Kesehatan Dibaca 288 kali

Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 06 Oktober, 2017 15:10

Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun

Sisa kue, batu kotor, atau hewan serangga hanya sebagian kecil dari benda yang dibawa pulang anak ke rumah setelah pergi main di luar. Semua benda ini bisa membawa jutaan kuman bersama mereka. Bunda pasti sadar kalau anak tidak selalu mendengarkan ketika Anda meminta mereka mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, atau ketika pulang dari bermain. Tapi pesan ini harus diulangi karena mencuci tangan adalah cara terbaik mencegah kuman menyebar dan menjaga anak terhindar dari penyakit.
 
Mencuci tangan adalah kegiatan yang sederhana ya Bun, tapi jadi cara paling baik untuk mencegah flu dan infeksi serta penyakit lain di rumah, sekolah, dan tempat kerja. Mengikuti panduan mencuci tangan dengan baik dan mengajarkan anak melakukannya bisa menjadi alat paling kuat untuk melindungi kesehatan keluarga.
 
Di rumah, mencuci tangan bisa mencegah infeksi dan penyakit yang menyebar dari satu anggota keluarga ke yang lain. Aturan dasarnya adalah mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan setelah memegang daging dan unggas mentah, sebelum makan, setelah mengganti popok, setelah batuk, bersin, atau meniup hidung, serta setelah menggunakan kamar mandi.
 
Ketika anak kontak dengan kuman, mereka bisa terinfeski hanya dengan menyentuh mata, hidung, atau mulut. Dan ketika terinfeksi, biasanya seluruh anggota keluarga juga akan mengalami penyakit yang sama tapi mungkin tidak dalam waktu yang bersamaan. Kuman bisa menyebar melalui banyak cara termasuk ketika:
 

  • Mengganti popok kotor.

  • Menyentuh tangan kotor.

  • Melalui tetesan di udara yang terlepas selama batuk atau bersin.

  • Melalui makanan dan air tercemar.

  • Pada permukaan yang tercemar.

  • Melalui kotak dengan cairan tubuh orang yang sakit.

 
Mencuci tangan dengan baik adalah pertahanan pertama terhadap penyebaran banyak penyakit, mulai dari flu biasa hingga infeksi serius seperti meningitis, bronkitis, hepatitis A, dan kebanyakan jenis infeksi diare. Dulunya orang tidak tahu kalau kuman bisa menyebabkan penyakit dan mencuci tangan dianggap tidak penting. Sekarang mencuci tangan dianggap hal paling penting untuk mencegah infeksi. Ikuti langkah berikut agar tepat mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air:
 

  • Basahi tangan dengan air bersih yang mengalir dan gunakan sabun. Gunakan air hangat bila ada.

  • Gosok kedua telapak tangan dan ratakan ke semua permukaannya.

  • Gosok tangan hingga 15 sampai 20 detik. Anda bisa mengajak anak menyanyikan lagu “Balonku” atau lagu serupa untuk mengetahui lamanya waktu menggosok. Nyanyikan lagu sedikit lebih lambat atau ulangi dua kali agar mencapai 20 detik.

  • Bilas tangan dengan air mengalir.

  • Keringkan tangan menggunakan kertas tissu atau mesin pengering.

  • Selalu gunakan sabun dan air jika tangan Anda terlihat kotor.

 
Tangan Anda bisa dengan mudah terkontaminasi kembali sebelum selesai mencuci tangan. Ini sering terjadi di kamar mandi atau toilet tempat Anda membersihkan tangan. Menyentuh keran atau pegangan pintu yang tercemar bisa berarti beberapa mikroba kembali ke tangan Anda. Menuangkan air ke atas keran bisa menghilangkan beberapa mikroba tapi tidak semuanya. Sebaiknya gunakan lap handuk untuk mematikan keran. Biarkan pintu terbuka sebelum Anda mulai mencuci tangan agar tidak perlu menyentuh pegangan pintu ketika keluar ruangan atau gunakan lap handuk untuk memutar pegangan pintu.
 
Jangan remehkan aktivitas mencuci tangan ya Bun. Beberapa detik mencuci tangan bisa menghalau berbagai penyakit. Jadikan sabun dan air bersih sebagai teman terbaik Anda. Tapi jika tidak tersedia tempat untuk cuci tangan, misalnya ketika Anda ingin memberi cemilan ke anak saat ia bermain di taman, gunakan cairan pembersih tangan untuk membersihkan tangan. Pilihlah cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.
 
Banyak penelitian menunjukkan kalau cairan pembersih tangan dengan konsentrasi alkohol antara 60 hingga 95 persen lebih efektif membunuh kuman dibanding konsentrasi alkohol yang lebih rendah atau pembersih tangan yang tidak berbahan dasar alkohol. Pembersih tangan non-alkohol tidak bekerja dengan baik pada semua jenis kuman, bisa menyebabkan kuman mengembangkan perlawanan terhadap cairan pembersih, hanya mengurangi pertumbuhan kuman, bukan membunuhnya, atau  lebih mungkin mengakibatkan iritasi pada kulit dibanding pembersih berbahan dasar alkohol.
 
Cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol bisa mengurangi jumlah bakteri pada kulit dan bekerja dengan cepat. Berikut langkah mencuci tangan dengan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol:

  • Gunakan cairan pembersih pada pergelangan satu tangan.

  • Gosokkan ke kedua tangan.

  • Ratakan pembersih tangan ke seluruth permukaan tangan dan jari hingga tangan kering.

 
Anda bisa membeli cairan pembersih tangan dalam ukuran botol kecil untuk dibawa bepergian, atau beli botol besar untuk diisikan ke botol-botol kecil. Anda bisa juga membuat cairan pembersih tangan sendiri. Ada banyak infromasi tentang cara membuat pembersih tangan sendiri di internet, tapi pilih secara hati-hati ya Bun. Ingat, agar efektif, cairan pembersih yang Anda buat harus mengandung alkohol 60 persen.
 
Cairan pembersih tangan bekerja dengan melepaskan lapisan luar minyak pada kulit. Ini biasanya mencegah bakteri yang ada di tubuh datang ke permukaan tangan. Tapi bakteri jenis ini, yang biasanya ada di tubuh, umumnya bukan jenis bakteri yang membuat kita sakit. Pada sebuah penelitian, Barbara Almanza, profesor di Universitas Purdue yang mengajarkan praktek sanitasi pada pekerja membuat kesimpulan menarik. Penelitian menunjukkan kalau cairan pembersih tangan tidak signifikan mengurangi jumlah bakteri pada tangan, dan pada beberapa kasus bisa berpotensi meningkatkan jumlah bakteri pada tangan.

Pembersih tangan berbahan dasar alkohol bisa dengan cepat mengurangi jumlah mikroba pada tangan pada beberapa situasi tapi tidak menghilangkan semua jenis kuman. Meski pembersih berbahan alkohol bisa menonaktifkan banyak jenis mikroba dengan sangat efektif ketika digunakan dengan tepat, banyak orang tidak menggunakan jumlah yang cukup atau mengelapnya sebelum kering. Sabun dan air lebih efektif dibanding cairan pembersih tangan berbahan alkohol untuk mengangkat atau menonaktifkan kuman jenis tertentu seperti cyrptosporidium, norovirus, dan clostridium difficile.

 
Cairan pembersih tangan juga tidak efektif ketika tangan terlihat kotor dan berminyak. Banyak penelitian menunjukkan kalau cairan pembersih tangan bekerja dengan baik pada tempat klinis seperti rumah sakit, dimana tangan terkontak dengan kuman tapi umumnya tidak terlihat kotor atau berminyak. Beberapa data menunjukkan kalau pembersih tangan bisa bekerja dengan baik pada kuman tertentu pada tangan yang sedikit bertanah. Tangan bisa jadi sangat berminyak atau bertanah setelah menangani makanan, berolahraga, bekerja di kebun, berkemah, atau memancing. Bila tangan sangat kotor dan berminyak, pembersih tangan tidak bisa bekerja dengan baik. Mencuci tangan dengan sabun dan air sangat dianjurkan pada kondisi ini.
 
Untuk mengurangi bakteri menyebar di keluarga, buat aturan mencuci tangan untuk tiap orang, terutama:

  • Setelah menggunakan kamar mandi.

  • Sebelum makan dan memasak.

  • Setelah menyentuh binatang termasuk hewan peliharaan.

  • Setelah membersihkan rumah.

  • Setelah meniup hidung, batuk, atau bersin.

  • Sebelum dan setelah mengunjungi atau merawat teman atau kerabat yang sakit.

  • Setelah berada di luar rumah (bermain, berkebun, berjalan-jalan, dll).


(Ismawati)