Si Kecil Mendengkur Saat Tidur Waspada Ciri Pembesaran Adenoid

Si Kecil Mendengkur Saat Tidur Waspada Ciri Pembesaran Adenoid
Si Kecil Mendengkur Saat Tidur Waspada Ciri Pembesaran Adenoid

Mendengkur merupakan kondisi yang cukup mengganggu, terutama saat tidur. Apalagi jika dialami oleh si kecil. Tentu saja hal ini bikin Ibu jadi khawatir, bukan?

Mendengkur, ternyata diakibatkan oleh saluran napas yang menyempit diikuti dengan amandel atau adenoid yang bengkak. Pembesaran adenoid dan amandel ini biasanya karena alergi dan iritasi pada hidung, juga akibat berat badan anak yang berlebih.

Pembesaran adenoid yang jadi penyebab si kecil tidur mendengkur, nggak boleh disepelekan ya, Bu. Pada kondisi yang lebih lanjut, justru bisa menyebabkan komplikasi serius seperti; infeksi telinga, gangguan tidur dan sinusitis.

Selengkapnya, kita simak bersama bagaimana cara mengecilkan adenoid dan mencegah pembesaran adenoid yang lebih parah, dalam ulasan berikut.

Kenalan dulu yuk, apa itu adenoid?

Dikutip dari Health Direct adenoid merupakan benjolan jaringan lunak yang terletak di bagian belakang dalam hidung dan di bagian atas tenggorokan. Adenoid tidak terlihat secara kasat mata, walau si kecil membuka mulutnya.

Adenoid terletak dibagian dalam, yang hanya dapat dilihat menggunakan metode Nasofaringoskopi atau Radiografi Nasofaring Lateral (Rontgen). Setiap manusia dilahirkan dengan adenoid, dan ukurannya memang paling besar saat anak berusia sekitar 3 hingga 5 tahun.

Lama kelamaan, adenoid mulai menyusut saat anak mencapai usia sekitar 5 hingga 8 tahun. Normalnya, adenoid akan hilang sepenuhnya saat anak memasuki usia remaja.

Adenoid hidung punya fungsi penting dalam tubuh manusia, khususnya pada masa anak-anak. Terutama menjadi perangkap alami bagi kuman atau virus yang masuk melalui mulut dan hidung.

Nggak hanya itu, adenoid juga akan menghasilkan antibodi untuk membantu tubuh melawan infeksi. Jadi, peran adenoid pada masa tersebut sebenarnya cukup krusial ya, Bu.

Kenapa adenoid bisa membesar?

Ibu, nggak perlu khawatir. Ternyata mendengkur akibat pembesaran adenoid merupakan hal yang umum terjadi pada anak-anak.

Kondisi ini menandakan bahwa kelenjar adenoid sedang bekerja melawan infeksi, yang menyebabkan pembesaran adenoid terjadi. Dikutip dari Healthline penyebab adenoid atau pembesaran adenoid bisa diakibatkan karena alergi.

Biasanya, adenoid juga akan mengecil apabila infeksi virus dan bakteri sudah teratasi. Namun, pada beberapa kasus, adenoid mungkin justru sulit untuk mengecil meskipun infeksi virus dan bakterinya sudah diatasi.

Kondisi ini disebabkan oleh alergi dan iritasi pada hidung, tanda bakat kanker kelenjar getah bening, tumor hidung atau sinusitis, penyakit asam lambung yang tidak diobati dengan tuntas, atau adanya infeksi lain akibat virus HIV. Anak-anak yang sering terpapar polusi udara; asap rokok, asap pembakaran sampah atau memiliki riwayat asma alergi juga berpotensi membuat pembesaran adenoid semakin parah.

Ciri-ciri pembesaran adenoid yang perlu diwaspadai:

  1. Sulit bernapas melalui hidung
  2. Si kecil tampak lebih sering bernapas melalui mulut (yang dapat menyebabkan bibir dan mulut kering)
  3. Suara sengau, seolah-olah lubang hidung mereka terjepit
  4. Muncul bau mulut
  5. Tidur mendengkur
  6. Berhenti bernapas selama beberapa detik saat tidur (sleep apnea), yang dapat menyebabkan gangguan tidur. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan masalah belajar, perilaku, pertumbuhan, dan gangguan jantung, akibat kurangnya asupan oksigen ke otak
  7. Pembesaran adenoid, seringkali mengakibatkan si kecil mengalami infeksi hidung atau sinus yang sering, bahkan menjadi kronis (berlangsung lama)
  8. Infeksi telinga dan gangguan pendengaran.

Benarkah amandel dan adenoid sering membesar bersamaan?

Yup! Amandel (tonsil) dan adenoid seringkali dianggap sama. Padahal keduanya merupakan jenis jaringan limfoid pada tubuh manusia, yang berbeda tapi saling berkaitan.

Kalau adenoid terletak di bagian belakang dalam hidung, namun jika mengutip dari Cleveland Clinic amandal justru terletak di bagian belakang tenggorokan, yang mudah terlihat. Amandel sendiri adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Amandel membantu melawan infeksi dan penyakit yang datang melalui mulut dan hidung. Amandel dan adenoid fungsinya memang mirip dan posisinya saling berdekatan, sehingga tak jarang juga sering membesar bersamaan jika ada infeksi dari virus atau bakteri.

Nah, kalau keduanya membesar bersamaan, hal inilah yang membuat si kecil bisa tidur mendengkur atau ngorok. Bahkan jika tidak diobati dengan benar, kondisi ini bisa sebabkan infeksi telinga.

Bagaimana cara mengecilkan adenoid?

Pembesaran adenoid memang seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak. Tapi, bukan berarti pembesaran adenoid tidak bisa diatasi ya, Bu.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengecilkan adenoid. Salah satunya dengan rutin menggunakan obat semprot (kortikosteroid hidung), yang tujuan utamanya adalah untuk mengurangi pembengkakan adenoid.

Obat-obatan lain sepeti antibiotik mungkin diperlukan, terumana jika pembesaran adenoid diakibatkan oleh infeksi bakteri. Meski sudah diberikan obat, penanganan mandiri di rumah juga bisa membantu mengurangi pembesaran adenoid.

Ibu bisa melakukan tindakan cuci hidung atau saline nasal, menggunakan cairan NaCL atau garam medis murni. Pastikan si kecil selalu makan makanan bergizi, istirahat cukup dan kurangi aktivitas berat seperti berenang untuk sementara waktu, tak lupa penting untuk menjauhkan si kecil dari paparan polusi dan asap rokok.

Jika pembesaran adenoid terus berlangsung terlalu sering dalam jangka waktu satu tahun, dan sampai mengganggu aktivitas, dokter mungkin akan memberikan opsi untuk melakukan tindakan adenoidektomi atau pengangkatan adenoid. Tapi, prosedur ini biasanya menjadi opsi terakhir yang dianjurkan dokter, apabila terapi obat-obatan tak kunjung membuat kondisi si kecil jadi membaik.

Follow Ibupedia Instagram