Kesehatan Dibaca 2,235 kali

Kenali Jenis Kista dan Cara Menyembuhkannya

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
Kenali Jenis Kista dan Cara Menyembuhkannya

Kista adalah kantong jaringan yang mengandung cairan, udara, atau unsur lain. Kista bisa tumbuh hampir dimana saja di tubuh atau kulit. Ada banyak kista dengan jenis yang berbeda. Kebanyakan kista bersifat jinak atau tidak menyebabkan kanker.

Perlu tidaknya kista ditangani bergantung sejumlah faktor, Bun, antara lain:

  • Jenis kista.

  • Lokasi kista.

  • Apakah kista menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman.

  • Apakah kista terinfeksi.

Yuk simak informasi lengkap tentang kista berikut ini!

Cara Mengenali Kista

Kista bisa muncul seperti benjolan pada kulit. Kista juga bisa terasa seperti gumpalan kecil bila tumbuh tepat di bawah kulit. Beberapa kista tumbuh dalam tubuh dan tidak bisa dirasakan, tapi menyebabkan gejala lain. Misalnya kista indung telur, bisa menyebabkan masalah hormonal. Polycystic kidney disease (PKD) yang menyebabkan kista terbentuk di ginjal, bisa mempengaruhi fungsi ginjal.

Kista biasanya tumbuh perlahan dan memiliki permukaan mulus. Ukuran kista bisa kecil atau sangat besar. Kebanyakan kista tidak menimbulkan rasa sakit dan biasanya tidak menyebabkan masalah kecuali bila:

  • Terinfeksi

  • Sangat besar

  • Tumbuh di area sensitif

  • Mempengaruhi fungsi sebuah organ

  • Tersangkut di saraf atau pembuluh darah.

Pembentukan Kista

Kista terbentuk karena banyak sebab, seperti:

  • Infeksi

  • Penyakit turunan

  • Peradangan kronis

  • Pembuluh tersumbat

Jenis-Jenis Kista

Penyebab pasti kista bergantung jenis kista itu sendiri. Ada banyak sekali jenis kista. Beberapa kista tumbuh karena akibat kondisi lain, seperti Polycystic kidney disease (PKD). Berikut beberapa jenis kista yang paling umum:

  1. Kista Sebaceous

    Berukuran kecil, berbentuk benjolan lunak berisi minyak yang disebut sebum. Kista sebaceous juga disebut dengan kista epidermoid. Kista ini sering terbentuk dalam folikel rambut. Kelenjar sebaceous yang sobek juga bisa menyebabkan kista. Kelenjar sebaceous merupakan kelenjar yang memproduksi minyak untuk kulit dan rambut. Pada kasus yang jarang, kista sebaceous bisa disebabkan oleh kondisi keturunan yang disebut sindrom Gardner.

  2. Kista Ganglion

    Kista jinak ini biasanya terbentuk di pergelangan tangan atau tangan, tapi juga bisa muncul di kaki. Kista ganglion tidak diketahui penyebabnya dan biasa terjadi di pembuluh tendon. Wanita lebih rentan mengalami kista ganglion dibanding pria.

  3. Kista Payudara

    Kista jinak yang bisa tumbuh di payudara ketika pembuluh ASI tersumbat. Umumnya terjadi pada wanita di usia 30 hingga 40-an. Kista payudara menyebabkan rasa sakit di area yang terkena.

  4. Chalazia

    Chalazia adalah kista jinak yang terbentuk di kelopak mata ketika pembuluh pada kelenjar minyak tersumbat. Kista ini bisa menyebabkan sensitif terhadap cahaya, dan bengkak serta rasa sakit. Bila tumbuh terlalu besar, chalazia akan menyebabkan masalah penglihatan.

  5. Kista Pilonidal

    Kista ini terbentuk di dekat atas bokong, biasanya berisi kotoran kulit, minyak, rambut, atau lainnya. Kista pilonidal terjadi lebih sering pada pria dibanding wanita. Kista ini bisa tumbuh ketika rambut yang rontok menjadi melekat di kulit. Infeksi kronis di kista ini bisa meningkatkan resiko jenis kanker kulit yang disebut squamous cell carcinoma.

Pada beberapa kasus, kista bisa hilang dengan sendirinya. Menggunakan kompres hangat pada kista bisa mempercepat proses penyembuhan dengan membantu mengeringkannya. Jangan pernah memencet kista karena bisa memicu infeksi.

Kista Indung Telur Selama Kehamilan

Kista indung telur sering terbentuk ketika folikel yang biasanya melepas sel telur tidak terbuka. Ini menyebabkan cairan menumpuk dan membentuk kista. Kista jenis ini sering terjadi antara masa pubertas dan menopause. Biasanya kista indung telur diketahui saat pemeriksaan panggul. Kista indung telur terkait dengan peningkatan resiko kanker ketika terjadi setelah menopause.

Indung telur merupakan organ berbentuk seperti kacang polong dan menyimpan sel telur. Kista di indung telur biasanya tidak berbahaya dan tidak perlu diobati, tapi bisa menyebabkan masalah bisa tumbuh semakin besar. Wanita bisa hamil meski memiliki kista, tapi kista indung telur menyebabkan polycystic ovarian syndrome atau endometriosis yang membuat sulit untuk mengandung.

Gejala Kista Indung Telur Selama Hamil

Kista berukuran besar bisa menyebabkan masalah dan rasa tidak nyaman di perut. Ketika kista yang besar menekan kandung kemih, penderita akan sering ingin buang air kecil karena kapasitas kandung kemih berkurang.

Gejala kista indung telur berupa menstruasi yang tidak teratur, rasa sakit di panggul, dan banyak lagi. Rasa sakit pada panggul bisa menjalar ke paha dan punggung bawah. Rasa sakit terasa tepat sebelum menstruasi dan berakhir sebelum menstruasi selesai. Anda juga bisa mengalami rasa sakit bila berhubungan badan, atau mengalami sakit ketika buang air besar dan terus merasakan tekanan pada bokong. Selain itu, muncul rasa mual dan payudara bengkak, sama seperti ketika hamil. Perut bisa terasa berat dan penuh.

Resiko Kista Indung Telur Selama Kehamilan

Resiko hanya bergantung pada ukuran dan bentuk kista indung telur. Meski awalnya berukuran kecil atau jinak, kista bisa meningkat ukurannya dan menjadi sangat besar selama hamil. Tapi jangan takut berlebihan, bila Anda dimonitor oleh dokter dengan seksama, tanda masalah yang besar akan terdeteksi lebih awal dan dokter akan menginformasikan penanganan yang dibutuhkan. Meski begitu, wanita hamil juga perlu mempertimbangkan pilihan saat melahirkan, karena lebih baik menjalani bedah sesar, dimana dokter juga bisa mengangkat kista selama kelahiran. Dengan begitu Anda tak perlu lagi menjalani operasi di masa mendatang.

Pencegahan Kista

Kebanyakan jenis kista tidak bisa dicegah, tapi ada beberapa pengecualian. Wanita yang rentan mengalami kista indung telur bisa mencegah terbentuknya kista baru dengan menggunakan kontrasepsi hormonal.

Membersihkan kelopak mata di dekat bulu mata dengan pembersih ringan bisa mencegah penyumbatan pada pembuluh minyak yang bisa mencegah chalazia. Anda juga bisa mencegah kista pilonidal dengan menjaga kulit yang terkena. Anda bisa gunakan bedak tabur pada kulit untuk menjaganya tetap kering. Sering berdiri dan tidak duduk lama akan membantu mencegah kista ini.

Penanganan Oleh Dokter

Jadwalkan pemeriksaan dengan dokter bila kista terasa sakit atau berwarna kemerahan. Ini bisa jadi tanda sobek atau infeksi. Sebenarnya dokter perlu memeriksa kista meski tidak menyebabkan rasa sakit atau masalah lain. Pertumbuhan yang tak normal bisa menjadi tanda kanker. Karenanya, dokter mungkin perlu mengambil sampel jaringan untuk diperiksa.

Secara umum penanganan medis untuk kista berupa:

  • Dokter mengeringkan cairan dan material lain dari kista menggunakan jarum.

  • Dokter memberi obat, seperti suntikan cortisone, untuk mengurangi peradangan di kista.

  • Dokter membedah dan mengangkat kista. Ini bisa dilakukan bila pengeringan tidak berhasil atau bila ada kista internal yang sulit dijangkau dan butuh penanganan lebih lanjut.

Ingat nih Bun, kista bisa tumbuh kembali setelah dikeringkan. Bila Anda punya kista yang terus kembali, Anda perlu mempertimbangkan pembedahan untuk mengangkatnya.

(Ismawati)