Balita Dibaca 20,893 kali

Mengatasi ASI yang Mengalir Terlalu Deras

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 08 Oktober, 2018 06:10

Mengatasi ASI yang Mengalir Terlalu Deras
Beberapa ibu menyusui sering mengalami ASI bocor atau memancar, bahkan sejak mereka hamil, khususnya ketika payudara dalam kondisi penuh. Kondisi ini biasanya terjadi di pagi hari ketika persediaan ASI sedang banyak-banyaknya.

 

Selain pemicu fisik, ada juga faktor emosional untuk kondisi spontan ini. Payudara Anda mulai menetes ketika Anda memikirkan atau berbicara tentang si bayi meski ia berada di ruangan lain atau di kota yang berbeda. Kadang mendengar bayi menangis meski bukan bayi Anda atau memandang foto si kecil bisa mengakibatkan kebocoran ASI.  Mandi air hangat juga bisa menyebabkan ASI menetes atau kadang baju Anda basah karena ASI ketika tidur, tapi kadang kebocoran ASI ini terjadi tanpa sebab yang jelas.

 

Payudara bisa bocor ketika ASI sangat penuh sehingga alirannya deras. Kebocoran paling umum dialami wanita yang memproduksi terlalu banyak ASI. Sering-seringlah menyusui jika ASI Anda terlalu banyak di hari-hari awal menyusui. Memang langkah ini tidak membuat produksi ASI menurun, tapi Anda bisa segera mendapat ritme menyusui yang terbaik bagi Anda dan bayi. Dengan begitu Anda akan memproduksi jumlah ASI yang tepat untuk tiap sesi menyusui.

 

Susui bayi sebelum payudara terasa penuh. Jika payudara penuh tapi bayi belum siap untuk menyusu, Anda bisa memompa ASI terlebih dahulu. Memompa dimaksudkan untuk membuat payudara tidak terlalu penuh, tapi jangan berlebihan agar persediaan ASI Anda tidak semakin meningkat.

 

Meski Anda tidak bisa mengontrol aliran ASI, Anda bisa mengantisipasinya. Jika satu payudara selalu bocor ketika bayi menyusu di payudara lain, letakkan kain atau breast pad di dalam bra sebelum menyusui. Breast pad akan menjadi teman terbaik Anda untuk  menyerap kebocoran serta menjaga baju tetap kering dan bersih. Anda bisa gunakan breast pad sekali pakai atau yang bisa dicuci ulang, tapi segeralah ganti bila breast pad telah basah untuk menghindari iritasi dan bakteri tidak berkembang-biak di puting. Ketika di luar rumah atau bepergian, bawa baju atasan dan breast pad serta kenakan baju yang bisa menyamarkan noda ASI.

 

Bunda juga bisa mengumpulkan ASI yang bocor untuk disimpan dan digunakan nanti menggunakan breast shells. Jika ASI memancar atau bocor di waktu yang tidak tepat, misalnya ketika Anda sedang berbincang dengan teman, silangkan lengan pada payudara dan tekan dengan kuat. Ini akan menghentikan aliran ASI yang terlalu deras.

 

Kebocoran ASI kemungkinan terjadi selama beberapa minggu pertama menyusui. Anda bisa menyusui dengan normal pada 6 hingga 10 minggu pertama menyusui. Tidak perlu khawatir Bunda,  payudara yang bocor adalah tanda tubuh bersemangat memproduksi ASI untuk bayi. Walaupun ASI bocor, Bunda tetap bisa menyusui, bahkan dengan semakin sering menyusui, aliran ASI akan berkurang derasnya. Sering menyusui juga bisa mencegah saluran ASI tersumbat yang nantinya akan membuat Anda tidak nyaman.

 

ASI yang mengalir deras tidak akan menyakiti bayi, tapi kadang ada anak yang tidak menyukainya. Beberapa bayi mungkin akan menolak disusui jika payudara Bundanya penuh dan ASI yang memancar deras membuat ia terbatuk. Bayi juga akan sulit melakukan pelekatan, menekuk tubuhnya menjauh dari Anda, dan menjadi kesal. Tapi bayi yang ibunya memproduksi banyak ASI dapat menambah berat badan dengan cepat.

 

Selalu periksa ya Bun, apakah si kecil sudah bisa melakukan pelekatan dengan baik karena akan sedikit sulit baginya untuk memasukkan bagian puting dan areola ke dalam mulut jika ASI Bunda menetes dan menyembur. Tips berikut bisa membatu bayi melakukan pelekatan:

 

  • Pelekatan bayi bisa lebih baik jika Anda memvariasikan posisi menyusui. Coba dudukkan bayi menghadap Anda, dengan posisi seperti koala. Anda juga bisa berbaring atau telentang dengan bayi di atas Anda, dengan begitu Bunda bisa memanfaatkan gravitasi untuk memperlambat aliran ASI.
  •  
  • Sebelum tiap kali menyusui, pompa ASI untuk memperlambat alirannya. Anda bisa membuang atau menyimpan ASI di wadah steril untuk diberikan pada bayi nanti. Jangan memompa terlalu banyak dan jangan memompa di antara waktu menyusu. Semakin banyak ASI yang Anda pompa, semakin banyak Anda akan memproduksi ASI.
  •  
  • Ketika bayi mulai menghisap, dan terjadi pelekatan, tahan semburan dengan handuk. Jika ia sudah mulai menghisap, Anda perlu menghentikan sementara hisapan bayi. Lalu biarkan bayi menyusu kembali ketika aliran sudah sedikit melambat.
  •  

 

Bila Anda terus memproduksi ASI berlebih, bayi mungkin tidak bisa melakukan pelekatan dengan tepat. Jika pelekatan bayi tidak baik, Bunda mungkin akan menyusuinya lebih sering. Padahal semakin sering Bunda menyusui bayi, ASI yang diproduksi bisa bertambah banyak. Jadi selalu pastikan si kecil telah melekat sempurna, ya Bun. ASI yang deras juga dapat membuat bayi kenyang lebih cepat karena ia meminum ASI yang sangat melimpah di awal sesi menyusui. Kondisi ini tidaklah baik karena bila ia terlalu cepat kenyang dengan ASI yang keluar di awal menyusui (foremik), ia tidak bisa mendapat ASI kental (hindmilk) yang biasanya keluar setelah satu payudara cukup lama disusui.

 

Terlalu banyak ASI yang kaya kandungan laktosa dan air (foremilk) mengakibatkan feses bayi berwarna hijau, encer, atau berbuih. Ia juga pasti akan merasa tidak nyaman karena tubuhnya tidak mampu memproses laktosa. Jika bayi pelekatannya bagus tapi payudara masih terasa sangat penuh, Anda bisa coba hanya menyusui pada satu payudara untuk dua hingga empat kali sesi menyusu. Lalu Anda bisa memompa payudara yang lain agar tidak terlalu penuh. Teknik ini akan mengurangi persediaan ASI dalam satu atau dua hari. Jadi Bunda harus awasi berat badan bayi pada minggu berikutnya.

 

Jika bayi merasa kesal dan menolak payudara Bunda, carilah bantuan dari spesialis laktasi. Di awal masa menyusui, Anda dan bayi membutuhkan latihan lebih banyak atau bayi mungkin akan lebih memilih menyusu pada satu payudara saja. Jika bayi menolak menyusu, Anda bisa memompa ASI dan memberikannya melalui cupfeeder. Ini akan membuatnya menjadi lebih tenang. Kemudian secara perlahan Anda bisa mengurangi pemberian ASI perah tersebut, sampai akhirnya bayi bisa kembali menyusu langsung dari payudara lagi. Ketika pelekatan sudah baik, bayi Anda akan mampu mengatasi aliran ASI. Bila Bunda terus memompa ASI sampai melebihi kebutuhan bayi, Anda bisa mendonasikan ASI pada bayi yang ibunya tidak bisa menyusui. Bunda bisa menemukan mereka biasanya di forum ibu menyusui atau komunitas sejenis.

(Ismawati)