Balita Dibaca 470 kali

7 Tips Menjadi Host dan Manfaat Playdate untuk Anak

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
7 Tips Menjadi Host dan Manfaat Playdate untuk Anak

Dulu, waktu kita kecil, kita seringkali bermain di luar rumah bersama teman-teman. Ada yang bermain permainan tradisional, atau bermain bersama sambil berolahraga. Tapi sekarang ini, anak-anak rasanya enggan dengan ide 'spontaneous play' ini. Mereka lebih suka bermain di rumah dan ‘sibuk’ dengan gadget-nya. Hal ini merupakan salah satu tantangan dalam parenting zaman sekarang. Para orang tua menjadi khawatir anak akan kesulitan berinteraksi dan dampak lainnya.

Salah satu trik yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah melakukan playdate untuk anak. Namun sayangnya, pada playdate yang terjadi, lebih sering untuk mengutamakan keinginan para orang tua, terutama ibu, untuk berkumpul bersama teman-temannya sambil mengobrol di café, atau arisan. Sedangkan anak-anak yang dibawa serta, hanya sekadar bergabung dan menghabiskan waktu hingga acara si orang tua selesai. Hal ini tentu melenceng dari makna playdate untuk anak yang sebenarnya. 

Apa Itu Playdate untuk Anak?

Singkat kata, playdate adalah waktu yang diatur oleh para orang tua, untuk beberapa orang anak melakukan permainan terstruktur bersama. Playdate biasanya dilakukan di rumah salah satu host parent. Playdate yang baik adalah yang perencanaannya dilakukan bersama, misalnya para orang tua mencari ide bersama untuk menentukan permainan yang baik untuk anak. Untuk anak-anak usia dini, tentu playdate harus dalam pengawasan yang lebih ketat, sedangkan untuk anak yang lebih besar, Anda cukup available jika anak-anak membutuhkan pengawasan Anda.

Manfaat Playdate bagi Anak

Point yang paling penting dari playdate adalah mengajarkan anak untuk berinteraksi. Playdate mulai dianjurkan ketika anak mulai memasuki usia tiga tahun, di mana pada usia ini, mereka sudah memahami adanya orang-orang di sekitarnya yang seusia dengan mereka. Salah satu perkembangan otak anak distimulasi melalui interaksi dengan orang-orang di sekitarnya. Interaksi sosial antara anak juga membantu perkembangan mereka dari sisi lainnya, seperti emosional, kognitif, bahasa, dan fisiknya.

Ketika playdate, anak juga belajar berteman, berbagi dan menyelesaikan masalah ketika terjadi konflik. Permainan yang diatur dengan benar ketika playdate, juga pastinya akan membantu anak mengasah imajinasinya. Playdate juga membatasi anak dari teknologi yang sebetulnya belum dibutuhkannya. 

Apakah bermain di sekolah bisa mengimbangi kegiatan playdate? Untuk anak-anak usia toddler dan preschool, jika mereka ikut dalam kelas bermain atau ikut serta dalam lingkungan yang diatur sedemikian rupa untuk anak berinteraksi sosial, maka hal ini sudah cukup. Namun untuk anak yang lebih besar, bermain dan berinteraksi di sekolah saja nggak cukup, maka penting agar mereka juga bermain dan berteman dengan anak-anak lain di luar sekolahnya. 

Manfaat Playdate untuk Anak bagi Orang Tua

Anak-anak sangat senang bermain dengan teman-temannya, dan hal ini bisa memberi ibu waktu luang untuk bersantai dan bertemu teman. Playdate untuk anak memberikan Ibu kesempatan untuk mengobrol, bertukar pikiran dengan para orang tua, sekadar membicarakan cara mengatasi anak picky eater, atau bahkan membicarakan hal-hal lain yang nggak ada hubungannya sama sekali dengan dunia parenting, seperti sale yang ada di pusat perbelanjaan, mungkin?

Sebagai pilihan, playdate untuk anak juga bisa dilakukan di taman bermain yang ada jogging track-nya, nih. Sambil memerhatikan anak bermain, Anda jadi punya waktu untuk berolahraga. Untuk seorang ibu rumah tangga yang menghabiskan sebagian besar waktunya merawat anak dan mengurus keperluan rumah, playdate bisa menjadi ‘media’ yang baik untuk saling menyemangati antar ibu dan melepas stress.

Tapi, nggak semua orang tua setuju dengan ide playdate untuk anak ini. Ada beberapa alasannya, misalnya orang tua yang ‘sibuk’ menjadikan playdate sebagai ajang kompetisi anak, host kesulitan mengatur anak-anak yang menjadi tamu undangan atau ‘ogah ribet’ merancang sebuah acara. 

Jika Anda adalah salah satu dari orang tua yang kurang menyukai ide playdate ini, atau mungkin Anda nggak ada cukup waktu untuk mempersiapkan acara untuk anak-anak, Anda masih bisa melakukan trik lainnya. Misalnya, mengajak anak main ke taman, mengunjungi kebun binatang atau mengajak anak berbelanja kebutuhan rumah. Intinya adalah mengajak anak untuk bertemu dengan orang lain dan membuatnya berusaha berinteraksi.

Tips Menjadi Host Playdate untuk Anak

  1. Time setting

    Atur waktu kapan dimulai dan berakhirnya kegiatan playdate untuk anak. Idealnya, playdate untuk bayi dan anak adalah satu jam, sedangkan playdate untuk usia preschool adalah dua jam. Perhitungkan waktu dengan baik, misalnya jangan berbarengan dengan jam tidur siang anak (apalagi jika Anda punya bayi di rumah), tidak berdekatan dengan jadwal les anak atau tidak berdekatan dengan jam Anda mengurus makan malam keluarga, dst. 

  2. Batasi jumlah tamu

    Misalnya, cukup undang lima keluarga dengan masing-masing membawa satu atau dua orang anak. Seringkali, seseorang bakal merasa nggak enak untuk menyampaikan hal ini pada undangan, padahal hal ini penting, loh. Di antaranya, agar Anda nggak kekurangan makanan yang disajikan, agar Anda nggak terlalu lelah menyiapkan acara, dan dengan tamu yang terbatas, suasana juga akan tetap tenang dan nyaman, jadi Anda juga bisa punya waktu mengobrol yang berkualitas dengan orang tua lainnya.

  3. Jangan ada tamu yang sakit

    Sangat penting untuk mengingatkan para tamu buat mengutamakan kesehatan satu sama lain. Caranya adalah dengan tidak membawa serta anak yang sakit untuk bermain bersama.

  4. Minta tamu untuk membawa serta mainan

    Mainan yang dibawa ini bukan sebagai hadiah, ya. Tapi, ada kemungkinan anak mereka nggak suka dengan mainan yang dimiliki anak Anda. Selain itu, dengan adanya tambahan mainan, pilihan anak-anak untuk bermain pun semakin beragam. Saling pinjam mainan juga melatih anak belajar berbagi dengan teman-temannya.

  5. Jangan terlalu merepotkan diri

    Betul, membersihkan rumah adalah rutinitas yang kita lakukan sehari-hari. Tapi, ketika akan ada tamu datang, biasanya kita bakal habis-habisan membersihkan rumah dan menyiapkan ini-itu. Ada baiknya menyimpan lebih banyak tenaga Anda justru untuk merapikan rumah setelah para tamu pulang. 

  6. Batasi ruang

    Maksudnya, batasi ruang-ruang yang bisa diakses oleh tamu. Misalnya, playdate dilakukan cukup di sekitar ruang tamu saja. Hal ini ada manfaatnya, misalnya untuk menjaga privasi Anda, juga untuk membatasi ruang-ruang yang akan dibersihkan.

  7. Turut mempersiapkan anak menjadi host

    Anak mesti diberi tahu bahwa akan ada kegiatan di rumahnya, akan ada teman-teman ibu yang berkunjung dan membawa serta anak-anaknya. Beri tahu pada anak agar bersikap dengan baik, ramah dan mau bermain dengan teman-teman barunya tersebut.

  8. Informasikan jika Anda punya hewan peliharaan

    Tamu-tamu Anda mesti diberi tahu juga jika Anda punya peliharaan. Hal ini untuk mencegah hal yang nggak diinginkan, misalnya ada anak yang takut dengan hewan tertentu atau alergi terhadap bulu. Hewan peliharaan Anda juga sebaiknya nggak ikut menjadi ‘host’. Tahu, kan, ada anak-akan yang suka gemas dengan hewan dan hal ini dikhawatirkan akan menyakiti peliharaan Anda, atau bahkan hewan peliharaan bisa melukai anak-anak.

  9. Pisah area bermain

    Jika anak-anak yang ikut playdate memiliki perbedaan umur yang jauh, maka host perlu menyiapkan tempat bermain yang terpisah. Ini dilakukan untuk keamanan karena tentu akan berbahaya jika anak yang lebih besar berlarian di sekitar bayi-bayi kecil yang baru belajar merangkak. Untuk area orang tua, sebaiknya di tempat yang bisa mengawasi anak-anak dengan mudah.

  10. Menyiapkan hidangan untuk tamu

    Untuk mempermudah, sebaiknya buat acara di luar jam makan, misalnya di sore hari. Dengan begini, Anda nggak perlu menyiapkan ‘makanan berat’. Bahkan, jika Anda memilih untuk nggak memasak pun, Anda bisa memesan cake yang ringan dan mudah didapatkan.

Tips Menjadi Tamu dalam Playdate

  • Jadilah tamu yang baik, dengan tiba di tempat dan pulang tepat waktu.

  • Walaupun nggak diminta, ada baiknya kita datang dengan membawa makanan untuk dimakan bersama, apalagi jika anak Anda picky eater atau mungkin memiliki alergi. Dengan makanan yang Anda bawa, maka anak Anda pun akan ikut sesi makan dengan baik.

  • Jangan lupa menawarkan bantuan untuk membersihkan rumah.

  • Pastikan anak berterima kasih pada tuan rumah dan yang lain.

  • Seandainya Anda nggak ikut dalam acara atau hanya mengantar anak saja, maka tinggalkan nomor ponsel Anda, beri informasi pada host tentang anak Anda, misalnya beri tahu jika anak memiliki riwayat alergi atau punya kondisi kesehatan lainnya.

  • Seandainya Anda hanya mengantar anak, jangan tinggalkan anak begitu saja, terutama jika anak belum akrab dengan anak-anak lainnya. Temani anak sejenak setibanya di rumah host, agar anak merasa nyaman.

5 Ide Permainan Playdate untuk Anak

  1. Mencetak kue

    Anak usia dua hingga tiga tahun sangat senang membuat sesuatu sendiri. Nah, hal ini bisa Anda jadikan ide permainan, misalnya mencetak kue. Caranya, sediakan satu ‘bidang’ adonan pada baki untuk masing-masing anak. Kemudian biarkan anak mencetak adonannya masing-masing. Kemudian, setelah cookies dipanggang, Anda bisa melanjutkan permainan dengan mengajak anak menghias cookies tersebut. Agar nggak terlalu berantakan, sediakan frosting berwarna secukupnya saja dan alasi lantai dengan kain atau plastik. Kegiatan ini juga mengasah kreativitas anak.

  2. Melipat origami

    Ide untuk kerajinan tangan lainnya adalah origami. Nggak cuma seru melipat kertas saja, kertas origami juga bisa digunting dan ditempel.

  3. Membuat slime

    Hampir semua anak senang, nih, mainan yang satu ini. Coba, deh, search tentang cara membuat homemade slime yang aman bagi anak.

  4. Menata makanan

    Butuh ide permainan menarik sambil mempermudah kegiatan menyediakan makanan buat playdate untuk anak? Yuk, coba games yang satu ini. Contohnya, games ‘membuat burger’. Sediakan roti, cooked patty, keju iris, sayuran, mayonnaise dan saus tomat. Untuk sayuran, Anda bisa sediakan wortel matang atau timun yang diiris besar-besar, agar sayuran dan keju bisa dicetak oleh anak. Selain belajar menghias, hal ini juga ‘memancing’ anak agar mau makan.

  5. Dance party

    Mau mengajari anak percaya diri? Ini, nih, salah satu trik yang bisa Anda lakukan. Ajakanak untuk tampil satu per satu di hadapan teman-temannya. Dance party pastinya bakal semakin seru jika dibarengi dengan kostum dan juga bisa mengar anak untuk menyemangati temannya.

Jika ada waktu tersisa, Anda bisa melakukan beberapa permainan sekaligus.

Lalu, bagaimana, ya, seandainya ada anak yang bersikap kurang baik?

Betul, ada orang tua yang nggak berkenan ketika kita memberi tahu mereka kalau anaknya mengganggu atau menyakiti anak kita atau teman lainnya. Tapi, jika terjadi hal begini, justru selayaknya kita menginformasikan pada orang tua tersebut. Namun penting untuk kita menyampaikannya dengan cara yang baik.

Nah, itulah informasi seputar playdate untuk anak. Yuk ajak si kecil bermain dengan teman-temannya.

(Stephanie)