Kelahiran

Penyebab Produksi ASI Sedikit dan Cara Mengatasinya

Terakhir diperbaharui

Penyebab Produksi ASI Sedikit dan Cara Mengatasinya

Menghitung popok yang digunakan anak, selalu melihat jam, cemas saat si kecil rewel, semua ini jadi hal yang dilakukan ibu ketika khawatir dengan produksi ASInya. Banyak ibu merasa tidak yakin bisa memproduksi ASI yang cukup. Bahkan, kecemasan tentang produksi ASI jadi satu alasan utama kenapa ibu berhenti menyusui. Sebagian besar ibu biasanya memproduksi banyak ASI untuk bayinya, tapi banyak juga yang masih merasa cemas apakah ASI yang diproduksi ini cukup untuk si kecil.

 

Kalau Bunda khawatir, ada tanda untuk memastikan apakah Bunda menghasilkan ASI yang cukup untuk bayi atau tidak. Bila ibu memiliki produksi ASI sedikit, biasanya ini diakibatkan oleh manajemen menyusui, bukan karena alasan medis.

 

Tanda bayi menerima cukup ASI

Bunda, bila bayi yang minum ASI menunjukkan dua atau lebih tanda berikut berarti Anda kemungkinan punya ASI yang cukup:

  • Setidaknya menghabiskan 5 popok sekali pakai atau 6 sampai 8 popok kain dalam 24 jam, tanpa pemberian cairan atau makanan padat tambahan. Bayi yang sangat kecil biasanya hanya dua kali buang air besar dalam sehari selama beberapa minggu. Bayi yang lebih besar bisa lebih sedikit dari ini. Jumlah urin yang sedikit dan buang air besar berwarna gelap mengindikasikan bayi membutuhkan lebih banyak ASI.
  •  
  • Warna kulit dan tone otot yang baik. Bayi tenang dan tidak selalu ingin menyusu.
  •  
  • Bayi terjaga untuk menyusu di malam hari. Beberapa bayi tidur sepanjang malam di tahap awal, sedang kebanyakan akan terbangun satu kali atau lebih pada malam hari.
  •  
  • Penambahan berat badan serta pertumbuhan panjang badan dan ukuran kepala.

 

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan:

  • Pola genetika perlu diperhatikan ketika menilai pertumbuhan bayi. Penambahan berat yang lambat kemungkinan terjadi bila orangtua bertubuh kecil, tapi bayi akan masih menunjukkan pertumbuhan yang konsisten pada tahun pertama.
  •  
  • Perut bayi hanya sebesar kepalan tangannya dan hanya bisa terisi sedikit. Ini berarti bayi perlu menyusu cukup sering untuk mendapat semua ASI yang ia butuhkan.
  •  
  • Beberapa bayi yang tidur sangat lelap perlu dibangunkan untuk menyusu agar bisa terus menambah berat badan. Kebanyakan bayi menyusu setidaknya 8 hingga 12 kali dalam 24 jam. Bila penambahan berat jadi masalah, bayi perlu dibangunkan, khususnya untuk menyusu di malam hari, untuk memastikan ia mendapat setidaknya 6 kali menyusu dalam 24 jam.
  •  
  • Sebaliknya, beberapa bayi yang mengalami kolik tidak bisa tenang, tapi sering menyusu. Umumnya bayi ini sering terlihat lapar, tapi sebenarnya ia mendapat terlalu banyak ASI, terlalu cepat, dan mengalami sakit perut.
  •  
  • Diantara usia 6 minggu sampai 6 bulan, normal bila bayi rewel dan ingin menyusu lebih sering dibanding biasanya. Anda mungkin menjadi cemas apakah persediaan ASI masih memenuhi kebutuhan bayi. Masa ini disebut dengan growth spurt. Penelitian menunjukkan bayi yang eksklusif menyusu asupan ASI mereka tidak meningkat signifikan pada 1 hingga 6 bulan. Tapi ini tidak berati Anda tidak memiliki ASI yang cukup. Bila mengikuti petunjuk bayi dan menyusu lebih sering selama beberapa hari, bayi akan kembali tenang. Cuaca panas juga bisa memicu peningkatan frekuensi menyusu.
  •  
  • Kebanyakan bayi akan menyusu lebih baik di payudara sebelum mereka menangis keras. Menangis jadi tanda lapar yang paling terakhir. Perhatikan bayi Anda, apakah ia mulai menghisap kepalan tangan atau mencari makanan sebelum menyusu. Banyak ibu yang langsung menyusui agar bayi bisa menyusu dengan baik. Beberapa orangtua juga memanfaatkan kangaroo care untuk membantu bayi rileks saat menyusu dan meningkatkan hormon oksitosin untuk membantu produksi ASI.

 

Penyebab persediaan ASI sedikit

Berikut ini beberapa alasan non-medis yang bisa menyebabkan persediaan ASI sedikit:

 

  1. Jadwal menyusui

    Ketika bayi menyusu mengikuti jadwal, biasanya ia tidak mendapat jumlah yang ia butuhkan. Yang paling baik, bayi disusui saat ia menunjukkan tanda ingin menyusu. Bila ia disusui menurut jadwal, ia mungkin tidak siap untuk menyusu ketika jam menunjukkan waktunya untuk menyusu. Bila bayi tidak siap menyusu, ia mengambil lebih sedikit ASI dari payudara Anda dan seiring waktu ini bisa memicu persediaan ASI rendah.

     

    Selain itu, tiap ibu memiliki kapasitas penyimpanan ASI yang berbeda. Kapasitas penyimpanan berarti berapa banyak ASI yang ibu bisa simpan di payudara di sela waktu menyusui. Bayi dari ibu dengan kapasitas penyimpanan kecil kemungkinan perlu menyusui lebih sering untuk memenuhi kebutuhannya dibanding bayi dari ibu dengan kapasitas penyimpanan besar. Jadwal menyusui tidak cocok bila diterapkan karena tiap individu memiliki kapasitas penyimpanan ASI yang bervariasi.

     

    Bayi tidak bisa membaca waktu. Ia memiliki jam internal tubuh yang memberitahu kapan ia perlu menyusu. Ketika ia perlu menyusu, ia akan menunjukkan tanda kalau ia membutuhkan ASI. Dengan merespon petunjuk ini dan menyusuinya, Anda membantu memastikan ia mendapat apa yang ia butuhkan. Perlu diingat Bun, ada waktu dimana bayi baru lahir sangat mengantuk dan perlu dibangunkan untuk menyusu. Anda bisa dipandu oleh konsultan laktasi di situasi seperti ini.

     

    Pada bayi baru lahir sampai usia 1 bulan sebaiknya susui minimal 2-3 jam sekali. Bahkan ada bayi yang menyusui lebih sering dari panduan tersebut. Sedangkan untuk di atas usia 1 bulan, sebaiknya paling tidak anak di susui 3 jam sekali, bahkan kalau lebih sering juga semakin baik untuknya. Yang terpenting, sesi menyusui si kecil jangan dijatah yaa Mom. Biarkan ia menyusui sepuasnya.

     

  2. Tambahan susu formula

    Kadang, khususnya di minggu-minggu awal, cairan tambahan selain ASI dibutuhkan beberapa bayi baru lahir hingga bisa menyusu. Anda bisa minta panduan konsultan laktasi jika menghadapi kondisi seperti ini.

     

    Namun bila penambahan cairan selain ASI tidak dibutuhkan dan bila penambahan ini berupa susu formula, ini bisa memembuat produksi ASI Anda jadi sedikit lho Moms. Ini karena bayi bisa minum susu formula lebih banyak dan menerima ASI lebih sedikit dari payudara Anda. Situasi ini kemungkinan bisa mudah diatasi dengan cara yang tepat bila Bunda mengkosultasikannya dengan ahli laktasi.

     

  3. Latihan tidur

    Bila Bunda menrapkan sleep training untuk anak, otomatis si kecil akan tidur lebih lama sebelum ia secara alami siap melakukannya. Nah, kondisi ini bisa menyebabkan ia menyusu lebih sedikit. Ketika bayi menyusu lebih sedikit, itu berarti ASI yang disedot dari payudara juga lebih sedikit dan akhirnya akan membuat produksi ASI Anda menurun.

     

  4. Penggunaan dot

    Berikut ini beberapa akibat penggunaan dot yang menyebabkan persediaan ASI sedikit:

     

    • Bingung puting

      Bingung puting terjadi ketika bayi menghisap hal lain selain payudara, bisa empeng atau dot. Cara menghisap ASI dari payudara sangatlah berbeda dibanding menghisap susu formula atau ASIP dari dot. Sufor bisa dengan sangat mudah keluar dari dot. Sedangkan bayi harus menggunakan seluruh otot mulut, pipi, serta lidahnya untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Karenanya penggunaan dot bisa membuat bayi menghisap kurang efektif pada payudara. Bila ia tidak menghisap pada payudara dengan baik, ia akan menyedot sedikit ASI dari payudara. Jika ASI yang dihisap dari payudara itu sedikit, berarti ASI yang diproduksi tubuh juga hanya sedikit.

       

    • Menunda menyusui

      Bila bayi sudah menunjukkan tanda ingin menyusu dan tanda tersebut diabaikan, atau Bunda memberi empeng ke bayi untuk menunda kebutuhannya menyusui, ini akan membuat bayi tidak bisa menyusui dengan maksimal. Ini juga membuat frekuensi menyusunya berkurang. Seiring waktu, hal ini bisa menurunkan produksi ASI Anda.

       

    • Waktu menghisap lebih sedikit

      Rata-rata jumlah waktu yang bayi habiskan untuk menyusui pada payudara bisa jadi bagian penting dalam membangun dan menjaga produksi ASI. Bila keinginan menghisap bayi terpuaskan oleh dot atau empeng, ini berarti waktu menyusui pada payudara jadi lebih sedikit. Seiring waktu ini bisa menurunkan persediaan ASI Anda.

     

  5. Posisi dan pelekatan yang tidak optimal

    Ketika bayi di posisi yang tepat dan melakukan pelekatan dengan baik, ia akan menyedot ASI dengan lebih efektif. Bila ia tidak di posisi tepat dan tidak melakukan pelekatan dengan optimal, ini akan menurunkan jumlah ASI yang terhidap dan perlahan bisa menurunkan persediaan ASI Anda.

     

  6. Tongue tie

    Gerakan lidah bayi jadi hal penting agar ia secara efektif mengambil ASI dari payudara. Bila bayi mengalami tongue tie, gerakan lidah jadi terbatas dan ia tidak bisa menghidap ASI dari payudara dengan baik. Seiring waktu, ini bisa menurunkan persediaan ASI.

 

Asumsi yang keliru tentang ASI sedikit

Rasa percaya diri rendah yang muncul di kalangan ibu baru membuat banyak dari mereka merasa persediaan ASI mereka sedikit. Setelah ibu melahirkan, rutinitas menyusui dimulai. Ketika mendengar tentang masalah menyusui yang dialami ibu, teman atau kerabat kadang menyarankan menambah ASI dengan susu formula. Padahal hal ini hanya akan menambah masalah.

 

Di negara manapun di berbagai belahan dunia, selalu ada cerita tentang ibu dengan ASI sedikit. Beberapa Ibu mengatakan kalau ia tidak punya ASI yang cukup sejak bayi lahir sehingga harus memberikan susu formula sebagai tambahan ASI untuk memastikan bayinya kenyang. Sedihnya, beberapa ibu ini kemudian terkejut karena setelah memperkenalkan botol susu, bayi jadi menolak payudara sama sekali alias bingung puting.

 

Untuk mencegah kondisi yang mengharuskan Bunda menyapih anak terlalu dini atau mengandalkan susu formula, sangatlah penting untuk mengatasi masalah menyusui sebaik mungkin dan sesegera mungkin. Anda bisa membicarakannya dengan konsultan laktasi.

 

Berikut ini beberapa pemahaman keliru tentang produksi ASI pada ibu menyusui:

 

  1. “Payudara saya tidak terasa penuh atau payudara terasa lembek.

    Banyak ibu merasa payudara mereka yang terasa lunak atau lembek berarti tidak ada ASI di dalamnya. Padahal kondisi ini biasanya berarti produksi ASI Anda sudah sesuai dengan jumlah ASI yang bayi ambil.

     

    Pada beberapa ibu, ada yang payudaranya tidak pernah terasa sangat penuh atau bengkak, ini bisa jadi karena bayinya memang menyusu dengan baik dan frekuensinya sering. Ingat Moms, payudara yang lembek tidak berarti Anda punya ASI sedikit ya.

     

  2. “Bayi saya tidur sepanjang malam, jadi dia pasti tenang dan tidak lapar.

    Seberapa lama bayi tidur tidak bisa dijadikan indikasi produksi ASI ibu. Faktanya, jika bayi yang baru usia beberapa minggu tidur sepanjang malam, ini bisa membuatnya tidak mendapatkan cukup ASI.  Ada beberapa bayi yang memang belum bisa terbangun sendiri saat lapar dan selalu mengantuk akibat penyakit kuning.  Karena itu, bayi baru lahir perlu dibangunkan untuk menyusu hingga ia mulai konsisten bisa terbangun sendiri untuk menyusu dan menunjukkan tanda kalau ia sudah mendapatkan cukup ASI.

     

  3. “Bayi saya menangis dan rewel ketika menyusu di payudara, mungkin itu karena ASI saya sedikit.

    Ada banyak sebab kenapa bayi menangis dan rewel selama menyusu, tidak semata karena ibu memiliki ASI sedikit. Penyebab lain karena ibu memiliki refleks let down yang cepat, bayi mengalami wonder weeks, atau bayi kelelahan dan teralihkan.

     

  4. “Bayi saya sangat sering menyusu dan durasinya lama sekali, mungkin ASI saya sedikit jadi dia tidak merasa kenyang.

    Durasi dan frekuensi menyusu tiap bayi bisa sangat bervariasi. Selama bayi menunjukkan tanda mendapat ASI yang cukup, maka frekuensi dan durasu menyusu tidak perlu dipermasalahkan dan sangat bersifat individual. Durasi menyusu bergantung pada beberapa faktor. Misalnya, bayi yang aktif menyusu bisa menyusu dengan durasi waktu pendek dan mendapat lebih banyak ASI dibanding bayi yang menyusui dengan durasi lebih lama tapi menghisap pasif (bayi tidak menelan ASI). Selain itu, bayi yang lebih besar cenderung menyusu lebih cepat. Durasi menyusu juga bergantung pada variabel lain seperti seberapa lelah, lapar, atau haus si bayi, serta aliran ASI ibu.

     

    Umumnya bayi menyusu 8 sampai 12 kali dalam 24 jam, beberapa bayi menyusu kurang sering atau lebih sering dari ini. Tiap ibu memiliki kapasitas penyimpanan payudara berbeda (seberapa banyak ASI bisa disimpan di sela waktu menyusui). Ibu dengan kapasitas penyimpanan besar atau kecil bisa memproduksi banyak ASI untuk bayinya.

     

    Tapi, frekuensi menyusu bayi dari ibu dengan ukuran kapasitas penyimpanan berbeda  bisa sangat bervariasi. Misalnya, bayi dari ibu yang memiliki kapasitas penyimpanan kecil kemungkinan ingin menyusu lebih sering dibandingkan bayi dari ibu yang memiliki kapasitas penyimpanan besar. Proses menyusui juga bergantung pada variabel seperti seberapa lelah, lapar, atau haus si bayi, alasannya ingin menyusu, aliran ASI ibu, dan banyak lagi.

     

  5. Saat ASI saya dipompa, yang keluar hanya sedikit. Itu artinya produksi ASI saya sedikit untuk si kecil.

    Beberapa ibu merasa panik dan mengira memiliki produksi ASI sedikit karena ASI yang keluar hanya sedikit saat dipompa. Ingat Moms, bayi jauh lebih baik menyedot ASI dari payudara dibanding pompa ASI. Memerah ASI juga merupakan keterampilan yang butuh latihan. Bahkan setelah latihan, ada beberapa ibu dengan persediaan ASI cukup tetap kesulitan memerah ASI. Selain itu, bayi minum dalam jumlah bervariasi pada tiap sesi menyusu dan volume ASI yang diproduksi ibu bervariasi sepanjang hari.

     

    Kebanyakan ibu merasa menghasilkan volume ASI lebih besar di pagi hari dibanding di malam hari. Ini sangat normal. Awal malam adalah waktu dimana banyak bayi tidak merasa tenang. Jadi bila ibu memperkirakan keseluruhan persediaan ASI berdasarkan volume ASI yang ia pompa menjelang malam hari, ia bisa jadi semakin cemas. Selain itu, bila ibu memerah langsung setelah bayi menyusu dibanding tepat sebelum bayi menyusu, volumenya juga bisa bervariasi.

     

  6. “Bayi saya masih mau minum dari botol setelah menyusu. Itu artinya ASI saya kurang.

    Banyak bayi menganggap aktivitas menghisap adalah hal yang sangat menyenangkan. Lapar hanya salah satu alasan kenapa bayi suka menghisap. Bayi juga suka menghisap saat merasa lelah atau kesakitan lho. Ketika ada sesuatu dimasukkan ke mulutnya, naluri bayi adalah langsung menghisapnya.

     

    Ketika bayi menghisap payudara, ia memiliki kontrol seberapa banyak ASI yang ia minum. Bayi bisa menghisap untuk menelan ASI atau menghisap payudara tanpa menelan ASI. Jadi, seberapapun seringnya bayi menyusu, ia tetap bisa mengontrol asupan ASI.

     

    Sebaliknya, ketika bayi minum dari botol susu, ia tidak bisa menghisap tanpa menelan susu. Dot pada mulut bayi memberi stimulus kuat agar bayi menghisap, dan ketika ia menghisap, ia mendapat susu meski ia tidak membutuhkannya.

     

    Aliran yang relatif cepat dan terus-menerus dari botol membuat bayi harus terus menghisap karena jika tidak, mulutnya akan penuh dengan susu. Dengan begitu, bayi bisa minum lebih banyak susu dari botol setelah menyusu, meski ia sudah mendapat cukup ASI dari menyusu langsung payudara.

     

  7. “Bayi saya yang usianya 5 minggu tiba-tiba menolak payudara, tapi ia masih terlihat lapar. Pasti ini karena ASI sedikit.

    Di minggu-minggu awal, wajar bila bayi tertidur di payudara ketika aliran ASI menjadi lambat. Setelah sekitar bulan pertama, bayi tidak tertidur di payudara tapi menarik diri atau menangis ketika aliran ASI melambat. Banyak ibu merasa memerah ASI atau berganti payudara membantu mengatasi situasi ini. Padahal kondisi ini bisa diatasi lho Mom dengan breast compression. Bunda bisa memijat payudara selama bayi sedang menyusui. Dengan begitu, aliran ASI yang keluar bisa lebih cepat.

(Ismawati)