Kehamilan

6 Tips Untuk Ibu Hamil di Usia 40 Tahun

Terakhir diperbaharui

6 Tips Untuk Ibu Hamil di Usia 40 Tahun

Jumlah pasangan berusia 30 atau 40 tahun yang menginginkan kehamilan semakin meningkat karena banyak orang yang menunda untuk berkeluarga untuk beberapa alasan seperti tuntutan karir dan pendidikan, keinginan untuk mencapai stabilitas finansial, atau menunggu hubungan yang stabil. Tapi penting untuk dipahami bahwa kesuburan pada wanita menurun seiring bertambahnya usia, khususnya di akhir usia 30 atau 40 tahun. Meski begitu, ada beberapa tips untuk ibu hamil di usia 40 tahun yang bisa meningkatkan kemungkinan kehamilan Anda.

Ketika wanita bertambah tua, kesempatan untuk hamil menjadi lebih rendah, risiko untuk mengalami keguguran menjadi lebih tinggi dan ada risiko kromosom yang abnormal yang lebih tinggi pada bayi. Biasanya, kemungkinan hamil setelah usia 40 tahun diperkirakan hanya 5% per siklus dibandingkan 20% per siklus pada kelompok wanita di bawah usia 40 tahun. Sebanyak 1/3 dari jumlah pasangan dengan wanita berusia lebih dari 35 tahun memiliki masalah kesuburan. Tidak ada yang bisa mengembalikan kesuburan jika ini disebabkan oleh faktor usia. Itulah kenapa Anda butuh mengetahui tips untuk ibu hamil.

 

Keuntungan hamil di usia 40 tahun

Ada sejumlah keuntungan ketika Anda hamil di usia 40 tahun:

1. Anda lebih berpengalaman

Keuntungan terbesar saat Ibu hamil di usia 40 tahun adalah Anda punya waktu untuk menikmati hidup. Anda merasa lebih aman secara finansial dan lebih nyaman dalam karir. Kemungkinan Anda dan suami sudah saling kenal di berbagai kondisi, yang bisa jadi dasar yang kuat untuk membangun keluarga.

 

2. Anda lebih bijaksana

Ada beberapa bukti kalau ibu dengan usia lebih tua, pada umumnya, lebih teredukasi dibanding ibu muda dan membuat keputusan parenting yang lebih bijak. Menurut sebuah penelitian, mereka lebih bersedia untuk menyusui dan memberikan nutrisi yang lebih sehat untuk anak, seperti lebih memilih buah dibanding makanan dan minuman manis.

 

3. Anda lebih stabil secara finansial

Menunggu hamil di usia 40 tahun juga punya manfaat finansial. Sebuah penelitian di Amerika  menyatakan pendapatan wanita meningkat 9 persen setiap tahun ketika ia menunda memiliki anak.

 

Kerugian hamil di usia 40 tahun

Menunda hamil di usia 40 tahun bisa menimbulkan sejumlah masalah, antara lain:

1. Anda kesulitan untuk bisa hamil

Kerugian terbesar dari menunda kehamilan hingga usia 40 tahun sangat signifikan. Akan lebih sulit untuk hamil ketika Anda menunda lebih lama dan Anda harus lebih telaten untuk mengikuti tips untuk ibu hamil. Ini karena persediaan sel telur menurun seiring pertambahan usia, dan sel telur yang lebih tua lebih mungkin punya masalah kromosom, meningkatkan risiko keguguran, dan cacat lahir.

Ada penurunan kesuburan di usia 40 tahun. Peneliti menemukan wanita usia 40 tahun mengalami 25 persen kemungkinan hamil jika menggunakan sel telur sendiri. Tapi di usia 43 tahun, jumlah ini akan menurun sebanyak 10 persen, dan di usia 44 tahun menjadi 16 persen.

Di antara wanita yang berhasil hamil, tingkat keguguran sebanyak 24 persen sering terjadi pada wanita usia 40 tahun, 38 persen pada wanita usia 43 tahun, dan 54 persen pada wanita usia 44 tahun.

 

2. Anda lebih mungkin mengalami kehamilan yang sulit

Komplikasi kehamilan jadi kekhawatiran lainnya. Di usia 40 tahun Anda jauh lebih mungkin mengalami masalah seperti tekanan darah tinggi dan diabetes selama kehamilan, serta masalah plasenta dan komplikasi kelahiran. Tapi dengan mengikuti tips untuk ibu hamil, setidaknya Anda bisa mengurangi risiko tersebut.

 

3. Anda berisiko lebih tinggi melahirkan bayi kecil atau prematur

Wanita yang lebih dari usia 40 tahun lebih mungkin melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau prematur. Tingkat kematian bayi juga lebih tinggi, dan penelitian menunjukkan anak yang lahir dari ibu usia lebih tua bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 1 dan tekanan darah tinggi.

 

4. Sperma pasangan juga lebih tua

Jangan lupakan suami Anda. Memang ada banyak tips untuk ibu hamil, tapi tips untuk suami agar Ibu bisa hamil juga tak kalah penting. Secara umum, pria bisa punya anak di usia 60 bahkan 70 tahun, kualitas sperma menurun seiring usia. Sperma pria yang lebih tua punya tingkat lebih tinggi untukmenyebabkan cacat genetik dibanding sperma pria yang lebih muda. Penelitian menyatakan ada keterkaitan antara hubungan usia ayah dan kondisi terkait genetik seperti Down syndrome, schizophrenia, dan gangguan spektrum autisme.

 

5. Masalah keuangan

Memang ada keuntungan finansial dari menunda memiliki anak tapi ada juga sisi negatifnya. Bila Anda menunda kehamilan, Anda kemungkinan harus terus bekerja hingga usia sangat tua. Itulah kenapa sebaiknya Anda cepat terapkan tips untuk ibu hamil agar cepat mengandung.

Anda masih punya tanggung jawab finansial ketika teman seumuran Anda mulai pensiun. Bila Anda belum menyiapkan dana pensiun hingga sekarang, ini akan lebih sulit lagi disiapkan setelah punya anak. Biaya lain bisa menjadi lebih mahal juga, seperti biaya kesehatan dan pendidikan. Bila Anda sulit hamil, penanganan kesuburan juga memakan biaya besar.

 

Menopause pada wanita

Seorang wanita disebut mengalami menopause ketika ia tidak lagi mendapat menstruasi selama 12 bulan. Menopause biasanya terjadi antara usia 48 hingga 55 tahun dengan rata-rata usia 52 tahun. Menopause terjadi lebih awal pada wanita yang merokok. Minoritas wanita mengalami menopause sebelum usia 40 tahun. Sebesar 50 hingga 60 persen wanita membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah menopause. Tapi ada juga wanita yang tidak mengalami gejala apapun.

Menopause terjadi karena ovarium wanita tidak lagi memiliki sel telur dan tidak lagi memproduksi estrogen. Salah satu tanda awal menopause adalah siklus menstruasi yang menjadi lebih pendek dari 28 hari menjadi 24 hingga 25 hari. Kemudian, siklus menjadi semakin jarang terjadi ketika wanita tidak berovulasi dan tidak memproduksi estrogen. Testosteron masih tetap diproduksi di ovarium tapi dalam jumlah yang lebih sedikit.

 

Gejala menopause

Gejala menopause yang paling umum adalah hot flush yang terjadi pada lebih dari 85% wanita. Hot flush paling sering  terjadi pada malam hari (berkeringat di malam hari). Gejala lainnya adalah kekeringan pada kulit, rambut, dan vagina, rasa sakit saat berhubungan seksual, sering buang air kecil, dan kehilangan libido. Gejala psikologis meliputi hilang ingatan, kecemasan, mood yang berubah-ubah, dan kurang energi. Keluhan umum lain bisa berupa sakit kepala, pusing, jantung berdebar, insomnia, dan nyeri otot.

Dua masalah besar yang berhubungan dengan menopause adalah osteoporosis (penipisan tulang) dan penyakit jantung. Kedua masalah ini bisa terjadi bertahun-tahun setelah permulaan menopause. Penipisan tulang terjadi lebih cepat setelah menopause karena berkurangnya estrogen. Diperkirakan 11% masalah penipisan tulang pada wanita usia 70 tahun disebabkan oleh menopause. Ciri umum osteoporosis adalah sakit pada punggung, tinggi badan berkurang, dan keretakan tulang. Keretakan umum terjadi pada tulang belakang, lengan atas, pinggang, pergelangan tangan, dan tulang rusuk. Pola makan rendah kalsium dan kurang olahraga bisa memperburuk osteoporosis yang terjadi saat menopause.

Selama masa reproduksi, risiko penyakit jantung pada wanita lebih rendah dari pria. Tapi menopause meningkatkan risiko ini. Di Australia, untuk wanita usia lebih dari 55 tahun, pemicu penyebab kematian utamanya adalah penyakit jantung. Diperkirakan estrogen memberi perlindungan terhadap penyakit jantung karena efeknya pada lemak darah.

Estrogen menyebabkan peningkatan HDL (lemak baik) dan berkurangnya LDL (lemak jahat). Kekurangan estrogen menyebabkan kebalikannya. Terapi penggantian hormon (Hormone replacement therapy / HRT) bisa digunakan untuk membalikkan gejala menopause juga untuk mencegah perkembangan osteoporosis dan penyakit jantung. Kebanyakan wanita menjalani terapi penggantian hormon untuk meredakan gejala ini dan terapi berhasil mengatasi masalah ini.

 

Hormone replacement therapy / HRT

HRT juga mengurangi risiko osteoporosis dan keretakan pada pinggang serta tulang belakang 50 hingga 90 persen. Jumlah dosis estrogen yang cukup harus dikonsumsi sebagai pencegahan. Pola makan kaya kalsium dan olahraga juga menjadi wajib bagi wanita menopause. Asupan kalsium yang optimal pada wanita menopause adalah 1500mg/hari. Tiga jam olahraga dalam seminggu seperti berjalan kaki ideal dilakukan. Pengukuran  kepadatan tulang bisa dilakukan jika wanita tidak yakin untuk memulai terapi. Pada situasi ini, kepadatan tulang yang rendah menyebabkan terapi menjadi perlu. Jika kepadatan tulang normal, maka pengukuran bisa dilakukan dua tahun kemudian.

Terapi penggantian hormon dan terapi penggantian estrogen telah menunjukkan bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Pengurangan risiko ini juga bagi wanita  dengan riwayat serangan jantung sebelumnya. Wanita dengan terapi penggantian hormon juga bisa mengalami tekanan darah yang lebih rendah jika mereka menderita tekanan darah tinggi. Pemeriksaan risiko penyakit jantung bisa dilakukan dengan mengukur kolesterol total dan tingkat HDL dan LDL.

Kekhawatiran utama yang para wanita ungkapkan berkaitan dengan HRT adalah jika risiko kanker payudara menjadi meningkat. Penelitian telah banyak menunjukkan tidak ada peningkatan risiko ini dan telah ditunjukkan bahwa jika wanita menderita kanker payudara ketika menjalani HRT, ia cenderung memiliki kondisi yang lebih baik karena tumor sering kali menjadi tidak berkembang. Wanita harus didorong untuk memeriksakan payudara setiap bulan dan mammogram harus dilakukan setiap 1 hingga 2 tahun.

Jenis terapi estrogen yang tersedia antara lain: tablet oral, krim dan tablet vagina, implan, dan koyo. Umumnya, kecuali untuk krim vagina, semua jenis pengobatan efektif untuk menyembuhkan gejala umum menopause dan melindungi dari osteoporosis dan penyakit jantung. Efek samping estrogen adalah payudara menjadi lunak dan peningkatan pada kotoran vagina. Keliru bila wanita mengira mereka akan mengalami penambahan berat badan karena HRT.

Terapi progesteron diberikan secara oral dalam bentuk tablet  dan bisa juga berupa koyo yang dikombinasikan dengan estrogen. Efek samping estrogen adalah payudara menjadi lunak dan gejala seperti pada pra-menstruasi. Terapi testosteron dilakukan dengan injeksi atau implan dan digunakan untuk meningkatkan libido. Penambahan testosteron khususnya penting bagi wanita yang ovariumnya diangkat. Efek samping testosteron adalah peningkatan pertumbuhan bulu, kulit dan rambut berminyak, dan suara yang jadi mendalam dan tidak bisa dihilangkan.

Aturan terapi yang dipilih bergantung pada keberadaan uterus atau rahim. Jika tidak ada rahim, maka hanya terapi estrogen yang diberikan tiap hari. Jika uterus ada maka terapi estrogen perlu dilakukan selama setidaknya 12 hari setiap bulan. Kerugian potensial dari pengobatan ini adalah pendarahan bulanan yang teratur. Untuk mencegah hal ini, estrogen  dan progesteron bisa diberikan setiap hari. Setelah 6 hingga 12 bulan pengobatan kebanyakan wanita akan berhenti mengalami pendarahan sepenuhnya. Jika progesteron tidak bisa ditoleransi karena efek sampingnya maka bisa diberikan setiap 3 bulan selama 14 hari.

Berapa lama pengobatan harus berlanjut? Selama Ibu ingin melanjutkannya. Gejala menopause seperti hot flush bisa berlangsung dalam waktu pendek. Jika HRT digunakan untuk tujuan ini maka pengobatan bisa dihentikan untuk melihat apakah gejala kembali terjadi. Tapi, efek perlindungan HRT pada tulang dan jantung berjangka waktu lama dan karenanya HRT harus dilanjutkan selama hidup jika digunakan untuk tujuan ini.

 

Tips untuk ibu hamil di usia 40 tahun

Berikut ini beberapa tips untuk ibu hamil di usia 40 tahun:

1. Jangan tunda lebih lama lagi

Salah satu tips untuk ibu hamil yang usianya sudah lebih dari 40 tahun adalah jangan menunda kehamilan. Penelitian menyatakan terjadi penurunan tajam dalam tingkat kesuburan dari usia 40 sampai 45 tahun.

 

2. Gaya hidup dan berat badan yang sehat

Menjaga berat badan dan gaya hidup yang sehat juga menjadi tips untuk ibu hamil di usia 40 tahun yang wajib diikuti. Ingat, jangan menunda hingga Anda punya gaya hidup ideal dan berat badan yang tepat.

 

3. Periksakan diri ke dokter kandungan

Tips untuk ibu hamil di usia 40 tahun lainnya adalah rutinlah memeriksakan diri ke dokter kandungan. Dokter kandungan jadi orang yang bisa membantu Anda ketika ingin hamil. Tanyakan apakah ada tes darah tertentu yang direkomendasikan dan ajukan pertanyaan yang Anda punya.

Hubungan yang baik dengan dokter juga bagus bila Anda membutuhkan bantuan reproduksi jadi jaga komunikasi yang terbuka.

 

4. Mulai minum asam folat

Jangan lupakan tips untuk ibu hamil yang satu ini, yaitu minum asam folat. Meski asam folat tidak membantu Anda hamil, tapi ini penting untuk mencegah cacat lahir.

Semua wanita yang mencoba hamil perlu minum asam folat, idealnya dari 3 bulan sebelum mencoba hamil. Konsultasikanlah ke dokter tentang dosis asam folat yang direkomendasikan untuk Ibu.

 

5. Perhatikan siklus bulanan Anda

Tidak semua wanita dapat berovulasi di waktu yang sama dan Anda hanya bisa hamil di sekitar waktu Anda berovulasi. Jadi mengetahui kapan Ibu berovulasi bisa menjadi tips untuk ibu hamil yang sangat membantu untuk Ibu,

Untuk mengetahui masa ovulasi, cobalah perhatikan perubahan di lendir serviks. Lendir serviks seperti putih telur biasanya terjadi saat ovulasi sedang terjadi. Lendir serviks yang encer juga umum terjadi sekitar waktu ovulasi.

Anda juga bisa mengetahui siklus bulanan menggunakan teknik yang disebut “charting.” Ini adalah metode di mana Anda harus mencatat suhu tubuh setiap hari saat bangun tidur dan mencari tanda peningkatan suhu yang mengindikasikan ovulasi telah terjadi.

Idealnya, Anda disarankan untuk berhubungan seks sebelum ovulasi terjadi, jadi charting suhu saja tidak membantu Anda hamil tapi ini akan membantu Anda mengetahui kapan Anda biasanya berovulasi dan menentukan waktu hubungan intim agar bisa cepat hamil.

 

6. Jangan tunda mencari bantuan

Bila saat ini Anda sudah berusia usia 30 tahunan, kebanyakan dokter merekomendasikan untuk menunggu setahun dulu buat mencoba hamil sebelum mencari bantuan dari ahli kesuburan. Ketika Anda berusia lebih dari 40 tahun, masa tunggu ini menurun jadi 3 sampai 6 bulan. Ingat, Anda juga perlu menunggu untuk bertemu spesialis setelah Anda memutuskan mencari bantuan, jadi lakukan tips untuk ibu hamil ini sejak awal.

 

(Ismawati / Dok. Freepik)