Balita Dibaca 1,456 kali

3 Posisi Menyusui ini Wajib Bunda Coba!

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 28 September, 2017 15:09

3 Posisi Menyusui ini Wajib Bunda Coba!
Menyusui adalah proses alami yang akan dilalui oleh para Ibu setelah melahirkan sang buah hati. Meskipun nampak mudah, menyusui ternyata membutuhkan keahlian serta teknik tertentu lho, Bun. Demi mendapatkan koordinasi yang baik serta rasa nyaman, maka Bunda perlu mempelajari bagaimana caranya memegang dan menopang tubuh si kecil saat menyusui.
Dengan sedikit kesabaran dan latihan, maka proses menyusui akan berlangsung senyaman mungkin dan jauh dari tangis rewel sang buah hati. Kalau bayi nyaman dalam dekapan Bunda, maka bisa jadi ia akan menyusu untuk waktu cukup lama sehingga kebutuhan nutrisinya akan terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu, Ibupedia akan berbagi info tentang macam-macam posisi menyusui, siapa tahu salah satu metode berikut ini tepat untuk Anda praktekkan. Selamat membaca!

1. The Cradle Hold

Posisi menyusui ini adalah posisi paling klasik dan banyak dijumpai di masyarakat. Bunda hanya perlu mendekap kepala si kecil menggunakan lengan Anda. Duduklah di kursi yang memiliki sandaran lengan atau berbaringlah di kasur dengan banyak bantalan. Letakkan kaki di meja, kursi, tumpukan buku, dan permukaan tinggi lainnya agar menjaga supaya badan Bunda tidak membungkuk ke arah si kecil.
Dekap ia di pangkuan Anda (atau boleh juga menggunakan tambahan bantal) sehingga si kecil dapat berbaring miring ke arah payudara Anda. Pastikan agar muka, perut, dan lututnya menghadap ke arah Bunda. Pastikan agar lengan anak tidak tertekuk dalam posisi janggal.
Jika bayi menyusu pada payudara sebelah kanan, maka baringkan kepalanya di ujung lengan kanan Bunda. Lebarkan tangan dan topanglah leher, punggung, serta pantat anak Anda. Amankan lututnya agar menghadap ke arah Bunda dan pastikan ia berbaring di posisi horizontal.
The Cradle Hold ini paling baik digunakan bagi Bunda yang menjalani persalinan normal. Beberapa Ibu mungkin menganggap posisi cradle hold ini cukup menyulitkan, karena mulut bayi jadi susah diarahkan menuju puting. Kalau memang menyulitkan Bunda, maka ada baiknya menunggu sampai bayi berusia satu bulan dulu agar otot lehernya lebih kuat. Apabila buah hati Anda memiliki kesulitan dalam menyusu atau memiliki tubuh kecil, maka posisi ini juga akan membantu kepalanya tetap dekat pada puting Anda.

2. The Clutch atau Posisi Sepak Bola

Clutch? Kok seperti nama jenis tas, ya? Yup, tepat sekali. Sama halnya dengan cara membawa clutch bag, pada posisi ini bayi juga Anda letakkan dalam posisi 'dikepit', yakni membaringkan sang buah hati di bawah salah satu lengan. Pertama-tama, letakkan bayi pada salah satu sisi tubuh Anda, tepat di bawah lengan. Posisi si kecil harus mengarah pada Anda dengan hidung sejajar puting dan kakinya menunjuk pada punggung Bunda. Istirahatkan lengan Anda di bantal atau sandaran lainnya agar tidak capek. Jangan lupa pula untuk memegang bahu, leher, serta kepala anak dengan tangan Anda.
Saat mengarahkan bibir bayi menuju puting, hati-hati lah agar jangan sampai terlalu keras memaksakan anak untuk menyusu. Kalau ia menolak menyusu dan menggerak-gerakkan kepalanya demi berusaha lepas dari tangan Bunda, maka tunggulah sampai ia berhenti rewel dulu.
Posisi clutch ini cocok bagi Ibu hamil yang melahirkan dengan operasi caesar karena Anda tidak perlu membaringkan si kecil di perut. Selain itu, kalau anak memiliki problem menyusu dan sulit untuk 'menangkap' puting Bunda, maka dengan posisi ini si kecil pun akan semakin mudah diatur. The clutch juga cocok diaplikasikan oleh para wanita yang memiliki dada besar, puting rata, atau Ibu dengan bayi kembar.

3. Reclining Position

Agar dapat menyusui dengan berbaring miring di kasur, maka Bunda membutuhkan sedikit pertolongan dari orang-orang terdekat. Mintalah suami atau kerabat Anda untuk meletakkan beberapa bantalan di belakang punggung Bunda sebagai penopang tubuh. Kalau perlu, sediakan bantal pula untuk menopang kepala, bahu, serta lutut juga agar bentuk badan antara punggung dan pinggang Bunda lurus sempurna.
Kemudian, baringkan si kecil agar menghadap Anda di salah satu sisi tubuh. Dekatkan dan dekaplah kepala anak ke arah puting Bunda menggunakan tangan atau lengan bagian bawah. Apabila si kecil membutuhkan posisi lebih tinggi atau lebih dekat dengan payudara, maka letakkan saja beberapa bantal kecil atau tumpukan selimut di belakang kepala anak.
Buatlah posisi ini senyaman mungkin dan pastikan agar si kecil tidak bersusah payah menggapai puting serta Anda sendiri juga jangan sampai membungkukkan badan ke arah anak. Cukup naikkan payudara dan arahkan putingnya menuju mulut bayi menggunakan salah satu tangan. Posisi reclining ini akan sangat membantu proses penyembuhan bagi para Ibu yang melahirkan dengan cara caesar serta mereka yang memiliki kesulitan saat persalinan.

Perhatikan Hal Ini Saat Menyusui Anak

Apapun cara menyusui yang Anda pilih, pastikan agar si kecil juga merasa nyaman ya, Bun! Berikut adalah hal-hal lainnya yang harus Bunda perhatikan seputar menyusui;

A. Menopang payudara itu penting!

Payudara akan semakin membengkak dan berat selama proses pembentukan susu. Saat menyusui, cobalah sesekali menopang payudara Bunda dengan teknik C-hold yakin 4 jari di bawah payudara dan jempol di bagian atas. Buatlah agar sudut jari terlihat seperti huruf C.
Sebagai catatan, Bunda sebaiknya meletakkan jari paling tidak 2 inci di belakang puting dan aerola agar bayi tidak keliru menghisap jempol Bunda. Agar proses menyusui lebih mudah, maka letakkan lengan bayi di salah satu sisi badannya lalu dekap ia secara lembut agar tangannya tidak bergerak-gerak terus.

B. Menopang bayi

Rasa aman dan nyaman akan membuat bayi senang saat menyusu. Alhasil, waktu memberikan ASI pun berjalan lancar dan efisien. Demi kenyamanan tersebut, Bunda harus pintar menggunakan tangan, lengan, bantal, atau tumpukan selimut untuk membantu menopang kepala, punggung, leher, dan pingang si kecil tetap lurus.

C. Sesekali, ubahlah rutinitas Anda

Tak ada salahnya bereksperimen dengan bermacam-macam posisi menyusui sampai Bunda benar-benar menemukan metode yang paling cocok. Mencoba berbagai variasi saat menyusui juga akan membantu Bunda terhindar dari nyeri puting. Sebab, setiap metode menyusui memberikan tekanan yang berbeda pada daerah puting. Bayangkan kalau Bunda cuma memakai cara yang itu-itu saja, maka bisa dipastikan kalau bayi hanya akan menyusu di tempat yang sama.

D. Merilekskan pikiran sebelum menyusui

Ambillah napas dalam-dalam, pejamkan mata, bayangkan hal-hal indah yang menenangkan hati, lalu mulailah menyusui. Ya, bagi beberapa Ibu, proses memberikan ASI memang cukup membuat capek. Letakkan segelas air dingin, susu, atau jus di meja dekat Anda selama menyusui si kecil. Tetaplah terhidrasi agar produksi susu juga berjalan baik.

E. Kapan waktu yang tepat untuk berhenti menyusui?

Umumnya, bayi memiliki otoritas penuh kapan dia akan berhenti menyusu. Apabila Anda hendak mengubah posisi bayi, segera letakkan ia pada payudara yang lain atau hentikan proses menyusui tersebut dengan cara memasukkan jari Bunda di ujung mulut si kecil.
(Yusrina)