Orgasme Kering Sering Ditakuti Pria Yuk Ketahui Gejala Dan Penyebabnya

Orgasme Kering Sering Ditakuti Pria Yuk Ketahui Gejala Dan Penyebabnya
Orgasme Kering Sering Ditakuti Pria Yuk Ketahui Gejala Dan Penyebabnya

Ketika berhubungan seksual, tiap pasangan tentu mengharapkan terjadinya klimaks yang menandakan kepuasan. Ketika sedang klimaks, baik pria dan wanita biasanya akan mengeluarkan cairan, sperma pada pria dan cairan ejakulasi pada wanita.

Tapi, bagaimana ya jika cairan saat klimaks tersebut justru nggak keluar meski orgasme telah terjadi? Kondisi ini ternyata dikenal dengan orgasme kering. Nah, orgasme kering umumnya hanya dialami oleh pria.

Terutama setelah melakukan hubungan seks beberapa kali dalam satu malam. Menyebabkan cairan sperma atau mani habis sementara.

Namun, pada pria paruh baya, orgasme kering terjadi jika pria pernah melakukan operasi prostat ataupun radioterapi di area prostatnya. Ingin tahu lebih jelas mengenai apa itu orgasme kering? Yuk, kita bahas bersama!

Saat pria alami orgasme kering, adakah gejalanya?

Orgasme kering adalah, kondisi ketika pria merasakan klimaks saat berhubungan seksual, namun tidak ada cairan sperma atau mani yang keluar sama sekali. Pada pria dengan rentang usia yang tergolong masih muda, orgasme kering nggak terjadi begitu saja, namun biasanya terdapat gejala orgasme kering sebelumnya.

Dikutip dari Health Direct seseorang yang mengalami orgasme kering merasakan orgasme normal seperti biasanya. Tapi mungkin, ada sedikit sensasi yang berbeda.

Ia mungkin akan merasakan ejakulasi, namun nggak ada cairan yang keluar sama sekali melalui penis. Beberapa pria juga ada yang mengalami urine berwarna keruh setelah merasakan ejakulasi.

Tanda dan gejala orgasme kering pada pria yang dapat jadi perhatian diantaranya sebagai berikut:

  1. Libiro rendah (gairah seksual menurun)
  2. Disfungsi ereksi (ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi dan menyelesaikan aktivitas seksual)
  3. Ejakulasi tertunda
  4. Saat klimaks, tidak ada cairan sperma yang keluar. Atau bahkan merasakan ejakulasi, namun cairan yang keluar sangat sedikit
  5. Urine keruh saat orgasme.

Apakah yang jadi penyebab orgasme kering?

Ayah nggak perlu khawatir, sebab orgasme kering tentu nggak akan terjadi begitu saja. Jika melansir dari Healthline sebagian besar penelitian para ahli tentang orgasme kering, umumnya terjadi setelah operasi pengangkatan kandung kemih atau prostat. Kedua prosedur tersebut dapat menyebabkan pria berhenti memproduksi sperma, yang berarti mereka nggak akan berejakulasi saat mencapai klimaks.

Meski begitu, orgasme kering juga dapat disebabkan oleh berbagai hal lain, seperti:

  1. Kerusakan saraf akibat diabetes, multiple sclerosis, atau cedera sumsum tulang belakang
  2. Pria yang rutin mengonsumsi obat-obatan untuk mengobati tekanan darah tinggi, pembesaran prostat, atau anxiety pill
  3. Ada masalah pada saluran sperma
  4. Kurangnya hormon testosteron
  5. Mengalami gangguan reproduksi secara genetik atau diturunkan
  6. Pernah melakukan operasi prostat laser dan prosedur lain untuk mengobati pembesaran prostat
  7. Pernah atau sedang melakukan radioterapi untuk mengobati kanker prostat
  8. Pernah operasi untuk mengobati kanker testis
  9. Stres dan masalah psikologis lainnya juga dapat menyebabkan orgasme kering, tetapi kondisi ini seringkali bersifat situasional.

Orgasme kering, akankah memengaruhi kesuburan pria?

Kalau ditanya, apakah orgasme kering bisa berbahaya bagi pria? Kalau menurut para ahli dari Mayo Clinic sebenarnya hal ini nggak akan membahayakan sama sekali. Terutama jika Ayah nggak memiliki masalah yang berkaitan dengan prostat.

Orgasme kering sejatinya wajar terjadi. Khususnya bagi pria yang melakukan hubungan seksual berkali-kali dalam satu malam.

Namun, orgasme kering cukup memengaruhi tingkat kesuburan pria. Akibat sperma tidak keluar saat ejakulasi, maka tingkat kemungkinan wanita bisa hamil sangat rendah.

Sebab, proses kehamilan membutuhkan sperma yang banyak untuk meningkatkan peluang kehamilan. Selain itu, kualitas sperma juga sangat menentukan seorang wanita bisa cepat hamil atau tidak.

Pada pria yang sudah menjalani perawatan prostat, biasanya peluang untuk seorang wanita bisa hamil menjadi lebih kecil. Karena pengobatan prostat bisa menyebabkan gangguan ejakulasi.

Lalu, bagaimanakah cara mengatasi orgasme kering?

Kalau mengutip dari Medical News Today cara mengatasi orgasme kering tergantung pada situasinya. Dalam kasus lain, orgasme kering mungkin bersifat permanen.

Sehingga, dokter mungkin menyarankan untuk melakukan pengobatan dan terapi tertentu sesuai kondisi tubuh pasien. Misalnya, dokter akan mengobati kondisi yang mendasari jika pasien mengalami diabetes.

Maka jika tidak terdapat urgensi tertentu, maka penyakit diabetesnya harus dikontrol terlebih dahulu menggunakan obat-obatan. Barulah kemudian, apabila kondisi pasien sudah dirasa stabil dokter akan melakukan pengobatan untuk masalah orgasme kering yang pasien tersebut alami.

Sama seperti pengobatan prostat, jika pasien mengalami gangguan maka akan dilakukan prosedur medis untuk mengatasi penyumbatan, masalah struktural, atau untuk menjaga leher kandung kemih tetap tertutup selama ejakulasi perawatan kesuburan. Apabila pasien ingin segera memiliki momongan.

Pada beberapa kasus, ketika seorang pria tidak dapat hamil melalui hubungan seksual alami, ada cara lain untuk mengambil sperma dan membuahi sel telur. Dengan cara membekukan sperma atau melakukan program bayi tabung.

Ayah pernah mengalami orgasme kering? Jika ragu, nggak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter secara langsung. Agar Ayah merasa lebih nyaman saat berhubungan seksual nantinya.

Follow Ibupedia Instagram