Balita

Cara Mencegah dan Mengatasi Bingung Puting

Terakhir diperbaharui

Cara Mencegah dan Mengatasi Bingung Puting
Bila ada yang membutuhkan jeda istirahat, pasti ibu menyusui yang paling menginginkannya. Sangat wajar kok Bun bila Anda ingin si kecil bisa sebentar saja minum ASIP dari botol agar Anda bisa keluar rumah, beristirahat, tidur siang, atau mandi. Tapi apakah Anda cemas si kecil tidak mau lagi menyusu dari payudara? Anda pasti pernah khawatir anak akan mengalami “bingung puting” kan?
Bayi disebut mengalami bingung puting ketika ia kesulitan melakukan pelekatan dan menyusu karena sebelumnya ia minum dari botol susu. Bagi bayi, menghisap dot akan terasa berbeda dari menghisap payudara.
Dot botol memiliki tekstur kaku, dengan aliran susu yang konstan, sehingga bayi tidak perlu berusaha keras untuk menerima ASI. Tapi ketika menyusu di payudara, bayi perlu membuka mulut lebar untuk melakukan pelekatan. Lalu ia juga harus menggunakan sekitar 40 otot wajah untuk mengeluarkan ASI dari payudara.
Ada banyak faktor yang menyebabkan bayi tidak bisa menyusu pada payudara. Salah satu penyebab paling umum dari kesulitan menyusu adalah karena bayi tidak bisa melakukan pelekatan.

Tanda Bayi Mengalami Bingung Puting

Berikut ini beberapa kondisi yang mengindikasikan bayi mengalami bingung puting:
Sebenarnya, kebanyakan bayi tidak memiliki masalah ketika beralih dari payudara ke botol dan kembali lagi ke payudara. Tapi ada beberapa bayi, terutama mereka yang kesulitan melakukan pelekatan di payudara, akan lebih sulit menjalani transisi dari payudara ke botol, lalu kembali ke payudara. Ini yang menyebabkan para ahli merekomendasikan untuk menunggu hingga bayi setidaknya berusia 3 minggu sebelum memberikan ASI lewat botol.
Bila Anda tidak menunggu hingga bayi memiliki kemampuan menyusu yang baik, ada risiko ia akan berhenti menyusu pada payudara. Ini karena kebanyakan bayi baru lahir dengan cepat menyadari kalau mereka tidak perlu berusaha keras menghisap ASI dari botol dengan dot silikon seperti pada payudara. Untuk menyusu pada payudara, bayi perlu menguasai teknik memasukkan puting ke belakang mulut dan lalu menggunakan lidah untuk memompa ASI keluar, dibutuhkan waktu sekitar satu menit sebelum ASI mulai mengalir.
Dengan menggunakan botol, bayi memanfaatkan gravitasi. Ia bisa menghisap dengan bibir dan segera menerima susu yang ia inginkan. Tentu bayi akan lebih memilih menyusu dari botol karena lebih cepat dan lebih mudah. Anda dianjurkan untuk hanya memberikan ASI langsung dari payudara pada 3 minggu pertama agar persediaan ASI tetap baik dan bayi menguasai teknik menyusu.

Bila Bayi Memilih Menyusu Dari Botol

Berarti Anda harus memulai lagi dari awal. Kembali lakukan pelekatan dasar dan kontak kulit untuk memberi tahu bayi kalau menyusu bisa  menenangkannya. Jangan khawatir berlebihan ya Bun, Anda bisa membuat ini lebih mudah. Pastikan ASI mengalir secara manual atau dengan pompa sebelum bayi mulai menyusu, jadi ia tidak perlu berusaha keras untuk mendapatkan ASI. Pompa payudara hingga ASI menetes sebelum menawarkannya ke bayi.
Pilih waktu yang tepat. Si kecil harus merasa lapar agar termotivasi untuk menghisap payudara, tapi tidak kelaparan. Bila bayi kelaparan, ia tidak akan cukup sabar untuk melakukan pelekatan atau menghisap cukup kuat untuk mendapat ASI. Dan ini bisa memicu frustrasi baik untuk ibu maupun bayi. Anda juga harus menghindari penggunaan empeng.
Bila bayi lebih suka menyusu di payudara dan Anda sangat membutuhkan istirahat, biarkan ayah membantu. Bayi sangat dekat dengan ibu, jadi tidak tepat bila ibu yang memperkenalkan botol susu. Beda cerita bila orang lain yang menawarkannya, misalnya ayah, kakek-nenek, atau kerabat.

Mencegah Bingung Puting

Tiap bayi berbeda. Beberapa bayi langsung mengalami bingung puting setelah satu kali menggunakan botol susu, beberapa bayi lainnya mengalami ini setelah beberapa kali minum dari dot. Untuk mencegah bingung puting, Bunda bisa melakukan cara berikut:
  • Hindari semua puting buatan untuk 3 hingga 6 minggu pertama setelah bayi lahir. Dengan begitu bayi memiliki waktu untuk berlatih pola menghisap yang  tepat ketika menyusu.
  • Ketika memperkenalkan botol, pilih dot dengan aliran lambat. Bayi lebih menyukai botol dengan aliran cepat dan menjadi frustrasi bila ASI yang mengalir dari payudara tidak terlalu cepat. Berbagai merek dot menggunakan istilah berbeda untuk merujuk pada dot aliran paling lambat. Tak ada penelitian khusus untuk rekomendasi merek terbaik.
  • Pastikan bayi membuka mulut lebar sebelum memasukkan botol ke mulutnya.
  • Hindari botol susu pada 6 minggu pertama setelah bayi lahir.
  • Hindari penggunaan empeng.
  • Jangan paksa bayi menyusu, perlahan bujuk bayi untuk menerima payudara. Berikan pujian ketika ia berhasil.
  • Beri tahu perawat dan dokter di rumah sakit kalau Anda tidak ingin memberikan botol susu ke bayi. Kadang perawat memberikan botol susu ke bayi di malam hari ketika Anda tidur untuk membantu Anda istirahat, padahal ini akan berdampak buruk. Tetap berada di satu ruangan bersama bayi saat di rumah sakit agar Anda bisa menyusuinya setiap dibutuhkan.
Bila memungkinkan, jangan gunakan botol susu setiap hari. Membiarkan anak minum ASI dari botol setiap hari bisa memicu penurunan persediaan ASI.

Cara Membuat Bayi Yang Bingung Puting Kembali Menyusu di Payudara

Bila si kecil sudah terlanjur bingung puting, beberapa langkah berikut akan membantunya kembali menghisap payudara:
  • Dekap bayi untuk melakukan kontak kulit (bayi hanya mengenakan popok di atas tubuh Anda). Ini membantu menenangkan bayi dan mengembalikan insting alaminya.
  • Menyusui ketika ia tenang. Bila bayi merasa lapar dan frustasi, Anda perlu memberi ASI menggunakan pipet, sendok, atau botol untuk menenangkannya.
  • Pada beberapa kasus, pelindung puting bisa digunakan untuk membantu bayi kembali ke payudara.

Bingung Puting dan Masalah Menyusui Lainnya

Bingung puting tidak berisiko menyebabkan masalah menyusui lainnya. Masalah seperti nyeri puting dan menolak payudara kadang dianggap akibat dari bingung puting. Padahal nyeri puting atau bayi menolak payudara kemungkinan besar terjadi karena bayi belum bisa melakukan pelekatan dengan baik. Jika dibutuhkan, Bunda bisa konsultasi di klinik laktasi. Konselor menyusui akan bisa membantu Anda dan bayi menemukan posisi menyusui yang tepat.
Beberapa bayi bisa mengalami kondisi yang disebut tongue-tie, yang membuat mereka sulit menyusu. Sering kali, ibu juga mengalami jaringan payudara yang sangat kaku, ketika payudara bengkak oleh ASI, yang bisa membuat bayi kesulitan memasukkannya ke mulut. Tapi bukan satupun dari kondisi tadi yang menyebabkan bingung puting.
Jangan putus asa ya Bun, bila Anda dan bayi butuh waktu untuk melakukan pelekatan yang sempurna. Bayi tidak mau menyusu bukan berarti ia menolak Anda. Menyusu dari payudara merupakan refleks yang kuat, yang terjadi secara alami pada bayi.
(Isma)