Kelahiran Dibaca 13,535 kali

10 Tips Menyusui Bayi dengan Puting Datar atau Tertarik ke Dalam

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 11 November, 2018 03:11

10 Tips Menyusui Bayi dengan Puting Datar atau Tertarik ke Dalam

Menyusui bayi dengan puting datar memang cukup menantang buat para Ibu. Puting datar atau flat nipple adalah kondisi di mana puting tidak menonjol dari area sekitarnya yang disebut areola dan tidak keluar ketika distimulasi. Ini kadang membuat bayi mengalami kesulitan saat melakukan pelekatan. Ini membuat proses menyusui bayi jadi tidak maksimal.

Sedangkan puting yang tertarik ke dalam (inverted nipple) adalah kondisi di mana puting terlihat datar atau tampilannya menyerupai lesung dengan bagian tengah melesak ke dalam.

Untuk memastikannya, Bunda bisa memeriksanya dengan menekan areola sekitar satu inci ke belakang puting menggunakan ibu jari dan telunjuk. Jika puting tidak menonjol keluar berarti Anda memiliki puting yang tertarik ke dalam.

Ibu masih bisa menyusui dengan puting datar atau tertarik ke dalam. Perubahan pada payudara selama hamil biasanya bisa membuat puting lebih menonjol keluar dari biasanya. Tapi saat payudara membengkak penuh karena ASI, puting datar atau yang melesak ke dalam bisa tertarik lebih dalam lagi.

Pada kasus yang sangat jarang, ada Ibu dengan puting yang tertarik masuk terlalu dalam sehingga dapat menyebabkan ASI susah keluar. Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda bisa menyusui bayi atau tidak adalah dengan mencobanya. Puting datar biasanya tidak akan menimbulkan masalah yang berat dalam proses menyusui bayi, kecuali jika bayi memang tidak bisa melakukan pelekatan dengan baik atau kondisi payudara sangat bengkak sehingga puting makin tidak menonjol.

Istilah puting datar atau tertarik ke dalam menggambarkan kurangnya elastisitas otot jaringan yang menyokong puting. Puting datar atau tertarik ke dalam akan sangat menyulitkan bayi prematur, lemah, atau bayi yang lagi sakit untuk menyusu.

Memang benar, bayi tidak menghisap puting, melainkan aerola di sekitar puting. Namun, puting merupakan stimulator yang penting untuk membuat bayi bisa menghisap payudara. Saat bayi menghisap, puting membuat langit-langit mulut bayi bergerak secara refleks. Bila Bunda merasa bayi bisa menghisap jari, empeng, atau dot dengan sangat kuat, tapi tidak tertarik atau frustrasi saat menghisap payudara, ini bisa jadi tanda kalau puting Anda tidak cukup elastis untuk menggerakkan langit-langit mulut si kecil.

Ketika ini terjadi, bayi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Bayi biasanya maju-mundur karena tidak tahu cara menempatkan puting, menarik diri dan menangis saat menyusu, atau tertidur tiap kali Bunda menyodorkan payudara saat menyusui.


Tips sukses menyusui bayi dengan puting datar atau tertarik ke dalam


  1. Reverse pressure softening

    Reverse pressure softening (RPS) adalah langkah sederhana yang terbukti sangat efektif jika dilakukan pada 14 hari pertama setelah melahirkan. RPS menerapkan tekanan lembut yang positif untuk melembutkan 1 hingga 2 inci area areola di sekitar dasar puting. RPS bisa dilakukan oleh bidan, dokter, atau ibu dengan dipandu petugas kesehatan.

    Jika puting tidak menonjol karena lapisan payudara bengkak akibat cairan infus setelah melahirkan, puting akan kembali normal setelah cairan keluar dari tubuh. Pada kasus ini, Anda bisa memompa ASI selama seminggu atau sampai puting cukup menonjol sehingga Ibu bisa semakin mudah menyusui bayi.

     

  2. Pemakaian breast shells

    Menyusui bayi akan makin sulit saat payudara bengkak. Ketika bengkak, payudara akan mengurangi elastisitas jaringannya, sehingga puting akan semakin melesak ke dalam. Beberapa ibu memilih menggunakan breast shells selama hamil untuk menarik puting.

    Breast shells berguna untuk melindungi puting yang sakit dan untuk memperbaiki kondisi puting yang datar atau tertarik ke dalam. Alat bantu ini dikenakan di dalam bra dan terbuat dari plastik. Breast shells terdiri dari dua bagian, bagian belakang dengan lubang agar puting bisa menonjol ke luar dan kubah bulat yang sesuai di dalam bra.

    Tekanan pada breast shell dari bra terhadap areola secara perlahan merenggangkan bagian puting dan membuatnya menonjol keluar. Anda tidak perlu memakainya setiap waktu, cukup 30 menit sebelum menyusui. Pastikan Anda menggunakannya sesuai instruksi.

    Breast shells juga bisa digunakan saat puting terasa sakit ketika bra menyentuhnya. Benda ini memang bisa membantu mengatasi puting datar dan tertarik ke dalam, tapi para ahli laktasi berpendapat bahwa cara terbaik untuk membuat puting lebih menonjol adalah dengan mengajarkan bayi melakukan pelekatan yang benar saat menyusui bayi.

    Tak hanya efek positif saja yang Ibu dapatkan saat memakai breast shells, ada juga dampak yang pasti dirasakan Ibu. Pemakaian breast shells akan menekan jaringan payudara ketika dipakai, jadi ini bisa membuat ASI merembes dan memberikan stimulasi yang berlebihan pada payudara. Jangan lupa untuk membersihkan tumpahan ASI yang mengenai alat ini ketika digunakan. Gunakan sabun dan air hangat untuk mencucinya. Kalau tidak segera dibersihkan, bakteri bisa berkembang-biak pada tumpahan ASI karena suhu tubuh Anda terbilang hangat.

     

  3. Pemakaian nipple shield

    Nipple shield bisa digunakan agar bayi mau menghisap di payudara. Nipple shield adalah alat untuk membuat puting terasa makin panjang saat menyusui bayi. Ini bisa menstimulasi langit-langit mulut bayi, dan memicu refleks menghisap. Hisapan bayi melalui nipple shield akan membantu puting lebih menonjol. Jika Anda menggunakan alat bantu ini, sering-seringlah memompa ASI dengan double breast pump untuk menjaga produksi ASI karena kadang ASI yang dikeluarkan saat menyusui bayi dengan nipple shield tidak terlalu optimal.

    Memompa dan menggunakan shield bisa dihentikan ketika elastisitas puting meningkat dan bayi makin menguasau teknik menyusui dengan baik. Proses ini tentu memakan waktu dan itu bergantung pada kondisi jaringan puting Anda. Bunda harus sering memeriksa berat badan bayi pada masa-masa ini untuk memastikan bayi cukup mendapat ASI.

    Yang perlu diingat, nipple shield bukanlah alternatif yang paling manjur saat Ibu kesusahan menyusui bayi dengan puting datar atau dengan puting yang tertarik ke dalam. Jika Bunda merasa memiliki puting datar atau tertarik ke dalam, carilah bantuan dari bidan atau dokter.

    Tapi ada juga lho Ibu yang berhasil menyusui bayi dengan lancar meski memiliki puting datar atau tertarik ke dalam. Ini bisa terjadi jika sejak awal bayi sudah terbiasa menyusui pada kondisi puting tersebut.

    Saat Ibu kesusahan menyusui bayi dengan puting datar atau melesak ke dalam, hindari penggunaan botol susu karena bentuknya sangat berbeda dengan puting yang datar atau tertarik ke dalam.  Bisa-bisa kalau sudah dikenalkan dengan botol susu, anak tidak mau lagi menyusui di payudara karena menurutnya lebih susah. Jika pemberian suplemen makanan, susu formula, atau ASIP dibutuhkan secara medis, gunakanlah gelas atau pipet sebagai media pemberiannya.

     

  4. Gunakan pompa ASI

    Anda bisa meminta bantuan konselor laktasi jika proses menyusui bayi sangat sulit akibat kondisi puting yang seperti ini. Konselor laktasi akan menyarankan Ibu untuk menggunakan pompa ASI sebelum menyusui agar puting bisa tertarik dan lebih menonjol dan menarik lapisan payudara saat bayi melakukan pelekatan agar puting menonjol keluar.

     

  5. Alat hisap lain

    Ada alat hisap lain yang bisa digunakan untuk menarik puting yang masuk ke dalam. Produk ini dijual dengan nama berbeda, seperti ekstraktor puting atau nipple retractor. Cara menggunakannya adalah dengan meletakkan alat tersebut di balik baju dan alat ini akan menarik puting ke wadah kecil. Seiring waktu, alat ini bisa membantu melonggarkan jaringan puting.

     

  6. Memerah ASI dengan tangan

    Kadang bila payudara sangat bengkak karena penuh ASI, payudara akan terasa keras dan puting akan semakin melesak ke dalam. Sebelum menyusui bayi, Ibu bisa memerah sedikit ASI dengan tangan untuk melunakkan payudara agar bayi bisa melakukan pelekatan lebih mudah.

     

    Begini caranya:

      
    • Posisikan jari kelingking di bawah payudara, menempel pada tulang dada. Lalu tempatkan jari jempol di atas puting, di luar area aerolah. Posisikan jari telunjuk di bawah puting, di luar area aerola. Sebar jari-jari lainnya untuk menopang payudara.
    •  
    • Puting berada di antara jempol dan telunjuk, sehingga kedua jari tersebut seperti membentuk huruf C.
    •  
    • Dengan lembut dan tegas, tekan jempol dan telunjuk secara bersamaan ke arah bagian dalam dada untuk mengeluarkan ASI, lalu lepaskan.
    •  
    • Ulangi aksi tekan dan lepas ini sampai Anda memperoleh ritme yang pas.
    •  
    • Setelah beberapa menit, tetesan ASI akan keluar sebelum ASI mulai mengalir lebih banyak lagi.
    •  
    • Perah dalam jumlah cukup untuk membuat payudara lebih lembut, sehingga Ibu akan makin mudah menyusui bayi.

     

  7. Stimulasi puting

    Anda bisa menarik puting keluar dengan perlahan untuk menstimulasi puting. Coba perlahan putar puting dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Ibu juga bisa menstimulasinya dengan menyentuh puting pakai kain lembab yang dingin.

    Anda bisa juga mencoba teknik Hoffman, yang diciptakan untuk membantu wanita menyusui dengan puting datar atau masuk ke dalam. Penelitian di tahun 2017 menemukan teknik ini secara efektif meningkatkan kualitas menyusui bayi.

    Berikut ini cara melakukan teknik Hoffman:

       
    • Tempatkan telunjuk dan ibu jari pada sisi puting
    •  
    • Tekan jari dengan tegas ke arah dalam jaringan payudara
    •  
    • Perlahan rengangkan areola di tiap arah
    •  
    • Ulangi 5 kali setiap pagi hari.

     

  8. Memegang payudara

    Memegang payudara ketika menyusui bisa membuat bayi lebih mudah melakukan pelekatan dan menyusu. Berikut ini cara yang bisa Anda coba:


    • Pegangan bentuk C

      Memegang payudara dalam bentuk C membuat Anda bisa mengontrol gerakan payudara. Ini memudahkan Anda untuk memandu puting masuk ke mulut bayi.

      Cara melakukan pegangan bentuk C:

      • Bentuk huruf C dengan jari-jari tangan
      •  
      • Tempatkan ibu jari di atas payudara dan jari lain di bagian bawah payudara
      •  
      • Pastikan ibu jari dan jari lain berada di luar area areola
      •  
      • Perlahan lakukan gerakan memerah dengan menggunakan semua jari secara Tekanlah payudara seperti sandwich.

       

    • Pegangan bentuk V

      Memegang payudara dengan bentuk V menggunakan ibu jari dan jari tengah untuk menciptakan bentuk seperti gunting di sekitar areola dan puting.

      Berikut caranya:

      • Tempatkan puting diantara ibu jari dan jari tengah
      •  
      • Ibu jari dan jari telunjuk harus di atas puting dan jari lain di bawah puting
      •  
      • Tekan jari perlahan ke arah tulang dada untuk menonjolkan puting dan areola.

     

  9. Pilihan pembedahan

    Bila metode alami tidak berhasil, pembedahan bisa jadi pilihan Anda. Ada dua jenis pembedahan untuk memperbaiki puting yang tertarik ke dalam. Bicaralah pada dokter untuk mengetahui apakah pembedahan bisa menjadi pilihan tepat untuk Anda agar bisa menyusui bayi dengan maksimal.

     

  10. Bicara pada ahli

    Bila Anda kesulitan menyusui atau merasa menyusui terasa sakit, bicaralah pada dokter untuk mencari bantuan dari konsultan laktasi. Janagn lupa untuk rutin memeriksa berapa kali bayi buang air kecil. Ini untuk memastikan bayi mendapat ASI yang cukup. Bayi harus berganti buang air kecil minimal 6 kali atau lebih setiap hari dan buang air besar sebanyak 3 kali atau lebih setiap hari.


Rasa sakit ketika menyusui bayi karena puting datar atau masuk ke dalam


Banyak Ibu yang menyusui bayi dengan puting datar atau puting masuk ke dalam mengalami rasa sakit pada puting. Anda bisa mengalami rasa sakit ketika puting dihisap oleh mulut bayi. Coba oleskan ASI di puting setelah atau sebelum menyusui. Ibu juga bisa mengguankan lanolin atau minyak zaitun setelah menyusui bayi.

Bila rasa sakit berlangsung lebih dari satu atau dua minggu, Anda perlu menggunakan pompa ASI yang berkualitas untuk membantu menjaga produksi ASI.

Hisapan pompa ASI bisa menarik puting dan membuatnya lebih menonjol.  Bila kedua puting Ibu tertarik ke dalam secara merata, Anda bisa memompa ASI dengan menggunakan double breast pump setiap 2 sampai 3 jam sekali hingga puting menonjol.

Di beberapa kasus yang sangat jarang, ada bayi yang pada akhirnya tidak bisa menyusu karena kondisi puting yang seperti ini. Kalau ini terjadi, Anda tetap bisa menyusui bayi dengan cara memompa ASI secara eksklusif (EPing). ASIP bisa diberikan ke bayi melalui botol susu.

Apabila hanya satu puting yang masuk ke dalam dan puting di payudara lain kondisinya normal, Ibu bisa menyusui bayi di satu payudara saja. Anda bisa menyusui bayi di payudara yang normal, dan pompa payudara yang putingnya melesak ke dalam dengan menggunakan pompa ASI. Anda bisa memberi ASIP dari payudara tersebut ke bayi melalui media pemberian ASIP.

Beberapa ibu bisa sukses membuat puting lebih menonjol dengan memompanya pakai pompa ASI. Tapi ada juga ibu-ibu lain yang butuh terus menggunakan pompa ASI selama berhari-hari, minggu, bahkan bulan, bergantung pada tingkat inversi dan pola menghisap bayi.

Bila puting melesak ke dalam lagi selama menyusui bayi, Anda perlu berhenti dan stimulasi puting lagi dengan pompa ASI selama beberapa menit, lalu susui bayi kembali di payudara. Di hampir semua kasus, bayi bisa menyusu secara efektif ketika ia bertambah besar.

Bayi tumbuh dengan cepat, dan mulut kecilnya akan tumbuh dengan baik untuk mengatasi puting datar atau puting yang melesak ke dalam. Setelah puting sudah menonjol secara konsisten, biasanya kondisi puting tidak akan masuk ke dalam lagi.

Selain itu, kondisi puting datar atau masuk ke dalam biasanya tidak akan terjadi saat ibu menyusui bayi kedua. Anak pertama Anda telah mengatasi kondisi ini. Ia akan membuat puting Ibu lebih menonjol yang akhirnya akan bermanfaat buat adiknya.

(Ismawati)