Balita Dibaca 10,335 kali

Memandikan Bayi: Air Hangat atau Dingin ya?

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
Memandikan Bayi: Air Hangat atau Dingin ya?

Memandikan bayi untuk pertama kalinya mungkin sangat menegangkan untuk beberapa Ibu. Nah, agar tidak panik, ada beberapa aturan penting yang harus diikuti saat Ibu mau memandikan bayi. Aturan pertama dan paling penting adalah jangan pernah meninggalkan si kecil sendirian saat sedang memandikannya, meski hanya beberapa detik saja. Bagaimana dengan aturan yang lainnya? Simak yuk penjelasan berikut ini.

Suhu air untuk memandikan bayi

Bayi bisa menikmati atau justru merasa stres saat dimandikan. Suhu air mandi akan mempengaruhi mood si kecil saat mandi. Selalu pastikan untuk menggunakan air hangat, nyaman, dan terasa tidak panas sebelum memasukkan bayi ke dalam bak mandi. Idealnya, air untuk memandikan bayi sebaiknya memiliki suhu 37-38 derajat celcius. Ibu bisa gunakan termometer untuk memeriksa suhu air untuk memandikan bayi. Beberapa termometer dibuat berbentuk mainan yang aman dan menyenangkan. Bahkan ada juga bak mandi yang dilengkapi dengan termometer. Bila tidak ada termometer untuk memeriksa suhu air, gunakan siku Ibu untuk merasakan suhunya.  Air tidak boleh terasa panas atau dingin.

Saat mau mencampur air panas dan air dingin untuk memandikan bayi, masukkan air dingin lebih dulu, baru air panas. Campur air hingga merata untuk memastikan tidak ada titik panas. Hal ini untuk mengurangi risiko luka bakar pada bayi. 

Bila menggunakan keran air panas tanpa pengaman, coba ajarkan bayi untuk tidak menyentuh keran. Meski saat ini ia belum bisa memutarnya, tanpa kita sadari, dia akan tumbuh besar dan cukup kuat untuk memutar keran.

Bila keran air panas dan air dingin terpisah, Ibu bisa gunakan katup pada keran air panas. Ini akan mengontrol suhu air agar tidak terlalu panas ketika keluar dari keran. Ibu juga bisa mengatur sistem pemanas air sehingga suhu maksimumnya dibuat sampai 50C. Hati-hati ya Bu, anak kecil sangat rentan mengalami luka bakar tingkat dua dan tiga dalam hitungan detik atau saat ia terkena air yang tidak terlalu panas.

Meski mandi di air hangat, si kecil bisa merasa kedinginan saat sesi mandi selesai dan ia dikeluarkan dari bak mandi. Untuk menghindari kondisi tersebut, ketika mengangkat bayi keluar dari bak mandi, selimuti tubuhnya dengan handuk dan keringkan sebelum memakaikannya popok. Lalu selimuti kembali si kecil dengan handuk kering atau selimut, beri pelukan untuk membuatnya hangat sebelum dipakaikan baju.

Kedalaman air di bak mandi

Untuk newborn hingga usia 6 bulan, isilah bak mandi hingga sekitar 13 cm saat mau memandikan bayi. Atau pastikan jumlah air dapat merendam bahu bayi di posisi berbaring. Jangan mengisi bak mandi melebihi batas pinggang di posisi duduk untuk bayi yang lebih besar. Jangan letakkan bayi di dalam air ketika air masih mengalir karena kedalaman air bisa cepat naik dan membuat si kecil tenggelam.

Seberapa sering kita harus memandikan bayi?

Bayi baru lahir tidak harus mandi setiap hari, khususnya jika Ibu membersihkan tubuh si kecil dengan bersih saat mengganti popok. memandikan bayi sebanyak tiga kali dalam di bulan pertamanya di anggap cukup. Ketika bayi mulai bergerak, termasuk merangkak atau berjalan, ia butuh mandi lebih sering karena akan sering berkeringat. Frekuensinya akan semakin bertambah saat si kecil sudah mulai diberikan MPASI.

Perhatikan ini saat memandikan bayi

Pada beberapa minggu pertama, Ibu bisa memandikan bayi dengan washlap basah hanya untuk membersihkan sisa ASI dan menjaga area popok bersih dari sisa urin dan feses. Semua bayi bisa dimandikan dengan lap basah hingga tali pusarnya puput, yang biasanya terjadi antara 1 hingga 4 minggu setelah lahir.

Bayi yang disunat juga dapat dimandikan dengan cara dilap hingga area genitalnya sembuh sepenuhnya, kira-kira satu atau dua minggu setelah disunat. Membungkuk di bak mandi biasa dan membersihkan tubuh bayi yang licin akan terasa sulit bagi orang tua baru, terutama ibu yang sedang dalam proses pemulihan setelah melahirkan. jadi siap-siap ya Bu.

Si kecil juga bisa menangis kaget saat kita memandikannya di bathtub dengan jumlah air yang sangat banyak. Jika memandikan bayi di bathtub, air dengan tinggi 5-7 cm sudah cukup untuk membersihkan tubuh bayi.

Yang perlu diwaspadai, kulit bayi tidak boleh berubah jadi berwarna merah selama atau setelah mandi karena itu tandanya ia kepanasan. Bayi biasanya akan sedikit menangis ketika ditempatkan di bak atau ada juga yang menangis sepanjang ia dimandikan. Jika terjadi, ini bisa mengindikasikan kalau suhu air terlalu panas atau dingin untuk bayi, tapi bisa juga karena ia  tidak suka mandi.

Sebaiknya hindari memandikan bayi dengan air dingin karena dapat memicu bayi menggigil, serta membuat bibir, jari tangan, dan jari kaki berubah kebiruan.

Kapan bayi boleh mandi air dingin?

Sebenarnya tidak ada patokan usia kapan kita bisa memandikan si kecil dengan air dingin. Si kecil bisa mulai dikenalkan dengan air bersuhu dingin saat usianya 6 bulan ketikan kondisi fisiknya sudah kuat. Namun, saat memandikannya jangan terlalu lama, ya. Ibu juga harus memperhatikan beberapa kondisi, misalnya pada bayi prematur sebaiknya tunda mandi dengan air dingin sampai anak sudah cukup besar karena kulit bayi prematur biasanya lebih tipis dari bayi pada umumnya.

Cara aman memandikan bayi

Ketika meletakkan bayi di bak mandi, pegang dengan kuat bagian bawah bokong bayi dengan satu tangan. Tempatkan tangan lain di bawah punggung, leher, dan bahu bayi. Ketika bayi sudah di dalam bak dan siap dimandikan, Ibu bisa gunakan tangan yang menopang bokong untuk membilas dan menuangkan air. Tetap pegang bayi dengan satu tangan dan topang kepala bayi di atas air.

Anda bisa gunakan alat bantu agar kedua tangan bisa leluasa memandikan bayi. Bila bayi belum bisa duduk, alat cradle bath akan menopang tubuhnya di air. Jika si kecil sudah lebih besar dan bisa duduk, Anda bisa mendudukkannya di dalam bak.

Bila menggunakan bak mandi ukuran besar atau bathtub, letakkan matras karet di dasar bak agar si kecil tidak terpeleset. Ketika bayi bertambah besar, ajarkan untuk selalu duduk di saat mandi. Ini akan membuatnya segan berdiri, dan membuatnya terhindar dari kejadian tergelincir atau hilang keseimbangan. Jangan lupa untuk biasakan mengosongkan bak mandi segera setelah selesai digunakan.

(Ismawati)