Balita Dibaca 4,662 kali

Cara Merawat Tali Pusat Bayi

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 28 Januari, 2019 04:01

Cara Merawat Tali Pusat Bayi
Begitu si kecil lahir, maka dokter akan sesegera mungkin menjepit dan memotong tali pusat buah hati Anda. Tenang saja, proses pemotongan tali pusat ini tidaklah menyakitkan. Setelah dipotong dan dijepit, maka akan ada tali pusat yang tertinggal sepanjang 2cm sampai 3 cm di pusar si kecil.

Nah, kebanyakan Ibu yang baru pertama kali memiliki anak akan dilanda kecemasan soal tata cara merawat tali pusat ini. Maka dari itu, Ibupedia akan berbagi tips seputar merawat tali pusat agar senantiasa bersih serta bebas dari infeksi. Read on!

Berapa lamakah tali pusat melekat di badan anak?

Tali pusat biasanya akan lepas dengan sendirinya kurang lebih 1-2 minggu pasca kelahiran. Ukuran tali pusat itu akan mengecil, menghitam, sebelum kemudian lepas dan meninggalkan luka kecil yang akan segera sembuh dan mejadi pusar. Saat pertama kali lahir, dokter akan segera mengikat atau menjepit tali pusat si kecil dan baru melepas jepitannya setelah tali pusat itu kering dan tertutup.

Bagaimana cara merawat tali pusat si kecil?

Hal pertama yang paling penting adalah soal kebersihan. Bunda harus memastikan tali pusat dan area di sekitar pusar si kecil senantiasa bersih dan kering agar tidak mudah terjangkit infeksi. Tapi Bunda masih boleh kok memandikan anak mulai dari atas sampai bawah tubuh dengan kain basah. Tali pusat yang terkena air tidak akan menghambat pemulihan maupun memudahkan masuknya infeksi. Hanya saja, ingatlah untuk mengelap tunggul sehabis dibersihkan dengan air.

Bunda boleh membersihkan tali pusat tersebut dengan air keran biasa atau dicampur dengan sabun (tanpa wewangian dan pH netral) atau dengan air matang saja. Setelah dimandikan, tepuk-tepuklah tali pusat itu dengan handuk atau kain flanel yang lembut. Lalu, tunggu sampai tali pusat itu mengering sebelum kemudian Bunda memakaikan si kecil baju.

Sabun bayi saja sudah cukup untuk membersihkan tunggul tersebut, jadi pemakaian sabun antiseptik sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Justru, memakai sabun antiseptik akan memperlambat tunggul menjadi kering. Meksi begitu, ada dokter yang menyarankan pemberian alkohol untuk membersihkan tunggul tali pusat. Selalu konsultasikan ke dokter ya, Bun!

Cara Membersihkan Tali Pusat

  • Selalu cuci tangan Bunda sebelum dan setelah membersihkan tali pusat.

  • Jangan sekali-kali menarik tali pusat tersebut. Biarkan tali pusat mengering dan puput dengan sendirinya.

  • Jangan sampai tali pusat anak terkena air seninya sendiri. Saat memakaikan anak popok atau celana, pastikan agar pakaian tersebut tidak menutupi pusarnya. Biarkan tali pusat 'bernafas'. Namun, kalau Anda takut si kecil masuk angin, maka tutupilah badannya dengan baju yang longgar.

  • Tidak perlu diberi alkohol. Kamu mungkin pernah mendegar saran ini, tapi menurut penelitian terbaru dari University of Udine Italy, alkohol bisa membunuh bakteri yang membuat tali pusar kering dan lepas.

  • Tali pusar juga tidak perlu diberikan, minyak, bedak, atau jamu-jamuan.

  • Bersihkan tali pusat dan area sekitarnya dari kotoran yang basah dan lengket.

  • Selama tali pusar belum lepas, lebih baik mandikan si kecil dengan washlap dan usahakan tali pusar tidak basah.

  • Tali pusat biasanya akan  lepas setelah satu atau dua minggu. Pada beberapa kasus, bayi memerlukan waktu lebih lama lagi sebelum tali pusatnya mengering. Jangan menarik tali pusar. Biarkan lepas sendiri.

  • Jagalah agar daerah di sekitar pusar tetap kering.

Setelah tali pusat lepas, berapa lama pusar anak akan sembuh?

Setelah tali pusat mengering dan lepas, Bunda perlu menunggu setidaknya 7 sampai 10 hari sebelum area di sekitar pusar pulih sepenuhnya. Jangan kaget saat mendapati darah di area pusar karena hal itu merupakan kejadian normal. Bunda boleh waspada jika darah keluar terus menrus.

Bagaimana cara mengetahui apakah si kecil terkena infeksi?

Kalau Bunda mendapati area di sekitar tali pusat kotor atau bernanah di bagian bawah, maka jangan buru-buru panik. Pasalnya, hal itu normal terjadi sesaat sebelum pusarnya sembuh. Jadi, area yang kotor, menghitam, bahkan sedikit bernanah belum tentu merupakan tanda bahwa anak terjangkit infeksi.

Berikut adalah tanda-tanda tali pusat anak mengalami infeksi:

  • Si kecil terserang demam, terlihat lesu, tidak mau makan.
  • Area di sekitar pusar terlihat bengkak, busuk, bahkan berair.
Kalau sudah begitu, jangan ragu dan segera bawa ke dokter. Meskipun jarang terjadi, ada beberapa bayi yang mengalami proses penyembuhan lebih lama dari 2 minggu. Bisa jadi daging di bagian dalam tunggul sudah terlihat bersih namun si kecil masih merasa sakit.

Periksakan bayi Anda ke dokter untuk memeriksa tali pusat buah hati Anda. Biasanya dokter akan membantu menutup tunggu tersebut dengan prosedur yang disebut pengkauterian. Ini merupakan prosedur mudah dengan resiko rendah dan tidak akan menyakiti tubuh sang buah hati.

(Yusrina)