Balita Dibaca 6,421 kali

Panduan Bagi Ibu yang Memberi Bayinya Susu Formula

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya
Panduan Bagi Ibu yang Memberi Bayinya Susu Formula
Ada banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk memberi susu formula buat anak. Sebagai langkah awal, Anda perlu belajar bagaimana cara mensterilkan botol susu. Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara memberikan susu formula pada bayi melalui botol dan seberapa sering. Panduan kami berikut ini akan membantu Anda memulainya.
Yang pasti Anda perlu mensterilkan botol susu bayi. Lakukan ini setiap kali Anda akan memberi susu pada bayi. Sterilisasi akan membunuh kuman yang bisa berkumpul pada botol susu dan susu bayi. Kuman ini bisa membuat bayi Anda sakit. Anda bisa memilih cara sederhana dengan memasukkan botol dan dot ke air mendidih selama 10 menit untuk mensterilkannya. Atau sterilkan dengan sterilizer yang sudah banyak dijual di pasaran.
Alangkah baiknya juga jika Bunda mencuci dan mensterilkan sendok susu yang sudah termasuk dalam kemasan susu formula. Untuk mensterilkan alat minum bayi Anda, Anda memerlukan alat steril elektrik atau larutan pensteril.

Cara Menyiapkan Susu Formula Untuk Anak

Untuk menyiapkan susu formula dalam botol, ikuti instruksi pada kemasan dengan hati-hati. Berikut ini hal yang perlu Anda lakukan:
  • Didihkan air dan tunggu hingga dingin selama kurang dari setengah jam. Kira-kira sampai air bersuhu 70C.
  • Tuangkan air sesuai takaran di petunjuk ke dalam botol susu.
  • Tambahkan beberapa sendok susu formula sesuai takaran yang tersedia.
  • Pasang dot susu dan tutupnya lalu kocok botol hingga semua bubuk susu larut. Jangan tutup dot dengan jari tangan saat mengocoknya ya Bunda, untuk menghindari kontaminasi bakteri dari tangan Anda.
  • Periksa suhu susu dengan meneteskan sedikit ke bagian dalam pergelangan tangan Anda. Susu harus terasa hangat, bukan panas.
Ketika Anda memberi susu botol pada bayi, miringkan botol perlahan agar bagian ujung dot selalu penuh dengan susu, bukan udara. Bayi Anda akan menghisap susu dengan beberapa kali jeda. Jeda ini memberinya waktu untuk merasa kenyang atau belum. Jika Anda mendengar banyak suara menghisap saat bayi Anda minum, ia mungkin terlalu banyak menghirup udara. Untuk membantu bayi mengurangi menghisap udara, topang agar tubuhnya sedikit miring. Tetap miringkan botol agar dot dan leher botol selalu terisi oleh susu formula.

Berapa Banyak Susu Formula Yang Bayi Butuhkan?

Selera makan bayi Anda bisa bervariasi dari hari ke hari bahkan dari bulan ke bulan, jadi biarkan ia yang menentukan. Bayi Anda akan minum susu sesering yang ia butuhkan, selama Anda belajar mengetahui petunjuk dan responnya. Bila bayi Anda baru saja lahir, ia perlu minum susu dalam jumlah sedikit dan sering, jadi berikan susu setiap dua atau 3 jam.
Biarkan ia minum selama yang ia mau. Jika ia merasa sudah cukup, jangan paksa ia untuk minum lebih banyak. Saat bayi bertambah besar, ia akan mampu mengatur minum yang lebih banyak dan memiliki jeda lebih lama untuk tiap waktu minum.
Aturan umumnya, bayi Anda memerlukan antara 150 hingga 200 ml susu formula per kilogram berat tubuhnya setiap hari. Jadi jika bayi Anda memiliki berat badan 3 kg, ia akan membutuhkan antara 450 hingga 600 ml susu formula selama 24 jam untuk mengatasi rasa laparnya.

Menghangatkan Botol Susu Yang Belum Diminum Bayi

Anda bisa menghangatkan botol berisi susu di dalam panci, teko, atau mangkok yang berisi air hangat. Tinggalkan botol di air tidak lebih dari 15 menit. Anda juga bisa membeli penghangat botol elektrik, yang memerlukan sekitar 4 hingga 6 menit untuk memanaskan botol untuk suhu sempurna bagi bayi Anda.
Akan sangat baik bila Anda membuat susu formula hanya ketika si kecil hendak menium susu saja.Ini karena susu bubuk tidak steril, dan bakteri bisa bertahan di dalam susu meski Anda menggunakan air yang steril untuk mencampurnya. Meski jika Anda menyimpan susu formula di dalam lemari pendingin, bakteri bisa tetap muncul dalam beberapa jam.
Meski begitu, mungkin ada saat dimana Anda harus menyiapkan stock susu formula yang sudah dilarutkan di dalam botol lebih dulu. Ini pasti sering terjadi jika Anda memiliki bayi kembar, atau Anda pergi berbelanja dan tidak ingin meracik susu di tempat yang banyak bakteri.
Jika memang begitu, Bunda sebaiknya menyiapkan satu sajian susu formula saja untuk digunakan pada jadwal menyusu berikutnya. Setelah dibuat, Bunda bisa menyimpannya dalam cooler bag atau kulkas. Racikan susu formula yang disimpan dalam cooler bag masih aman diminum dalam beberapa jam setelah sufor dibuat. Sedangkan jika disimpan di kulkas, kualitasnya aman untuk dikonsumsi sampai 12 jam dari sufor dibikin.

Jangan Lakukan Ini Saat Membuat Susu Formula untuk Bayi

  • Jangan menidurkan bayi dengan botol susu di mulutnya. Ini bisa mengakibatkan resiko tersedak dan memicu terjadi infeksi telinga dan kerusakan gigi saat mulai tumbuh.
  • Jangan menghangatkan botol susu di microwave. Kenyamanannya memang cukup menggoda, tapi microwave tidak secara merata memanaskan botol, menciptakan titik panas yang bisa membakar mulut bayi.
  • Ada alasan medis di balik takaran banyaknya sufor yang harus digunakan yang tertera pada petunjuk pembuatan. Jadi tetap ikuti panduannya dan hindari mengencerkan dengan terlalu banyak air atau memberikan air putih untuk bayi sebelum ia berumur 6 bulan.

Menjalin Ikatan Batin dengan Anak yang Diberi Susu Formula

Ketika Anda tidak bisa menyusui, memilih untuk tidak melakukannya, atau mengkombinasikan antara ASI dan susu formula, Anda sebenarnya tidak kehilangan momen untuk menjalin ikatan batin dengan si kecil. Memberi susu (baik itu formula atau ASIP) melalui botol juga memberi Anda dan bayi kesempatan untuk saling mengenal.
Salah satu caranya adalah dengan menatap mata si bayi saat Anda memberinya susu dengan botol. Saling menatap adalah cara lain untuk melepaskan hormon oksitosin. Tapi untuk memastikan si kecil melihat Anda, wajah Anda harus berjarak 8 hingga 10 inci dari wajahnya saat Anda menggendongnya.
Bayi yang menerima ASI secara otomatis mendapat perspektif berbeda setiap kali ia bertukar payudara, tapi tidak ada alasan kenapa menyusu dengan botol tidak bisa memperoleh hal yang sama. Jadi ganti posisi menggendong bayi Anda di tengah ia menyusu dari botolnya. Hal ini tidak hanya memberi istirahat pada bahu dan punggung Anda dari rasa sakit yang bisa disebabkan karena berada terlalu lama pada satu posisi, tapi bayi kecil Anda juga akan menikmati pemandangan baru.
Kadang Anda sangat merasa lelah dan hanya ingin menenangkan si kecil tanpa harus mengajaknya ia mengobrol, tak ada yang salah tentang hal itu. Tapi selagi Anda bisa, Bunda, berbicara dan bernyanyilah saat ia menghabiskan susu botolnya. Suara Anda seperti musik di telinga bayi dan membuat sesi menyusu menjadi lebih istimewa. Anda juga bisa melemparkan senyuman saat berbicara dengannya, saling tersenyum adalah cara lain orangtua dan bayi menjalin keterikatan batin.
(Ismawati)