Kesehatan Dibaca 627 kali

Waspada Penyebaran Hepatitis A di Jabodetabek

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
Waspada Penyebaran Hepatitis A di Jabodetabek

Sejak sekitar Bulan Oktober lalu, di Depok, sedang ada wabah Hepatitis A. Hingga pada pertengahan Bulan Desember ini, dikabarkan ada sekitar 262 kasus sudah terjadi di Depok dan sebagian penderitanya adalah pelajar. Karena wabah ini dikhawatirkan akan meluas ke daerah sekitarnya, maka warga di Jabodetabek diminta untuk waspada dan lebih berhati-hati. Supaya kita dan keluarga nggak tertular, yuk, simak ulasan tentang hepatitis A berikut ini.

Apa Saja Jenis-Jenis Hepatitis?

Sebagai permulaan, kita ulas lebih dulu penyakit hepatitis secara garis besar, ya. Menurut World Health Organization atau WHO, hepatitis dibagi menjadi lima jenis, tiga jenis teratas di antaranya adalah jenis yang utama atau major. Jenis-jenis hepatitis yaitu: 

  • Hepatitis A virus (HAV)

    Virus hepatitis ini terdapat pada feses (tinja) penderitanya. Hepatitis A biasanya menjangkit orang-orang yang tinggal di lingkungan hidup yang kebersihannya kurang terjaga. Untungnya, HAV ini bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi.

  • Hepatitis B virus (HBV)

    Berbeda dengan jenis sebelumnya, HBV ini menular melalui kontak darah, semen dan cairan tubuh lainnya, termasuk bisa menular pada bayi ketika proses melahirkan. Cara penularan hepatitis B lainnya adalah lewat jarum suntik. Umumnya penyakit ini akan sembuh dalam waktu enam bulan. Sama seperti jenis hepatitis A, vaksin untuk hepatitis B juga telah tersedia. 

  • Hepatitis C virus (HVC)

    Hepatitis C ini adalah jenis hepatitis yang paling mudah menular. Penularannya adalah melalui pertukaran darah, termasuk lewat transfusi atau penggunaan jarum suntik. Penting buat Anda ketahui, kalau hepatitis C ini tidak menular melalui pemberian ASI, air, tidak menular lewat berbagi makanan, dan minuman, lewat berbagi peralatan makan, mau pun kontak sederhana dengan penderitanya seperti berpelukan atau berciuman. Hepatitis C terbagi lagi menjadi akut dan kronis. Jika tidak ditangani dengan baik, virus ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti jaringan parut dan sirosis hati. Sayangnya, tidak ada vaksin untuk hepatitis jenis ini.

  • Hepatitis D virus (HDV)

    Terjadi pada orang yang juga menderita hepatitis B virus. Dual infection, atau terkena dua jenis hepatitis ini bisa meningkatkan masalah kesehatan yang serius. Untuk pencegahan hepatitis D ini, Anda bisa melakukan vaksinasi hepatitis B.

  • Hepatitis E virus (HEV)

    Virus hepatitis ini menyerupai hepatitis A, yaitu bisa menyebar melalui air dan makanan yang terkontaminasi. 

Apa Itu Hepatitis A?

Jadi, hepatitis A adalah infeksi liver serius yang sangat menular. Pada sebagian orang, penyakit ini bisa menjangkit selama beberapa minggu, pada kasus yang lebih parah, bahkan bisa selama beberapa bulan.

Singkat kata, jika terkena penyakit hepatitis A ini, sel-sel pada liver Anda akan mengalami inflamasi atau peradangan yang bisa berujung pada kerusakan liver. Beberapa gejala hepatitis A yang mungkin dirasakan misalnya bagian putih bola mata, kulit dan kuku menjadi kuning, serta warna urin menjadi pekat, hal ini yang umum disebut dengan jaundice. Gejala lainnya adalah nyeri di sekitar perut (terutama di bawah rusuk sebelah kanan), kehilangan selera makan, mual, demam, diare, gatal-gatal, nyeri sendi dan rasa lelah. Namun, perlu Anda ketahui, kalau nggak semua penderita hepatitis A merasakan adanya gejala. 

Apa Penyebab Penyakit Hepatitis A?

Penyakit menular ini disebabkan oleh virus HAV. Penyebaran virus ini adalah person-to-person (kontak langsung dengan penderita) dan melalui air dan makanan yang terkontaminasi kotoran (tinja) dari penderita lainnya. Misalnya, lewat air ketika sedang mengolah masakan, buah-buahan atau sayuran, dari mengonsumsi ikan (hidangan mentah) yang hidup di air yang sudah terkontaminasi atau mengonsumsi es dari air kotor. Virus ini nggak menyebar lewat bersin atau batuk, ya.

Risiko terkena virus ini akan meningkat jika Anda tinggal di dekat atau satu rumah dengan penderita, melakukan hubungan seksual dengan penderita, melakukan perjalanan ke suatu tempat yang sedang terjadi wabah virus ini, serta anak-anak yang berada di sekolah atau tempat penitipan anak.

Untuk mendiagnosis penyakit ini, selain dengan melihat gejala yang dirasakan penderita, dokter juga akan melakukan tes darah IgM dan IgG antibodies. 

Bagaimana Cara Mencegah Hepatitis Virus A?

  1. Menjaga kebersihan
    Pastikan Anda mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet, sebelum mengolah makanan dan setelah mengganti popok.

  2. Serba matang
    Memasak makanan hingga matang, mengupas kulit buah-buahan dan konsumsi air minum yang bersih.

  3. Melakukan vaksinasi
    Vaksin ini sangat disarankan dan merupakan teknik pencegahan yang ampuh. Vaksin hepatitis A bisa bertahan untuk waktu yang sangat panjang dan bekerja efektif, baik itu untuk orang dewasa mau pun anak-anak. Mendapatkan vaksin hepatitis A juga disarankan untuk Anda yang akan melakukan perjalanan ke daerah rawan hepatitis A, orang yang menderita gangguan kesehatan liver dan seseorang dengan masalah pembekuan darah.

  4. Jika Anda pergi ke daerah rawan virus ini, pastikan Anda mengonsumsi air dan menyikat gigi dengan air yang terjamin kebersihannya, bila perlu dengan air dalam kemasan.

Nah, jika ternyata yang Anda mengalami hepatitis A ini, Anda mesti segera melakukan tindakan untuk mencegah penyebaran penyakit. Tindakan yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah dengan tidak melakukan segala bentuk kegiatan seks dulu, tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang merawat Anda, mencuci tangan dengan sabun setelah Anda menggunakan toilet dan setelah mengganti popok, serta Anda nggak disarankan untuk menyiapkan makanan dulu.

Selama dalam masa perawatan, dokter akan terus memantau fungsi liver Anda. Untuk mempercepat pemulihan, Anda mesti memperbanyak istirahat, ya. Karena mungkin akan merasa mual, Anda mesti pintar-pintar menjaga asupan, misalnya dengan makan dalam porsi kecil sebanyak beberapa kali dalam sehari. Makan makanan berkalori lebih tinggi agar Anda mendapat tambahan tenaga, dan memperbanyak buah dan sayuran. Perbanyak minum atau jus, terutama jika Anda banyak muntah, supaya Anda nggak dehidrasi. Menghentikan kosumsi minuman beralkohol, karena selain akan memperparah kondisi liver, obat-obatan yang Anda minum juga mungkin saja bereaksi dengan alkohol tersebut. 

Pada dasarnya hepatitis A ini nggak berbahaya, dan sangat jarang ditemukan kasus serius yang terkait dengan virus ini. Namun, jika Anda terkena virus ini, ada kemungkinan Anda bakal terjangkit kembali sekitar enam hingga sembilan bulan setelahnya. 

Apa Perbedaan Antara Hepatitis A dan Hepatitis C?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, keduanya berbeda pada proses penularannya. Jika pada hepatitis A menular melalui kontak langsung dengan penderita dan lewat kontaminasi air kotor, pada hepatitis C, virus menyebar melalui pertukaran cairan tubuh, terutama darah.

Nah, mungkin, jalan terbaik untuk mencegah tertular virus hepatitis A adalah dengan mendapatkan vaksinasi, karena nggak mudah, kan, mengontrol penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari kita. Pun, susah juga, kan, untuk mengetahui apakah air yang kita gunakan tersebut aman atau nggak. Tapi kita bisa menerapkan tips lainnya untuk pencegahan, terutama untuk melindungi anak-anak dari bahaya hepatitis A.

  1. Usahakan Anda sekeluarga minum air kemasan yang pastinya juga dibeli dari tempat yang terpercaya. Jika nggak memungkinkan, pastikan Anda memasak air kran hingga matang.

  2. Selalu menyajikan makanan yang sudah dimasak hingga matang, dan buah-buahan yang bisa dikupas kulitnya.

  3. Mengajar anak untuk selalu mencuci tangan dengan sabun setelah ia menggunakan toilet dan sebelum makan. Bila perlu, bawakan anak sebotol sabun untuk ia gunakan di sekolah.

  4. Membawakan bekal pada anak ke sekolah, jadi anak nggak perlu jajan makanan atau minuman yang nggak terjamin kebersihannya.

  5. Ketika anak sekolah atau bermain ke luar rumah, ingatkan mereka agar nggak membeli minuman jajanan seperti teh atau minuman non kemasan lainnya, jangan minum menggunakan es batu atau minum minuman yang didinginkan di dalam air dan tumpukan es batu. Bila anak perlu membeli minuman, pastikan anak membeli minum dalam kemasan dan hanya yang didinginkan di dalam chiller. 

  6. Jika ada teman atau pun keluarga yang sedang dalam perawatan hepatitis A, sebaiknya dihindari dulu hingga ia sembuh.

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai hepatitis A. Semoga tips di atas bisa membantu agar Anda dan keluarga tercinta tetap sehat.

(Stephanie / Dok. Freepik )