Balita

Inilah Tanda-tanda Anak Terlambat Bicara

Inilah Tanda-tanda Anak Terlambat Bicara

Bayi sebenarnya sudah dapat berkomunikasi bahkan jauh sebelum ia dapat berbicara. Ya, melalui tatapan, senyum, tangis, serta responnya terhadap sentuhan Bunda adalah bagian dari cara anak agar dimengerti. Seiring bertambahnya usia, para orang tua pun menanti-nanti kapan si kecil dapat mengucapkan kata 'Mama' pertamanya.

Namun bagaimana jika anak terlambat bicara padahal teman-teman seusianya sudah mulai cerewet? Yuk baca artikel Ibupedia di bawah ini dan pelajari apakah anak terlambat bicara atau tidak.

Inilah kejadian penting selama 2 tahun pertama anak

Tak bisa dipungkiri bahwa kemampuan tumbuh kembang anak berbeda satu sama lain. Namun, umumnya seorang anak sudah mampu melakukan sesuatu di umur tertentu. Berikut ini adalah milestone atau kejadian penting yang biasa terjadi di 2 tahun pertama anak. Silahkan mencocokkan dan sebaiknya konsultasikan pada dokter apabila anak terlambat bicara. Ingat ya Bun, mengetahui masalah lebih cepat dapat membawa perubahan yang signifikan!

Selama satu tahun, bayi sudah belajar hal-hal di bawah ini:

  • Mencari dan berusaha menemukan darimana suara berasal.

  • Mampu merespon ketika namanya dipanggil.

  • Anak sudah bisa melambaikan tangan ketika disuruh.

  • Melihat ke arah yang Bunda tunjuk.

  • Bayi meracau dengan intonasi tertentu (kadang suaranya naik dan turun saat sedang berbicara).

  • Mengerti cara berkomunikasi dua arah, yakni diam saat Bunda bicara dan menimpali saat Anda diam.

  • Memanggil orang tua dengan sebutan ma-ma atau da-da.

  • Mampu mengatakan setidaknya satu kata.

  • Menunjuk benda yang ingin ia gapai.

Pada usia antara 1-2 tahun, kebanyakan anak sudah mampu melakukan hal berikut ini:

  • Mengikuti perintah sederhana baik itu melalui gerakan tubuh Anda atau sekedar ucapan.

  • Bersedia mengambil barang di ruangan lain ketika disuruh.

  • Menunjuk bagian tubuhnya saat ditanya.

  • Mampu menunjuk pada benda atau peristiwa yang ia ingin orang lain lihat.

  • Membawakan benda untuk Bunda lihat.

  • Anak mampu memberi nama suatu obyek atau gambar apabila ditanya.

  • Senang menirukan sesuatu seperti memasak.

  • Mempelajari satu kosa kata baru setiap minggunya saat anak berusia satu setengah hingga dua tahun.

Pada saat berumur 2 tahun, maka umumnya anak sudah mampu melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menunjuk bagian tubuhnya atau benda-benda di sekitarnya.

  • Menunjuk gambar pada buku.

  • Anak sanggup mengkuti perintah satu langkah tanpa bantuan bahasa tubuh dari Anda. Misalnya saja, anak segera menaruh gelas saat Bunda berkata, "Taruh gelas di meja!"

  • Anak mampu mengatakan 50 sampai 100 kata-kata.

  • Mengucapkan dua kata dalam satu kakimat seperti, "Boneka aku!" atau "Ayo Bunda!"

  • Ucapannya dapat dimengerti oleh orang dewasa.

Tanda-tanda anak terlambat bicara

Jika Bunda mendapati tanda-tanda anak terlambat bicara berikut ini, maka jangan ragu untuk memeriksakan anak ke dokter ya!

  • Anak tidak mau bermanja-manja dengan Bunda layaknya bayi lain.

  • Anak tidak balik tersenyum saat Bunda tersenyum.

  • Si kecil nampak tidak peduli dan tidak sadar apabila Anda memasuki ruangan.

  • Anak tidak merespon saat namanya dipanggil. Namun, ia bereaksi saat mendengar suara meongan kucing atau bunyi klakson mobil.

  • Perilaku anak seakan-akan ia berada dalam dunianya sendiri.

  • Sang buah hati memilih untuk bermain sendirian daripada mencari teman.

  • Tidak tertarik dengan mainan seperti boneka atau mobil-mobilan dan cenderung memilih bermain-main dengan obyek yang tidak lazim dilirik anak kecil yakni bolpen atau senter.

  • Anak dapat melafalkan ABCD, angka, atau jingle di televisi namun ia sendiri tidak bisa menyusun kata-kata saat hendak meminta sesuatu dari Bunda.

  • Tidak terlihat takut akan apapun.

  • Si kecil suka mengulang-ulang kata-kata dari Televisi.

Kondisi di mana anak terlambat bicara adalah hal yang cukup lumrah terjadi. Setidaknya ada satu dari lima anak terlambat berbicara atau memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengerti suatu perintah. Sebagian anak juga mungkin memiliki masalah perilaku akibat rasa frustasi karena mereka tidak bisa menyampaikan apa yang mereka inginkan.

Terkadang kondisi anak terlambat bicara sifatnya hanya sementara. Dengan bantuan keluarga yang selalu mendukung anak untuk berbicara, maka si kecil pada akhirnya akan mampu mempelajari kata demi kata.

Namun, ada kalanya kondisi anak terlambat bicara bisa jadi suatu pertanda akan adalah masalah yang lebih serius. Misalnya, kehilangan pendengaran, adanya keterlambatan perkembangan di area lain, atau bahkan karena Autism Spectrum Disorder (ASD). Anak terlambat bicara juga dapat menjadi pertanda adanya masalah kesulitan belajar. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi Bunda untuk melakukan evaluasi sedini mungkin terkait perkembangan kemampuan bahasa si kecil.

(Yusrina)