Kehamilan

8 Keluhan Umum Di Usia Kandungan 7 Bulan (Hamil 7 Bulan)

8 Keluhan Umum Di Usia Kandungan 7 Bulan (Hamil 7 Bulan)

Bila Ibu masih bekerja saat hamil 7 bulan, sekarang waktunya untuk menulis surat permohonan cuti. Beritahu pihak HRD 3 minggu sebelum Ibu cuti. Bila pekerjaan mengharuskan Ibu berdiri setiap hari selama beberapa jam, usahakan Ibu bisa duduk dengan posisi kaki datar di sela bekerja. Perbanyak istirahat dan tidur sedini mungkin.   Di usia kandungan 7 bulan (hamil 7 bulan) Ibu mengalami penambahan lemak pada perut, pinggang, dan bokong. Penambahan berat badan di usia hamil 7 bulan sekitar 9 kg. Usia hamil 7 bulan dicirikan dengan kondisi berikut:  

  • Sulit bernafas, karena metabolisme yang cepat. Ibu merasa kegerahan tidak hanya di cuaca panas tapi juga ketika dingin.

  • Sering terjadi heartburn dan masalah perut.

  • Anemia.

  • Muncul bercak kemerahan pada perut.

  • Kontraksi rahim mulai terjadi tapi biasanya tidak terasa sakit.

  • Ibu bermimpi tentang bayi dan kelahiran. Mimpi ini disebabkan oleh posisi yang tidak nyaman selama tidur atau gerakan bayi.

Bila muncul risiko persalinan prematur, Ibu perlu menghindari hubungan seks hingga akhir kehamilan. Bila tidak ada kondisi medis yang membahayakan bila terjadi hubungan seksual, Ibu perlu gunakan kondom untuk menghindari risiko infeksi dalam kandungan.  

    

Gejala Kehamilan Di Usia Kandungan 7 bulan (Hamil 7 Bulan)

Memasuki usia kandungan 7 bulan (hamil 7 bulan), Ibu berada di minggu pertama trimester ketiga, dan sekitar 12 minggu menjelang tanggal perkiraan kelahiran. Di minggu 28 ini, berat bayi sekitar 1 kg dan panjangnya 14,8 inci. Banyak ibu hamil mengalami gejala tambahan dan rasa tidak nyaman selama trimester ketiga, meski tidak semua wanita mengalami gejala yang sama. Gejala juga bervariasi pada tiap kehamilan.  

  1. Bengkak di kaki

    Untuk mencegah bengkak, coba atasi dengan minum air putih ketika merasa haus. Jangan minum lebih dari satu gelas dalam sekali waktu. Ibu juga bisa berjalan kaki tanpa alas kaki di atas rumput atau pasir untuk menstimulasi area kaki dan memperkuat dinding pembuluh darah.

  2. Insomnia

    Masalah lain yang biasanya Ibu hadapi di usia kandungan 7 bulan (hamil 7 bulan) adalah insomnia. Kadang ini menyebabkan Ibu sulit tidur. Insomnia selama hamil juga membuat Ibu merasa lelah.

  3. Kontraksi Braxton Hicks

    Banyak ibu hamil mengalami kontraksi Braxton Hicks pada usia hamil 7 bulan. Kontraksi akan terasa lebih sering ketika hari perkiraan lahir (HPL) semakin dekat. Kontraksi Braxton Hicks terasa di perut bawah atau area selangka dan datang dan pergi dengan tanpa peningkatan intensitas yang teratur. Ketika kontraksi menjadi semakin kuat dan lebih teratur, hubungi dokter karena bisa menjadi tanda persalinan prematur.

  4. Keringat berlebih

    Karena jumlah keringat yang meningkat selama hamil, Ibu perlu mengenakan pakaian yang terbuat dari material sintetis, dan pastikan bahan pakaian terbuat dari katun. Sebaiknya jangan gunakan antiperspirant, tapi deodoran dari bahan alami tidak masalah.

  5. Nafas pendek

    Ketika rahim mengembang di bawah diafragma, otot mendorong paru-paru. Ibu bisa mengalami nafas pendek ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Saat ini terjadi, ada baiknya jika Ibu beristirahat dengan tidur sambil ditopang oleh bantal. Ibu bisa bernafas lebih lega saat mendekati kelahiran, karena bayi mulai turun ke bawah panggul sebagai persiapan kelahiran.

  6. Hemoroid

    Beberapa ibu hamil mengalami hemoroid atau wasir di usia hamil 7 bulan. Ini terjadi karena beban tambahan pada pembuluh di area rektum. Jangan sampai mengalami sembelit dan hindari mengejan selama buang air besar untuk mencegah hemoroid.

  7. Sakit punggung

    Banyak ibu hamil yang mengalami sakit punggung, terutama saat memasuki usia hamil 7 bulan. Ini kemungkinan karena peningkatan beban pada punggung dan persendian. Selain itu, hormon kehamilan menyebabkan pinggang dan persendian menjadi rileks. Ibu bisa melakukan massage yang bermanfaat untuk mengatasi sakit punggung. Dalam aktivitas sehari-hari, topang punggung dengan bantal ketika duduk dan berbaring untuk memberi rasa nyaman.

     

Memeriksa Kandungan Usia 7 Bulan Ke Dokter

Bila kehamilan Ibu baik-baik saja dan tidak ada komplikasi kehamilan, Ibu perlu memeriksakan kandungan ke dokter dua kali dalam sebulan. Ikuti saran dokter dan jalani semua tes pra-natal tepat waktu. Jangan menolak dirawat di rumah sakit bila dokter menganjurkannya demi kesehatan janin. Janin akan terancam bila ada tekanan pada serviks (kondisi dimana terjadi pembukaan serviks) atau kondisi yang disebut “uterine sensitivity” yang dianggap sebagai kontraksi prematur. 

Di usia hamil 7 bulan, calon ibu perlu menjalani USG untuk mendeteksi placental presentation. Kadang calon ibu tidak mencurigai apapun tentang placental presentation hingga pendarahan terjadi di trimester ketiga.

Bed rest selama hamil membantu mencegah kelahiran prematur akibat placental presentation. Pada beberapa kasus, pemeriksaan USG memungkinkan menemukan cacat pada perkembangan janin tepat waktu dan mengatasinya sebelum lahir.  Konsultasikan ke dokter bila:  

  • Ada cairan dari vagina berwarna kemerahan atau kecoklatan.

  • Ibu merasakan sakit dan tekanan di punggung bawah atau rasa sakit alami di area tersebut berubah.

  • Rasa sakit atau tekanan di panggul yang menyebar ke punggung bawah dan paha.

       

Perkembangan Janin Di Usia Kandungan 7 Bulan (Hamil 7 Bulan)

Bayi biasanya menjadi lebih aktif dan Ibu dapat merasakan dengan jelas gerakan janin saat hamil 7 bulan. Bila dilahirkan pada usia kandungan ini,  ia bisa bertahan hidup, meski paru-parunya belum berkembang sepenuhnya. Kulitnya akan berwarna merah dan berkerut tapi ada jaringan adiposa yang perlahan terbentuk di bawahnya.

Saat usia kandungan 7 bulan, ada lebih banyak kuncup pengecap (taste buds) pada lidah bayi dibanding setelah lahir, yang membuatnya bisa membedakan rasa. Ia mulai melatih saluran pencernaannya dengan cara menelan cairan ketuban dan mengeluarkannya lagi. Panjang janin di usia ini adalah sekitar 15,7 inci dengan berat janin sekitar 1,3 kg.  

        

Posisi Bayi

Posisi bayi di rahim berubah seiring perkembangan mental dan fisiknya. Usia hamil 7 bulan membawa banyak perubahan fisik pada bayi dan rahim. Semua organ bayi sepenuhnya berkembang dan bayi bereksplorasi dengan tubuhnya dengan menggenggam jari dan menghisap ibu jari. Gerakan bayi terhambat karena ruang rahim menjadi semakin terbatas.

Akhir trimester kedua membawa banyak perkembangan baru pada bayi yang meningkatkan kemampuannya untuk berpikir dan merasakan sesuatu. Saat Ibu hamil 7 bulan, tinggi dan berat badan bayi semakin bertambah. Itu membuatnya semakin tidak leluasa untuk bergerak di rahim. Frekuensi tendangan bayi mungkin akan berkurang, tapi tendangannya terasa lebih kuat selama bulan ini karena semakin terbatasnya ruang di rahim. Ibu juga akan lebih sering mengalami heartburn dan masalah pencernaan.  

     

Perkembangan Indera Bayi

Ketika indera bayi berkembang di usia hamil 7 bulan, ia merespon stimulasi eksternal melalui gerakan. Panas, dingin, tekanan, rasa sakit, dan suara menjadi saluran informasi utama antara bayi dan dunia luar. Ibu bisa merasakan tendangan tiba-tiba setelah mendengar suara keras. Musik yang lembut, suara Ibu, dan detak jantung yang stabil serta suara yang menenangkan membuat bayi tenang dan di posisi rileks.

Di awal trimester ketiga, akan terbentuk ritme sirkadian (jam tubuh) pada bayi. Siklus ini bisa mirip atau sangat berbeda dengan Ibu. Ukuran bayi yang semakin membesar juga  akan membuat Ibu sulit menemukan posisi tidur yang nyaman. Tidur miring ke kiri dengan bantal di antara lutut bisa meningkatkan sirkulasi dan aliran darah ke bayi serta membantu meredakan rasa tidak nyaman.  

     

Makanan Selama Ibu Hamil 7 Bulan

Berdasarkan data dari penelitian, kurangnya zinc di tubuh bisa berpengaruh negatif pada kehamilan. Jadi sertakan mineral ini di usia kandungan 7 bulan (hamil 7 bulan) dengan mengonsumsi kurma, daging sapi, ayam, susu, telur, tomat, kentang, sereal, kacang, serta teh hijau.  

Rasa bahagia karena akan segera bertemu bayi membuat Ibu tersenyum sepanjang hari. Tapi ada gejala tertentu yang akan terjadi saat memasuki usia hamil 7 bulan atau trimester ketiga ini dan cara terbaik mengatasinya adalah dengan makan makanan yang tepat.  

Seperti tahap kehamilan lainnya, ada makanan yang perlu banyak Ibu konsumsi dan ada pula makanan yang perlu dihindari selama hamil. Pastikan Ibu makan makanan yang sehat dan hindari pola makan yang salah, ini jadi cara untuk memastikan bayi berkembang dan tumbuh sebagaimana mestinya. Selain itu, Ibu mendapat nutrisi yang Ibu butuhkan untuk tetap kuat sampai waktunya melahirkan si buah hati.  

    

A. Makanan Yang Baik Kehamilan 7 Bulan

Selama kehamilan trimester ketiga, menu makan yang Ibu konsumsi harus berfokus pada kesehatan bayi yang akan segera lahir. Ibu perlu mengonsumsi makanan yang memberikan sekitar 450 kalori tambahan setiap hari. Saat Ibu makan, janganlah berlebihan. Daripada makan makanan besar sekaligus, makanlah dengan porsi kecil sepanjang hari untuk memberi nutrisi yang janin butuhkan untuk bertumbuh.  

  1. Makanan kaya kalsium

    Kalsium sangat penting di sepanjang kehamilan. Tapi kalsium menjadi lebih penting selama trimester ketiga. Para ahli merekomendasikan minimal 1000 mg kalsium setiap hari. Sumber kalsium bisa diperoleh dari produk susu seperti yoghurt dan makanan seperti oatmeal dan salmon.

  2. Makanan kaya zat besi dan protein

    Selama trimester ketiga, tambahan zat besi sangat penting untuk menghindari anemia dan pendarahan selama kelahiran. Ibu membutuhkan sekitar 27 mg zat besi setiap hari. Dapatkan dosis zat besi dan protein yang dibutuhkan dari makanan seperti daging, unggas, dan nasi. Asam amino yang Ibu dapat dari protein yang Ibu konsumsi akan menambah cepat pertumbuhan bayi.

  3. Makanan kaya magnesium

    Magnesium akan membantu penyerapan kalsium yang Ibu konsumsi serta juga meringankan kram kaki, membuat otot rileks, dan mencegah persalinan prematur. Ibu membutuhkan sekitar 350 hingga 400 mg magnesium setiap hari. Kacang almond dan biji labu menjadi sumber magnesium yang kaya.

  4. Asam folat

    Konsumsi asam folat menjadi keharusan bagi tiap calon ibu, sebelum dan selama kehamilan. Selama trimester ketiga, asam folat membantu menurunkan risiko cacat pada tabung saraf bayi. Ibu bisa menemukan asam folat pada makanan seperti oatmeal dan sayuran berwarna hijau gelap, serta buah seperti stroberi dan jeruk. Ibu perlu konsumsi 600 sampai 800 mikrogram asam folat setiap hari.

  5. Makanan dengan kandungan DHA

    DHA merupakan asam lemak yang membantu otak bayi berkembang dengan baik. Ibu dianjurkan mengonsumsi sekitar 200 mg DHA setiap hari. Ibu bisa menemukan DHA pada makanan seperti susu, telur, dan jus.

  6. Makanan kaya serat

    Untuk mencegah konstipasi, yang menjadi gejala umum di trimester ketiga, Ibu perlu konsumsi banyak makanan yang kaya serat. Ibu perlu makan sayuran dan buah juga setiap hari. Jangan lupa kalau air di saluran pencernaan dengan cepat terserap, jadi perbanyak minum air putih dan cairan lain.

  7. Makanan kaya vitamin C

    Untuk memastikan zat besi yang Ibu minum bisa diserap tubuh, Ibu perlu mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C. Sumber vitamin C berasal dari buah melon, lemon, dan jeruk, serta brokoli.

     

B. Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Selama Kehamilan 7 Bulan

Heartburn, bengkak pada tangan dan kaki, kelelahan, dan konstipasi menjadi beberapa gejala yang akan Ibu alami selama trimester ketiga. Untuk menghindari gejala ini, hindari makanan tertentu sejak usia  kandungan 7 bulan. Ini akan membantu mengatasi rasa tidak nyaman dan memberi bayi nutrisi yang tepat. Berikut makanan yang perlu Ibu hindari selama kehamilan 7 bulan:  

  1. Makanan mengandung sodium

    Kondisi kembung dan bengkak bisa dicegah dengan minum banyak cairan. Ibu harus selalu minum banyak air putih. Mengurangi asupan sodium juga penting jadi hindari makanan tinggi kandungan garam seperti keripik, kecap asin, dan makanan kalengan.

  2. Makanan tinggi lemak dan pedas

    Untuk memastikan Ibu tidak mengalami heartburn, hindari makanan yang digoreng yang tinggi kandungan lemak. Ibu juga perlu hindari makanan pedas karena bisa menyebabkan heartburn. Para ahli merekomendasikan Ibu makan ringan untuk makan malam.

  3. Kafein, alkohol, dan tembakau

    Makanan ini perlu dihindari sepenuhnya selama ibu hamil. Minuman berkafein bisa menyebabkan konstipasi dan membuat Ibu merasa tidak nyaman selama hamil, jadi sebaiknya hindari mengonsumsi kafein. Alkohol dan tembakau sangat berbahaya untuk bayi, jadi hentikan kebiasaan mengonsumsinya selama hamil.

  4. Makanan siap saji

    Tak masalah makan porsi kecil makanan siap saji ketika Ibu mengidam, yang terpenting jangan berlebihan. Makanan yang diproses alias fast food tidak memiliki nilai nutrisi. Lebih baik bikinlah cemilan rumahan yang sehat. Dengan begitu, selain mengisi perut, Ibu juga bisa memberi bayi nutrisi agar ia tumbuh dengan sehat.

Makan dengan pola makan sehat dan seimbang sangat penting karena tidak hanya memberi Ibu kekuatan dan nutrisi, tapi juga bermanfaat untuk bayi. Sebagai bagian dari pola makan sehat, Ibu juga disarankan untuk melakukan olahraga ringan setiap hari. Yoga kehamilan, berjalan kaki, dan berenang jadi aktivitas untuk mencegah penambahan berat badan yang cepat dan berlebihan, serta membantu membuat Ibu kuat dan bugar untuk melahirkan.  

   

Persiapan Kelahiran

Biasanya usia kandungan 7 bulan (hamil 7 bulan) diakhiri dengan posisi bayi yang turun, dengan kepala di bawah dan wajah menghadap tulang belakang untuk mempersiapkan kelahiran. Kadang kepala bayi berada di bawah tapi wajahnya menghadap ke atas. Posisi ini meningkatkan risiko sakit punggung berat selama persalinan. Ibu bisa membantu bayi mencapai posisi kepala di bawah dengan menghindari posisi duduk yang menempatkan lutut lebih tinggi dari panggul. Menyandarkan punggung dan menyilangkan kaki juga perlu dihindari.

Berikut beberapa tips kehamilan yang bisa Ibu ikuti untuk menghindari komplikasi kehamilan:  

  • Merasa emosional dan takut adalah bagian dari kehamilan. Ibu rentan mengalami perasaan ini selama trimester ketiga. Pahami kalau ini sangat alami dan terjadi pada semua calon ibu.

  • Diskusikan rasa takut terkecil sekalipun yang Ibu rasakan dengan suami. Ini tidak hanya meringankan beban tapi juga memudahkan hidup Ibu. Ibu menjadi tidak terlalu cemas ketika memiliki teman untuk bercerita.

  (Ismawati, Yusrina / Dok. Shutterstock)