Balita

16 Fakta dan Tips Penyimpanan ASIP untuk Bayi

Terakhir diperbaharui

16 Fakta dan Tips Penyimpanan ASIP untuk Bayi

Ibu menyusui kadang memerah ASI karena bayi prematur dan belum bisa menyusu dengan baik atau karena harus bekerja tapi ingin terus memberikan ASI ke bayi. Alasan lainnya karena ibu ingin memiliki simpanan ASI perah (ASIP), untuk berjaga ketika terpisah dari bayi untuk sementara waktu.

 

Fakta Tentang ASIP

Mungkin muncul beberapa pertanyaan di benak Anda seputar ASIP. Berikut ini beberapa fakta dan tips berkaitan dengan hal tersebut. Simak yuk!

 

  1. ASIP tidak boleh dihangatkan di microwave

    ASI perah bisa dihangatkan dengan meletakkan wadah penyimpanannya di air hangat atau di bawah air hangat yang mengalir. Jangan hangatkan ASI perah di microwave karena menyebabkan ASI tidak panas secara merata dan juga secara signifikan menurunkan atau menghancurkan kandungan anti infeksi pada ASI.

     

  2. ASI perah bisa disimpan di suhu ruang selama 6 hingga 8 jam

    Bila suhu ruang mencapai 26 derajat celsius, ASIP bisa disimpan selama 6 sampai 8 jam. Di suhu yang lebih hangat, bakteri bisa tumbuh lebih cepat. Tiga sampai 4 jam jadi batas maksimal penyimpanan ASIP di suhu yang lebih tinggi dari ini.

     

  3. ASI perah bisa disimpan di lemari pendingin hingga 72 jam

    ASI perah segar bisa disimpan selama 72 jam. Tapi ASI perah harus disimpan di bagian belakang lemari pendingin bagian chiller yang suhunya paling dingin.

     

  4. ASI perah segar bisa disimpan di freezer selama 3 bulan

    ASIP segar bisa disimpan selama 3 bulan di dalam freezer lemari pendingin dengan pintu terpisah (suhu -18 derajat celsius), selama 2 minggu di freezer yang menyatu dengan lemari pendingin (suhu -15 derajat celsius), atau selama 6-12 bulan di freezer dalam (suhu -20 derajat celsius) yang jarang dibuka. Ketika dibekukan, sel darah putih dan tingkat vitamin C pada ASI perah berkurang. Tapi total protein, lemak, enzim, laktosa, sebagian besar vitamin, antibodi, dan kandungan anti infeksi lain akan terjaga selama proses pembekuan.

     

  5. ASI perah bisa berbau

    Beberapa ibu memiliki ASI perah yang berbau amis setelah disimpan di lemari pendingin atau freezer. Tapi bukan berarti ASI perah sudah rusak ya, Bun. Hal ini kemungkinan karena enzim lipase yang memecah lemak di ASI perah ketika disimpan. ASI perah tetap aman untuk bayi dan kebanyakan bayi meminumnya tanpa masalah.

     

    Jadi bila ini terjadi pada ASI perah Anda dan bayi meminumnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi bila si kecil menolak ASIP, Anda bisa mencegah masalah ini dengan memanaskan ASI dengan cara berikut setelah memerahnya (dan sebelum menyimpannya).

     

    Panaskan ASI perah sampai suhu 72 derajat celsius selama 2 menit langsung setelah memerah (sebelum disimpan) untuk menghentikan kerja lipase. Setelah itu, dinginkan ASI dengan cepat dengan meletakkan wadah penyimpanan di mangkok berisi es dan air. Memanaskan ASI perah dengan cara ini berarti beberapa faktor pelindung kekebalan akan berkurang atau hancur tapi cara ini masih lebih baik dibanding Anda membuangnya. ASI perah kemudian bisa disimpan seperti biasa.

     

  6. Jumlah ASI perah yang diberikan ke bayi

    Ini akan bervariasi karena tiap bayi berbeda. Bayi yang sangat kecil hanya minum volume kecil, mungkin hanya beberapa ml dalam sekali minum. Bayi yang lebih besar minum lebih banyak. Selera makan si kecil bisa lebih besar dibanding yang lain. Tapi aturan umumnya adalah menyediakan setidaknya 100 ml ASI untuk setiap sesi menyusui, hingga Anda bisa memprediksi sendiri tentang kebutuhan bayi berdasarkan pengalaman.

     

  7. Setelah diberikan ke bayi, ASI perah yang tersisa harus dibuang

    Setelah bayi minum ASI perah, terjadi pertumbuhan bakteri di sisa ASI dari mulut bayi. Beberapa orang tua merasa nyaman menggunakan ASI perah yang tersisa sebagai tambahan menyusui. Tapi karena tidak ada bukti yang mendukung praktik ini, membuang ASI perah yang tersisa dalam 1 hingga 2 jam setelah diminum bayi jadi langkah yang paling tepat. Lebih baik lagi bila Anda hanya menawarkan ASI dalam jumlah yang pasti bisa dihabiskan bayi. Dengan begitu, tidak akan ada ASI yang tersisa atau terbuang.

     

  8. ASI perah tidak perlu dihangatkan

    Bayi bisa minum ASI perah yang dingin pada suhu ruang atau dihangatkan. Bayi Bunda akan menunjukkan apa yang ia lebih sukai.

     

  9. ASI perah beku bisa dicairkan di kulkas

    Cara mencairkan ASIP beku yang paling baik adalah meletakkannya di kulkas bagian bawah (chiller) selama satu malam sebelum ASIP digunakan. Ini bertujuan agar ASIP beku tidak mengalami perubahan suhu secara tiba-tiba yang bisa berujung pada rusaknya nutrisi di ASIP. Tapi bila Anda harus cepat mencairkannya, wadah penyimpanan bisa diletakkan di air hangat atau di bawah air hangat yang mengalir.

     

  10. ASI perah segar bisa dicampur ke ASI perah sebelumnya

    Sebaiknya Anda tidak menambahkan ASI perah segar ke ASI perah yang sebelumnya telah disimpan di lemari pendingin dan dihangatkan. Dinginkan ASI yang baru diperah di lemari pendingin sampai suhunya sama sebelum mencampurkannya ke ASI perah yang sebelumnya telah disimpan.

     

  11. ASI perah bisa disimpan di wadah plastik, kaca, atau kantong plastik bersegel

    Ada berbagai pilihan untuk menyimpan ASI perah. Wadah plastik atau kaca bisa digunakan. Bila Anda menggunakan kantong plastik bersegel, pilih yang kuat, yang bisa disegel dengan baik, dan disimpan di area minim risiko kerusakan kantong.

     

  12. Menyimpan ASI perah yang sudah cair

    ASIP beku yang sudah dicairkan di lemari pendingin masih bisa disimpan kembali selama 24 jam. Dengan catatan belum terjadi kontak dengan mulut bayi.

     

  13. Pemberian ASI perah ke bayi

    Cara memberikan ASI perah ke bayi paling umum adalah dengan menggunakan botol susu. Alternatif lain bisa menggunakan gelas minum khusus atau pipet plastik. Metode ini bisa digunakan untuk bayi yang sakit atau prematur yang belum belajar menyusu dari payudara secara efektif.

     

  14. ASI perah yang sudah dicairkan bisa disimpan di suhu ruang hingga 4 jam

    ASI perah kurang bisa mencegah pertumbuhan bakteri. Terlebih lagi, ASI perah yang sebelumnya dibekukan dan telah dicairkan selama 24 jam tidak boleh dibiarkan di suhu ruang selama lebih dari 4 jam.

     

  15. ASI perah tak perlu dibuang bila ibu mengalami infeksi payudara atau puting

    Bunda mungkin khawatir tentang ASI yang diperah ketika mengalami infeksi payudara atau mastitis. Tapi tidak ada bukti kalau ibu yang mengalami infeksi payudara atau puting perlu membuang ASI perahnya. ASI perah yang tidak terkontaminasi secara alami mengandung bakteri sehat (probiotik) yang penting untuk membantu flora di usus bayi. Probiotik menciptakan kondisi di usus yang membantu memperlambat pertumbuhan bakteri tidak sehat.

     

  16. ASI perah yang disimpan di lemari pendingin bisa langsung diberikan ke bayi

    Secara nutrisi tidak ada perbedaan dan tidak ada bukti kalau ASIP harus dihangatkan terlebih dahulu sebelum diberikan ke bayi. Tapi beberapa bayi lebih suka minum ASI yang suhunya sama dengan suhu tubuh. Cara aman untuk memanaskan botol ASI adalah dengan merendamnya di wadah berisi air hangat. Sebelum diberikan ke bayi, percikkan beberapa tetes ASI ke siku Anda untuk merasakan suhunya. Hangatkan ASI perah hingga hilang dinginnya.

     

Mitos Seputar Memompa ASI

Bunda, ada banyak informasi tentang ASIP yang ternyata hanya sekedar mitos, berikut beberapa pemahaman keliru tentang ASIP:

 

  • Anda tidak bisa melakukan hal lain ketika sedang memompa

    Banyak ibu masih bisa melakukan banyak hal sambil memompa. Selama Anda rileks, tak ada alasan untuk tidak bisa membaca buku, melipat pakaian, atau mengecek email. Bahkan Anda bisa menonton tv sambil minum teh hangat sambil memompa ASI.

     

  • Memompa ASI sebaiknya 2 jam setelah menyusui bayi

    Tubuh Anda terus memproduksi ASI, jadi tidak perlu menunggu setelah menyusui untuk memompa ASI. Faktanya, semakin banyak ASI yang Anda keluarkan dari payudara dengan menyusui atau memompa, semakin banyak ASI yang Anda hasilkan. Produksi yang berkelanjutan memastikan tersedia ASI 24 jam setiap hari, kapanpun bayi merasa lapar.

     

  • Beberapa ibu tidak memiliki ASI yang cukup

    Banyak ibu baru yang cemas kalau mereka tidak menghasilkan ASI yang cukup. Tapi pada umumnya dengan meningkatkan jumlah waktu memompa dalam sehari akan meningkatkan persediaan ASI.

     

  • Wanita yang memiliki implan payudara tidak bisa menyusui

    Kebanyakan wanita yang  menjalani implan payudara masih bisa menyusui. Meski bentuk pembedahan payudara manapun punya risiko kerusakan saluran dan saraf ASI, kebanyakan wanita dengan implan payudara bisa berhasil menyusui.

     

    Beberapa ibu cemas kualitas ASI terpengaruh oleh implan. Tak ada bukti kalau material pada implan bisa membahayakan bayi, meski bila terjadi kebocoran pada kantung implan.

     

    Tapi lokasi implan bisa memberi dampak pada menyusui. Ketika implan dimasukkan di bawah lipatan payudara atau di bawah lengan, ada lebih sedikit risiko kerusakan saraf dan saluran ASI. Kadang implan dimasukkan pada ujung areola. Bedah ini memiliki risiko kerusakan lebih besar pada saraf puting. Bila ini terjadi, baik persediaan ASI dan pelepasan ASI bisa terpengaruh.

     

  • Ibu harus minum susu untuk bisa memproduksi ASI

    Ini tidak benar. Pola makan yang sehat yang ibu butuhkan untuk memproduksi ASI. Kalsium bisa didapat dari beberapa makanan non susu, termasuk kacang dan ikan.

     

  • ASI tetap segar di suhu ruang selama 12 jam

    Pada suhu ruang, ASI bisa digunakan hingga 4 sampai 6 jam. Penting untuk diketahui kalau ASI yang berada di dalam mobil meski di suhu yang lebih dingin bisa rusak lebih cepat.

     

  • Durasi memompa harus sama dengan durasi menyusu bayi (30 menit)

    Ibu dianjurkan memompa selama 10 sampai 15 menit. Ini waktu yang lebih realistis, terutama untuk ibu yang sibuk mengurus bayi.

     

Yang Perlu Ibu Tahu Tentang Memompa ASI

Banyak ibu baru yang kesulitan memompa ASI. Penting untuk diingat kalau memompa ASI kadang butuh banyak latihan. Anda akan sedikit frustrasi tapi dengan kesabaran Anda bisa memompa dengan benar. Berikut ini beberapa hal yang mungkin belum Anda tahu tentang ASIP.

 

  1. Kerusakan puting

    Banyak ibu tidak tahu kalau beberapa pompa ASI bisa merusak kulit puting yang sensitif. Ini biasanya berlaku untuk pompa elektrik, ketika diatur di pengaturan terlalu tinggi. Memang beberapa ibu ada yang nyaman dengan pengaturan paling tinggi, sedang lainnya mengalami puting lecet meski menggunakan pengaturan paling rendah.

     

    Sebagai aturan umum, pabrik pembuat pompa ASI merekomendasikan pengaturan pompa di posisi rendah atau pertengahan, agar lebih sedikit risiko kerusakan puting. Cedera biasanya terjadi karena vakum pompa memberi tekanan pada kulit puting. Pada jangka panjang, ini bisa menyebabkan puting sakit. Selain itu, setelah memompa, kelembaban di sekitar puting bisa memicu pertumbuhan mikroorganisme. Karenanya pastikan untuk mengeringkan area ini.

     

  2. ASIP dan kedekatan ayah-bayi

    Memompa ASI bisa jadi kesempatan ayah untuk punya ‘quality time’ bersama bayi. Semua pasti mengakui kalau menyusui kadang terasa melelahkan. Ibu yang tidak bekerja sekalipun bisa meminta bantuan ayah untuk memberikan ASIP ke bayi. Ini jadi cara membangun hubungan dan membuat ayah merasa penting dalam pengasuhan anak.

     

  3. ASIP untuk bayi yang masuk NICU

    Kadang kondisi bayi mengharuskannya masuk ke ruang NICU. Ini terutama bila bayi sangat prematur, mengalami aspirasi mekonium atau kekurangan oksigen, atau kondisi lain yang membutuhkan perawatan intensif. Tapi karena bayi masuk NICU dan tidak bisa menyusu, bukan berarti ia tidak bisa menerima ASI.

     

    Dokter bisa memasang selang dari mulut ke perut. ASI sangat ideal bagi bayi di kondisi ini karena mengandung nutrisi yang bisa membantu proses penyembuhan. Jadi ibu perlu memompa ASI. Bayi prematur yang menerima ASI bisa pulih lebih cepat. Bayi juga kurang berisiko terkena infeksi karena ASI dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

 

Tips Agar ASIP Melimpah

Anda merasa telah memompa ASI cukup lama tapi hanya mendapat sedikit ASIP? Atau payudara masih terasa keras meski Anda telah memompa cukup lama? Berikut ini beberapa tips agar Anda bisa lebih banyak mendapat ASIP.

 

  • Jangan lewatkan jam produksi ASI yang paling banyak

    Tahukah Anda kalau tingkat prolaktin (hormon yang membantu produksi ASI) paling tinggi pada malam hari dan awal pagi? Ini kenapa pada jam ini payudara terasa sangat penuh.

     

    Jadi jangan lewatkan kesempatan ini untuk memompa lebih banyak ASI. Bangunlah lebih pagi untuk memompa. Biasanya memompa di pagi hari akan menghasilkan ASIP paling banyak dibandingkan sesi memompa lain.

     

  • Ganti posisi breast shield

    Ada dua cara melakukannya. Yang pertama, angkat dan letakkan kembali bagian breast shield untuk meningkatkan daya hisap tanpa mengubah lokasinya. Yang kedua, bila tidak berhasil dengan langkah pertama, Anda bisa ganti posisi breast shield di area berbeda. Anda bisa coba trik ini pada pompa ASI manual maupun elektrik.

     

  • Sesi memompa lebih sering dan lebih pendek lebih baik dibanding sesi dengan interval lebih jauh dan durasi lebih lama

    Misalnya ketika Anda jauh dari bayi selama 10 jam bekerja. Mana yang lebih baik? Melakukan sesi memompa dua kali, masing-masing 30 menit, atau 3 kali memompa dengan durasi masing-masing 20 menit?

     

    Mungkin sebagian akan mengatakan sama saja karena waktu yang dihabiskan sama-sama 1 jam. Tapi sebenarnya sesi memompa lebih sering memberi Anda lebih banyak ASIP.

(Ismawati)