Konsepsi Dibaca 1,218 kali

Menentukan Masa Subur dengan Metode Kesadaran Fertilitas

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 01 Oktober, 2018 17:10

Menentukan Masa Subur dengan Metode Kesadaran Fertilitas
Fertility awareness methods (FAM) atau metode kesadaran fertilitas  adalah suatu cara yang memungkinkan para wanita untuk mengidentifikasi siklus mentruasinya sendiri dan menentukan kapan puncak masa subur mereka. Banyak wanita menggunakan informasi ini agar dapat hamil secepatnya, namun ada juga yang memakai metode kesadaran fertilitas ini untuk menghindari terjadinya kehamilan.

 

Nah, kalau Anda sedang dalam masa menunda kehamilan, maka sebaiknya jangan berhubungan intim dulu saat Anda dalam puncak masa subur atau gunakan metode kontrasepsi untuk mencegah pembuahan. Misalnya dengan memakai kondom (baik kondom pria atau khusus wanita), diafragma, atau penutup serviks (cervical cap).

 

Metode kesadaran fertilitas ini mengharuskan Anda untuk telaten mencatat siklus menstruasi agar dapat diketahui kapan periode subur Anda terjadi. Sebelum kehamilan terjadi, sel telur wanita harus bertemu dengan sperma pria terlebih dahulu. Inilah yang disebut dengan fertilisasi alias pembuahan. Bagi wanita yang dalam kondisi sehat, normalnya ada hari di mana pembuahan dapat terjadi, namun ada kalanya mereka tidak dalam kondisi subur sehingga kemungkinan hamil sangat kecil meski bisa juga terjadi.

 

Nah, agar bisa cepat hamil, maka penetrasi melalui vagina mutlak diperlukan tanpa penggunaan proteksi apapun (kondom). Jangan lupa menentukan hari di mana Anda sedang dalam keadaan subur ya, Bun. Masa subur seorang wanita sendiri tergantung dari masa hidup sel telur dan sperma. Sel telur dapat hidup setidaknya selama satu hari setelah ovulasi. Sedangkan, sperma bisa tetap hidup di dalam tubuh wanita sampai 6 hari lamanya. Setiap siklus menstruasi, setidaknya ada 7 hari masa puncak kesuburan yang paling memungkinkan terjadinya kehamilan. Tujuh hari tersebut mencakup:

 

  • 5 hari sebelum ovulasi.
  • Hari di mana ovulasi terjadi.
  • Sehari atau 2 hari pasca ovulasi (meski kemungkinan hamil semakin kecil).

 

Mengetahui masa subur diri sendiri sangatlah penting untuk merencanakan atau menunda kehamilan. Tapi ingat ya Bun, setiap wanita memiliki pola masa subur yang berbeda-beda. Terkadang, jangka waktu menstruasi dari satu bulan ke bulan lainnya juga berbeda. Itu berarti, Bunda harus teliti mencatat tanggal dan jangka waktu siklus menstruasi Anda.

 

Apa saja metode untuk menentukan kesadaran fertilitas?

Ada beberapa metode yang dapat Bunda gunakan untuk memprediksi kapan terjadinya pembuahan, yakni:

 

  • Metode temperatur- Anda diharuskan memeriksa temperatur tubuh setiap hari sebelum bangun tidur di waktu pagi.
  • Metode Cervical Mucus- Anda wajib memeriksa perubahan yang terjadi pada mukus serviks (lendir di leher rahim) setiap harinya mulai dari awal siklus menstruasi sampai Bunda yakin sudah tiba masanya pembuahan
  • Metode kalender- Bunda akan membuat semacam grafik siklus menstruasi pada kalender

 

Namun, cara paling efektif adalah dengan menggabungkan ketiga metode di atas. Cara ini disebut dengan metode symptothermal.

 

  • Metode Standar Harian - Bunda akan mengecek siklus menstruasi selama beberapa bulan agar bisa memastikan apakah siklus tersebut selalu berjarak antara 26 sampai 32 hari. Tunggulah sampai setidaknya siklus menstruasi Anda teratur dan tak pernah lebih pendek atau lebih panjang dari 26-32 hari. Kemudian, Bunda boleh melakukan hubungan intim melalui vagina tanpa penggunaan kondom pada hari ke 8 sampai hari ke 19.
Keuntungan dari penggunaan metode di atas adalah jaminan keamanan, terjangkau (tidak membuat Anda mengeluarkan uang karena dapat dilakukan sendiri di rumah), Anda dapat mengatur kapan hendak merencanakan atau menunda kehamilan, serta tidak ada obat-obatan khusus yang harus dikonsumsi.

 

Meski begitu, metode kesadaran fertilitas mungkin tidak akan ada gunanya apabila selama ini Anda suka berganti-ganti pasangan saat berhubungan intim. Oleh karena itu, tetaplah pada satu pria yang 'aman' secara kesehatan seksual serta dapat diajak berkompromi perihal masa ovulasi. Selalu bicarakan pada pasangan Anda hal-hal penting seperti masa subur dan keinginan untuk mencegah atau menunda kehamilan. Bersikaplah tegas tanpa harus menceramahi suami ya, Bun.

 

Saat memilih untuk menggunakan salah satu metode perhitungan masa subur di atas, maka tunggulah setidaknya 10 hari masa subur pada setiap siklus sebelum berganti menggunakan metode lainnya. Kalau Anda merasa metode ini rumit dan membingungkan, maka mintalah bantuan dokter atau orang yang lebih paham masalah ini untuk membantu menghitung masa subur Bunda.

 

Jangan ragu untuk bertanya ya, karena kalau salah perhitungan bisa-bisa keinginan Bunda akan terwujud sebaliknya. Dari yang sebenarnya ingin menunda kehamilan, eh malah ternyata hamil lebih cepat dari perkiraan deh.

 

Menghitung masa subur juga akan sulit dilakukan (serta makin membuat pusing) apabila selama ini masa menstruasi Anda tidak lancar. Bisa jadi kadang sebulan sekali, kadang juga sebulan setengah baru mengalami menstruasi. Hmm, kalau begitu sih ada baiknya Bunda menunggu sampai masa haid teratur terlebih dahulu. Selain itu, memiliki pasangan yang kurang kooperatif juga bisa menjadi hambatan tersendiri. Rasanya sia-sia saja kalau Bunda seorang diri berjuang merencanakan kehamilan kalau sang suami menolak diajak berhubungan intim karena alasan sibuk dan sebagainya. Karena itulah, selalu bicarakan dengan pasangan apa sih sebenarnya mau Bunda dan mohon padanya untuk meluangkan waktu khusus demi sang calon buah hati.

 

Kalau siklus menstruasi lancar dan suami kooperatif, maka kini saatnya untuk mengecek kesehatan masing-masing! Sudahkah Bunda dan Ayah aman dari infeksi menular seksual? Apakah Bunda sekarang dalam keadaan sehat dan tidak ada caira aneh yang keluar dari vagina? Penting sekali untuk memperhatikan hal-hal seperti itu sebelum memutuskan untuk berhubungan intim. Nah, kalau semua sudah beres, maka catatlah laporan tersebut dalam serapi dan seteliti mungkin.

 

Sebagai tambahan, menghitung masa subur nampaknya akan sulit bagi para wanita yang sedang menyusui, remaja, atau wanita yang menjelang masa menapouse. Pasalnya, hormon dalam tubuh para wanita di atas bisa berubah-ubah sepanjang waktu sehingga sukar untuk diprediksi. Bagi para Ibu yang sedang menyusui secara eksklusif, maka biasanya masa kesuburan Anda akan tertunda beberapa waktu. Bahkan, mungkin saja Bunda tidak mengalami menstruasi untuk beberapa saat setelah melahirkan. Semua tergantung pada seberapa seringkah Bunda menyusui si kecil, bisa jadi mengambil waktu beberapa bulan sampai lebih dari satu tahun bagi seorang wanita untuk mulai berovulasi lagi.

 

Apakah penggunaan obat-obatan tertentu dapat menghambat keberhasilan metode kesadaran fertilitas?

Tentu saja, metode kesadaran fertilitas tidak akan sukses apabila selama ini Bunda mengonsumsi obat-obatan yang dapat menunda ovulasi, meningkatkan suhu tubuh, atau mempengaruhi sekresi serviks. Sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum menggunakan metode ini atau Anda mungkin ingin beralih ke metode kontrasepsi yang berbeda.

 

Pengobatan yang dapat mempengaruhi efektifitas penggunaan metode kesadaran fertilitas ini meliputi: obat anti-kecemasan (kecuali benzodiazepin), antidepresan (inhibitor serotonin reuptake, trisiklik, atau tetracyclics), antipsikotik (termasuk klorpromazin, thioidazine, haloperidol, risperidone, clozapine, atau lithium), penggunaan jangka panjang antibiotik tertentu, penggunaan jangka panjang dari acetaminophen, penggunaan jangka panjang dari obat-obatan anti-inflamasi nonsteroid (seperti aspirin atau ibuprofen), dan antihistamin.

 

(Yusrina)