Konsepsi Dibaca 10,727 kali

Jenis KB: Koyo KB

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
Jenis KB: Koyo KB

Alat kontrasepsi yang satu ini  mungkin masih belum familiar di telinga kita. Buat yang belum tahu, koyo KB biasanya berbentuk persegi, ketebalannya cukup tipis, berwarna kecoklatan, dan berukuran 1 ¾ inci. Koyo KB ditempelkan ke kulit seperti koyo pada umumnya.

Bedanya dari koyo pada umumnya, ketika ditempelkan ke kulit, koyo KB akan melepaskan hormon kontrasepsi yang kemudian diserap oleh aliran darah melalui kulit Anda. Karena mengandung estrogen dan progestin, koyo KB ini dianggap jenis kontrasepsi kombinasi hormonal.

Cara kerja koyo KB

Hormon estrogen dan progestin yang terkandung pada koyo KB adalah jenis hormon terkandung dalam pil KB kombinasi atau cincin vagina. Koyo KB biasanya ditempelkan ke pada kulit selama 3 minggu berturut-turut. Lalu Ibu bisa melepasnya dan tidak menggunakannya selama 1 minggu sebelum siklus haid yang baru akan dimulai. Jika tetap menggunakan koyo, Anda tidak akan mengalami menstruasi.

Hormon estrogen dan progestin dalam koyo akan bekerja mencegah pelepasan sel telur. Progestin juga akan mengentalkan lendir serviks, sehingga membuat sperma sulit berenang menuju uterus dan tuba falopi, tempat di mana sel telur yang telah dibuahi berada. Progestin juga akan menipiskan lapisan uterus, dan ini untuk menghindari sel telur yang telah dibuahi tertanam di sana.

Ibu menyusui bisa menggunakan koyo KB jika proses menyusui berjalan lancar setelah 6 minggu pertama pasca persalinan. Jika produksi ASI Ibu tidak seperti yang Anda harapkan atau jika si kecil mengalami kesulitan untuk menyusu, ini artinya koyo KB bukan pilihan kontrasepsi yang tepat untuk Anda, karena bisa mengurangi jumlah ASI yang Anda hasilkan.

Bila digunakan dengan tepat dan konsisten, koyo KB bisa memiliki keefektivitasan sebanyak 99 persen. Ini berarti hanya 1 dari 100 wanita yang menggunakan koyo dengan baik seperti yang disarankan akan hamil selama tahun pertama penggunaannya.

Jika Anda tidak menggunakan koyo KB seperti yang dianjurkan, misalnya Anda tidak memakainya terus-menerus selama 3 minggu, kemungkinan untuk hamil akan menjadi lebih besar. Jika Anda sering kelupaan untuk mengganti koyo KB, sebaiknya pertimbangkan untuk menggunakan jenis KB lain seperti IUD atau KB suntik Depo-Provera.

Koyo KB juga bisa berkurang keefetivitasannya pada Ibu dengan berat badan lebih dari 90 kg. Meski koyo KB dapat menjadi pilihan jenis KB yang baik, koyo KB ini tidak memberi perlindungan dari HIV, gonorrhea, chlamydia, atau infeksi lainnya yang ditularkan melalui hubungan intim.

Cara untuk bisa hamil setelah menggunakan koyo KB

Jika ibu ingin melakukan program hamil, yang perlu Anda lakukan untuk menghilangkan efek koyo KB adalah dengan berhenti menggunakannya. Anda kemungkinan akan mengalami menstruasi dalam beberapa hari setelah melepas koyo. Pada sebagian besar Ibu, kesuburan akan kembali segera setelah mereka berhenti menggunakan koyo, biasanya dalam beberapa minggu, tapi ada juga yang membutuhkan waktu hingga beberapa bulan.

Anda perlu menggunakan kondom setelah tidak lagi menggunakan koyo KB. Lalu tunggulah hingga Anda mengalami setidaknya satu kali siklus menstruasi normal sebelum mencoba untuk hamil. Dengan begitu, tanggal perkiraan kelahiran bisa ditentukan lebih mudah saat Anda dinyatakan hamil. Pastikan untuk mengkonsumsi 400 mg asam folat setiap hari selama setidaknya 1 bulan sebelum program hamil. Ibu juga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan program hamil.

Penggunaan koyo KB setelah melahirkan

Setelah melahirkan, Ibu perlu menunggu hingga 6 minggu setelah melahirkan sebelum menggunakan koyo KB. Ini karena para Ibu yang baru melahirkan biasanya memiliki risiko tinggi untuk mengalami pembekuan darah selama beberapa minggu pasca melahirkan. Nah, hormon estrogen pada koyo bisa meningkatkan risiko ini.

Anda tidak perlu menunggu sampai menstruasi tiba untuk mulai menggunakan koyo KB. Tapi Anda perlu menghindari hubungan intim atau tetap menggunakan kondom selama setidaknya 7 hari pertama setelah menggunakan koyo KB.

Bila Anda memutuskan untuk menunggu datangnya menstruasi sebelum pakai koyo KB, pastikan untuk menggunakan jenis KB lain selama waktu tunggu itu. Gunakan koyo pada hari pertama siklus haid dimulai, yakni hari ketika Anda mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Dengan begitu, Anda akan terlindungi dan tidak memerlukan alat kontrasepsi tambahan saat berhubungan intim.

Langkah menggunakan koyo KB

Sebelum menggunakan koyo KB, baca instruksi pada kemasannya. Pastikan selalu menyediakan stok koyo KB di rumah agar Anda dapat mengganti koyo KB kapanpun diperlukan. Simpan koyo yang masih terbungkus pada suhu ruangan dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan simpan koyo di lemari es atau freezer. Juga jangan memotong, membuat coretan, atau menghias koyo Anda karena akan mempengaruhi jumlah dosis hormon yang Anda terima.

Kemudian, tentukan bagian tubuh mana yang akan ditempel koyo. Anda punya 4 pilihan: bagian atas luar lengan, bagian atas punggung, perut, atau bokong. Pastikan area tubuh yang Anda pilih dalam kondisi bersih, kering, dan bebas dari produk perawatan kulit, seperti make up, lotion, krim, atau bedak. Jangan gunakan koyo pada kulit yang kemerahan, teriritasi, atau luka. Jangan tempelkan koyo pada kulit yang sering tertutup pakaian dengan ketat, misalnya di bagian pinggang.

Sebelum menggunakan koyo baru, periksa kembali tanggal kadaluwarsa pada kemasan. Lalu cuci tangan Anda dengan sabun dan air. Buka lapisan pembungkus yang berisi koyo dan kelupas koyo dari lapisan plasitk di atasnya. Kelupas setengah dari lapisan plastik, tapi hindari menyentuh bagian yang berperekat dengan jari Anda. Gunakan sisi yang berperekat pada area kulit yang Anda pilih. Kelupas sisa lapisan plastik dan tekan kuat koyo dengan telapak tangan selama 10 detik, pastikan bagian pinggirnya menempel dengan baik.

Ketika koyo sudah menempel pada tempatnya, biarkan selama 7 hari berturut-turut. Periksa koyo setiap hari untuk memastikan bagian pinggirnya masih menempel dengan baik. Anda bisa mandi, berendam, berenang, atau berolahraga seperti biasa. Jaga koyo tidak terlepas dengan tidak membersihkan bagian pinggirnya atau menggunakan produk kulit di dekat area tempelan koyo.

(Ismawati)