Balita Dibaca 5,406 kali

10 Cara Alami Mengatasi Bekas Gigitan Nyamuk

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 25 September, 2019 22:09

10 Cara Alami Mengatasi Bekas Gigitan Nyamuk

Bekas gigitan nyamuk memang sangat menggangu ya, Bu? Terlebih jika bekas gigitan nyamuk tersebut mengenai Kulit bayi yang sangat sensitif. Ketika nyamuk terbang berkeliaran, buah hati Ibu bisa jadi target gigitan nyamuk. Meski bekas gigitan nyamuk umum terlihat di kulit bayi, Ibu tentu akan melakukan yang terbaik untuk membuat tubuh si kecil terlindungi dari gigitan serangga ini.

Tapi bila hal ini sudah terlanjur terjadi, Ibu perlu tahu bagaimana mengatasi bekas gigitan nyamuk pada bayi agar ia tidak merasakan situasi yang tidak nyaman. Ketahui penyebab serta cara mengatasi bekas gigitan nyamuk berikut ini!

Penyebab gigitan nyamuk pada bayi

Anak kecil lebih banyak diserang nyamuk karena mereka menjadi target yang mudah. Beberapa penyebab paling umum anak sering digigit nyamuk antara lain:

  • Bagian tubuh yang tidak tertutup. Bagian tubuh bayi yang terbuka jadi target utama gigitan nyamuk. Pakaikan baju yang longgar, berwarna terang, berlengan panjang, dan kaos kaki.

  • Lingkungan yang tidak bersih. Hindari air tergenang atau vas bunga dan wadah dekorasi yang berisi air. Tutup tempat sampah atau segera buang ke tempat pembuangan.

  • Makanan yang tidak ditutup. Makanan menarik perhatian nyamuk dan baunya menarik nyamuk. Selalu pastikan makanan tertutup. Gunakan kipas angin. Kebersihan dapur harus dijaga ketika ada bayi di rumah.

  • Hindari tanaman berair khususnya di malam hari. Hindari handuk dan pakaian basah. Pastikan atap tidak bocor.

  • Air mancur buatan. Air mancur buatan terlihat bagus di rumah Ibu terlebih dengan tambahan lampu dan suara gemericik air, tapi ini bisa jadi salah satu tempat nyamuk bersarang.

  • Jangan biarkan bayi berkeringat. Jika si kecil mulai berkeringat, segera keringkan. Nyamuk tertarik pada kehangatan dan baunya. Selalu siapkan handuk lembut.

  • Krim dan lotion wangi. Krim, bedak, atau lotion bayi yang mengandung parfum bisa mengundang nyamuk. Pilih varian tanpa aroma untuk bayi.

Cara mengatasi bekas gigitan nyamuk

Ibu perlu mengatasi gigitan nyamuk pada bayi dengan cara yang tepat. Mulailah dengan langkah penanganan utama yang terdiri dari:

1. Mengontrol bekas gigitan nyamuk

Bengkak dan warna kemerahan jadi tanda awal bekas gigitan nyamuk. Tanda ini bisa dikontrol dengan mudah menggunakan kompres es atau aluminium klorida (yang bisa ditemukan di banyak deodoran). Menggunakan dua cara ini akan dengan cepat menurunkan bengkak yang menyebabkan iritasi dan rasa tidak nyaman lanjutan.

2. Mengurangi rasa gatal

Langkah selanjutnya yang perlu Ibu lakukan adalah membantu menurunkan rasa gatal yang membuat bayi merasa tidak nyaman. Ibu bisa gunakan krim  untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk selain baby lotion. Baby oil atau lotion calamine bisa berfungsi sama. Krim hydrocortisone juga bisa diaplikasikan untuk mengurangi rasa gatal pada bekas gigitan nyamuk.

Dua cara di atas bisa Ibu terapkan bila melihat bekas gigitan nyamuk pada bayi. Tapi ini hanya langkah awal. Ibu juga perlu lakukan beberapa hal untuk memastikan bayi tetap nyaman:

  • Menghentikan menggaruk. Bekas gigitan nyamuk memang terasa gatal dan mengganggu. Ibu perlu temukan cara yang tepat untuk mencegah anak menggaruk bekas gigitan nyamuk. Kuku bayi meski kecil tetap bisa menyebabkan goresan dan menambah potensi terjadinya infeksi. Bila anak sudah cukup besar, Ibu bisa jelaskan kenapa ia tidak boleh menggaruk bekas gigitan nyamuk.  Cara lain adalah dengan memotong kuku anak menjadi pendek untuk mengurangi dampak menggaruk.

  • Bila Ibu melihat buah hati mengalami gejala tambahan atau ia mengalami infeksi pada bekas gigitan nyamuk, maka ini waktunya menghubungi dokter untuk mencari penanganan. Tanda yang perlu Ibu waspadai ketika infeksi terjadi antara lain:

  • Ibu juga perlu mewaspadai nyamuk yang membawa penyakit. Banyak orang terkena penyakit dari nyamuk tapi tidak pernah menunjukkan gejala. Penyakit utama yang menyebabkan kecemasan untuk ibu dan bayi adalah west nile virus. Virus  ini sering kali tidak menyebabkan orang sakit tapi ketika menjadi sakit, penderita akan mengalami:

Bila gejala ini muncul, Ibu perlu berkonsultasi ke dokter.  Ada kemungkinan bayi baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dicemaskan. Tapi ada juga kemungkinan bayi mengalami gejala lain akibat bekas gigitan nyamuk. Bila bayi menunjukkan gejala berikut, Ibu perlu segera menghubungi dokter atau rumah sakit:

Beberapa bayi dan orang dewasa alergi terhadap gigitan nyamuk, jadi Ibu perlu mengambil langkah yang tepat untuk memastikan apakah bayi alergi pada gigitan nyamuk dan dokter bisa memberi penanganan yang dibutuhkan.

Fakta tentang perilaku nyamuk

Ibu, yuk ketahui fakta seputar nyamuk berikut ini:

  • Hanya nyamuk betina yang memangsa manusia.

  • Bagaimana nyamuk menemukan Ibu? Nyamuk bisa mencium tubuh manusia dari jarak 50 meter. Karbondioksida yang Ibu keluarkan jadi penanda yang paling jelas. Nyamuk tertarik dengan pakaian dan parfum, juga tertarik oleh orang yang mengenakan pakaian gelap atau terang serta mengenakan pewangi.

  • Nyamuk hampir tidak menggigit vegetarian dan pemakan makanan mentah, lebih sering yang memancarkan estrogen dan testosteron, pada anak dan wanita hamil. Orang dengan konsentrasi steroid atau kolesterol tinggi juga berisiko. Selain itu, nyamuk tertarik pada uric acid yang ditemukan pada keringat, karenanya berolahraga di dekat nyamuk bukan hal yang disarankan.

  • Ibu juga berisiko digigit nyamuk bila ada air di dekat Ibu. Nyamuk bertelur pada permukaan air, baik air sungai, kolam, atau danau. Telur berkembang dalam 2 sampai 3 hari.

  • Nyamuk betina terutama yang haus darah aktif di malam hari dan musim panas. Aktivitas puncak di malam hari mulai dari jam 11 malam hingga 2 pagi. Ada juga yang aktif di pagi hari.

  • Nyamuk bisa berkembang biak di rumah Ibu bila ada air tergenang.

  • Nyamuk terbang ke target melawan arah angin, lalu kembali terbang menjauh arah angin.

  • Air liur nyamuk mengandung anestesi (sehingga kita tidak merasakan gigitan) dan kandungan yang mencegah pembekuan darah. Itu sebabnya Ibu akan berdarah beberapa menit setelah gigitan dan merasakan sakit dan sengatan setelahnya.

  • Nyamuk mendeteksi sejumlah bau alami seperti cengkeh, lemon, minyak kayu putih, minyak basil, dan pepermint.

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk

Nyamuk menyebarkan penyakit karena tubuh serangga ini bisa mudah mengandung bakteri, virus, dan parasit. Banyak penyakit menyebar melalui nyamuk dan bisa menjangkit manusia, seperti:

  • Malaria, hanya disebarkan oleh jenis nyamuk tertentu.

  • Japanese encephalitis dan cerebral edema yang bisa mengganggu sistem saraf pusat dan kecerdasan.

  • Penyakit lyme yang bisa mempengaruhi kulit, sistem saraf pusat, dan jantung.

  • Hepatitis C yang menyerang liver dan seluruh tubuh dan menjadi salah satu penyakit paling berbahaya pada abad 21.

  • Philariasis yang menyebabkan bengkak dan suhu tubuh tiba-tiba naik.

Meski bila nyamuk tertentu tidak membawa penyakit mematikan, bekas gigitan nyamuk tetap saja tidak baik untuk Ibu karena menimbulkan bentol, kulit kemerahan, rasa gatal, dan sakit.

Lalu bagaimana dengan mereka yang alergi terhadap bekas gigitan nyamuk? Satu gigitan saja bisa menyebabkan eczema atau bahkan kesulitan bernapas. Untungnya ada banyak cara untuk membasmi bekas gigitan nyamuk. Tiap metode ini bergantung pada situasi tertentu, jadi untuk memilih cara paling efektif untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk, maka Ibu perlu tahu perilaku dan kebiasaan nyamuk.

Inilah Obat untuk Mengatasi Bekas Gigitan Nyamuk pada Bayi

Berikut ini beberapa jenis obat yang digunakan pada bekas gigitan nyamuk:

  • Krim antihistamine. Ibu bisa gunakan krim anti histamine yang dijual bebas pada area kulit yang terkena gigitan bekas nyamuk. Ini akan mengurangi bengkak dan rasa gatal. Untuk anak kecil, akan lebih baik bila Ibu berkonsultasi dengan dokter lebih dulu.

  • Deodoran bentuk roll on yang mengandung aluminium klorida bisa membantu mengatasi bekas gigitan nyamuk dan mudah dibawa. Tapi hanya gunakan cara ini di saat darurat ya, Bu!

  • Pasta aspirin. Aspirin mengandung acetyl salicyclic acid, sebagai anti peradangan dan melawan infeksi. Gerus beberapa tablet aspirin bersama air lalu gunakan pada bekas gigitan nyamuk.

  • Obat kumur listerine, terutama dengan rasa menthol, bisa dilarutkan dan diseka dengan kapas pada bekas gigitan nyamuk. Ini memberi efek dingin dan meredakan rasa gatal.

  • Krim Hydrocortisone. Krim hydrocortisone 1 persen bisa digunakan hingga 4 kali dalam sehari atau sesuai instruksi. Sebaiknya Ibu berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan krim antibiotik, terutama bila muncul benjolan berisi cairan. Bila bekas gigitan nyamuk terlalu banyak, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter karena bisa sangat gatal dan terjadi infeksi.

10 cara alami untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk pada bayi

Bila Ibu ingin cara-cara mengatasi bekas gigitan nyamuk yang sealami mungkin, Ibu perlu cari obat alami untuk meredakan gejala gigitan nyamuk. Beberapa obat rumahan bisa ditemukan di dapur Ibu dan terbukti bisa meredakan gejala bekas gigitan nyamuk.

Gunakan obat alami berikut untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk:

1. Lidah buaya

Kebanyakan krim dan lotion yang Ibu beli untuk mengatasi gigitan nyamuk mengandung lidah buaya. Lidah buaya bisa mengurangi rasa gatal dan bengkak. Lidah buaya juga membuat kulit lembut dan halus. Ini jadi pilihan tepat untuk kulit bayi yang sensitif.

2. Baking soda

Baking soda dan sedikit air akan membantu meredakan gejala bekas gigitan nyamuk. Ibu bisa tuang baking soda ke mangkok dan perlahan mencampurnya dengan air. Setelah terbentuk pasta, gunakan pada area gigitan. Pasta akan membantu mengurangi bengkak dan juga meredakan rasa gatal.

3. Cuka

Cuka apel organik jadi pilihan tepat untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk dan bisa digunakan langsung pada bekas gigitan nyamuk.  Pastikan jauhkan cuka dari mata bayi untuk mencegah rasa terbakar.

4. Madu

Madu jadi obat alami yang sangat baik. Ibu bisa  gunakan madu pada bekas gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi.

5. Pasta gigi

Satu trik untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk adalah menggunakan sedikit pasta gigi pada kulit bayi Ibu. Hanya ikuti saran ini bila Ibu menggunakan pasta gigi yang alami untuk menghindari reaksi pada bahan pembentuk pasta gigi yang keras.

6. Perasan jeruk

Bila ada jeruk lemon, Ibu bisa potong lemon menjadi dua dan peraskan beberapa tetes pada bekas gigitan nyamuk. Ibu bisa juga menggosokkan kulit lemon pada area gigitan. Perasan lemon akan berfungsi sebagai disinfektan.

7. Bawang putih

Bawang putih bisa jadi obat mujarab, tapi anak biasanya tidak suka karena terasa sensasi terbakar. Tapi bau bawang putih membuat nyamuk menjauh dan mencegahnya datang kembali.

8. Sabun batangan kering

Sabun batangan kering bisa digosokkan ke area yang terkena bekas gigitan nyamuk untuk mengurangi rasa gatal. Sabun harus dibersihkan setelah beberapa lama.

9. Garam

Pasta garam juga bisa digunakan untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk. Campuran garam dan air bisa dengan cepat dibuat dan digunakan untuk tujuan antiseptik.

10. Es batu

Suhu dingin dan es menurunkan peradangan. Dingin juga bisa membuat kulit kebas yang bisa jadi pereda sakit sementara. Gunakan kompres dingin atau kantung berisi es batu untuk meredakan rasa gatal akibat gigitan nyamuk. Jangan biarkan es langsung pada gigitan lebih dari 5 menit karena bisa merusak kulit. Ibu bisa juga gunakan penghalang, seperti lap, di antara kulit dan es agar es bisa digunakan lebih lama.

10 cara alami di atas akan membantu Ibu meringankan rasa tidak nyaman bayi dan mengatasi gejala yang bisa menyebabkan bayi merasa gatal dan rewel. Meski begitu, mencegah bekas gigitan nyamuk tentu bisa menjadi cara yang paling ampuh!

Cara mencegah gigitan nyamuk

Beberapa hal penting yang bisa Ibu lakukan untuk mencegah gigitan nyamuk, antara lain:

1. Pakaian

Bila Ibu berencana ke area yang banyak nyamuk, Ibu harus pastikan kulit bayi tertutupi. Jangan biarkan bayi kepanasan di musim panas, tapi bila memungkinkan, pakaikan celana dan baju lengan panjang untuk menurunkan jumlah paparan kulit.

2. Hindari area basah

Nyamuk suka tinggal di dekat air, dan ketika hujan, nyamuk akan keluar. Satu kesalahan terbesar yang orang lakukan adalah membiarkan air tergenang. Ini bisa menyebabkan nyamuk keluar dan tinggal di sekitar rumah. Bila hujan atau Ibu berencana pergi ke area air tergenang, pastikan menggunakan anti nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk.

3. Anti nyamuk

Anti nyamuk juga tersedia untuk bayi, dan Ibu bisa gunakan untuk menjauhkan serangga dari bayi. Ibu bisa gunakan anti serangga alami yang bisa menghindari serangga menggigit anak.

Bunda, serangga masih terus berkeliaran dan mencari target manusia. Meski Ibu bisa mengatasi atau mencegah gigitan serangga, Ibu perlu ikuti langkah-langkah di atas untuk memastikan bayi tidak jadi korban bekas gigitan nyamuk atau serangga lainnya. 

Yang perlu diingat, bila bekas gigitan nyamuk tidak kunjung hilang, muncul demam, atau bayi muntah, Ibu perlu langsung menuju dokter untuk memastikan kondisi bayi. Tapi kebanyakan bekas gigitan nyamuk akan hilang dalam satu atau dua hari. Bila Ibu menangani bekas gigitan nyamuk ini dengan baik, bayi bisa lebih nyaman dan punya lebih sedikit risiko infeksi dan efek samping jangka panjang lebih kecil.

Bekas gigitan nyamuk yang terasa gatal terlihat setelah beberapa detik atau menit. Rasa gatal ini biasanya disertai warna kemerahan dan bengkak, serta sakit. Satu fakta tentang bekas gigitan nyamuk adalah gejala biasanya terjadi tiap beberapa gigitan bukan setelah satu gigitan.

Bekas gigitan nyamuk pada bayi mudah terlihat karena kulitnya yang lembut, gigitan dicirikan dengan bercak merah, bentol, dan bisa terasa sakit.

Kebanyakan bayi yang mengalami alergi gigitan nyamuk akan terus menangis atau menjadi sangat rewel. Kebanyakan bayi mengalami demam tingkat rendah selama beberapa jam setelah gigitan nyamuk sedang kebanyakan orang dewasa mengalami gejala yang sama dalam 24 sampai 48 jam setelah gigitan nyamuk.

Fakta lainnya tentang bekas gigitan nyamuk adalah sistem kekebalan tubuh Ibu akan secara alami bereaksi terhadap kehadiran parasit yang diperkenalkan ke tubuh, karenanya bekas gigitan nyamuk tidak akan segera menyebabkan kematian.

(Ismawati, Yusrina / Dok. Pixabay)