Kelahiran Dibaca 12,386 kali

14 Fakta di Balik Warna dan Tekstur Feses Bayi

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 06 November, 2019 17:11

14 Fakta di Balik Warna dan Tekstur Feses Bayi

Beberapa orang tua tidak menyukai momen mengganti popok bayi, tapi ada juga lainnya yang menikmati aktivitas ini. Namun, kalau si kecil adalah anak pertama Anda, perhatikanlah setiap feses bayi Anda. Karena setiap tekstur dan warna feses itu mengindikasikan kondisi kesehatan si kecil. Penasaran hal penting apa yang harus Bunda tahu tentang feses bayi? Simak yang berikut ini.

1. Feses pertama bayi disebut mekonium

Feses pertama yang dikeluarkan bayi berwarna hitam dan pekat. Ini disebut mekonium dan ada di dalam usus bayi sebelum ia lahir. Bayi setidaknya satu kali buang air besar pada satu atau dua hari setelah lahir. Di hari kedua, feses bayi menjadi lebih lembut tapi masih gelap warnanya.

2. Noda merah muda pada popok bayi

Setelah beberapa hari pertama, kristal asam urat pada pipis bayi bisa meninggalkan noda kemerahan pada popok. Hal ini wajar selama beberapa hari pertama tapi hubungi dokter bila muncul setelah hari ke-4.

3. Di hari ketiga, warna feses bayi jadi lebih cerah

Pada hari ketiga, bayi memiliki feses yang lebih cerah warnanya. Hubungi dokter bila bayi masih mengeluarkan feses berwarna hitam di hari ketiga.

4. Di hari kelima, feses bayi berwarna kuning seperti mustard

Di hari kelima, feses bayi harus berwarna kuning, hijau terang, atau oranye. Ketika warna feses jadi lebih cerah, konsistensinya lebih encer dan jumlahnya lebih banyak.

5. Bayi lebih dari satu kali ganti popok pada 5 hari pertama

Pada 5 hari pertama, bayi setidaknya berganti popok sesuai jumlah hari usia mereka. Misalnya, setidaknya satu kali ganti popok pada hari pertama, setidaknya 2 kali ganti popok pada hari kedua, dan seterusnya

6. Butuh 5 popok sekali pakai saat bayi sudah usia 5 hari

Mulai hari ke-5 dan seterusnya, bayi setidaknya akan 5 kali berganti popok sekali pakai dalam 24 jam, atau 6 sampai 8 kali berganti popok kain tiap 24 jam. Pipis yang dikeluarkan biasanya berwarna pucat dan tidak berbau menyengat.

7. Tiga kali buang air besar berwarna kuning di hari ke-5

Mulai sekitar hari ke-5 dan seterusnya, bayi setidaknya 3 kali buang air besar setiap hari. Bahkan bisa lebih sering pada bayi yang diberi ASI. Feses bayi yang menerima ASI biasanya berwarna kuning, berbulir, dan encer. Bayi yang minum susu formula tidak akan terlalu sering buang air besar dan fesesnya berwarna coklat, lebih pekat, dan baunya berbeda.

8. Feses berwarna hijau berarti ASI ibu melimpah

Kadang jumlah feses hijau yang berlebihan mengindikasikan ibu memiliki ASI melimpah (hiperlaktasi). Bicaralah pada konselor laktasi bila bayi memiliki tanda berikut:

  • Tidak tenang di sela waktu menyusu, Anda merasa bayi bergas atau masuk angin

  • Berganti lebih dari 5 popok sekali pakai atau lebih dari 8 popok kain selama 24 jam

  • Mengalami penambahan berat badan yang besar

  • Satu kali atau lebih buang air besar dengan warna hijau dan berbusa dalam jumlah banyak pada tiap kali menyusu

  • Muntah setelah menyusu.

9. Bayi tidak sering buang air besar setelah 6 minggu

Saat usia bayi sudah mencapai 6 minggu, beberapa bayi ASI banyak yang tidak buang air besar sesering sebelumnya. Beberapa bayi hanya buang air besar satu kali selama beberapa hari. Tak ada yang perlu dikhawatirkan kok Bun selama fesesnya encer dan banyak.  ASI memang lebih mudah untuk diserap oleh tubuh. Batas untuk bayi ASI tidak buang air besar adalah 10-14 hari. Kalau sampai melewati batas tersebut, sebaiknya bawa si kecil ke dokter.

10. Feses setelah bayi mulai MPASI akan berubah

Ketika bayi berumur sekitar 6 bulan dan mulai MPASI, fesesnya akan sedikit berubah. Feses cenderung menjadi lebih pekat konsistensinya dan bervariasi warnanya bergantung apa yang bayi makan. Misalnya, bila bayi makan sayuran berwarna oranye seperti wortel atau labu, fesesnya akan berwarna oranye cerah. Atau bila bayi makan blueberry, fesesnya menjadi ungu. Anda juga akan melihat sedikit makanan yang tidak tercerna pada fesesnya seperti biji jagung.

Pastikan untuk menghubungi dokter bila Anda melihat hal berikut:

  • Feses berdarah

  • Feses berwarna hitam setelah beberapa hari pertama

  • Lendir pada feses

  • Feses berwarna putih.

11. Feses bayi ASI dengan kalori rendah

Bila Anda melihat feses si kecil berbusa dan berwarna hijau, hampir seperti algae, kemungkinan ia mendapat terlalu banyak ASI foremilk (ASI rendah kalori yang keluar pertama saat menyusu), dan tidak mendapat cukup ASI hindmilk, yang memiliki lemak tinggi. Ini bisa berarti Anda tidak cukup lama menyusuinya. Untuk mengatasi hal ini, saat Bunda mau menyusui si kecil, berikanlah payudara yang Bunda gunakan terakhir pada sesi menyusu sebelumnya.

12. Feses mengandung zat besi

Bila bayi menerima suplemen zat besi, fesesnya akan berubah menjadi hijau gelap atau hampir hitam. Ini tidak akan sering terjadi, tapi variasi ini sangat normal. Bila feses bayi berwarna kehitaman tapi ia tidak minum suplemen zat besi, ada baiknya Anda menghubungi dokter untuk memastikan kalau warna hitam ini bukan disebabkan oleh melena atau pendarahan.

13. Feses disertai lendir

Apakah feses si kecil terlihat seperti lendir? Feses kehijauan disertai bercak terang yang menandakan lendir kadang terjadi ketika bayi berliur, karena lendir pada liur tidak tercerna. Tapi lendir pada feses juga jadi tanda infeksi atau alergi. Bila feses berlendir disertai gejala lain atau muncul selama dua hari atau lebih, hubungi dokter untuk mengetahui penyebabnya.

14. Feses bayi saat sembelit

Bila feses bayi terlihat dan terasa seperti batu, ia mungkin mengalami konstipasi. Bayi bisa terlihat tidak nyaman ketika buang air besar, dan feses disertai darah dari anus yang mengalami iritasi.

Bunda tidak perlu cemas jika si kecil satu atau dua kali buang air besar dengan feses yang keras, tapi bila bayi mengalaminya tiga kali atau lebih (atau ada darah), lebih baik hubungi dokter. Konstipasi sering terjadi pada bayi yang baru dikenalkan pada makanan padat, atau bisa jadi tanda sensitif pada susu atau protein kedelai atau kekurangan toleransi pada sesuatu di ASI atau susu formula. Dokter bisa merekomendasikan pemberian air putih atau jus pear untuk mengatasi kondisi ini.

15. Feses dengan darah berwarna cerah

Darah berwarna merah cerah bisa muncul pada feses bayi karena beberapa sebab. Hubungi dokter bila:

  • Feses normal disertai darah merah yang sering jadi tanda alergi protein susu

  • Diare bercampur dengan darah merah, yang bisa mengindikasikan infeksi bakteri

  • Feses konstipasi dengan darah merah, kemungkinan akibat sobekan pada anus atau hemoroid kecil.

Sebagai panduan umum, hubungi dokter bila Anda melihat sesuatu di luar kebiasaan buang air bayi. Ada beberapa variasi pada feses yang mengindikasikan masalah serius:

  • Feses hitam pekat terdiri dari darah yang tercerna (melena). Warnanya hitam seperti mekonium tapi sedikit keras dan kurang pekat.

  • Feses yang hampir semuanya darah merah, yang mengindikasikan masalah usus yang serius.

  • Feses pucat berwarna seperti tanah lempung yang menandakan gagal liver. Feses terlihat dan terasa mirip dengan lempung yang keputihan. Feses ini jarang muncul, tapi segera dapatkan bantuan medis bila si kecil mengalaminya.

Para ibu biasanya sangat gemar mengamati feses bayi mereka. Alasan utama mereka melakukannya karena ini menjadi informasi tentang apakah bayi mendapat cukup ASI atau susu formula. Fakta-fakta di atas hanya sebagai panduan umum. Sebaiknya konsultasikan ke dokter bila Anda memiliki pertanyaan tentang kesehatan dan kondisi bayi.

(Ismawati)