Kehamilan Dibaca 2,580 kali

Sering Buang Air Kecil Saat Hamil? Ini Penyebabnya!

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 20 Oktober, 2018 04:10

Sering Buang Air Kecil Saat Hamil? Ini Penyebabnya!
Sering pipis memang menjadi efek kehamilan yang tidak disukai kebanyakan wanita terutama ketika sedang terlelap di malam hari atau di saat sulit menemukan toilet. Kondisi ini menjadi tgejala kehamilan yang dimulai di trimester pertama pada usia kehamilan sekitar 6 minggu.

 

Penyebabnya

Kenapa wanita hamil jadi sering buang air kecil? Di saat hamil, perubahan hormonal menyebabkan aliran darah melalui ginjal menjadi lebih cepat, sehingga kandung kemih lebih sering terisi. Hormon hCG, yang meningkatkan aliran darah ke area panggul, sebenarnya bagus untuk peningkatan keinginan seksual selama hamil.

 

Selama hamil jumlah darah di dalam tubuh meningkat hingga hampir 50 persen lebih banyak dibanding sebelum hamil. Kondisi ini mengakibatkan lebih banyak cairan diproses melalui ginjal dan berakhir di kandung kemih. Selain itu, Anda juga merasakan tekanan pada kandung kemih yang disebabkan oleh  rahim yang mengembang.

 

Untungnya, tekanan ini akan berkurang ketika rahim naik ke rongga perut selama trimester kedua, meski Anda mungkin tidak terlalu memperhatikannya. Tapi mendekati akhir trimester ketiga, ketika kepala bayi berada di bawah dan hampir siap untuk dilahirkan, kepalanya menekan kandung kemih yang artinya Anda akan lebih sering pipis.

 

Anda akan lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Salah-satu penyebabnya adalah ketika berbaring cairan yang berada di kaki selama seharian mengalir kembali ke aliran darah dan menuju kandung kemih.

 

Ada satu penelitian terkait dengan fenomena buang air kecil pada wanita hamil di trimester pertama menemukan fakta bahwa akan terjadi peningkatan, baik dari segi frekuensi maupun volume urin. Tapi hal ini akan berkurang pada trimester kedua di mana Bunda tidak akan lagi begitu sering ke kamar mandi untuk buang air kecil.

 

Yang bisa Anda lakukan

Sebenarnya Anda bisa mengurangi frekuensi ke kamar mandi dengan menghindari minuman yang memiliki efek diuretik seperti kopi, teh, dan alkohol. Strategi lain yang bisa Anda coba adalah ketika buang air kecil, condongkan badan ke arah depan agar kandung kemih benar-benar kosong. Namun, jangan biarkan Anda kehausan demi mengurangi intensitas ke kamar mandi ya, Bun. Mendapat cairan yang cukup sangat penting untuk kesehatan Anda dan juga si bayi. Tak apa banyak minum di siang hari, tapi coba kurangi saat sebelum tidur di malam hari.

 

Yang perlu diwaspadai

Konsultasikan pada dokter atau bidan jika Anda merasakan sakit atau terbakar ketika  pipis, atau ketika terus merasa ingin pipis meski yang keluar hanya beberapa tetes saja. Ini bisa menjadi gejala infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih merupakan jenis infeksi bakteri yang umum terjadi pada wanita hamil. Jika tidak diatasi, bisa memicu infeksi ginjal atau persalinan sebelum waktu.

 

Banyak wanita hamil yang tanpa sengaja mengeluarkan urin ketika batuk, tertawa, bersin, mengangkat benda berat, atau melakukan aktivitas olahraga tertentu, seperti joging. Hal ini sangat mungkin terjadi pada trimester ketiga atau di periode pasca persalinan. Anda bisa mencegahnya dengan tidak membiarkan kandung kemih terlalu penuh, jadi jangan abaikan keinginan untuk pipis.

 

Melakukan senam Kegel, yang dapat menguatkan otot di dasar panggul, bisa membantu mengurangi kondisi ini. Ada baiknya Anda memulai senam Kegel di awal kehamilan dan terus melanjutkannya hingga setelah melahirkan. Bahkan Anda bisa terus melakukannya seumur hidup. Juga ingat untuk mengosongkan kandung kemih sebelum berolahraga. Jika perlu gunakan panty liner untuk menyerap tetesan urin, siapkan juga benda ini di dalam tas Anda.

 

Kondisi ini akan membaik

Kondisi selalu ingin buang air kecil akan membaik segera setelah melahirkan. Selama beberapa hari setelah melahirkan, Anda pipis dengan jumlah lebih banyak bahkan lebih sering karena tubuh mengurangi cairan yang Anda peroleh selama hamil. Tapi setelah sekitar 5 hari paska melahirkan, frekuensi pipis Anda akan mendekati kondisi sebelum hamil.
(Ismawati)