Konsepsi Dibaca 5,334 kali

Perhatikan Ini Sebelum Menggunakan Kondom

Share info ini yuk ke teman-teman
Yusrina
Perhatikan Ini Sebelum Menggunakan Kondom
Alat kontrasepsi semakin banyak digunakan karena orang tua millennial makin sadar akan pentingnya mencegah kehamilan sebelum waktu yang diinginkan. Nah, kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang paling banyak dipakai oleh pasangan di Indonesia. Tak hanya dapat mencegah kehamilan, pakai kondom juga bisa mencegah penyebaran penyakit menular seksual.

Sebelum memutuskan untuk pakai kondom, Ibu harus tahu kalau ada dua tipe kondom yang tersedia di pasaran, yakni kondom khusus lelaki dan kondom untuk perempuan (yang satu ini jarang ditemukan di Indonesia). Kali ini, Ibupedia akan membahas secara detail apa itu kondom untuk pria dan bagaimana cara pakai kondom. Simak yuk!

Apa itu kondom?

Kondom pria terbuat dari bahan lateks, plastik, atau membran tipis dan dipakai untuk membungkus penis yang sedang ereksi. Kondom dapat mencegah cairan sperma memasuki vagina ketika sedang berhubungan intim. Ketika sperma tidak dapat masuk vagina untuk bertemu sel telur, maka otomatis kehamilan bisa dicegah.

Terbuat dari apakah kondom pria itu?

Kebanyakan kondom terbuat dari karet yang disebut latex. Kondom latex itu sendiri paling efektif untuk mencegah penularan penyakit seksual menular. Namun baru-baru ini telah beredar di pasaran produk kondom berbahan dasar plastik yang disebut polyurethane. Harga kondom plastik tersebut jauh lebih mahal dari kondom latex, tetapi nampaknya lebih mudah rusak. Anda dapat menggunakan produk kondom ini apabila suami mengidap alergi terhadap latex.

Ada juga kondom "alami" yang terbuat dari membran binatang, seperti kulit domba. Meskipun harganya mahal serta terbukti efektif mencegah kehamilan, namun kondom tersebut tidak serta merta dapat mengurangi risiko terjadinya penularan penyakit seksual.

Nah, dari keterangan di atas, maka jelas bahwa kondom latex tetap menjadi pilihan nomor satu para Ayah. Meski begitu, kenalilah dulu apakah Ibu dan Ayah memiliki alergi terhadap latex agar tidak terjadi hal yang diinginkan. Sebaiknya juga Ibu dan Ayah memeriksakan diri ke dokter tentang kesehatan organ seksual masing-masing agar tidak terjadi penularan penyakit kelamin saat berhubungan intim.

Apa saja tipe kondom latex?

Kondom terdiri dari berbagai bentuk, ukuran, serta terbuat dari bahan material. Berikut adalah beberapa karakteristik yang dapat Anda jadikan pertimbangan sebelum menggunakan kondom:

  • Ukuran. Ukuran kondom standar biasanya sesuai dengan kebanyakan penis pria. Tapi kalau penis pria tersebut panjang, maka ada juga kondom berukuran XL (extra large) yang juga dijual bebas di pasaran. Selain itu, jangan khawatir apabila penis suami ternyata lebih kecil dari ukuran standar, karena kondom latex juga tersedia dalam ukuran kecil (small) yang tentunya lebih pas dan ketat saat dipakai.

    Mengetahui ukuran penis ini penting sekali karena apabila kondom terlalu longgar maka bisa-bisa cairan sperma bisa bocor keluar. Jadi, lain kali saat hendak membeli kondom, jangan terburu-buru menyambar produk kondom apapun yang ada di depan mata. Lihat dulu keterangan produk tersebut ya.

  • Bentuk. Beberapa kondom memiliki bagian yang tampak seperti 'puting'. Ini terletak di bagian ujung kondom dan berfungsi untuk menahan cairan sperma ketika pria berejakulasi. Namun, ada juga kondom yang ujungnya bulat.

  • Ketebalan. Kalau Ibu dan Ayah benar-benar tipe yang berhati-hati soal risiko kehamilan, maka belilah kondom ekstra-kuat yang memiliki tingkat ketebalan tinggi. Kondom tipe ini lebih kuat dan sangat berguna khususnya bagi para pria yang sering bermasalah dengan bocornya kondom atau suka melakukan seks anal. Ada pula kondom yang sangat tipis, sehingga membuat Ayah tidak terasa saat menggunakan kondom, tapi hati-hati robek saat memakainya ya.

  • Lubrikasi/Pelumas. Kebanyakan kondom yang ada di pasaran telah diberi pelumas sebelumnya. Pelumasan ini banyak manfaatnya karena mengandung zat yang dapat membunuh sperma (spermicide), serta beragam kuman penyebab penyakit. Pelumasan juga dapat memberikan beberapa perlindungan ekstra untuk mencegah kehamilan, terutama jika terjadi insiden kondom yang robek atau bocor saat ejakulasi. Namun, kondom yang telah dilumasi ini rasanya tidak enak, jadi jangan paksa Ibu untuk melakukan seks oral jika tidak menginginkannya.

  • Rasa. Lho, kondom kok diberi perasa? Ya, bagi para pasangan penikmat seks oral, tersedia kondom dengan beragam rasa yang dapat menarik minat pasangan untuk mengulum penis lebih lama. Kondom dengan tambahan rasa juga biasanya tidak diberi pelumas agar rasanya tetap enak. Sebelum membeli dan menggunakan kondom dengan rasa, tanyakan terlebih dahulu pada istri apakah ia bersedia melakukan seks oral. Beberapa wanita merasa jijik atau risih saat harus melakukan hal tersebut, jadi memang sebaiknya ada pembicaraan khusus sebelum melaksanakan seks oral.

  • Warna. Sama halnya dengan balon, kondom juga tersedia dalam berbagai warna. Kreatif sekali memang para produsen kondom ini, ada saja caranya agar para pembeli tertarik memakai alat kontrasepsi ini. Jangan kuatir, apapun warna kondom yang Anda pilih, tetap tidak akan mempengaruhi efektivitas kondom itu sendiri.

Kapan sebaiknya Ayah menggunakan kondom?

Ayah sebaiknya menggunakan kondom tiap berhubungan intim. Kondom yang sudah dipakai harus segera dibuang pasca ejakulasi. Namun, kalau Anda sedang mengusahakan kehamilan, maka penggunaan kondom tidak diperlukan.

Apa yang menyebabkan kondom robek?

Ada beberapa alasan mengapa kondom bisa robek:

  • Sudah kadaluwarsa. Itulah mengapa penting sekali melihat kemasan produk kondom sebelum membelinya karena kondom modern memiliki masa kadaluwarsa tertentu.

  • Cara penyimpanan yang salah. Temperatur yang terlalu panas dapat merusak kondom latex, jadi jangan sekali-kali meletakkannya di tempat yang panas seperti dompet atau laci mobil. Apalagi kalau dompet yang Anda gunakan selalu diletakkan di pantat dan kemudian diduduki dalam waktu lama, maka kemungkinan besar kondom Anda mudah robek.

  • Tidak cukup pelumas. Pelumas tambahan sangat penting apabila Anda penikmat beragam posisi seks di luar misionaris, seperti seks anal. Seks melalui vagina yang terlalu 'heboh' juga kadang memerlukan pelumas tambahan berbahan dasar air seperti K-Y Jelly. Jangan gunakan pelumas berbahan dasar minyak seperti vaseline, body lotion, atau minyak untuk pemijatan karena akan menyebabkan kondom mudah bocor karena sifatnya yang melemahkan karet.

  • Ukuran kondom terlalu kecil.

  • Liang vagina pasangan Anda terlalu sempit. Gunakanlah kondom ekstra-kuat dengan ketebalan tinggi serta lebih banyak pelumas untuk menghadapi kondisi ini.

Apa yang dapat menyebabkan kondom terlepas saat berhubungan intim?

Bisa jadi karena Anda memakai ukuran kondom yang terlalu besar sehingga mudah terlepas karena longgar. Atau, Ayah tidak dapat ereksi. Saat penis tak lagi tegang, maka segera pindahkan penis dari organ intim pasangan dan pegang ujung kondom tersebut agar tidak sampai terlepas.

Di mana kita dapat membeli kondom?

Kondom dapat dibeli di apotek atau swalayan terdekat. Bahkan di beberapa negara, ada mesin otomatis yang menjual kondom lho.

Seberapa efektif kondom mampu mencegah kehamilan?

Tingkat efektivitas kondom dalam mencegah terjadinya kehamilan mencapai 85%. Dengan penggunaan yang benar dan hati-hati, maka kondom adalah solusi terbaik untuk mencegah kehamilan. Meski begitu, menghindari seks bebas tetap adalah pilihan paling bijak jika ingin mencegah hamil di luar nikah.

(Yusrina)