Kelahiran Dibaca 24,987 kali

6 Penyebab Produksi ASI Sedikit dan Cara Mengatasinya

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 05 Februari, 2018 14:02

6 Penyebab Produksi ASI Sedikit dan Cara Mengatasinya

Salah satu yang paling dikhawatirkan ibu tentang menyusui adalah produksi asi sedikit. Banyak ibu merasa tidak yakin bisa memproduksi ASI yang cukup dan merasa punya ASI sedikit. Bahkan, kecemasan tentang produksi ASI sedikit jadi satu alasan utama kenapa ibu berhenti menyusui. Sebagian besar ibu biasanya memproduksi banyak ASI untuk bayinya, tapi banyak juga yang masih merasa cemas apakah ASI yang diproduksi ini cukup untuk si kecil.

Kalau Ibu khawatir, ada tanda untuk memastikan apakah Ibu menghasilkan ASI yang cukup untuk bayi atau tidak. Bila ibu memiliki produksi ASI sedikit, biasanya ini diakibatkan oleh manajemen menyusui, bukan karena alasan medis.

 

Tanda bayi menerima cukup ASI

Ibu, bila bayi yang minum ASI menunjukkan dua atau lebih tanda berikut berarti Ibu kemungkinan punya ASI yang cukup:

  • Setidaknya bayi menghabiskan 5 popok sekali pakai atau 6 sampai 8 popok kain dalam 24 jam, tanpa pemberian cairan atau makanan padat tambahan. Bayi yang sangat kecil biasanya hanya dua kali buang air besar dalam sehari selama beberapa minggu. Bayi yang lebih besar bisa lebih sedikit dari ini. Jumlah urin yang sedikit dan warna feses berwarna gelap mengindikasikan bayi membutuhkan lebih banyak ASI.
  • Warna kulit dan tone otot yang baik. Bayi tenang dan tidak selalu ingin menyusu.
  • Bayi terjaga untuk menyusu di malam hari. Beberapa bayi tidur sepanjang malam di tahap awal, sedang kebanyakan akan terbangun satu kali atau lebih pada malam hari.
  • Penambahan berat badan serta pertumbuhan panjang badan dan ukuran kepala.

 

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan:

Pola genetika perlu diperhatikan ketika menilai pertumbuhan bayi. Penambahan berat yang lambat kemungkinan terjadi bila orangtua bertubuh kecil, tapi bayi akan masih menunjukkan pertumbuhan yang konsisten pada tahun pertama.

Perut bayi hanya sebesar kepalan tangannya dan hanya bisa terisi sedikit. Ini berarti bayi perlu menyusu cukup sering untuk mendapat semua ASI yang ia butuhkan.

Beberapa bayi yang selalu tidur lelap perlu dibangunkan untuk menyusu agar bisa terus menambah berat badan. Kebanyakan bayi menyusu setidaknya 8 hingga 12 kali dalam 24 jam. Bila penambahan berat jadi masalah, bayi perlu dibangunkan, khususnya untuk menyusu di malam hari, untuk memastikan ia mendapat setidaknya 6 kali menyusu dalam 24 jam.

Sebaliknya, beberapa bayi yang mengalami kolik tidak bisa tenang, tapi sering menyusu. Umumnya bayi ini sering terlihat lapar, tapi sebenarnya ia mendapat terlalu banyak ASI, terlalu cepat, dan mengalami sakit perut.

Di antara usia 6 minggu sampai 6 bulan, normal bila bayi rewel dan ingin menyusu lebih sering dibanding biasanya. Ibu mungkin menjadi cemas apakah persediaan ASI masih memenuhi kebutuhan bayi. Masa ini disebut dengan growth spurt. Penelitian menunjukkan bayi yang mendapat ASI eksklusif tidak meningkat signifikan pada 1 hingga 6 bulan. Tapi ini tidak berarti Ibu memiliki ASI sedikit. Bila mengikuti petunjuk bayi dan menyusu lebih sering selama beberapa hari, bayi akan kembali tenang. Cuaca panas juga bisa memicu peningkatan frekuensi menyusu.

Kebanyakan bayi akan menyusu lebih baik di payudara sebelum mereka menangis keras. Menangis jadi tanda lapar yang paling terakhir. Perhatikan bayi Ibu, apakah ia mulai menghisap kepalan tangan atau mencari makanan sebelum menyusu. Banyak ibu yang langsung menyusui agar bayi bisa menyusu dengan baik. Beberapa orangtua juga memanfaatkan kangaroo care untuk membantu bayi rileks saat menyusu dan meningkatkan hormon oksitosin untuk menghindari ASI sedikit.

 

Penyebab persediaan ASI sedikit

Berikut ini beberapa alasan non-medis yang bisa menyebabkan persediaan ASI sedikit:

 

1. Jadwal menyusui

Ketika bayi menyusu mengikuti jadwal, biasanya ia tidak mendapat jumlah yang ia butuhkan. Yang paling baik, bayi disusui saat ia menunjukkan tanda ingin menyusu. Bila ia disusui menurut jadwal, ia mungkin tidak siap untuk menyusu ketika jam menunjukkan waktunya untuk menyusu. Bila bayi tidak siap menyusu, ia menghisap sedikit ASI dari payudara Ibu dan seiring waktu ini bisa memicu produksi ASI sedikit.

Selain itu, tiap ibu memiliki kapasitas penyimpanan ASI yang berbeda di payudaranya. Kapasitas penyimpanan berarti berapa banyak ASI yang ibu bisa simpan di payudara di sela waktu menyusui. Bayi dari ibu dengan kapasitas penyimpanan kecil kemungkinan perlu menyusui lebih sering untuk memenuhi kebutuhannya dibanding bayi dari ibu dengan kapasitas penyimpanan besar. Jadwal menyusui tidak cocok bila diterapkan karena tiap individu memiliki kapasitas penyimpanan ASI yang bervariasi.

Bayi belum bisa membaca jam. Ia memiliki jam internal tubuh yang memberitahu kapan ia perlu menyusu. Ketika ia perlu menyusu, ia akan menunjukkan tanda kalau ia membutuhkan ASI, seperti mengecap-ngecap lidahnya. Dengan merespon petunjuk ini dan menyusuinya, Ibu membantu memastikan ia mendapat apa yang ia butuhkan. Perlu diingat Bu, ada waktu di mana bayi baru lahir sering mengantuk dan perlu dibangunkan untuk menyusu. Ibu bisa minta bantuan konselor laktasi di situasi seperti ini.

Pada bayi baru lahir sampai usia 1 bulan sebaiknya susui si kecil minimal 2-3 jam sekali. Bahkan ada bayi yang menyusui lebih sering dari itu. Sedangkan untuk di atas usia 1 bulan, sebaiknya paling tidak susui si kecil 3 jam sekali, bahkan kalau lebih sering juga semakin baik untuknya. Yang terpenting, sesi menyusui si kecil jangan dijatah ya, Bu. Biarkan ia menyusui sepuasnya.

 

2. Tambahan susu formula

Kadang, khususnya di minggu-minggu awal, cairan tambahan selain ASI dibutuhkan beberapa bayi baru lahir hingga bisa menyusu. Ibu bisa minta panduan konselor laktasi atau dokter anak jika menghadapi kondisi seperti ini.

Namun bila penambahan cairan selain ASI tidak dibutuhkan dan bila penambahan ini berupa susu formula, ini bisa mmembuat produksi ASI sedikit lho, Bu. Ini karena bayi bisa minum susu formula lebih banyak dan menerima ASI sedikit dari payudara Ibu. Situasi ini kemungkinan bisa mudah diatasi dengan cara yang tepat bila Ibu mengkosultasikannya dengan ahli laktasi.

 

3. Latihan tidur

Bila Ibu menerapkan sleep training untuk anak, otomatis si kecil akan tidur lebih lama sebelum ia secara alami siap melakukannya. Nah, kondisi ini bisa menyebabkan ia menyusu lebih sedikit dan juga mengakibatkan produksi ASI sedikit. Tubuh Ibu akan memberikan sinyal bahwa jumlah ASI yang diminum bayi menurun dan membuat ASI sedikit.

 

4. Penggunaan dot

Berikut ini beberapa akibat penggunaan dot yang menyebabkan persediaan ASI sedikit:

  • Bingung puting. Bingung puting terjadi ketika bayi menghisap hal lain selain payudara, bisa empeng atau dot. Cara menghisap ASI dari payudara sangatlah berbeda dibanding menghisap susu formula atau ASIP dari dot. Sufor bisa dengan sangat mudah keluar dari dot. Sedangkan bayi harus menggunakan seluruh otot mulut, pipi, serta lidahnya untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Karenanya penggunaan dot bisa membuat bayi menghisap kurang efektif pada payudara. Bila ia tidak menghisap pada payudara dengan baik, ia akan menyedot sedikit ASI dari payudara. Hal ini juga menyebabkan produksi ASI sedikit, Bu.
  • Menunda menyusui. Bila bayi sudah menunjukkan tanda ingin menyusu dan tanda tersebut diabaikan, atau Ibu memberi empeng ke bayi untuk menunda kebutuhannya menyusui, ini akan membuat bayi tidak bisa menyusui dengan maksimal. Ini juga membuat frekuensi menyusunya berkurang. Seiring waktu, hal ini bisa membuat ASI sedikit.
  • Waktu menghisap lebih sedikit. Rata-rata jumlah waktu yang bayi habiskan untuk menyusui pada payudara bisa jadi bagian penting dalam membangun dan menjaga produksi ASI. Bila keinginan menghisap bayi terpuaskan oleh dot atau empeng, ini berarti waktu menyusu ASI sedikit. Seiring waktu ini bisa menurunkan persediaan ASI Ibu.

 

5. Posisi dan pelekatan yang tidak optimal

Ketika bayi di posisi yang tepat dan melakukan pelekatan dengan baik, ia akan menghisap ASI dengan lebih efektif. Bila ia tidak di posisi tepat dan tidak melakukan pelekatan dengan optimal, ini akan membuat jumlah ASI sedikit diproduksi, Bu.

 

6. Tongue tie

Gerakan lidah bayi jadi hal penting agar ia secara efektif mengambil ASI dari payudara. Bila bayi mengalami tongue tie, gerakan lidah jadi terbatas dan ia tidak bisa menghisap ASI dari payudara dengan baik. Seiring waktu, ini bisa juga membuat ASI sedikit.

 

Asumsi yang keliru tentang ASI sedikit

Rasa percaya diri rendah yang muncul di kalangan ibu baru membuat banyak dari mereka merasa mempunyai persediaan ASI sedikit. Setelah ibu melahirkan, rutinitas menyusui dimulai. Ketika mendengar tentang masalah menyusui yang dialami ibu, teman atau kerabat kadang menyarankan menambah ASI dengan susu formula. Padahal hal ini hanya akan menambah masalah.

Di negara mana pun di berbagai belahan dunia, selalu ada cerita tentang ibu dengan ASI sedikit. Beberapa Ibu mengatakan kalau ia hanya punya ASI sedikit sejak bayi lahir sehingga harus memberikan susu formula sebagai tambahan ASI untuk memastikan bayinya kenyang. Sedihnya, beberapa ibu ini kemudian terkejut karena setelah memperkenalkan botol susu, bayi jadi menolak payudara sama sekali alias bingung puting.

Untuk mencegah kondisi yang mengharuskan Ibu menyapih anak terlalu dini atau mengandalkan susu formula, sangatlah penting untuk mengatasi masalah menyusui sebaik mungkin dan sesegera mungkin. Ibu bisa membicarakannya dengan konsultan laktasi. Berikut ini beberapa pemahaman keliru tentang produksi ASI pada ibu menyusui:

 

1. Payudara Lembek

Banyak ibu merasa payudara mereka yang terasa lunak atau lembek berarti tidak ada ASI di dalamnya. Padahal kondisi ini biasanya berarti produksi ASI Ibu sudah sesuai dengan jumlah ASI yang bayi ambil.

Pada beberapa ibu, ada yang payudaranya tidak pernah terasa sangat penuh atau bengkak, ini bisa jadi karena bayinya memang menyusu dengan baik dan frekuensinya sering. Ingat Bu, payudara yang lembek tidak berarti Ibu punya ASI sedikit ya.

 

2. Bayi Tidur Tenang Karena Kenyang

Seberapa lama bayi tidur tidak bisa dijadikan indikasi produksi ASI ibu. Faktanya, jika bayi yang baru usia beberapa minggu tidur sepanjang malam, ini bisa membuatnya tidak mendapatkan cukup ASI.  Ada beberapa bayi yang memang belum bisa terbangun sendiri saat lapar dan selalu mengantuk akibat penyakit kuning.  Karena itu, bayi baru lahir perlu dibangunkan untuk menyusu hingga ia mulai konsisten bisa terbangun sendiri untuk menyusu dan menunjukkan tanda kalau ia sudah mendapatkan cukup ASI.

 

3. Bayi Menangis Karena ASI Sedikit

Ada banyak sebab kenapa bayi menangis dan rewel selama menyusu, tidak semata karena ibu memiliki ASI sedikit. Penyebab lain karena ibu memiliki refleks let down yang cepat, bayi mengalami wonder weeks, atau bayi kelelahan dan teralihkan.

 

4. Bayi Menyusu Terus Karena ASI Sedikit

Durasi dan frekuensi menyusu tiap bayi bisa sangat bervariasi. Selama bayi menunjukkan tanda mendapat ASI yang cukup, maka frekuensi dan durasi menyusu tidak perlu dipermasalahkan dan sangat bersifat individual. Durasi menyusu bergantung pada beberapa faktor. Misalnya, bayi yang aktif menyusu bisa menyusu dengan durasi waktu pendek dan mendapat lebih banyak ASI dibanding bayi yang menyusui dengan durasi lebih lama tapi menghisap pasif (bayi tidak menelan ASI). Selain itu, bayi yang lebih besar cenderung menyusu lebih cepat. Durasi menyusu juga bergantung pada variabel lain seperti seberapa lelah, lapar, atau haus si bayi, serta aliran ASI ibu.

Umumnya bayi menyusu 8 sampai 12 kali dalam 24 jam, beberapa bayi menyusu kurang sering atau lebih sering dari ini. Tiap ibu memiliki kapasitas penyimpanan payudara berbeda (seberapa banyak ASI bisa disimpan di sela waktu menyusui). Ibu dengan kapasitas penyimpanan besar atau kecil bisa memproduksi banyak ASI untuk bayinya.

Tapi, frekuensi menyusu bayi dari ibu dengan ukuran kapasitas penyimpanan berbeda  bisa sangat bervariasi. Misalnya, bayi dari ibu yang memiliki kapasitas penyimpanan kecil kemungkinan ingin menyusu lebih sering dibandingkan bayi dari ibu yang memiliki kapasitas penyimpanan besar. Proses menyusui juga bergantung pada variabel seperti seberapa lelah, lapar, atau haus si bayi, alasannya ingin menyusu, aliran ASI ibu, dan banyak lagi. Jadi Ibu tidak bisa serta merta mengira produksi ASI sedikit hanya dari frekuensi bayi menyusu.

 

5. Saat Dipompa, ASI Yang Keluar Hanya Sedikit

Beberapa ibu merasa panik dan mengira memiliki produksi ASI sedikit karena ASI yang keluar hanya sedikit saat dipompa. Ingat Bu, bayi jauh lebih baik menyedot ASI dari payudara dibanding pompa ASI. Memerah ASI dengan tangan juga merupakan keterampilan yang butuh latihan. Bahkan setelah latihan, ada beberapa ibu dengan persediaan ASI cukup tetap kesulitan memerah ASI. Selain itu, bayi minum dalam jumlah bervariasi pada tiap sesi menyusu dan volume ASI yang diproduksi ibu bervariasi sepanjang hari.

Kebanyakan ibu merasa menghasilkan volume ASI sedikit saat malam hari. Ini sangat normal. Awal malam adalah waktu di mana banyak bayi tidak merasa tenang. Jadi bila ibu memperkirakan keseluruhan persediaan ASI berdasarkan volume ASI yang ia pompa menjelang malam hari, ia bisa jadi semakin cemas. Selain itu, bila ibu memerah langsung setelah bayi menyusu dibanding tepat sebelum bayi menyusu, volumenya juga bisa bervariasi.

 

6. Bayi Terlihat Lapar Karena Produksi ASI sedikit

Banyak bayi menganggap aktivitas menghisap adalah hal yang sangat menyenangkan. Lapar hanya salah satu alasan kenapa bayi suka menghisap. Bayi juga suka menghisap saat merasa lelah atau kesakitan lho. Ketika ada sesuatu dimasukkan ke mulutnya, naluri bayi adalah langsung menghisapnya.

Ketika bayi menghisap payudara, ia memiliki kontrol seberapa banyak ASI yang ia minum. Bayi bisa menghisap untuk menelan ASI atau menghisap payudara tanpa menelan ASI. Jadi, seberapa pun seringnya bayi menyusu, ia tetap bisa mengontrol asupan ASI.

Sebaliknya, ketika bayi minum dari botol susu, ia tidak bisa menghisap tanpa menelan susu. Dot pada mulut bayi memberi stimulus kuat agar bayi menghisap, dan ketika ia menghisap, ia mendapat susu meski ia tidak membutuhkannya.

Aliran yang relatif cepat dan terus-menerus dari botol membuat bayi harus terus menghisap karena jika tidak, mulutnya akan penuh dengan susu. Dengan begitu, bayi bisa minum lebih banyak susu dari botol setelah menyusu, meski ia sudah mendapat cukup ASI dari menyusu langsung payudara. Jadi ini lagi-lagi bukan tanda produksi ASI sedikit ya, Bu.

 

7. Bayi Tiba-Tiba Menolak Payudara Karena ASI Sedikit

Di minggu-minggu awal, wajar bila bayi tertidur di payudara ketika aliran ASI menjadi lambat. Setelah sekitar bulan pertama, bayi tidak tertidur di payudara tapi menarik diri atau menangis ketika aliran ASI melambat. Banyak Ibu merasa memerah ASI atau berganti payudara membantu mengatasi situasi ini. Padahal kondisi ini bisa diatasi dengan breast compression. Ibu bisa memijat payudara selama bayi sedang menyusui. Dengan begitu, aliran ASI yang keluar bisa lebih cepat.

 

(Ismawati, Yusrina / Dok. Pexels)