Kesehatan

Strabismus dan Amblyopia: Dua Masalah Pada Mata Anak

Strabismus dan Amblyopia: Dua Masalah Pada Mata Anak

Jika Bunda melihat mata anak Anda sepertinya juling atau tidak sejajar, kemungkinan ia mengalami strabismus (mata yang tidak sejajar atau juling) atau amblyopia (mata malas). Berkonsultasilah dengan dokter anak Anda dan ia mungkin akan memberi Bunda referensi dokter mata. Bunda tidak perlu kuatir karena kondisi ini bisa diatasi dengan baik jika ditangani lebih dini.

  1. Mata Juling Pada Bayi

    Bila mata anak Anda melihat ke arah yang berbeda atau tidak fokus pada objek yang sama, ada kemungkinan ia mengalami strabismus, yakni kurangnya koordinasi antara kedua mata. Mata terlihat juling jika salah satu bola matanya menyimpang ke arah luar atau atas.

    Mata juling pada anak bisa bersifat konstan, artinya mata akan selalu juling atau tidak sejajar. Atau mungkin juga terjadi sebentar-sebentar, maksudnya hanya dialami si kecil pada kondisi tertentu saja, kadang muncul, kadang tidak ada.

    Jika anak Anda menderita mata juling dan tidak diberikan pengobatan, otaknya bisa mulai mengabaikan input dari salah satu mata. Secara perlahan hal ini bisa menyebabkan penglihatan di mata yang diabaikan menjadi memburuk. Kondisi ini dikenal dengan amblyopia atau mata malas.

    Sebanyak 4 persen anak mengalami strabismus. Bayi dan anak kecil yang mengalami strabismus perlu segera diperiksa untuk mencegah terjadinya amblyopia, yang bisa menyebabkan hilang penglihatan.

    Mata malas bisa terjadi meski mata hanya mengalami juling yang ringan, karena otak anak yang sedang berkembang akan berhenti berkomunikasi dengan mata tersebut. Inilah mengapa amblyopia juga disebut “mata malas.”

    Tanda Mata Juling Pada Anak

    Sayangnya, tidak selalu mudah bagi orangtua untuk mengetahui apakah mata anak mereka tidak sejajar, khususnya pada anak yang mengalami gejala ringan mata juling. Tapi bila si kecil menunjukkan gejala strabismus berikut ini, Anda perlu segera meluangkan waktu untuk memeriksakan mata si kecil:

    • Strabismus pada waktu lahir. Banyak orangtua yang diberitahu bahwa mata bayi memang belum bisa benar-benar sejajar di usia 3 bulan pertamanya. Ini merupakan kondisi yang normal saat mata bayi sesekali menyimpang, tapi jika ini terjadi setiap saat atau matanya juling secara konstan, maka bayi Anda perlu menjalani pemeriksaan mata.

    • Strabismus setelah bayi berumur 3 bulan. Bawa si kecil ke dokter mata bila Anda melihat salah satu atau kedua matanya menyimpang atau juling setelah ia berumur 3 bulan.

    • Anak suka memiringkan kepala dan mengedipkan mata. Anak dengan strabismus kemungkinan akan memiringkan kepala untuk secara efektif mensejajarkan mata agar keduanya bisa digunakan. Atau ia akan mengedipkan mata, terutama di cahaya yang terang, untuk menahan gambaran ganda yang dihasilkan dari mata yang tidak sejajar yang mengarah ke arah yang berbeda.

    • Ada refleksi mata merah pada satu mata. Hal ini terkadang menyebalkan ketika Anda berfoto bersama anak dan terdapat refleksi mata merah pada bagian mata di hasil foto. Tapi ternyata refleksi mata merah ini bisa memberi informasi tentang kondisi penglihatan lho Bun. Jika refleksi mata merah hanya muncul pada sebelah mata saja, ini bisa menjadi petunjuk bahwa anak Anda mengalami masalah penglihatan.

    • Saudara kandungnya ada yang mengalami strabismus. Jika sang kakak didiagnosa mengalami strabismus, sebaiknya anak Anda segera menjalani pemeriksaan, meski belum muncul gejala yang pasti untuk masalah penglihatan ini.

    Kondisi strabismus juga bisa muncul pada anak tanpa ada riwayat keluarga yang mengalaminya, dan ketika itu terjadi, kondisi tersebut mengindikasikan adanya masalah penglihatan yang lebih rumit. Mereka yang menderita rabun dekat juga berada di resiko yang tinggi mengalami strabismus.

    Penanganan Mata Juling Pada Anak

    Strabismus sebagai akibat dari rabun dekat biasanya bisa diperbaiki dengan penggunaan kacamata, terutama jika bisa terdeteksi lebih dini. Strabismus yang tetap ada meski anak sudah memakai kacamata membutuhkan pengobatan melalui proses pembedahan.

    Kurangnya koordinasi antara dua mata berpusat pada otak, tapi tidak mungkin untuk melakukan operasi otak untuk mengubah ketidaksejajaran pada mata. Yang akan dilakukan dokter adalah melakukan pembedahan pada otot mata, area yang bisa dijangkau. Inilah yang menjadi alasan kenapa pembedahan tidak bisa 100 persen berhasil.

  2. Mata Malas Pada Anak (Amblyopia)

    Amblyopia yang disebut juga mata malas terjadi ketika otak menutup atau menekan penglihatan pada sebelah mata. Kondisi ini terjadi jika mata batita Anda juling atau ia tidak bisa melihat dengan baik dengan sebelah mata karena rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme, atau ada sesuatu yang menahan penglihatannya, seperti katarak atau kelopak mata yang turun.

    Sekitar 3-6 persen anak di bawah usia 16 tahun mengalami amblyopia. Hasil pengobatan bisa sangat baik bila dilakukan sebelum anak berusia 5 atau 6 tahun. Tapi penelitian terbaru menunjukkan anak yang lebih tua tetap bisa pulih dari masalah penglihatan ini. Jika diabaikan, amblyopia bisa menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.

    Cara Mengidentifikasi Mata Malas Pada Anak

    Tidaklah mudah untuk mengidentifikasi amblyopia karena anak bisa terlihat baik-baik saja ketika menggunakan satu matanya saja. Mata yang kurang digunakan bisa terlihat benar-benar normal, meski batita Anda tidak menggunakannya untuk melihat.

    Dokter anak Anda perlu secara rutin menguji amblyopia (dan juga strabismus) dengan memeriksa mata secara terpisah. Tapi ada baiknya jika Anda juga mengetes penglihatan si kecil di rumah. Ada cara sederhana untuk mengetahui apakah mata batita Anda mengalami amblyopia.

    Cari perhatian batita Anda dengan menggelindingkan bola atau memainkan boneka di hadapannya. Tutup salah satu matanya (sebaiknya pasangan Anda membantu melakukan ini) dan lihat apakah ia mengikuti objek dengan mata yang tidak tertutup. Lalu tutup mata yang lain dan lihat apakah ia bisa mengikuti objek yang Anda gerakkan dengan baik.

    Jika batita Anda bisa melihat dengan lebih baik dengan satu mata dibanding yang lain, segera buat janji untuk bertemu dengan dokter anak Anda atau seorang dokter mata untuk melakukan pemeriksaan penglihatan yang bisa mendiagnosa dan mengobati masalah ini.

    Penanganan Mata Malas Pada Anak

    Bila diagnosa dokter mengatakan anak Anda mengalami mata malas, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memperbaiki astigmatisme atau rabun jauh dengan pemakaian kacamata atau menghilangkan katarak dengan pembedahan.

    Setelah prosedur tersebut dilakukan, tujuan selanjutnya adalah mendorong otak anak untuk berkoneksi dengan mata yang lebih lemah, dengan secara perlahan meningkatkan kemampuannya untuk melihat. Penggunaan kacamata tidak dapat membantu memperbaiki koneksi antara otak dan mata. Satu hal yang menjadi tanda untuk kondisi ini adalah penglihatan anak masih tetap buruk pada satu mata ketika ia telah mengenakan kacamata yang tepat.  Hal ini dikarenakan penggunaan kacamata berfungsi untuk membantu fokus mata, seperti halnya lensa pada kamera, tapi jika otak tidak berkomunikasi dengan baik dengan mata tersebut, anak Anda tetap tidak dapat melihat dengan jelas.

    Sebagai gantinya, dokter Anda akan menyarankan untuk menutup mata anak Anda yang masih normal dengan perban atau menggunakan tetes mata sekali sehari untuk mengaburkan penglihatan pada mata yang masih baik. Kedua langkah ini akan memaksa otak untuk menggunakan mata yang lebih lemah. Proses ini bisa memakan waktu selama berminggu, bulan, bahkan tahunan.

(Ismawati)