Konsepsi Dibaca 9,146 kali

Metode KB: Koyo KB

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 06 Oktober, 2017 14:10

Metode KB: Koyo KB
Koyo KB berbentuk persegi, tipis, berwarna kecoklatan, dan berukuran 1 ¾ inci yang menempel pada kulit seperti perban. Ketika digunakan pada kulit, koyo KB melepaskan hormon kontrasepsi yang diserap pada aliran darah melalui kulit Anda. Karena mengandung estrogen dan progestin, koyo ini dianggap jenis kontrasepsi kombinasi hormonal.
Kedua hormon ini adalah jenis hormon yang sama yang Anda dapat dari pil KB kombinasi atau cincin vagina. Koyo KB digunakan pada kulit selama 3 minggu berturut-turut. Lalu tanpa menggunakannya selama 1 minggu sebelum memulai siklus yang baru. Anda akan mengalami menstruasi selama tidak memakai koyo.
Hormon estrogen dan progestin dalam koyo akan bekerja mencegah pelepasan sel telur. Progestin juga memiliki efek kontrasepsi lain, yakni menebalkan lendir serviks, membuat sperma sulit menuju uterus dan tuba falopi dimana sel telur yang telah dibuahi berada. Progestin juga menipiskan lapisan uterus, membuat tidak mungkin sel telur yang telah dibuahi tertanam di sana.
Para ibu menyusui bisa menggunakan koyo KB jika proses menyusui berjalan lancar setelah 6 minggu pertama. Jika Anda tidak memproduksi ASI sebanyak yang Anda harapkan, atau jika bayi Anda mengalami kesulitan untuk menyusu, ini artinya koyo KB bukan pilihan kontrasepsi yang tepat untuk Anda, karena bisa mengurangi jumlah ASI yang Anda hasilkan. Bila digunakan dengan tepat dan konsisten, koyo bisa 99 persen efektif. Ini berarti hanya 1 dari 100 wanita yang menggunakan koyo dengan baik seperti yang disarankan akan hamil selama tahun pertama penggunaannya.
Jika Anda tidak menggunakan koyo seperti yang dianjurkan, misalnya Anda tidak memakainya terus-menerus selama 3 minggu atau Anda menunggu lebih lama untuk menggunakan koyo yang baru tanpa menggunakan kontrasepsi tambahan, kemungkinan Anda untuk hamil menjadi lebih besar. Jika Anda merasa kesulitan mengingat untuk mengganti koyo ketika diperlukan, pertimbangkan penggunaan metode KB lain seperti IUD atau KB suntik Depo-Provera.
Koyo juga bisa berkurang efektifitasnya pada wanita dengan berat badan lebih dari 198 pound (90 kg). Jika Anda berada di kategori ini, tanyakan pada dokter apakah koyo KB tepat bagi Anda. Yang perlu diingat, meski koyo menjadi metode kontrasepsi yang baik, alat kontrasepsi ini tidak memberi perlindungan dari HIV, gonorrhea, chlamydia, atau infeksi lainnya yang ditularkan melalui hubungan seks.
Yang perlu Anda lakukan untuk menghilangkan efek koyo adalah dengan berhenti menggunakannya. Anda tak perlu memakainya lagi kecuali Anda menginginkannya. Anda kemungkinan mengalami menstruasi dalam beberapa hari setelah melepas koyo. Pada sebagian besar wanita, kesuburan akan kembali segera setelah mereka berhenti menggunakan koyo, biasanya dalam beberapa minggu, tapi ada juga yang membutuhkan waktu hingga beberapa bulan.
Anda perlu menggunakan kondom setelah tidak lagi menggunakan koyo KB dan menunggu hingga Anda mengalami setidaknya satu kali menstruasi normal sebelum mencoba untuk hamil. Dengan begitu, tanggal perkiraan kelahiran bisa ditentukan lebih mudah ketika Anda dinyatakan hamil. Tapi Anda bisa menjalani sonogram untuk menghitung usia kehamilan jika Anda hamil sebelum menstruasi menjadi teratur. Pastikan Anda mengkonsumsi 400 mg asam folat setiap hari selama setidaknya 1 bulan sebelum Anda berusaha untuk hamil. Penting juga untuk menjalani pemeriksaan prekonsepsi beberapa bulan sebelum Anda berusaha hamil.
Anda perlu menunggu hingga 6 minggu setelah melahirkan sebelum menggunakan koyo. Ini karena para wanita yang baru melahirkan biasanya memiliki resiko tinggi pembekuan darah selama beberapa minggu pasca melahirkan, dan estrogen pada koyo bisa meningkatkan resiko ini. Bila tidak menyusui, Anda bisa berovulasi dalam 1 bulan setelah melahirkan, Anda perlu menghindari seks atau menggunakan metode kontrasepsi lain selama masa ini, misalnya minipil atau kondom.
Anda tidak perlu menunggu menstruasi untuk mulai menggunakan koyo jika Anda tidak berhubungan seks atau secara konsisten menggunakan kontrasepsi lain sejak melahirkan. Tapi Anda perlu menghindari seks atau menggunakan kondom selama setidaknya 7 hari pertama setelah menggunakan koyo.
Bila Anda memutuskan untuk menunggu menstruasi yang biasanya terjadi dalam 8 minggu setelah melahirkan (jika Anda tidak menyusui), pastikan untuk menggunakan kontrasepsi lain selama waktu itu. Sediakan koyo agar Anda bisa menggunakannya pada hari pertama siklus, yakni hari ketika Anda mengalami menstruasi. Dengan begitu Anda segera terlindungi dan tidak akan memerlukan kontrasepsi tambahan.
Jika Anda menggunakan koyo pada hari pertama siklus, Anda bisa menggunakannya selama 2 hingga 5 hari siklus. Pada kasus ini, Anda tidak bisa segera terlindungi dan perlu menghindari seks atau menggunakan kondom sebagai langkah pencegahan selama 7 hari selanjutnya untuk memastikan Anda tidak hamil. Ada juga pilihan "Sunday start," dengan cara ini, Anda menggunakan koyo pertama pada hari Minggu pertama setelah menstruasi Anda dimulai dan melanjutkan menggunakan kontrasepsi tambahan selama minggu pertama siklus koyo pertama. Jika menstruasi Anda dimulai pada hari Minggu, gunakan koyo pada hari yang sama. Dengan begitu, Anda tidak memerlukan kontrasepsi tambahan.
Jika Anda beralih ke koyo dari pil KB kombinasi, cincin vagina, atau minipil, Anda bisa menggantinya kapanpun pada siklus Anda. Pastikan untuk menggunakan metode tambahan selama 7 hari setelah menggunakan koyo pertama kecuali Anda memulainya pada hari pertama siklus Anda.
Sebelum menggunakan koyo KB, baca instruksi pada kemasannya. Pastikan selalu ada persediaan koyo di rumah agar Anda tidak bermasalah ketika koyo perlu diganti karena ada bagian yang terlepas atau toko obat ternyata tutup ketika Anda perlu menggunakan koyo yang baru. Simpan koyo yang masih terbungkus pada suhu ruangan dan jauh dari jangkauan anak-anak. Suhu di atas 86 derajat atau di bawah 59 derajat Fahrenheit bisa membuat koyo yang masih terbungkus tidak lagi efektif. Jangan simpan koyo di lemari es atau freezer. Juga jangan memotong, membuat coretan, atau menghias koyo Anda karena akan mempengaruhi jumlah dosis hormon yang Anda terima.
Kemudian, tentukan bagian tubuh mana yang akan ditempel koyo. Anda punya 4 pilihan: bagian atas luar lengan, bagian atas punggung, perut, atau bokong. Pastikan area tubuh yang Anda pilih dalam kondisi bersih, kering, dan bebas dari produk kulit seperti makeup, lotion, krim, atau bedak. Jangan gunakan koyo pada kulit yang kemerahan, teriritasi, atau luka. Jangan tempelkan koyo pada kulit yang erat terbungkus pakaian, misalnya pada bagian pinggang.
Sebelum menggunakan koyo baru, periksa kembali tanggal kadaluwarsa pada kemasan. Lalu cuci tangan Anda dengan sabun dan air. Buka lapisan pembungkus yang berisi koyo dan kelupas koyo dari lapisan plasitk di atasnya. Kelupas setengah dari lapisan plastik, tapi hindari menyentuh bagian yang berperekat dengan jari Anda. Gunakan sisi yang berperekat pada area kulit yang Anda pilih. Kelupas sisa lapisan plastik dan tekan kuat koyo dengan telapak tangan selama 10 detik, pastikan bagian pinggirnya menempel dengan baik.
Ketika koyo sudah menempel pada tempatnya, biarkan selama 7 hari berturut-turut. Periksa koyo setiap hari untuk memastikan bagian pinggirnya masih menempel dengan baik. Anda bisa mandi, berendam, berenang, atau berolahraga seperti biasa. Jaga koyo tidak terlepas dengan tidak membersihkan bagian pinggirnya atau menggunakan produk kulit di dekat area tempelan koyo.
(Ismawati)