Konsepsi Dibaca 5,120 kali

5 Posisi Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 28 Juni, 2019 14:06

5 Posisi Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil

Walaupun belum ada penelitian yang secara pasti menyatakan bahwa posisi hubungan intim tertentu bisa lebih manjur membuat Bunda hamil daripada posisi lainnya, namun banyak orang yang mempercayai hal tersebut.


Posisi misionaris misalnya, dimana lelaki berada di atas tubuh wanita, adalah posisi berhubungan intim favorit yang paling umum digunakan untuk mempercepat kehamilan. Pasalnya, orang-orang menganggap bahwa semakin dekat kelamin pria ke dalam mulut rahim wanita, maka sperma pun akan semakin banyak yang masuk dan diharapkan mampu membuahi sel telur.


Hmm, percayakah Bunda? Alih-alih posisi berhubungan intim , sebenarnya pemilihan waktu pembuahan yang tepat adalah faktor krusial dari keberhasilan program hamil.


Kebanyakan wanita mengalami masa subur hanya berselang antara lima hingga enam hari setiap siklusnya, selama suatu periode yang dinamakan jendela kesuburan. Nah, jendela kesuburan ini sendiri baru terbuka selang lima hari sebelum masa ovulasi dan ditutup saat ovulasi terjadi. Itu berarti, saat paling baik untuk berhubungan intim adalah beberapa hari sebelum Anda mengalami ovulasi.


Agar lebih jelasnya lagi, ovulasi ini biasa disebut juga dengan masa subur seorang wanita dimana terjadi proses pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam rahim. Sel telur ini lalu berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi oleh sperma dari pasangan Anda.


Ovulasi biasa terjadi selama 16 hari setelah hari pertama Bunda mengalami menstruasi atau 14 hari sebelum menstruasi yang berikutnya terjadi. Itulah mengapa penting bagi para wanita untuk mencatat tanggal haid mereka, sehingga lebih mudah untuk memprediksi masa subur diri sendiri.
Dari penjelasan mengenai ovulasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa waktu terbaik untuk berhubungan intim adalah sehari atau dua hari sebelum prediksi masa subur Bunda datang serta sekali lagi tepat di hari ovulasi terjadi.

Apakah orgasme membantu dalam pembuahan?

Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa para wanita yang mencapai klimaks saat berhubungan berhubungan intim tepat setelah si pria ejakulasi cenderung lebih berkesempatan untuk hamil. Meski begitu, masih belum ada penelitian yang mendukung pendapat tersebut.
Faktanya, orgasme yang dialami oleh wanita bukanlah komponen penting dalam masalah pembuahan, namun ada kemungkinan kontraksi rahim saat orgasme terjadi dapat membantu sperma berjalan menuju tuba falopi. Terkadang kontraksi rahim yang tidak seberapa menyakitkan ini juga terasa meski Anda sedang tidak melakukan hubungan intim, khususnya saat masa ovulasi terjadi.

Apakah setelah berhubungan intim, wanita harus terus berbaring?

Meski belum ada penelitian yang mendukung teori ini, namun tak ada salahnya Anda berbaring sejenak selama beberapa menit. Sperma bergerak sangat cepat menuju mulut rahim dan mencapai tuba falopi hanya dalam hitungan menit.


Dalam proses yang singkat tersebut, Bunda dianjurkan untuk tetap berada pada posisi horisontal selama 15 menit setelah intercourse terjadi. Walau tentu saja dengan jutaan sperma yang keluar saat ejakulasi terjadi, seharusnya ada satu sperma yang berhasil mencapai sel telur meski Bunda terlanjur langsung berdiri setiap selesai berhubungan intim.

5 Posisi Berhubungan Intim Yang Bisa Dicoba Agar Cepat Hamil

Lalu, bagaimana dong kalau Bunda sudah menerapkan metode di atas namun tak kunjung mendapatkan sang buah hati? Memang telinga rasanya panas saat mendengar mertua bertanya, "Kapan nih Ibu punya cucu?" setelah bertahun-tahun Bunda menikah tanpa anak, tapi jangan sedih dan lantas malas mencoba ya, Bun.


Ada banyak cara agar Anda dan pasangan kembali bergairah mencoba mendapatkan momongan. Salah satunya adalah dengan merubah posisi berhubungan intim agar lebih bervariasi. Kehidupan hubungan intim yang menyenangkan akan membuat Bunda lebih bahagia dan jika dilakukan seminggu paling tidak dua kali, maka kemungkinan hadirnya sang buah hati akan semakin besar.

1. Raise your hips, Mom!

Bosan dengan posisi misionaris yang itu-itu saja tapi takut mencoba gerakan lain? Well, Bunda cukup menambahkan bantal-bantal sebagai sandaran bagi pinggul, pantat, serta punggung bagian bawah. Dengan cara ini, pinggul Anda akan lebih naik sehingga membantu mulut rahim lebih menempel sehingga dapat menampung lebih banyak sperma.

2. Doggy Style

Posisi ini menuntut Bunda agar sedikit lebih liar di ranjang karena kali ini sang pria akan melakukan penetrasi dari arah belakang. Bagi wanita, posisi ini akan lebih memuaskan gairah karena Mr.Happy menyusup lebih dalam ke liang vagina. Jika Bunda memiliki kelainan seperti posisi rahim yang terbalik, maka doggy style ini adalah pilihan yang tepat karena sperma akan dikeluarkan lebih dekat dengan rahim.

3. Spooning

Sang wanita terlentang dengan punggung membelakangi pasangan, sehingga sang pria dapat memeluknya dari belakang. Meski tak saling melakukan kontak mata dan penetrasi tak dapat dilakukan terlalu dalam, namun posisi ini akan membuat pasangan merasa lebih rileks sehingga mudah mencapai konsepsi. Dengan spooning, wanita dapat bergerak bebas dan menstimulasi pria agar memasukinya dari belakang. Tak hanya penetrasi, pasangan Anda pun juga dapat bermain-main dengan payudara dan klitoris Anda. Disertai dengan ciuman hangat serta komunikasi dua arah tentunya akan membuat malam semakin bergairah. Psst, Bunda juga bisa lho membimbing gerakan suami dengan cara memegang leher pasangan atau bahkan sedikit jambakan pelan yang mampu meningkatkan gairah.

4. Legs on Shoulder Position

Jika Bunda merasa terlalu lelah atau pegal saat harus mengangkat pinggul Bunda saat penetrasi man on top terjadi, maka Bunda bisa mencoba cara ini. Mudah saja, cukup meletakkan kaki Anda di bahu pasangan dan voila, Anda akan merasakan sensasi hubungan intim yang baru. Bunda cukup berbaring di tepi tempat tidur sementara sang pria berdiri tepat di depan Anda. Kemudian, letakkan kaki di atas bahu si dia dan do the rest dengan lebih santai.

5. Reverse Cowgirl Position

Bosan selalu berada di bawah? Ingin sekali-kali mengendalikan pasangan? Kali ini Bunda dapat mengambil alih kontrol saat berhubungan intim dengan posisi reverse cowgirl ini. Awalnya, duduklah mengangkang menghadap ke arah kaki, bukan ke arah wajah pasangan. Kemudian, sang wanita dapat menggerakkan tubuhnya dengan bebas karena memiliki kontrol penuh atas kedalaman, kecepatan, serta sudut penetrasi. Kali ini, wanita dapat menentukan kenikmatannya sendiri dari gesekan Mr.P terhadap g-spot dan klitoris. Namun, posisi ini termasuk berbahaya jika berat badan Anda terlalu besar atau sang lelaki tidak kuat menahan bobot Anda. Bisa-bisa, malah badan semakin pegal dan kepuasan hubungan intim jadi berkurang.


Nah, itu dia beberapa posisi hubungan intim yang Ibupedia rangkumkan untuk Bunda yang ingin segera mendapatkan momongan. Namun perlu dicatat bahwa apapun posisi yang Anda dan pasangan pilih bukanlah suatu masalah asalkan ada persetujuan di antara keduanya. Jika pasangan menginginkan doggy style tapi Anda masih merasa risih melakukannya, maka sebaiknya komunikasikan hal tersebut dengan cara yang baik.
Making a baby should be a happy process, jadi jangan paksa diri Anda untuk melayani suami. Nanti ujung-ujungnya malah Bunda stress dan malas melakukan hubungan intim.


(Yusrina)