Balita

Leher Bayi Terlilit Tali Pusar, Bahayakah?

Leher Bayi Terlilit Tali Pusar, Bahayakah?

Nuchal cord (leher bayi yang terlilit tali pusar) jadi satu dari sekian banyak ketakutan yang dialami calon ibu saat melahirkan. Pikiran tentang bayi terlilit tali pusar bisa menyebabkan kecemasan. Tapi tahukah Bunda, tali pusar yang normal dan sehat terlindungi dari tekanan pembuluh darah.

Bayi menerima nutrisi dan oksigen dari tali pusar, bukan dari proses bernafas melalui hidung atau mulut. Bayi tidak menghirup oksigen ke paru-paru hingga saat ia dilahirkan. Ini yang menjadi salah-satu mengapa sebaiknya tali pusar bayi didiamkan dulu selama setidaknya 2 menit setelah lahir. Tali pusar akan terus memberi oksigen, dan memberi dukungan untuk kehidupan bayi, hingga kepalanya keluar dan oksigen menyentuh hidungnya. Hal ini juga yang menyebabkan bayi tidak tenggelam saat Bunda melakukan waterbirth, karena bayi memiliki persediaan oksigen dari tali pusarnya. Bayi tidak bernafas hingga terstimulasi oleh udara. Tapi bagaimana jika tali pusar melilit leher bayi?

Fakta Menarik Leher Bayi Yang Terlilit Tali Pusar

  1. Tali pusar yang sehat dilindungi oleh lapisan lembut dan licin

    Tubuh manusia sangat mengagumkan dengan rancangan yang menakjubkan, untuk memastikan mereka bisa bertahan sebagai spesies. Bahkan tali pusar memiliki trik sendiri. Tali pusar yang normal dan sehat memiliki gel lembut yang melindungi pembuluh darah di dalam tali pusar. Gel ini membantu melindungi tali pusar dari tekanan serta bentukan simpul sebagai akibat gerakan bayi.

    Bila kondisi medis berdampak pada jumlah gel di tali pusar, atau bila tali pusar tidak dalam kondisi baik, maka kemungkinan akan terjadi komplikasi. Tapi pada kebanyakan bayi, tali pusar terlindungi dengan baik.

  2. Sekitar sepertiga bayi lahir dengan leher yang terlilit tali pusar

    Anda mungkin sering mendengar cerita bayi yang lahir dengan tali pusar melilit lehernya. Ini memang sangat umum terjadi. Beberapa dokter dan bidan bahkan tidak memberitahukan hal ini selama proses kelahiran. Mereka cukup mengembalikan posisi tali pusar dari kepala bayi ketika lahir. Biasanya kasus nuchal cord tidak menjadi masalah besar. Kecuali dalam kondisi darurat, tali pusar harus dibiarkan selama kelahiran untuk mencegah tekanan atau komplikasi lebih lanjut. Penelitian menunjukkan hingga sepertiga bayi lahir dengan tali pusar melilit leher. Ini berarti 1 dari 3 bayi dan angka ini sama dengan jumlah bayi yang lahir melalui bedah sesar.

    Tali pusar bervariasi panjangnya, berkisar 19 hingga 133 cm. Rata-rata tali pusar memiliki panjang sekitar 50 hingga 60 cm. Panjang tali pusar berhubungan dengan peningkatan resiko tali pusar melilit leher. Tapi tali pusar yang panjang tidak akan menyebabkan kerugian.

  3. Tali pusar yang melilit leher tidak berhubungan dengan kondisi yang buruk

    Ini mungkin sulit dipercaya, terutama bila Anda pernah kehilangan bayi dan tali pusarnya terlilit di leher. Karena 1 dari 3 bayi yang lahir dengan nuchal cord biasanya mengalami komplikasi. Tapi beberapa penelitian melaporkan kalau tali pusar di sekitar leher tidak mungkin menjadi penyebab utama dari kondisi buruk yang dialami janin.

    Sebuah penelitian menyimpulkan, tali pusar yang melilit leher tidak terkait dengan hasil kelahiran yang buruk. Karenanya, induksi persalinan pada kasus tersebut mungkin tidak dibutuhkan. Penelitian lain memiliki kesimpulan yang sama. Banyak kondisi lain (termasuk komplikasi yang tidak diketahui) bisa menyebabkan hal yang merugikan, sehingga sangat mudah menyalahkan kondisi tali pusar yang melilit leher. Kelahiran mati masih menjadi area yang membutuhkan penelitian lebih lanjut. Dokter dan peneliti belum bisa meyakini faktor utama apa yang menyebabkan kasus ini.

  4. Tidak ada peningkatan risiko insiden tali pusar meski lilitannya cukup kencang

    Penelitian terbaru menemukan lilitan tali pusar yang kencang pada leher terjadi pada lebih dari 6,6 persen dari 200.000 kelahiran hidup. Lilitan yang kencang di sini diklasifikasikan tidak bisa dilepaskan dari kepala bayi. Temuan menyebutkan, bayi dengan tali pusar melilit kencang tidak lebih beresiko mengalami hemoglobin darah atau menerima transfusi pada hari pertama.

  5. Tali pusar melilit pada leher bukan indikasi bedah sesar

    Tidak ada alasan untuk melakukan operasi caesar karena leher janin terlilit tali pusar. Tidak ada penelitian yang mengidentifikasi efektifitas bedah sesar untuk menangani kondisi leher bayi yang terlilit tali pusar. Kondisi ini sangat jarang menimbulkan masalah. Bila Anda sangat ingin menghindari komplikasi terkait tali pusar, maka jangan menyobek membran ketuban untuk menghindari tekanan tali pusar, yang beresiko lebih tinggi untuk dilakukannya operas sesar.

  6. Biasanya ada intervensi lain yang menyebabkan stres janin

    Induksi persalinan, terutama yang menggunakan oksitosin sintetis, bisa menyebabkan janin stres. Sekali Anda menerima hormon buatan ini, kandungannya akan tetap ada hingga setelah melahirkan. Banyak calon ibu menerima epidural setelah induksi ini, karena oksitosin sintetis bisa membuat rahim bekerja sangat keras.

    Oksitosin buatan tidak bekerja seperti oksitosin alami, kontraksinya juga tidak seperti kontraksi persalinan alami. Dengan epidural, ibu tidak merasakan apapun, tapi bayi masih di bawah efek kontraksi yang kuat dan konstan karena oksitosin buatan. Rahim bekerja lebih keras dan lebih cepat, berarti persediaan darah dan oksigen bisa dengan mudah tertekan, bukan hanya akibat induksi, tapi juga karena ibu tidak boleh bergerak, hanya berbaring telentang

    Ini bisa memicu bayi menjadi stres dan membutuhkan bedah sesar darurat. Ini yang disebut cascade of intervention, Anda memulai satu intervensi (induksi), lalu mendaptkan lebih banyak intervensi medis yang dibutuhkan. Kondisi ini dengan mudah menjadi bola salju dan akibatnya muncul kebutuhan untuk melakukan operasi caesar darurat. Tapi bila janin Anda terdekteksi terlilit tali pusar di leher pada waktu yang bersamaan, ini bisa digunakan sebagai alasan bedah sesar, dengan tanpa melakukan investigasi lebih lanjut.

  7. Banyaknya simpul lilitan tali pusar belum tentu membahayakan

    Jumlah simpul tidak penting, Bun. Dari bagian atas, rahim, plasenta, dan tali pusar semua bergerak ke bawah bersama bayi selama persalinan. Selama tali pusar cukup panjang untuk membuat kepala bayi keluar, maka sisa tubuh bayi bisa keluar. Namun ada kasus tali pusar terlalu pendek untuk membuat bayi turun ke jalan lahir. Kalau mengalami kondisi ini, biasanya persalinan Anda tidak mengalami kemajuan dan perlahan janin menjadi stres. Dan yang sering terjadi, bayi masuk ke posisi sungsang sebelum persalinan.

    Penelitian menemukan sejumlah simpul lilitan tali pusar pada leher bervariasi jumlahnya dari 1 hingga 4, dan dua simpul atau lebih di sekitar leher mempengaruhi antara 2,5 hingga 8,3 persen kehamilan. Sebanyak 0,1 persen bayi memiliki 4 simpul lilitan atau lebih pada leher dan maksimal berjumlah 9.

    Penelitian juga menyebut kebanyakan bayi di penelitian ini memiliki nilai Apgar 7 hingga 10 (angka 10 yang terbaik) setelah satu menit, dan hanya 8 bayi memiliki nilai Apgar kurang dari 7 setelah 5 menit kelahiran.

(Ismawati)