Ketika Si Kecil Sering Menggertakkan Gigi Saat Tidur Ini Solusinya

Ketika Si Kecil Sering Menggertakkan Gigi Saat Tidur Ini Solusinya
Ketika Si Kecil Sering Menggertakkan Gigi Saat Tidur Ini Solusinya

Ibu, pernahkah memperhatikan ketika si kecil tidur ada bunyi khas mirip seperti burung pelatuk yang mematuk batang pohon? Awalnya Ibumin kira, ini merupakan bunyi gesekan suatu benda, tapi kalau diperhatikan lagi ternyata bunyinya berasal dari gigi si kecil saat sedang tidur. Baru Ibumin ketahui, dalam istilah medis kondisi ini dikenal dengan istilah bruxism atau kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur.

Nah, ternyata kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur yang terjadi pada anak ini banyak dialami oleh anak-anak usia balita atau yang baru tumbuh gigi. Bruxism pada anak memang umumnya terjadi pada saat mereka tidur tanpa mereka sadari.

Sayangnya, kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur ini justru dapat merusak struktur gigi si kecil. Tapi, kabar baiknya kebiasaan ini akan menghilang dengan sendirinya saat si kecil mulai beranjak remaja.

Namun, tetap saja ketika anak menggertakkan gigi saat tidur hal ini nggak boleh didamkan ya, Bu. Sebab, hal ini berisiko membuat si kecil mengalami gangguan pada fungsi telinga dan tulang rahang di kemudian hari.

Apa sih penyebab anak menggertakkan gigi saat tidur?

Jika dikutip dari Kids Health banyak alasan yang menyebabkan si kecil suka menggertakkan gigi saat tidur, salah satu yang paling jadi sorotan adalah akibat stress. Menurut para ahli, menggertakkan gigi saat tidur merupakan respon tubuh alami si kecil untuk mengatasi stres atau tekanan tertentu.

Karenanya, jika kebiasaan menggertakkan gigi ini tak kunjung hilang ketika anak anak beranjak remaja, para ahli menyarankan agar segera memeriksakan kondisi si kecil ke dokter. Untuk mengetahui apakah si kecil mengalami tekanan tertentu di lingkungannya misalnya seperti bullying, stres menghadapi pelajaran yang sulit dan lain sebagainya.

Selain stress, hal lain yang dicurigai bisa memicu kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur pada anak adalah:

• Susunan gigi yang tidak tersusun dengan baik

• Sedang merasakan sakit, seperti sakit telinga atau tumbuh gigi

• Alasan medis tertentu seperti hiperaktif, cerebral palsy, atau sedang mengonsumsi beberapa jenis obat-obatan aktif

Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur ini nggak disadari sama sekali oleh si kecil. Justru orang tualah yang biasanya pertama kali mengetahui hal ini, terutama bagi mereka yang menerapkan co-sleeping bersama si kecil. Beberapa tanda dan gejala bruxism pada anak, yang mengindikasikan si kecil sedang menggertakkan gigi saat tidur dan perlu diwaspadai adalah:

• Bunyi suara gemeretak, hanya terjadi saat si kecil tidur

• Si kecil mengeluhkan sakit di bagian rahang

• Nyeri saat mengunyah

• Enamel gigi anak tampak mengelupas atau mengalami keausan

• Gigi rusak atau tumbuh tidak sejajar.

Efek menggertakkan gigi terhadap kesehatan anak

Berdasarkan penelitan tahun 2014 yang berjudul Prevalence of sleep bruxism in children: a systematic review memperkirakan antara 6-50% anak-anak di dunia pernah mengalami bruxism. Khususnya saat tidur di malam hari. Namun, efek menggertakkan gigi saat tidur ini nggak boleh disepelekan ya, Bu.

Sebab mengutip dari Sleep Foundation bruxism dapat meningkatkan risiko terjadinya; gigi patah, gusi surut, dan masalah lain pada gigi dan rahang, gangguan sendi, gangguan makan, gangguan kesehatan mental dan kecemasan serta meningkatkan risiko gangguan tidur.

Bahkan, banyak ahli juga mengatakan bruxism bisa menyebabkan masalah yang lebih serius meliputi kelainan sendi rahang (TMJ). Pada beberapa kasus, tekanan yang dihasilkan saat menggertakkan gigi saat tidur, bisa menyebabkan keluhan sakit kepala kronis akibat gangguan pada sendi rahang.

Cara mengatasi anak menggertakkan gigi saat tidur

Untuk mengatasi kebiasaan anak menggertakkan gigi saat tidur sebenarnya nggak memerlukan perawatan khusus ya, Bu. Seiring dengan bertambahnya usia, kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya.

Namun, dikutip dari Mayo Clinic apabila bruxism makin parah, terdapat berbagai macam pilihan untuk mengatasinya meliputi perawatan gigi, terapi, dan pemberian obat-obatan tertentu. Rangkaian perawatan ini dapat membantu mencegah kerusakan gigi lebih lanjut dan meredakan nyeri atau ketidaknyamanan yang muncul di area rahang.

Nah, jika bruxism disebabkan oleh kondisi kesehatan mental, para ahli menyarankan untuk berkonsultasi lebih lanjut ke psikolog anak yang dikombinasikan dengan perawatan dari dokter. Beberapa cara lain yang bisa Ibu terapkan untuk mengurangi kemungkinan si kecil menggertakkan gigi saat tidur adalah:

• Hindari kebiasaan buruk anak yang gemar menggigit suatu benda di sekitarnya seperti menggigit ujung pensil atau menggigit kuku

• Menciptakan rutinitas tidur yang tenang agar anak lebih nyaman saat tidur, dan mendapatkan kualitas tidur yang baik setiap harinya

• Ajak bermain santai di sela-sela waktu belajarnya di rumah, untuk mengurangi stres dan tekanan pada mentalnya

• Pada kasus yang lebih lanjut, penggunakan mouth guard atau pelindung gigi mungkin dibutuhkan apabila kerusakan gigi, akibat menggertakkan gigi saat tidur terus menerus terjadi dan merusak struktur gigi.

Itulah tadi beberapa cara mengatasi kebiasaan anak menggertakkan gigi saat tidur, apakah Ibu punya cara khusus lainnya untuk mengatasi hal tersebut?

Follow Ibupedia Instagram