Kelahiran

5 Kesulitan Menjadi Ibu Menyusui

Terakhir diperbaharui

5 Kesulitan Menjadi Ibu Menyusui

Bila belum pernah menjadi Ibu menyusui sebelumnya, Anda mungkin bertanya-tanya, “Apakah proses menjadi Ibu menyusui itu sulit?”

 

Badan kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan Ibu menyusui eksklusif hingga 6 bulan dan terus dilanjutkan hingga usia bayi 2 tahun atau lebih. Sebuah data di Australia, ada 96 persen Ibu menyusui. Meski ada keinginan kuat untuk menyusui, jumlah Ibu menyusui eksklusif menurun pada tiap bulan setelah melahirkan. Dalam 1 tahun, hanya 28 persen anak yang masih menyusu dan hanya 5 persen anak yangmenyusu hingga 2 tahun.

 

Jadi, apa yang membuat proses menyusui itu sulit sehingga banyak Ibu menyusui yang gagal?

 

5 Kesulitan yang Dihadapi Ibu Menyusui

Menyusui terjadi secara alami. Tapi, proses menyusui juga skill yang perlu dipelajari oleh Ibu menyusui. Dan seperti mempelajari semua skill baru, Ibu menyusui bisa butuh waktu. Berikut beberapa faktor yang membuat Ibu menyusui makin sulit memberi ASI untuk anaknya:

 

  1. Norma lingkungan

    Menyusui adalah cara paling normal untuk memberi makan bayi. Tapi norma biologis tidak selalu sama dengan norma lingkungan.

     

    Di sebagian wilayah, penggunaan botol susu lebih dianggap normal dibanding Ibu menyusui yang menyusui bayinya. Hal yang lebih sering dilihat jadi familiar dan masuk ke bawah sadar kita. Bila di sekeliling lebih banyak yang menggunakan botol susu, ini akan menyulitkan Ibu menyusui.

     

    Fakta ini juga ditambah oleh seksualisasi payudara. Kita perlu menciptakan lingkungan yang membuat Ibu menyusui merasa percaya diri menyusui di tempat umum.

     

    Ini akan mendorong Ibu menyusui lain melakukan hal yang sama. Perlu lebih banyak foto Ibu menyusui muncul di internet, sampul majalah, dinding klinik medis, dan sebagainya. Ini akan membantu lebih banyak orang menganggap Ibu menyusui di tempat umum sebagai hal yang normal.

     

  2. Pemberian susu formula di rumah sakit

    Penurunan jumlah Ibu menyusui eksklusif biasanya terjadi di bulan pertama setelah kelahiran. Bayi sehat yang tidak mendapat tambahan apapun selain ASI pada hari-hari pertama setelah lahir lebih mungkin untuk menyusui eksklusif hingga usia 6 bulan. Tapi banyak bayi diberi susu formula ketika masih berada di rumah sakit, meski susu formula tidak dibutuhkan secara medis.

    Ini jadi faktor lain yang membuat Ibu menyusui jadi sulit. Tapi ingat, kadang pemberian susu formula dibutuhkan untuk alasan medis dan Ibu menyusui perlu bersikap fleksibel untuk menghadapi ini.

     

  3. Banyak tenaga kesehatan yang kurang pengetahuan tentang menyusui

    Ketika Ibu menyusui mengalami masalah menyusui, sangat penting untuk memberi dukungan kepadanya. Sayangnya, banyak tenaga kesehatan yang tidak punya cukup pengetahuan tentang menyusui dan ini membuat Ibu menyusui jadi sulit.

     

    Kita butuh mendidik banyak tenaga kesehatan seputar hal tentang menyusui. Bila Anda mengalami masalah menyusui, carilah bantuan dari tenaga kesehatan yang berpengalaman pada proses menyusui.

     

  4. Kurangnya dukungan ketika kembali bekerja

    Ibu menyusui yang kembali bekerja juga bisa mempengaruhi keberhasilan menyusui eksklusif. Misalnya, penelitian menunjukkan di antara Ibu menyusui yang kembali bekerja saat usia bayi 6 bulan atau lebih awal, sebanyak 58 persen mengurangi atau berhenti menyusui bayi untuk kembali bekerja.

     

  5. Tidak banyak rumah sakit yang ramah bayi

    Bila proses awal menyusui tidak berlangsung dengan baik, Ibu menyusui akan makin sulit untuk membiasakannya. Maka dari itu, penting banget untuk Ibumenyusui buat memilih rumah sakit yang ramah bayi dan pro ASI sebagai tempat melahirkan agar dapat membantu proses awal menyusui yang baik.

     

    Pastikan rumah sakit pilihan Anda melakukan hal-hal ini:

    • Memperbolehkan Ibu menyusui melakukan kontak kulit langsung setelah melahirkan atau lebih dikenal dengan sebutan IMD (Inisiasi Menyusu Dini).
    •  
    • Tidak memberi susu tambahan kecuali bila dibutuhkan secara medis
    •  
    • Memberikan dukungan untuk Ibu menyusui dengan cara memperlengkapi para tenaga kesehatan dengan pengetahuan tentang menyusui.

     

    Semua ini bisa membantu Ibu menyusui punya kesempatan lebih besar untuk berhasil dalam proses menyusui.

     

Apa yang harus dilakukan bila Ibu menyusui menghadapi kesulitan?

Proses menyusui itu berhubungan dengan insting. Ibu degan instingnya akan mendekap bayi ke jantungnya. Dan kebetulan ini adalah tempat payudara berada. Bayi dengan instingnya akan mencari payudara dan melakukan pelekatan. Tapi ini tidak berarti prosesnya akan berjalan dengan mudah.

 

Tidak ada skill yang diperoleh secara tiba-tiba, begitu juga dengan menyusui. Setiap Ibu menyusui pasti mengalami kendala di hari-hari awal menyusui. Beberapa Ibu menyusui bisa mengalami masalah saat melakukan pelekatan. Beberapa Ibu menyusui kesulitan dengan bayi yang sakit, mengalami komplikasi melahirkan, atau bayi yang tidak mau melakukan pelekatan sama sekali. Ibu menyusui lainnya kesulitan dengan tekanan keluarga. Tiap Ibu menyusui punya masalah sendiri ketika melakukan proses menyusui.

 

Bila Anda termasuk Ibu menyusui yang kesulitan menyusui, ada 2 hal yang perlu Anda lakukan, yaitu:

 

  1. Cari dukungan

    Bila keluarga dan teman di sekitar Ibu menyusui tidak memahami tentang pentingnya menyusui dan tidak secara aktif mendukung Ibu menyusui, maka Ibu perlu mencari dukungan sendiri. Carilah komunitas Ibu menyusui di sekitar Anda, kalau perlu ikut sertalah dalam komunitas tersebut.

     

    Banyak Ibu menyusui yang kadang ragu untuk bergabung di komunitas Ibu menyusui. Biasanya ini karena mereka merasa tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang menyusui. Yang Anda butuhkan saat ini adalah komunitas yang mendukung Anda. Tidak semua anggota tersebut lancar menyusui anaknya. Pasti ada anggota komunitas Ibu menyusui yang menghadapi kesulitan, sama dengan Anda.

     

    Bila tidak ada komunitas Ibu menyusui di sekitar Anda, carilah yang online. Anda pasti akan mendapat teman sesama Ibu menyusui dan mendapat dukungan serta kesempatan untuk membicarakan kesulitan Anda saat menyusui bayi.

     

  2. Lihat kembali proses menyusui Anda

    Bila Anda mengalami masalah dalam pelekatan atau mengalami rasa sakit saat menyusui anak, Anda akan mengalaminya lagi dan lagi. Akhirnya Anda akan merasa kewalahan dan gagal menyusui bayi.

     

    Biar ini tidak terjadi, di malam hari, coba review apa yang telah terjadi di hari itu saat Anda menyusui bayi. Psikolog menggambarkan ada 2 mindset yang bisa Anda terapkan, yakni fixed mindset dan growth mindset.

     

    Review proses menyusui Anda selama 1 hari dengan growth mindset. Bila bayi tidak melakukan pelekatan, tapi mau minum ASI perah, berarti bayi menerima ASI dan kandungan dalam ASI dibuat hanya untuk bayi Anda.

     

    Tubuh menciptakan tiap kandungan ini untuk bayi. Bila bayi melakukan pelekatan tapi Anda merasa kesakitan, ingat kalau Anda dan bayi sedang belajar menyusui.

     

    Bila bayi belum bisa menyusu ASI secara eksklusif, buat ini sebagai tujuan yang akan Anda capai. Seperti skill lainnya, kemajuan tidak akan langsung bisa diperoleh, tapi ketika Anda melihat ke belakang, Anda bisa merasakan kemajuan, meski hanya sedikit. Coba lihat yang Anda alami minggu lalu, apakah Anda melihat ada perubahan yang baik dari proses menyusui si kecil?

     

    Cari sisi sukses dari proses menyusui yang Anda lakukan. Bila bayi menyusu dengan baik satu kali dalam satu hari, anggap ini adalah sebuah keberhasilan. Bila Anda berhasil berkomitmen untuk menyusui seharian penuh dan tidak menambahkan susu formula, ini juga sebuah keberhasilan. Fokuslah pada keberhasilannya. Ingat Bunda, tiap skill butuh latihan.

     

    Bila Ibu menyusui belajar teknik pelekatan yang baru, beri waktu agar diri Anda terbiasa dengan teknik. Tiap Ibu menyusui pasti mengalami kesulitan di awal-awal menerapkan teknik baru, tapi dengan dukungan yang tepat semua akan lebih mudah dan lebih baik.

 

Kondisi yang membuat proses Ibu menyusui jadi sulit

Menyusui tidak selalu mudah dilakukan, karena banyak Ibu menyusui menghadapi berbagai tantangan. Berikut ini beberapa kondisi yang membuat proses menyusui terasa makin sulit serta solusinya. Bila Ibu menyusui tetap mengalami masalah ini, segera cari bantuan bidan atau dokter.

 

  1. Bayi tidak mau melakukan pelekatan

    Kontak kulit sangat penting dilakukan Ibu menyusui. Kontak kulit bisa membantu Ibu menyusui mengatasi masalah menyusui. Skin to skin atau kontak kulit bisa dilakukan dengan cara:

    • Lepas atasan Anda dan tidak perlu menggunakan bra.
    •  
    • Biarkan bayi hanya mengenakan popok.
    •  
    • Cari posisi yang nyaman untuk si kecil bersandar di atas dada Anda.
    •  
    • Bila bayi sudah siap, ia akan mencari payudara dan melakukan pelekatan pada Ibu menyusui.
    •  

    Memompa ASI dengan tangan atau dengan pompa ASI selama anak tidak mau melakukan pelekatan juga akan membantu menjaga produksi ASI Anda.

     

  2. Bayi tertidur di payudara setelah beberapa menit menyusu

    Saat bayi ketiduran, Ibu menyusui bisa membantu keluarnya aliran ASI dengan menekan payudara. Caranya:

    • Perlahan remas payudara dengan Ibu jari dan telunjuk.
    •  
    • Saat ASI keluar, bayi akan merespon dengan menghisap dan menelannya.
    •  
    • Ketika si kecil berhenti menghisap laghi, remas payudara
    •  
    • Menyentuh dagu bayi juga kadang membuatnya menghisap payudara lagi.
    •  
  3. Pelekatan terasa sakit

    Payudara Ibu menyusui bisa sangat sensitif, tapi waspadalah jika Anda mengalami rasa sakit yang berlebihan. Rasa sakit ketika bayi melakukan pelekatan biasanya terjadi saat bayi tidak cukup lebar membuka mulut. Cara melakukan pelekantan yang benar sebagai berikut:

    • Pastikan bayi membuka mulutnya cukup lebar saat menyusui dengan dagu menempel di payudara, dan kepala sedikit mendongak ke belakang agar hidungnya tidak tertutupi oleh
    • Pastikan tangan Anda tidak di belakang kepala bayi, karena ini menghalangi pelekatan yang baik.
    • Bila penyesuaian ini tidak membantu, konsultasikan ke konselor laktasi.

     

  4. Bayi terus-menerus menyusu

    Bayi punya perut yang kecil dan ia perlu sering mengisi perut. Bayangkan bila Anda diminta untuk menaikkan berat badan dalam waktu 6 bulan, seperti yang harus dilakukan bayi. Apa yang akan Anda lakukan? Anda pasti akan makan banyak, bukan?

     

    Beberapa Ibu menyusui juga punya kapasitas penyimpanan ASI lebih sedikit di payudaranya, jadi meski mereka memproduksi banyak ASI dalam waktu 24 jam, bayi perlu sering menyusu untuk memperoleh ASI yang cukup. Bila bayi sering menyusu, memperoleh berat badan yang baik, buang air besar dua atau tiga kali setiap hari, dan puting tidak terasa sakit, itu adalah hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, bila bayi sering menyusu tapi tidak menambah berat badan, bicaralah pada dokter.

     

  5. Bayi menelan, tersedak, dan rewel saat menyusu

    Beberapa Ibu menyusui memproduksi lebih banyak ASI dibanding yang bayi butuhkan dan ASI sering mengalir sangat cepat sehingga bayi kesulitan menelan. Kondisi ini dinamakan hiperlaktasi. Bayi biasanya memiliki feses berwarna hijau juga.

     

    Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan Ibu menyusui. Coba ganti payudara tiap dua atau tiga menit selama menyusui. Bila ini tidak membantu, coba terapkan “block feeding.” Caranya:

    • Tentukan waktu melakukan block feeding, misalnya selama 4 jam.
    •  
    • Tiap kali bayi ingin menyusu selama waktu ini, selalu tawarkan payudara sebelah kiri.
    •  
    • Secara otomatis, payudara kanan Ibu menyusui akan menjadi penuh. Kondisi payudara yang penuh dan tidak segera dikeluarkan ASInya akan memberi sinyal ke payudara untuk menghasilkan ASI lebih sedikit.
    •  
    • Setelah 4 jam berlalu, lakukan hal yang sama pada payudara lainnya.

     

  6. Payudara bengkak

    Payudara bengkak biasa dialami Ibu menyusui ketika produksi ASI meningkat pada sekitar 3 hari setelah bayi lahir. Rasa sakit dan bengkak bisa memburuk bila Anda menerima cairan infus selama persalinan. Bengkak juga bisa disebabkan saat Ibu menyusui mengalami edema (bengkak yang disebabkan oleh cairan tubuh) di jaringan payudara serta ASI berlebih. Solusinya:

    • Letakkan daun kubis bersih di bra di sela waktu menyusu untuk membantu meringankan bengkak pada payudara Ibu menyusui
    •  
    • Saat mau menyusui, Anda bisa gunakan jari untuk menekan jaringan yang terisi cairan di puting, lalu segera lakukan pelekatan pada bayi.
    •  
    • Seringlah menyusui atau memerah dengan tangan karena akan membantu mengurangi rasa tidak nyaman ini.

     

  7. Puting luka

    Puting luka bukan hal yang wajar. Ibu menyusui perlu memperbaiki pelekatan bayi. Bila masih belum berhasil, masalahnya mungkin ada pada anatomi mulut bayi. Mungkin bayi memiliki frenulum yang membatasi gerakan lidah dan menyulitkannya melakukan pelekatan. Kondisi ini disebut tongue tie. Atau bisa juga karena Anda mengalami infeksi di puting yang perlu ditangani. Hubungi dokter untuk memastikan kondisi ini.

     

  8. Muncul titik putih di ujung puting dan terasa sakit

    Ini dikenal dengan milk blister. Kondisi ini disebabkan oleh lapisan kulit yang terbentuk pada bukaan kelenjar dan menjebak ASI di belakangnya. Anda akan merasa ada butiran pasir terjebak di puting dan ini bisa terasa sangat sakit. Untuk mengatasinya, Ibu bisa melakukan cara ini:

    • Teruskan menyusui dan coba pijat bagian ini.
    •  
    • Kemungkinan Anda perlu mensterilkan jarum dan menusukkannya ke bagian kulit ini agar sumbatan terlepas dan ASI kembali mengalir.

     

  9. Bayi selalu muntah setelah menyusu

    Kebanyakan bayi kadang muntah sangat banyak. Ini terjadi karena mungkin bayi menelan terlalu banyak ASI dan muntah menjadi cara bayi mengurangi ASI yang ia terima.

     

    Bila bayi muntah tapi tidak terlihat stres dan berat badannya bertambah, Anda tak perlu khawatir. Cukup sediakan handuk atau bib saja untuk menjadi alas muntahnya. Bila bayi muntah dan rewel, berat badan tidak bertambah, atau muntahnya memancar jauh, konsultasikan kondisi ini ke dokter.

     

  10. Payudara tidak terasa penuh

    Ini biasanya terjadi mulai dari bayi usia 6 hingga 10 minggu. Saat payudara tidak terasa penuh, Ibu menyusui sering merasa khawatir kalau-kalau produksi ASI telah menurun. Pada kebanyakan kasus ini sebenarnya jadi pertanda baik. Ini berarti payudara telah menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan ASi bayi.

     

    ASI tidak mengalir memancar keluar lagi, kecuali ketika bayi mulai menyusu. Anda perlu mengawasi berat badan bayi dan frekuensi berkemihnya untuk memastikan ia mendapatkan cukup ASI.

     

  11. Bayi menggigit payudara

    Sebagian besar bayi akan menggigit payudara saat menyusu untuk mengetes gusi dan gigi mereka. Saat ini terjadi, kamu bisa melakukan ini:

    • Coba dekatkan bayi agar payudara menghalangi hidungnya. Ia akan otomatis melepas gigitannya untuk bernapas.
    •  
    • Ketika bayi menyusu, Anda bisa merasakan gerakan ketika ia menarik lidah ke belakang untuk menggigit. Bersiaplah untuk memasukkan jari Anda ke sudut mulutnya dan mencegahnya menggigit puting Anda. Tapi lakukan perlahan ya Bunda, si kecil tidak bermaksud menyakiti Anda.

 

Nah, bila Ibu menyusi masih mengalami masalah, jangan ragu untuk mencari bantuan dari konselor laktasi yang bisa memberi saran terbaik.

(Ismawati)