Kesehatan Dibaca 3,097 kali

Cara Menaikkan Berat Badan Anak

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 08 November, 2019 09:11

Cara Menaikkan Berat Badan Anak

Berat Bayi 0-6 Bulan

Memastikan berat badan si kecil selalu bertambah di tahun pertamanya bisa jadi tugas yang sangat sulit. Mulai dari lahir hingga usianya 6 bulan, bayi akan tumbuh tinggi satu inci setiap bulan dan menambah berat 5 - 7 ons (141- 198 gram) per minggu. Bila bayi menyusu dengan baik, ia akan stabil menambah berat badan.

Bayi harus mengonsumsi ASI atau susu formula sebelum usianya 6 bulan. Tidak disarankan pemberian MPASI dini kecuali ada rekomendasi dari dokter. Waktu menyusu mungkin tidak bisa diprediksi dan sulit menentukan berapa banyak ASI yang bayi konsumsi pada tiap kali menyusu. Bayi yang usianya kurang dari 6 bulan biasanya akan menyusu 8 sampai 12 kali sehari atau tiap dua hingga tiga jam.

Berat Bayi 6-8 Bulan

Mulai usia 6 bulan ke atas, bayi tumbuh sekitar setengah inci per bulan dan menambah berat 3 sampai 5 ounce (85 – 141 gram) per minggu. Selain ASI dan susu formula, bayi sudah mulai makan MPASI. Selama 2 minggu pertama saat mulai mengenalkan MPASI, sebaiknya berikan si kecil menu tunggal dan tunggu 3 hari setelah tiap kali memperkenalkan makanan baru. Dengan begitu, bila terjadi reaksi alergi makanan, Bunda akan lebih mudah mengidentifikasi penyebabnya. Diare atau ruam jadi indikator sensitifitas bayi terhadap makanan. Bayi kadang perlu ditawarkan makanan yang sama hingga 10 kali sebelum ia bisa familiar dan menikmati rasanya.

Berat Bayi 8-9 Bulan

Di usia 8 bulan, berat badan bayi akan meningkat 2 pound (907 gram) per bulan. Konsultasikan ke dokter bila berat badan si kecil berkurang atau bertambah lebih dari 6 pound (2721 gram) per bulan. Pada usia ini, tetaplah berikan si kecil  ASI atau susu formula, ditambah daging, sayuran, serta buah yang dihaluskan. Bila Anda membuat makanan bayi sendiri, jangan takut bereksperimen dengan rasa. Di usia ini, si kecil sudah terbiasa dengan rasa yang berbeda dari ASI.

Berat Bayi 10-11 Bulan

Di usia 10 bulan bayi kemungkinan sudah merangkak di lantai dapur dan mencoba berdiri dan merambat di meja, kursi, atau kaki Anda. Aktivitas merangkak akan membakar banyak kalori, jadi sangat normal jika kenaikan berat badan anak mulai sedikit lambat. Ia juga sudah merasa nyaman dengan finger food. Anda bisa perkenalkan sayuran hijau atau buah yang lebih keras seperti potongan apel. Bayi masih tetap minum ASI atau susu formula di usia ini.

Berat Bayi 1 Tahun

Biasanya bayi memiliki berat badan 3 kali berat lahir saat usianya satu tahun. Selain ASI dan susu formula, ia kini bisa makan finger food. Anda juga bisa berikan telur dadar, potongan sayuran, keju, dan buah matang. Untuk menjaga berat badannya, berikan cemilan diantara sarapan dan makan siang serta diantara makan siang dan makan malam. Tak apa memberikannya makanan yang ada di piring Anda selama tidak beresiko tersedak.

  

Perhatikan Ini Saat Mengevaluasi Kenaikan Berat Badan Bayi

Wajar bila berat badan bayi berkurang 5 sampai 7 persen pada 3 sampai 4 hari pertama setelah lahir. Penurunan berat badan10 persen sering dianggap normal, tapi jumlah ini menjadi tanda kalau Bunda perlu mengevaluasi cara menyusui si kecil. Ada baiknya Bunda rutin menimbang bayi selama 5 hari pertama (pada hari ke-5 berat badan bayi harus bertambah, bukan berkurang), agar masalah perkembangan apapun bisa diketahui dan diatasi dini. Bayi harus kembali menambah berat badan pada hari 10 hingga 2 minggu. Bila bayi sakit atau lahir prematur, ia butuh waktu lebih lama untuk kembali menambah berat badan.

Si kecil sebaiknya selalu ditimbang pada timbangan yang sama, tanpa berpakaian, untuk mendapat gambaran akurat tentang penambahan beratnya. Timbangan berbeda bisa menunjukkan angka berbeda, pakaian atau popok yang dipakai juga bisa mempengaruhi angka timbangan. Sebelum menimbang pastikan jarum timbangan di angka 0 dan bayi berada di tengah timbangan. Bila bayi sangat aktif, akan sulit mendapat pengukuran yang akurat.

Bila berat badan bayi tidak bertambah, Bunda perlu tahu apa yang jadi penyebabnya. Dokter bisa melakukan tes darah, urin, atau tes lain dan memonitor asupan kalori bayi. Dokter juga memonitor cara Anda menyusui serta pemberian susu dari botol untuk melihat apakah rahang bayi sudah tepat atau ia punya masalah menghisap. Kadang penyebabnya sangat sederhana tapi juga bisa cukup rumit. Ini memang mengkhawatirkan dan membuat ibu frustrasi. Tapi jangan menyalahkan diri sendiri atau merasa tidak menjadi orangtua yang baik ya, Bun, saat si kecil tidak bisa menambah berat badannya.

Makanan Untuk Menaikkan Berat Badan Anak

Berat badan anak yang rendah jadi satu hal yang paling dikhawatirkan para ibu. Sebenarnya bila bayi sehat dan perkembangannya baik, tak ada yang perlu dicemaskan. Tapi bila Anda khawatir bayi memiliki berat badan yang kurang, makanan tertentu bisa mengatasi masalah ini. Kuncinya adalah menyediakan makanan dengan kandungan kalori tinggi yang juga bernutrisi.

Berikut beberapa makanan untuk meningkatkan berat badan bayi:

  • ASI atau susu formula

    ASI dan susu formula memberi nutrisi sangat besar yang bermanfaat untuk bayi. Bayi perlu jumlah nutrisi yang baik di makanannya, dan meningkatkan asupan ASI dan susu formula yang sehat bisa meningkatkan penambahan berat badan.

  • Pisang

    Pisang bisa diberikan pada bayi setelah usianya 6 bulan. Pisang menjadi sumber yang baik untuk serat, potasium, dan vitamin C serta B6. Pisang menawarkan energi dan padat nutrisi. Di awal, Anda bisa perkenalkan pisang dalam bentuk puree. Setelah usia 8 bulan, Anda bisa langsung memberikannya, atau tambahkan ke bubur dan susu.

  • Telur

    Anda bisa berikan telur ke bayi setelah usianya 8 bulan. Di awal, hanya berikan kuning telurnya. Putih telur bisa diperkenalkan nanti karena protein di dalamnya bisa menyebabkan alergi. Putih telur jadi sumber protein yang bagus dan kuning telur mengandung zinc dan vitamin A, D, E serta B12.

  • Ubi ketela

    Ubi ketela bisa diberikan ke bayi setelah usianya 6 bulan. Ketela rendah lemak jenuh, tinggi serat dan sumber kaya magnesium, potasium, vitamin A, B6, dan C. Anda bisa sajikan ketela dalam bentuk puree atau sup.

  • Jus buah

    Jus menjadi pilihan sehat untuk disertakan dalam makanan bayi. Jus mengandung energi, kalori, dan nutrisi. Jus buah punya banyak vitamin, mineral, dan serat. Jus buah juga jadi alternatif sehat untuk anak yang tidak suka makan buah. Anda bisa siapkan jus buah dengan menambahkan lebih dari satu buah, seperti jeruk dan nanas. Tidak perlu tambahkan gula atau garam, Anda bisa menjaga kemanisannya dengan menyeimbangkan takaran buah.

  • Alpukat

    Berikan alpukat ke bayi setelah usianya 6 bulan. Alpukat kaya serat dan lemak yang sehat. Alpukat bisa disajikan dalam bentuk puree atau bisa ditambahkan ke smoothies.

  • Kentang

    Kentang kaya karbohidrat. Kentang jadi sumber vitamin seperti C dan B6, sumber mineral seperti posfor dan rendah kalori. Kentang jadi makanan pertama bayi yang tepat. Kentang bisa dihaluskan, mudah dicerna, dan paling sedikit menyebabkan alergi.


(Ismawati)