Balita Dibaca 5,864 kali

Agar Bayi Merasa Nyaman Saat Tengkurap

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 31 Desember, 2018 00:12

Agar Bayi Merasa Nyaman Saat Tengkurap
Bunda tentu pernah mendengar kalau tengkurap merupakan proses yang penting agar bayi dapat belajar melakukan push-up dan perlahan mencoba gerakan merangkak. Tapi bagaimana ya kalau si kecil rewel atau bahkan menangis saat diletakkan pada posisi tengkurap?

Memang sangat baik jika bayi Anda terbiasa tidur dalam posisi telentang. Tidur dengan posisi telentang dapat mengurangi resiko anak Anda terkena Sudden Infant Death Syndrome (Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi). Tapi pada saat ia terjaga, posisi tengkurap menjadi hal yang penting untuk dilakukan sejak hari pertama ia dilahirkan.

Para ahli mengemukakan bahwa bayi yang tidak melakukan tengkurap sering kali memiliki beberapa penundaan dalam perkembangan keterampilan motoriknya. Aktifitas tengkurap membantu bayi belajar melakukan push-up, berguling, merangkak, dan berdiri, demikian penjelasan dari Danette Glassy, seorang dokter anak di Mercer Island, Washington.

Hingga tahun 1992, saat Asosiasi Dokter Anak mulai mendesak para orangtua untuk meletakkan bayi dengan posisi telentang saat tidur, kebanyakan bayi melakukannya dan mereka menjadi terbiasa dengan posisi ini. Kini, kebanyakan bayi menjadi  merasa lebih nyaman dalam posisi telentang. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi ini saat tidur, di car seat, di ayunan, maupun di kursi bayi mereka.

Jadi sangatlah wajar bila bayi Anda terlihat tidak betah di posisi tengkurap. Bukan hanya karena ia tidak merasa familiar dengan posisi ini, tapi secara fisik memang sebagian bayi kurang merasa nyaman melakukannya.

Saat bayi tengkurap, ia harus bekerja keras untuk menjaga kepalanya tetap tegak, dan ia tidak bisa melihat banyak saat kepalanya tertunduk. Bahkan bisa jadi bayi Anda akan merasa dicampakkan saat berada di posisi ini.

Berikut ini beberapa strategi untuk membantu bayi Anda merasa nyaman saat tengkurap, dan juga hal lain yang bisa membantunya:

Menyangga tubuh bayi

Beberapa orangtua mendapati ternyata dengan menyangga tubuh bayi menggunakan gulungan handuk atau bantal menyusui dapat membuat sebuah perbedaan. Jika anak Anda sudah mulai mempunyai kekuatan leher dan kontrol kepala (di usia 3 hingga 4 bulan), tapi ia belum dapat mengangkat lengan bagian bawah, letakkan handuk atau bantal di bawah dada dan ketiaknya, dengan posisi lengan berada di depan.

Jika Anda khawatir ia akan berguling ke depan, tahan badannya dengan memegangi bagian pantat. Bila ia sudah bisa bertopang pada lengan bawah dengan mandiri, singkirkan bantal dan biarkan ia mengasah kemampuan motorik tanpa bantuan bantal lagi.

Selain itu Bunda, beberapa bayi senang berguling di bola berukuran besar yang biasa digunakan untuk aktifitas olahraga. Pegang erat badan si kecil saat menempatkannya pada posisi tengkurap di benda besar ini lalu dengan perlahan goyang bola ke depan dan ke belakang.

Selalu menemaninya

Strategi yang perlu dilakukan adalah mengalihkan perasaan tidak nyaman bayi saat diletakkan pada posisi tengkurap hingga ia terbiasa melakukannya. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah bergabung bersamanya di lantai.

Motivasi bayi Anda, bicara padanya, bunyikan mainannya, buatlah ekspresi muka lucu, atau bermain cilukba. Ia akan merasa senang saat melihat Anda mengangkat kaki saat tengkurap karena ia sulit melakukannya.

Pilihan lain adalah dengan meletakkan bayi pada posisi tengkurap di perut Anda, baik di lantai atau di tempat tidur. Saat bayi Anda sudah memiliki kontrol kepala yang baik, yakni di usia sekitar 4 bulan, Anda bisa bermain pesawat terbang bersamanya.

Berbaringlah di lantai dan tekuk kaki Anda. Letakkan bayi pada posisi tengkurap di kedua kaki Anda, kepalanya berada di lutut Anda. Lalu angkat dua kaki Anda sambil memegang tubuhnya dengan erat. Ia akan menyukai pemandangan baru yang ia dapatkan.

Anda bisa juga meletakkan si kecil di pinggir tempat tidur, duduklah di lantai dengan wajah Anda di sebelah wajahnya. Bayi Anda tentu menyukai permukaan yang lembut dan Anda bisa dengan mudah berinteraksi dengannya pada posisi ini.

Bunda, pastikan pengasuh anak Anda juga memahami bahwa si kecil perlu diletakkan pada posisi tengkurap saat ia terjaga begitu juga pentingnya menempatkan bayi telentang pada waktu tidur.

Menghiburnya saat tengkurap

Buka halaman buku dan letakkan di depannya, atau tempatkan objek kesukaannya dalam jarak yang masih bisa ia jangkau. Anda perlu membeli mainan yang dirancang untuk dimainkan saat ia ada di posisi tengkurap. Beberapa mainan jenis ini memiliki cermin, gambar bergerak, atau musik dan suara.

Atau bisa juga Anda tempatkan ia pada matras warna-warni atau matras yang khusus digunakan untuk bayi. Ada juga matras yang dilengkapi dengan mainan untuk membuatnya merasa lebih nyaman. Lepaskan kaos kaki bayi Anda agar ia dapat melakukan gerakan tarikan pada matras.

Cara lain adalah dengan meminta si kakak untuk bermain di dekatnya saat bayi Bunda tengkurap. Melihat sang kakak atau bahkan hewan peliharaan berada tak jauh darinya akan membuat perhatiannya teralihkan ia juga merasa senang.

Buat ia menyukainya

Cari tahu apakah ada hal yang membuat bayi Anda merasa tidak nyaman saat diletakkan pada posisi tengkurap. Bisa jadi selimut di bawah tubuhnya terlalu mengganggu hingga ia merasa tidak betah, atau mungkin lantai terasa terlalu dingin, atau terlalu licin.

Seorang ibu mendapati bayinya menyukai posisi tengkurap selama kepalan tangannya keluar dari bawah tubuh agar ia dapat menghisapnya. Orangtua lain melihat bayi mereka merasa nyaman tengkurap selama ia tidak mengenakan popok atau celana.

Coba ketahui juga apakah bayi Anda menyukai dipijat saat ia tengkurap. Jika ya, pijatan lembut dapat membuatnya bertahan lama di posisi tengkurap.

Waktu yang tepat untuk melakukannya

Pastikan bayi Anda tidak dalam kondisi lapar atau lelah saat Anda menempatkan ia pada posisi tengkurap. Tapi jangan juga tengkurapkan ia saat perutnya penuh, karena ia akan merasa sangat tidak nyaman. Tunggulah hingga sekitar 1 jam setelah menyusui untuk menghindari terjadinya gumoh.

Bila ia mulai menangis, meski baru 1 menit Anda tengkurapkan, coba bujuk ia untuk bertahan lebih lama dengan berbicara dengannya atau bermain bersamanya. Tapi jika sudah cukup lama ia berada di posisi tengkurap, angkat tubuhnya dan coba lakukan lagi di lain waktu.

Toleransi bayi untuk posisi tengkurap kemungkinan akan meningkat secara bertahap seiring pengalaman dan sedikit bujukan yang ia peroleh. Banyak bayi malah merasa lebih nyaman saat tengkurap karena mereka bisa mulai berguling.

Beberapa orangtua merasa cukup terbantu dengan menggulingkan tubuh bayi ke posisi tengkurap saat setiap kali mengganti popok. Ini mudah untuk diingat dan dilakukan, dan si kecil mungkin berharap Anda melakukannya. Bayi Anda juga menikmati pemandangan yang ia lihat saat berada di meja ganti dengan posisi tengkurap. Pastikan Anda memeganginya agar ia tidak terguling dan terjatuh.

(Isma)