Kesehatan Dibaca 90 kali

Waspadai Luka Bekas Gigitan Hewan Pada Tubuh Si Kecil

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 07 Desember, 2018 23:12

Waspadai Luka Bekas Gigitan Hewan Pada Tubuh Si Kecil
Luka gigitan yang ada pada tubuh buah hati Anda yang dikarenakan oleh gigitan hewan haruslah Anda waspadai. Mengapa demikian? Luka gigitan tersebut dapat menyebabkan infeksi yang serius pada tubuh buah hati Anda. Maka dari itu luka gigitan hewan tersebut haruslah segera diobati, selain untuk mencegah infeksi, hal tersebut berfungsi untuk mencegah peradangan yang mungkin bisa memicu penyakit lain datang pada luka bekas gigitan hewan pada tubuh buah hati Anda.

Lalu apa yang harus segera Anda lakukan jika si kecil terkena gigitan hewan? Berikut hal-hal yang harus segera Anda lakukan jika si kecil mendapat luka gigitan hewan pada tubuhnnya,

  • Lihatlah seberapa dalam luka gigitan yang dimiliki oleh si kecil. Bila luka gigitan pada tubuhnya tidak terlalu dalam, maka segeralah bersihkan area dimana si kecil mendapatkan luka gigitan dengan sabun dan bilas luka gigitan tersebut dengan air hingga bersih. Jangan lupa untuk mengoleskan salep antibiotik pada bekas luka gigitan hewan tersebut, hal ini untuk menghindari peradangan dan infeksi pada luka bekas gigitan hewan tadi. Anda bisa mengoleskan salep antibiotik tersebut 2 kali sehari hingga luka gigitan tersebut mengering dan hilang. Untuk menjaga luka gigitan tetap steril dari debu dan bakteri ketika si kecil bermain diluar, Anda bisa menggunakan plester untuk menutupi luka gigitan tersebut. Namun bila si kecil sedang di rumah lebih baik hindari menutupi luka gigitan tersebut dengan plester, biarkan luka gigitan tersebut terkena angin agar luka gigitan segera kering dan hilang.

  • Jika luka gigitan yang dialami buah hati Anda terlihat serius dan parah hingga kulit si kecil agak robek dan berdarah, segeralah ambil kain kasa atau baju bersih lalu balut luka si kecil. Setelah itu, tekan luka bekas gigitan tersebut agar darah yang terus mengalir keluar dapat berhenti. Namun bila darah si kecil terus keluar setelah 1-2 menit, segera panggil Ambulan dan minta bantuan medis. Bisa jadi gigitan hewan tadi sudah merobek pembuluh darah buah hati Anda.

  • Namun bila darah sudah berhenti keluar setelah Anda balut dan tekan luka bekas gigitan hewan tadi, hal yang harus Anda lakukan berikutnya yaitu Anda periksakan luka bekas gigitan tersebut pada dokter. Hal ini untuk mengetahui benar mengenai kondisi luka si kecil, apakah aman ataukah luka tersebut harus dijahit.

Selalu waspadalah terhadap segala macam luka bekas gigitan hewan sekecil apapun. Jangan pernah menganggap hal tersebut remeh apalagi membiarkan luka bekas gigitan hewan tersebut tanpa diobati. Walupun hanya luka kecil dan tak terlihat tapi luka gigitan hewan bisa menjadi hal yang lebih serius dan berbahaya bila dibandingkan dengan luka sayatan karena pisau atau benda tajam lainnya. Maka dari itu jangan pernah lupa untuk selalu membersihkan luka bekas gigitan hewan dan gunakan salep antibiotik ketika Anda atau buah hati Anda mengalami luka gigitan karena hewan.

Anda pun harus tahu bahwa ternyata gigitan hewan bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Penyakit serius yang mungkin bisa muncul karena adanya gigitan hewan, salah satunya yaitu penyakit rabies. Penyakit rabies ini disebabkan oleh virus rabies.

Virus rabies menyerang susunan sistem syaraf pusat manusia hingga menyebabkan orang yang menderita penyakit ini bisa mengalami kelumpuhan total. Virus rabies biasanya didapat dari gigitan-gigitan hewan seperti gigitan kucing, anjing, rakun, kera dan kelelawar. Jadi selalu berhati-hatilah dengan binatang tersebut, hindari kontak langsung dengan mereka apalagi bila binatang-binatang tersebut tidak dipelihara dengan baik atau liar.

Seperti yang kita tahu kucing dan anjing adalah terkenal dengan kelucuannya, bisa dibilang kedua binatang itu sangat popular dan tentu banyak sekali digemari oleh orang-orang terlebih oleh anak-anak. Bila buah hati Anda termasuk salah satu diantaranya dan menjadikan kedua binatang tersebut sebagai binatang peliharaan, Anda sebenarnya tak usah khawatir.

Virus rabies ini tidak akan muncul pada binatang peliharaan Anda jika Anda rajin merawat, membersihkan dan memberikan mereka vaksin rabies secara rutin untuk mencegah virus rabies tersebut muncul pada kucing atau anjing peliharaan Anda di rumah.

Selain binatang-binatang tadi, binatang-binatang lainnya yang mungkin menjadi alat penyebar virus rabies yaitu binatang-binatang liar dan kotor seperti,  tikus tanah, kelinci, tupai, bajing. Binatang tersebut diketahui bisa juga menularkan virus rabies pada buah hati Anda.

Jadi selalu waspadalah dengan gigitan hewan sekecil apapun, jika Anda merasa ada yang tidak wajar dengan sikap atau tingkah buah hati Anda setelah adanya luka bekas gigitan hewan, segeralah periksakan si kecil pada dokter sehingga buah hati Anda segera mendapatkan pertolongan dan terhindar dari bahaya penyakit rabies.

Selalu waspada dan jaga buah hati Anda dengan jeli ketika dia tengah bermain dengan binatang peliharaannya. Jangan biarkan si kecil bermain sendiri dengan Anjing atau kucing di rumah tanpa ada pengawasan dari Anda atau keluarga lain di rumah. Jangan lupa pula untuk selalu rutin memberikan vaksin rabies pada binatang-binatang peliharaan di rumah Anda, agar kesehatan mereka terjamin dan buah hati Anda pun aman bermain dengan binatang-binatang tersebut.

Jangan lupa untuk segera memeriksakan luka gigitan pada tubuh buah hati Anda pada dokter bila luka bekas gigitan pada tubuhnya terlihat memerah, hal ini untuk melihat apakah ada infeksi atau tidak pada luka bekas gigitan hewan tersebut.

Selain itu jika setelah adanya luka gigitan si kecil terlihat demam atau panas tinggi, jangan tunda-tunda lagi dan bergegaslah menuju dokter untuk mendapatkan pertolongan medis dan penanganan yang tepat untuk mengobati luka gigitan pada tubuh buah hati Anda.

(Wati)