu, bayi yang belum mulai makan makanan padat akan terhindar dari kontak dengan makanan dan minuman.

 

Bunda, segera bawa bayi atau batita Anda ke rumah sakit terdekat bila ia:

  • Terus-menerus muntah
  • Diare
  • Perut bengkak
  • Demam selama lebih dari 3 hari.

 

Dokter atau staf medis akan memberi penanganan dan antibiotik yang tepat. Pasien juga akan diberikan cairan dan nutrisi lain yang dibutuhkan.

 

Diagnosa tifus pada anak

Tifus bisa sulit didiagnosa pada bayi dan batita. Dokter anak akan memeriksa si kecil dengan seksama dan akan mengajukan beberapa pertanyaan. Pertanyaan biasanya berhubungan dengan gejala untuk membantu diagnosa.

 

Dokter akan mencari gejala yang mengarah ke tifus, seperti detak jantung lebih lambat dan liver serta limpa bengkak. Dokter bisa melakukan tes darah. Ia juga akan meminta sampel feses anak untuk dites di laboratorium. Tes ini untuk memastikan apakah anak terkena tifus.

 

Tes standar untuk mendiagnosa demam tifus adalah melalui kultur darah. Ada tes lain yang disebut typhidot test tapi ini tidak umum digunakan. Dokter akan menyarankan tes yang tepat untuk anak.

 

Tapi karena bisa butuh waktu lama sebelum menerima hasil tes, dokter akan memeriksa anak untuk mengetahui adanya infeksi lain. Dokter bisa memeriksa gejala malaria, disentri, atau pneumonia. Bila anak tidak mengalaminya, dokter bisa berasumsi gejala yang dialami anak dikarenakan tifus. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk anak sambil menunggu hasil tes darah keluar. Ini karena penanganan yang tertunda akan meningkatkan risiko komplikasi.

 

Komplikasi tifus

Bila tifus tidak ditangani, bisa memicu komplikasi, terutama pada orang yang sakit lebih dari dua minggu. Kadang akibatnya bisa sangat fatal.

 

Komplikasi tifus bisa berupa:

 

Penanganan tifus pada anak

Bila anak mengalami tifus, dokter akan meresepkan antibiotik untuk membunuh kuman tifus. Anak perlu meminumnya selama 1 hingga 2 minggu, bergantung jenis antibiotik yang diresepkan.

 

Jangan gunakan antibiotik yang dijual bebas, ya Bun. Hanya berikan obat yang diresepkan oleh dokter. Dokter akan memastikan anak mendapat jenis dan dosis obat yang tepat, berdasarkan usia dan berat badan anak.

 

Bila anak masih sakit atau tidak bisa makan atau minum, ia perlu dirawat di rumah sakit. Dokter akan memberikan antibiotik melalui suntikan dan cairan serta nutrisi melalui infus pada lengan. Tapi kebanyakan anak bisa dirawat di rumah selama proses pemulihan. Pastikan anak menghabiskan seluruh antibiotik yang diresepkan.

 

Di rumah, Anda bisa membantu anak pulih lebih cepat melalui beberapa langkah berikut ini:

 

  1. Tawarkan banyak cairan dan makanan

    Anak akan kehilangan banyak cairan melalui demam, keringat, muntah, dan diare. Pastikan ia minum banyak cairan setiap hari. Tawarkan minum tiap setengah jam. Dokter bisa menyarankan pemberian oral rehydration solution (ORS)  atau oralit untuk menggantikan cairan yang hilang. Bayi yang sakit biasanya tidak mau makan, tapi penting baginya untuk mendapat nutrisi demi meningkatkan energi serta mempercepat pemulihan.

     

    Bila bayi masih menyusu ASI, terus tawarkan ASI di interval yang teratur. Biarkan ia menyusu sesering dan selama yang ia inginkan. Bila anak sudah makan makanan padat, coba berikan makanan bernutrisi lebih sering, jangan hanya tiga kali sehari. Coba tawarkan makanan favoritnya dalam jumlah kecil. Bubur nasi, sup, sayur rebus, ayam rebus, serta buah seperti pisang dan apel jadi pilihan yang tepat.

     

  2. Pastikan anak mendapat banyak istirahat

    Anak membutuhkan istirahat ketika mengalami demam dan satu minggu setelah demam hilang. Ini untuk membantu tubuhnya jadi lebih kuat.

     

  3. Mandi agar tubuh terasa segar

    Bila Anda tidak memandikan anak setiap hari, Anda masih bisa membersihkan tubuhnya setiap hari. Setelah mengelap tubuhnya, gantikan pakaian anak dengan yang besih agar ia merasa bersih dan segar.

 

Cara alami mengatasi tifus

Konsultasikan ke dokter untuk diagnosa dan penanganan yang tepat untuk kondisi ini. Gunakan obat rumahan hanya sebagai penanganan tambahan.

 

Tifus paling sering disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi (S. typhi). Setelah bakteri masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang tercemar, bakteri berkembang-biak dan menyebar dari usus ke aliran darah. Bakteri kemudian menjangkau liver, limpa, serta bagian tubuh lainnya.

 

Beberapa obat alami berikut bisa membantu meredakan gejala tifus dan mempercepat proses pemulihan.

 

  1. Kompres dingin

    Ketika mengalami demam tinggi, gunakan kompres dingin untuk membantu suhu tubuh turun dengan cepat.

    • Rendam kain atau lap di air dingin, peras untuk mengeluarkan sisa air, lalu letakkan di kening anak. Ulangi beberapa kali hingga suhu tubuh menurun.
    • Anda bisa gunakan lap lembab di bagian ketiak, kaki, tangan, dan pangkal paha untuk menurunkan suhu tubuh. Lakukan di interval teratur untuk mengontrol demam yang tinggi.

     

    Jangan gunakan air yang sangat dingin atau air es karena bisa memperburuk kondisi anak.

     

  2. Meningkatkan asupan cairan

    Karena demam tinggi dan diare, anak mengalami dehidrasi. Untuk mencegahnya, tingkatkan asupan cairan. Cairan membuat tubuh terhidrasi dan mendorong pemusnahan material kotor dan racun. Jangan lupa didihkan air bila Anda menggunakan air keran. Selain air putih, tingkatkan konsumsi air kelapa, jus buah segar, serta sup.

     

  3. ORS (oralit) buatan sendiri

    Pengganti cairan penting untuk menggantikan cairan yang hilang karena diare dan mencegah dehidrasi. Anda bisa lakukan ini dengan oral rehydration solution (ORS). ORS akan menurunkan intensitas gejala tifus dan membantu proses penyembuhan.

     

    Anda bisa gunakan ORS yang dapat dibeli di toko obat. Anda bisa juga membuatnya sendiri:

    • Campurkan ½ sendok kecil garam dan 6 sendok kecil gula di 4 gelas air minum
    • Minumkan larutan ini beberapa kali sehari hingga anak sepenuhnya pulih.

     

  4. Cengkeh

    Obat alami lain yang bisa digunakan untuk mengobati tifus adalah cengkeh yang minyak esensialnya mengandung antibakteri. Cengkeh juga bisa membunuh bakteri yang menyebabkan tifus  dan meredakan muntah dan diare yang menjadi dua gejala utama penyakit ini.

     

    Cengkeh bisa digunakan untuk demam tifus dengan cara berikut:

    • Tambahkan 5 butir cengkeh ke 8 gelas air dan didihkan hingga air surut setengahnya
    • Biarkan dingin
    • Saring dan minum setiap hari
    • Lakukan pengobatan selama setidaknya satu minggu.

     

  5. Basil

    Basil merupakan obat alami lainnya yang bisa digunakan untuk mengobati tifus. Karena kandungan antibiotik dan antibakteri yang dikandungnya, herbal ini bisa membantu melawan bakteri penyebab tifus. Selain itu, basil juga membantu menurunkan demam, menenangkan perut, dan meningkatkan sistem kekebalan.

     

    Anda bisa gunakan basil dengan cara berikut:

    • Tambahkan 20 daun basil dan satu sendok teh jahe halus ke satu gelas air. Didihkan larutan hingga tinggal setengahnya, dan tambahkan madu. Konsumsi setiap hari.
    • Sebagai alternatif, haluskan 5 daun basil, tambahkan lada hitam halus, dan konsumsi campuran ini 2 atau 3 kali sehari selama 2 minggu.

     

  6. Pisang

    Karena pisang bisa meredakan demam dan mengatasi diare, buah ini dianggap sebagai obat alami untuk tifus. Pisang mengandung serat yang disebut pektin yang mendukung penyerapan cairan di usus sehingga menurunkan diare. Selain itu, potasium yang ada di pisang juga membantu menggantikan elektrolit yang hilang karena demam dan diare.

     

    • Konsumsi 2 sampai 3 pisang matang sehari hingga gejala tifus hilang
    • Atau campurkan 2 pisang yang dihaluskan, ½ gelas yoghurt, dan 1 sendok teh madu lalu konsumsi 2 atau 3 kali sehari selama beberapa minggu.

     

  7. Jeruk

    Jeruk mengandung banyak vitamin dan mineral serta air yang menjadikannya ideal untuk mengembangkan sistem kekebalan tubuh. Mineral yang ada pada jeruk membantu tubuh melawan dehidrasi. Buah ini juga memiliki efek mendinginkan yang memberi efek positif dari rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh demam karena tifus.

    Anda bisa sertakan jeruk di menu makan dengan mengonsumsinya langsung atau meminumnya dalam bentuk jus. Anda bisa tambahkan perasan lemon ke satu gelas jus jeruk dan minum tiga kali sehari untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

     

  8. Perasan lemon

    Lemon bisa meningkatkan kekebalan. Bahkan buah ini kaya vitamin C serta mineral penting lainnya yang bagus untuk kesehatan tubuh. Lemon juga menjadi disinfektan dan efektif melawan serangan tifus.

     

    Perasan lemon bisa diminum langsung atau dengan cara:

    • Potong lemon segar jadi 2 bagian dan peras airnya
    • Tambahkan 2 sendok teh madu dan aduk di satu gelas air
    • Minum setiap hari selama 2 minggu.

     

  9. Makanan tinggi nutrisi

    Makanan tinggi nutrisi sangat bermanfaat tidak hanya untuk mengatasi demam karena tifus tapi juga untuk tiap orang. Bila tubuh terasa lemah karena tifus, jalankan pola makan yang tepat yang memberi tubuh nutrisi yang cukup. Terlebih, pola makan yang tepat membantu menyeimbangkan elektrolit dan cairan tubuh serta meningkatkan sistem kekebalan.

     

    Ikuti tips berikut untuk menerapkan pola makan yang tepat dan sembuh dari tifus:

    • Tingkatkan asupan makanan berkalori untuk memberi energi
    • Konsumsi makanan tinggi protein seperti telur dan susu untuk membantu pemulihan
    • Konsumsi makanan yang kaya karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh
    • Minum air putih, jus buah, dan sup untuk menggantikan mineral yang hilang karena demam dan berkeringat akibat tifus.

 

Mencegah penyakit tifus

Ada vaksin untuk tifus dan dianjurkan oleh pemerintah. Imunisasi ini diberikan ketika bayi antara usia 9 hingga 12 bulan. Dosis booster diberikan pada usia 2 tahun dan antara 4 sampai 6 tahun.

 

Vaksin ini penting, tapi juga penting untuk menjalankan praktik kesehatan. Berikut ini beberapa langkah untuk membantu mencegah infeksi tifus:

 
  1. Selalu gunakan air bersih

    Pastikan air yang Anda gunakan dalam kondisi bersih. Air yang tidak bersih bisa membuat Anda dan bayi sakit. Cara sederhana untuk mendapat air minum yang aman adalah dengan mendidihkannya. Biarkan air mendidih selama satu menit untuk membunuh kuman. Biarkan air dingin secara alami dan lalu gunakan sesuai kebutuhan.

     

  2. Berikan nutrisi yang tepat

    Tidak ada bukti kalau tifus bisa ditularkan melalui ASI. Jadi teruslah menyusui buah hati Anda. Bila anak berumur lebih dari 6 bulan, pastikan Anda memberikannya makanan yang sehat dan bervariasi serta ASI. Anda bisa sertakan:

    • Protein seperti telur, ayam, ikan, atau daging pada tiap kali makan
    • Produk susu seperti susu, yoghurt, atau keju
    • Variasi buah dan sayur. Ini akan memberinya vitamin untuk menjaga kesehatan sistem kekebalan dan membantunya melawan penyakit.

     

    Jaga pola makan anak agar tetap sehat ketika makan di luar rumah. Hindari makanan yang dijajakan di pinggir jalan seperti es krim, minuman berperisa, dan makanan siap saji. Makanan dan minuman dingin serta produk susu lebih berisiko tercemar oleh bakteri yang menyebarkan tifus.

     

    Makanan di pinggir jalan kemungkinan tidak diolah dengan cara yang bersih. Karenanya lebih baik memilih makanan yang dimasak sendiri. Bawa makanan sendiri ketika Anda bepergian.

     

  3. Ikuti panduan kesehatan yang baik

    Pastikan Anda dan keluarga menjaga kebersihan tangan dengan baik. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air saat:

    • Sebelum memasak
    • Sebelum makan
    • Sebelum menyusui
    • Setelah menggunakan toilet
    • Setelah menggantikan popok atau membersihkan bokong bayi
    • Setelah memegang hewan peliharaan.

     

    Bila ada asisten rumah tangga yang memasak atau mengasuh bayi, minta ia mengikuti aturan ini. Pastikan semua anggota keluarga juga melakukannya. Pastikan anak melakukan hal yang sama. Bantu ia mencuci dan membilas tangannya. Mandikan anak setiap hari agar kotoran dan kuman hilang.

     

    Jaga area dapur tetap bersih. Bersihkan area masak dan meja dapur dengan sabun dan air atau larutan pembersih untuk dapur. Buang makanan yang sudah kadaluarsa. Makanan yang sudah rusak akan membuat Anda dan si kecil sakit.

(Ismawati)