Balita

Biang Keringat pada Bayi

Terakhir diperbaharui

Biang Keringat pada Bayi

Heat Rash atau disebut juga biang keringat (miliaria) adalah kondisi kulit di mana terdapat lentingan-lentingan kecil yang kadang menyerupai bentol berisi air. Kondisi ini biasanya muncul saat bayi merasa kepanasan. Lentingan tersebut akan terlihat kemarahan terutama pada kulit yang terang.

 

Fakta tentang biang keringat

Sebagai orangtua Anda perlu mengenali kondisi ini agar Anda bisa mengidentifikasi biang keringat ketika terjadi dan anak bisa mendapat penanganan yang dibutuhkan.

Berikut ini fakta yang Anda perlu tahu tentang biang keringat:

 

  1. Biang keringat muncul karena kondisi tertentu

    Biang keringat biasanya muncul di kondisi lembab atau hangat. Orang yang tinggal di iklim tropis punya risiko lebih tinggi mengalami biang keringat dibanding orang yang tinggal di lingkungan kering atau dingin.

     

    Biang keringat muncul ketika keringat terjebak di kelenjarnya. Kebanyakan biang keringat muncul setelah aktivitas berlebihan di cuaca panas atau setelah tidur di area yang lembab atau berventilasi buruk. Tapi biang keringat bisa terjadi kapanpun ketika keringat anak tidak bisa menguap karena pakaian yang dikenakan atau faktor iklim.

     

    Bayi khususnya rentan terhadap biang keringat karena tidak bisa mengubah posisi dan tidak bisa mengubah lokasi ketika merasa terlalu hangat.

     

  2. Ada banyak jenis biang keringat

    Biang keringat memiliki 3 variasi utama. Tiap tipe terlihat dan terasa sedikit berbeda. Variasi ini meliputi:

    • Miliaria crystallina. Bentuk biang keringat yang ringan, terlihat seperti benjolan kecil dan jernih. Karena tidak gatal atau sakit, anak mungkin tidak menyadari kalau terkena ruam atau keliru mengira ini karena terbakar sinar matahari.
    •  
    • Miliaria rubra. Terjadi lebih dalam di kulit dibanding miliaria crystallina. Menyebabkan benjolan merah yang gatal. Anak bisa mengalami kemerahan dan bengkak di sekitar ruam. Bila tidak ditangani, benjolan bisa terasa sakit dan terisi oleh nanah.
    •  
    • Miliaria profunda.  Menjadi bentuk yang paling jarang dan lebih mungkin terjadi pada kulit Anda dibanding kulit anak. Ruam ini mengakibatkan luka besar yang warnanya sama dengan kulit sekitarnya. Banyak orang juga mengalami mual dan pusing. Setelah mengalami miliaria profunda, ruam bisa kambuh kapanpun ketika kulit terpapar suhu tinggi.

     

  3. Tanda anak kena biang keringat

    Semua anak pada usia berapapun bisa terkena biang keringat, tapi ini paling sering terjadi pada bayi. Biang keringat pada bayi biasanya muncul di lipatan kulit dan bagian tubuh yang tertutup rata dengan pakaian seperti dada, perut, leher, pangkal paha, dan pantat. Jika si kecil mengenakan topi, ruam juga akan menyebar ke kulit kepala dan dahi.

     

  4. Penyebab biang keringat pada anak

    Bayi berkeringat untuk menurunkan suhu tubuhnya. Biang keringat akan timbul jika ia berkeringat terlalu banyak hingga pori-porinya tersumbat dan keringat tak dapat keluar. Bayi dan anak kecil lebih mudah terkena biang keringat karena kulit mereka memiliki pori-pori yang lebih kecil dibanding orang dewasa.

     

    Cuaca yang panas dan lembab adalah waktu yang potensial untuk terjadinya biang keringat. Tapi biang keringat juga bisa terjadi saat cuaca dingin jika si kecil memakai pakaian berlapis-lapis atau saat anak mengalami demam. Kadang bayi juga bisa terkena biang keringat setelah menggunakan salep pereda batuk di bagian dadanya.

     

    Biang keringat bukanlah kondisi yang bersifat serius. Ini merupakan pertanda kalau suhu tubuh si kecil terlalu panas. Keadaan tubuh yang terlalu panas dapat mengakibatkan kondisi serius. Penelitian menjelaskan bahwa bayi yang dalam kondisi terlalu panas selama tidur juga bisa menyebabkan SIDS (Sindrom kematian mendadak pada bayi).

     

    Biang keringat tidak menyakitkan bayi, tapi mengakibatkan rasa gatal. Lenting pada kulitnya bisa terasa perih saat disentuh.

     

Mengatasi biang keringat pada anak

  • Untuk meringankan keluhan biang keringat pada bayi Anda, mulailah dengan membuat badannya terasa sejuk. Longgarkan atau lepaskan pakaiannya, dan pindahkan ia ke ruangan yang berudara segar dan teduh. Anda bisa menghilangkan keringatnya dengan handuk katun.
  •  
  • Gunakan waslap basah yang sejuk pada area yang terkena biang keringat. Mandi dengan air suam kuku ditambah sedikit baking soda sekitar 2 sendok teh per galon air juga bisa membantu meringankan masalah pada kulit si kecil.
  •  
  • Setelah mandi, biarkan badannya kering dengan sendirinya tanpa perlu mengelapnya dengan handuk. Jangan gunakan krim apapun pada kulit yang mengalami biang keringat, karena dapat membuatnya semakin parah dengan menjebak cairan di dalam kulit.
  •  
  • Jika cuaca terasa panas di malam hari, gunakan AC atau kipas angin di kamar bayi. Arahkan kipas dekat bayi tapi tidak diarahkan langsung padanya. Atau tempatkan kipas angin agak jauh agar hanya angin lembut yang mengenai dirinya. Anda ingin si kecil merasa nyaman kan, bukan membuatnya merasa kedinginan.
  •  
  • Potong kuku bayi Anda dengan teratur agar ia tidak menggaruk badannya saat biang keringat terasa gatal. Anda bisa memakaikan sarung tangan pada malam hari agar ia tidak menggaruk dirinya saat tertidur.

 

Mencegah biang keringat pada anak

  • Untuk mencegah terjadinya biang keringat, jaga bayi agar tetap merasa sejuk dan nyaman dengan memakaikan pakaian yang longgar dan tidak tebal, terutama di cuaca yang hangat dan lembab.
  •  
  • Bahan kain seperti katun dapat menyerap keringat dengan baik dan membuatnya berkeringat lebih efisien dibanding bahan sintetis. Hindari penggunaan celana berbahan plastik atau popok dengan lapisan plastik.
  •  
  • Penggunaan tepung kanji bisa mencegah biang keringat pada lipatan tubuhnya, tapi hindari penggunaan bedak talk yang berbahaya bagi bayi Anda saat ia bernafas. Ketika menggendong si kecil, usahakan Anda tidak memakai pakaian dengan bahan kasar seperti wol yang dapat membuat kulitnya mengalami iritasi.
  •  
  • Saat cuaca panas, tetaplah berada di dalam ruangan atau cari tempat yang dingin, rindang, dan sejuk untuk duduk dan bermain di luar rumah. Pastikan ia tidak mengalami dehidrasi dengan sering menyusui atau memberinya susu formula. Periksa kondisinya secara teratur untuk memastikan ia tidak kepanasan.

 

Jika Anda merasa tidak yakin, sentuh kulitnya. Jika terasa lembab dan panas, berarti suhu tubuhnya terlalu hangat. Anda bisa memeriksakan si kecil ke dokter untuk memastikan apakah kondisi kulitnya adalah biang keringat. Pastikan juga untuk bertemu dokter bila ruam tidak juga hilang setelah beberapa hari, terlihat bertambah parah, atau si kecil mengalami demam.

 

Obat alami untuk atasi biang keringat

Bunda, berikut ini beberapa cara alami mengatasi biang keringat:

 

  1. Oatmeal

    Oatmeal jadi penanganan populer untuk biang keringat karena kandungannya yang menenangkan, anti iritasi dan anti peradangan. Oatmeal membuat bayi nyaman dengan cepat dari peradangan dan gatal yang disebabkan oleh biang keringat.

     

    Tambahkan satu cangkir bubuk oatmeal ke air mandi bayi dan aduk hingga merata hingga warnanya seperti susu lalu biarkan bayi berendam selama 10 sampai 15 menit. Keringkan tubuhnya dengan handuk tapi jangan digosok. Lakukan ini dua kali sehari selama seminggu agar sembuh.

     

  2. Kompres dingin

    Untuk memberi rasa nyaman dari gatal dan peradangan Anda bisa gunakan kompres dingin pada area biang keringat di tubuh bayi. Menggunakan es di lap tebal pada area biang keringat  bisa memberi kenyamanan pada bayi.

     

    Sebagai alternatif Anda bisa rendam lap di air dingin, peras untuk mengeluarkan air dan letakkan di area biang keringat selama beberapa menit untuk meredakan peradangan dan gatal yang dirasakan bayi.

     

  3. Bubuk cendana

    Cendana terkenal dengan kandungan yang menenangkan dan menyembuhkan serta efektif mengatasi gejala biang keringat pada bayi. Bubuk cendana juga membantu meredakan suhu tubuh bayi, yang penting untuk pemulihan cepat.

     

    Anda bisa buat pasta dari bubuk cendana dan air mawar lalu aplikasikan pada area biang keringat. Biarkan kering alami dan cuci dengan air dingin. Ulangi dua kali setiap hari selama seminggu. Bubuk cendana juga bisa digunakan pada bayi setelah tiap kali mandi.

     

  4. Daun mimba

    Daun mimba sangat terkenal karena kandungan antiseptik dan anti peradangan. Daun mimba bisa digunakan dengan berbagai cara untuk mengatasi biang keringat bayi. Anda bisa buat pasta daun mimba dan gunakan pada area biang keringat. Biarkan kering dengan sendirinya. Lalu bilas dengan air dingin.

     

    Cara lain bisa dengan mendidihkan satu genggam daun mimba di air lalu dinginkan. Rendam lap di larutan ini dan gunakan pada biang keringat anak. Anda juga bisa gunakan larutan ini sebagai air mandi anak.

     

  5. Lidah buaya

    Lidah buaya juga terkenal dengan kandungan antiseptik dan anti peradangan. Lidah buaya jadi obat rumahan untuk mengatasi biang keringat dan cukup ringan untuk digunakan pada kulit bayi yang halus. Gel lidah buaya segar bisa digunakan langsung pada area biang keringat sebelum bayi mandi.

     

  6. Timun

    Timun memiliki efek dingin dan menyejukkan yang membantu mengobati kulit yang mengalami biang keringat. Timun bisa juga jadi obat untuk gatal yang mengiritasi bayi dan membuatnya rewel.

     

    Irisan timun bisa digunakan langsung pada area biang keringat dan dibersihkan dengan air dingin. Sebagai alternatif Anda bisa gunakan timun yang dihaluskan pada biang keringat selama beberapa menit sebelum bayi mandi untuk mendinginkan kulit dan mengurangi gatal.

     

  7. Madu

    Madu dikenal sebagai obat efektif untuk biang keringat pada wajah dan leher. Anda bisa oleskan sedikit madu pada area biang keringat di wajah dan leher bayi sebelum ia mandi untuk mengatasi biang keringat dengan cepat.

     

  8. Minyak tea tree

    Minyak tea tree bisa sangat efektif menyembuhkan biang keringat. Minyak tea tree juga membantu menghentikan peradangan kulit karena memiliki kandungan anti jamu dan anti peradangan. Gunakan minyak ini pada area biang keringat dengan kapas halus setiap hari hingga biang keringat hilang.

     

  9. Tepung kacang Arab

    Tepung kacang Arab jadi obat rumahan paling tepat untuk mengatasi biang keringat pada bayi. Untuk hasil yang cepat buat pasta dari tepung kacang Arab dan air lalu gunakan pada area biang keringat di tubuh bayi, biarkan hingga kering. Kemudian cuci sambil mandikan bayi. Coba cara ini untuk hasil cepat tanpa efek samping.

     

  10. Minyak zaitun

    Minyak zaitun bisa jadi obat rumahan efektif untuk mengatasi biang keringat bayi. Minyak zaitun dapat bertindak sebagai pelembab kulit, mempercepat penyembuhan kulit yang mengalami iritasi, serta mendorong kulit baru karena banyak mengandung vitamin E dan antioksidan. Minyak zaitun juga membantu membuat kulit nyaman dan mencegah rasa gatal.

     

  11. Chamomile

    Chamomile bisa membantu menurunkan peradangan, menyejukkan kulit, meredakan gatal dan membantu penyembuhan. Chamomile punya kandungan anti iritasi dan anti peradangan yang bisa sangat bermanfaat dalam mengatasi ruam pada bayi. Anda bisa buat minyak esensial dengan melarutkan dua tetes chamomile ke dua sendok teh minyak kelapa atau minyak lain dan gunakan pada area biang keringat setiap hari hingga hilang.

     

  12. Calendula

    Salep atau lotion calendula bisa jadi obat untuk biang keringat. Anda bisa coba tambahkan beberapa tetes minyak calendula pada air mandi bayi. Bila ini tidak berhasil Anda bisa juga coba gunakan minyak calendula langsung pada area biang keringat dan biarkan selama 2 sampai 3 jam.

     

  13. Ketumbar

    Buat pasta dari daun ketumbar halus dan gunakan pada area tubuh yang terkena biang keringat lalu biarkan hingga 30 menit. Bilas ketika memandikan bayi. Gunakan cara ini satu atau dua kali sehari selama 2 sampai 3 hari untuk melihat hasilnya.

     

  14. Batasi penggunaan sabun

    Sebaiknya batasi penggunaan sabun untuk membersihkan ruam karena bisa menyebabkan iritasi dan gatal. Gunakan air hangat atau di suhu ruang untuk membersihkan area kulit yang kering. Jangan gosok dengan kuat tapi tepuk-tepuk. Periksa kumpulan keringat pada tubuh bayi dan gunakan lap sejuk untuk mengatasi keringat dan mengeringkan area tubuh.

     

Hal paling penting yang harus diingat adalah sebisa mungkin menjaga bayi dari keringat berlebih. Pastikan ruangan tempat bayi bermain berventilasi baik, sejuk, dan nyaman. Tingkatkan sirkulasi udara untuk membantu menghindari kulit kering.

 

Bila obat rumahan tidak terbukti efektif dan biang keringat mengganggu tidur atau mood bayi, maka sebaiknya bawa si kecil ke dokter yang bisa meresepkan salep khusus.

 

Mitos seputar biang keringat

Biang keringat bukan kondisi yang menyenangkan, berikut ini beberapa mitos terkait dengan biang keringat:

 

  1. Biang keringat harus segera ditangani oleh dokter

    Kebanyakan kasus biang keringat hilang dalam 2 hari, tapi bila ruam tetap muncul selama lebih dari beberapa hari, sebaiknya temui dokter. Tanda dan gejala lain seperti bengkak, perubahan warna kulit selain kemerahan seperti ungu atau hitam, pendarahan dan pengelupasan kulit, membutuhkan perhatian dokter. Sulit bernapas, mual, dan pusing butuh perhatian medis segera karena bisa jadi tanda darurat medis.

     

  2. Biang keringat hanya terjadi pada bayi

    Meski biang keringat lebih umum terjadi pada bayi, bisa terjadi pada usia berapapun terutama pada individu yang aktif. Ketika kelenjar keringat menjadi tersumbat, keringat berkumpul di bawah kulit dan memicu peradangan dan biang keringat. Orangtua perlu hati-hati mengatasi biang keringat dengan bedak tabur untuk menghindari serpihan bedak masuk ke paru-paru bayi.

     

  3. Semua ruam adalah tanda reaksi alergi terhadap makanan dan kandungan kimia tertentu

    Meski benar makanan dan kandungan tertentu bisa menyebabkan alergi yang sering menyebabkan ruam pada kulit, ini bukan penyebab pada ruam yang disebabkan biang keringat. Karenanya, segera minum obat anti alergi ketika ruam muncul pada kulit bukan tindakan yang tepat. Ruam terjadi ketika keringat terjebak di bawah kulit karena kelenjar keringat tersumbat. Ini sering memicu iritasi kulit yang menyebabkan ruam merah pada permukaan kulit.

     

  4. Konsumsi mangga matang bisa memperburuk biang keringat

    Beberapa orang menganggap mangga masak sebagai makanan panas sedang mangga mentah sebagai makanan dingin. Tidak ada dasar ilmiah yang membuktikan kalau mangga matang bisa membuat kondisi biang keringat bertambah buruk dan semakin gatal.

(Ismawati)