Balita Dibaca 2,021 kali

Tips Memilih Daycare untuk Si Kecil

Share info ini yuk ke teman-teman
Dini

Terakhir diperbaharui 03 Oktober, 2019 12:10

Tips Memilih Daycare untuk Si Kecil

Bagi working mom, menentukan siapa pengasuh anak selama Anda berada di kantor adalah  hal yang sangat penting. Namun memilih pengasuh bukalah hal yang mudah. Anda tentu tidak ingin anak diasuh oleh sembarang orang bukan?

Ada beberapa opsi yang bisa Anda ambil, yakni menitipkan anak kepada orang tua, keluarga, menggunakan jasa baby sitter, atau menitipkan anak di daycare center (tempat penitipan anak). Silakan dipertimbangkan mana yang paling tepat dan Anda percaya dalam mengasuh si kecil.

Jika tidak ada anggota keluarga yang bisa membantu dan Bunda tidak mendapatkan babysitter yang sesuai dengan kriteria, Bunda bisa mencoba pengasuhan ala daycare center. Namun, sekali lagi, pertimbangkan masak-masak sebelum Anda mengambil keputusan agar tidak kecewa di kemudian hari.

Memilih daycare center gampang-gampang susah. Anda setidaknya harus melakukan penjajakan berbulan-bulan sebelumnya demi mendapatkan informasi yang akurat tentang tempat pengasuhan anak yang Anda inginkan tersebut. Pastikan daycare center pilihan Anda memiliki kurikulum yang tepat dan metode pengasuhan yang bisa mengembangkan pola pikir dan bakat balita Anda.

Bunda tertarik memilih daycare untuk menitipkan si kecil ? Berikut rambu-rambu yang bisa Anda pelajari sebelum benar-benar membulatkan tekad untuk memilih daycare.

  

  1. Perhatikan reputasinya. 

    Bunda, Anda boleh mempercayai penilaian bunda-bunda lainnya terhadap sebuah daycare center. Tapi tentu saja Anda harus banyak bertanya ke sana-sini untuk memastikan apakah penilaian negatif tersebut memang benar, atau berlaku pada satu atau dua bunda saja. Buat semacam survei kecil-kecilan kepada tetangga atau bunda-bunda yang anaknya pernah dititipkan di daycare center pilihan Anda.

    Tanyakan kepada mereka: apakah tempat penitipan ini populer? Apa pernah ada kejadian anak hilang atau terluka di sana? Jika hati kecil Anda mengatakan agak kurang sreg dengan daycare center itu setelah mendengar jawaban para bunda lain, lebih baik Anda melupakan rencana Anda memilih daycare tersebut untuk si kecil.

       

  2. Amati peraturannya.

    Apakah daycare center yang Anda incar memiliki peraturan dan kebijakan yang jelas, mulai hal terkecil seperti jam operasional hingga tata cara penanganan hal-hal darurat? Jika tidak, sebaiknya Anda mencoretnya dari daftar incaran Anda. Sebab, peraturan dan kebijakan sebuah daycare center adalah penting. Daycare center tanpa peraturan dan tata tertib jelas, sekecil apapun, biasanya juga memiliki masalah kepengurusan.

    Agar lebih yakin, Bunda bisa meminta salinan kebijakan daycare center tersebut. Jika mereka tidak dapat memberikannya, Anda patut waspada. Memang benar, ada kalanya in-home daycare menghendaki suasana lebih fleksibel dan tidak terlalu formal. Namun in-home daycare yang baik tetap harus memiliki jadwal, safety policy, dan lingkungan fisik yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

    Begitu pula jika daycare center itu tidak memiliki kebijakan untuk si sakit, Anda sebaiknya mencari alternatif lain. Misalnya, ketika anak atau staf yang demam atau flu tetap diperbolehkan hadir di daycare center, maka berarti di hari-hari lain anak Anda akan mudah terserang penyakit yang dibawa oleh teman atau staf daycare.

    Daycare center yang baik hendaknya rutin mengajak anak maupun staf imunisasi dan checkup. Kebijakan ini menunjukkan betapa serius daycare tersebut dalam mengawasi kesehatan anak-anak di sana. So Bunda, kalau Anda menemukan daycare center tanpa peraturan dan kepengurusan yang jelas, sebaiknya cari yang lain saja, ya?

      

  3. Lihat latar belakang staf.

    Jika karyawan daycare center tampak tidak berkualitas, carilah alternatif. Bunda sebaiknya memilih tempat di mana para stafnya setidaknya memiliki latar belakang perkembangan anak sehingga paham betul apa yang diperlukan anak, mulai tidur, disiplin, hingga makan. Tidak hanya itu, staf daycare center hendaknya memiliki sifat tanggung jawab, antusiasme tinggi, dan tampak siap dalam mengasuh buah hati Anda.

    Perhatikan betul bagaimana para staf berinteraksi dengan anak-anak. Jika Anda pernah melihat atau mendengar cerita staf berkata kasar kepada anak, apalagi sampai memukul, ini adalah pertanda kalau Anda tidak boleh memilih daycare tersebut.

      

  4. Sudah tepatkah kurikulumnya?

    Ini juga tak kalah pentingnya saat memilih daycare. Sebuah daycare center dapat dipercaya jika menawarkan kurikulum yang dapat membantu perkembangan balita Anda. Katakan tidak kepada daycare center yang tidak memiliki program harian atau menawarkan program yang statis dan tidak menantang. Bunda tentu ingin anak berkembang skill maupun pengetahuannya, bukan?

    Karena anak membutuhkan variasi, perubahan, dan kesempatan untuk berkembang, maka sebuah daycare center yang baik seharusnya menawarkan beragam aktivitas yang dapat dilakukan secara berkelompok maupun secara individu.

    Coba Bunda amati aktivitas anak-anak saat Bunda melakukan survei terhadap daycare center pilihan Anda. Jika anak bayi kebanyakan berada di ayunan, kursi bayi, atau alat-alat penggendong bayi lainnya, Anda patut berpikir dua kali.

    Begitu pun jika Anda melihat kebanyakan aktivitas balita di sana itu-itu saja, atau balita hampir selalu dicekoki tayangan televisi atau media elektronik lainnya, segera coret daycare center tersebut dari daftar Anda.

    Perhatikan juga area seni di sana, apakah suplai perlengkapannya memadai? Apakah ada lukisan atau corat-coret anak di tembok? Jangan ragu bertanya kepada para staf tentang jadwal harian anak maupun aktivitas khusus di sana. Apakah anak-anak sering diajak keluar? Jika ya, apakah Anda merasa anak-anak aman dan nyaman ketika keluar?

    Lihat pula jenis mainan yang disediakan. Daycare center yang baik selain mampu merangsang kreativitas dan imajinasi anak, juga memberi pilihan mainan sesuai umur anak-anak. Sebab ada beberapa mainan yang memiliki elemen kecil yang dapat membuat anak di bawah usia 3 tahun tersedak.

      

  5. Apakah fasilitasnya sudah bersih dan aman?

    Hindari memilih daycare center yang menawarkan fasilitas kotor dan tidak aman. Perhatikan betul Bunda, apakah area perlengkapan makanan mereka bersih atau justru dekat toilet atau tempat ganti popok? Bagaimana lantai dan dindingnya, khususnya di area makan, apakah bersih? Bagaimana  pula suhu ruangan, cahaya, dan ventilasinya? Coba juga memegang 1 mainan, seberapa lengket mainan tersebut? Apakah perlengkapan bermain lainnya selalu bersih dan terjaga? Sinyal tidak bagus jika Anda melihat staf daycare center tersebut tidak mencuci tangan usai mengganti popok atau jika Anda melihat banyak debu dan kotoran di sana-sini.

    Selain kebersihan, Bunda juga sebaiknya memeriksa keamanan di sana. Apakah jendela di lantai atas aman buat anak-anak? Apakah obat-obatan dan benda-benda berbahaya berada jauh dari jangkauan anak-anak?  Cari tahu apakah pintu masuk dan keluar daycare center dijaga ketat sekuriti sehingga tidak ada orang asing yang masuk? Segera jauhi tempat yang memiliki masalah keamanan, ya Bunda?

      

  6. Apakah para staf dibayar layak?

    Kembali ke persoalan staf, mungkin terdengar kurang pantas, namun Anda bisa mencari tahu apakah para staf memperoleh bayaran yang layak atau tidak. Sebab, jika para staf mendapat bayaran sangat kecil, sementara pekerjaan mereka cukup rumit yakni berhadapan dengan anak-anak, bisa jadi mereka kurang semangat dalam merawat anak Anda.

(Dini)