Kelahiran Dibaca 153 kali

Perhatikan 10 Tips Aman Ini Saat Orangtua Tidur Bersama Bayi

Share info ini yuk ke teman-teman
Dwi
Perhatikan 10 Tips Aman Ini Saat Orangtua Tidur Bersama Bayi

Kehadiran Ibu atau Ayah akan menenangkan bayi dan membuatnya bisa tidur kembali saat si kecil rewel di malam hari, terutama di masa awal kelahirannya. Kebanyakan Ibu akan memilih untuk tidur bersama bayi di ranjang yang sama untuk memudahkan saat menenangkan atau menyusui bayi.

Sayangnya, tidur bersama bayi tidak sepenuhnya aman. Tingginya tingkat kematian bayi akibat kesalahan saat tidur bersama orang dewasa menjadi alasan utama. Di beberapa negara, banyak yang menerapkan aturan agar orangtua untuk tidur terpisah dengan bayi demi keselamatannya.

Tetapi, mengapa tidak sedikit orangtua yang memilih untuk tidur bersama bayi? Salah satunya adalah agar menyusui di malam hari lebih mudah dan nyaman. Selain itu, bayi dan ibunya sama-sama memiliki waktu tidur yang cukup jika bayi hanya terbangun di malam hari untuk menyusu. Alasan lainnya adalah agar Ibu lebih mudah mengetahui penyebab rewelnya bayi. Misal jika popok perlu diganti, Ibu bisa segera mengetahuinya jika tidur bersebelahan dengan bayi. Tidak hanya itu, orangtua yang memilih tidur bersama bayi di satu ranjang menginginkan kedekatan emosional dengan bayinya. 

Tidur bersama bayi disebut sebagai Co-Sleeping, yang kemudian dibagi menjadi dua, yaitu Tidur Satu Ruangan dan Tidur Satu Ranjang. Pada jenis Tidur Satu Ruangan, orangtua dan bayi tidak tidur di ranjang yang sama. Bayi akan tidur di kasur bayi atau boks bayi, sedangkan orangtuanya tidur di ranjang biasa. Sementara itu, Tidur Satu Ranjang berarti orangtua tidur bersama bayi di ranjang yang sama.

Tidur bersama bayi di ranjang yang sama disebut sebagai salah satu pemicu terjadinya kasus kematian bayi. Baik karena kehabisan napas, bagian kepala tertutup selimut atau bantal, tertindih orangtuanya, bayi kepanasan, tercekik selimut, terlilit rambut Ibu atau terjepit di antara kasur dan kepala ranjang. 

Menurut laman Medical News Today, baik American Academy of Pediatrics (AAP) maupun US Consumer Product Safety Commission, menentang gagasan tidur bersama bayi di ranjang yang sama. Apalagi jika usia bayi kurang dari 4 bulan atau bayi terlahir dengan berat badan rendah atau prematur.

Seperti halnya dengan pilihan perawatan bayi lainnya yang memiliki sisi negatif dan positif, tidur bersama bayi juga demikian. Berikut efek negatif dan positif jika orangtua memilih tidur bersama bayi di satu ranjang.

Efek Positif Saat Orangtua Tidur Bersama Bayi

  1. Mendukung Proses Menyusui di Malam Hari

    Meningkatnya rasa stres Ibu baru seringkali dipicu karena kurangnya waktu tidur di malam hari saat bayi cenderung rewel. Begitu pun sebaliknya, kesulitan tidur di malam hari juga membuat bayi stres. Tidur bersama bayi di ranjang yang sama bermanfaat bagi Ibu dan bayi untuk mengurangi kemungkinan itu.

    Mengapa bisa jadi menurunkan tingkat stress Ibu dan bayi? Ini dikarenakan proses menyusui di malam hari jadi lebih nyaman dilakukan. Ibu yang tidur bersama bayi di ranjang yang sama akan lebih mudah menyusui ketika bayi haus, lapar atau tidak nyaman. Sedangkan si bayi akan merasa tenang karena ia hanya berjarak beberapa senti dari sumber makanannya dan orang yang paling membuatnya nyaman.

    Waktu tidur Ibu dan bayi pun tidak terganggu dan tingkat stres pun menurun. Selain itu, durasi menyusui juga bisa lebih lama karena keduanya sama-sama merasakan kenyamanan. Bayi bisa mendapatkan hindmilk yang cukup. Tentunya dengan catatan bahwa perlekatan bayi pada payudara sudah tepat dan bayi tidak memiliki masalah menyusui. Selain itu, menyusui di malam hari juga membantu menjaga dan meningkatkan produksi ASI.

  2. Bayi Terlindungi

    Salah satu faktor penyebab kematian bayi adalah tertindih orangtuanya. Tetapi di sisi lain, pada saat berbagi ranjang dengan Ibu berada di sebelah bayi dan menyusui, Ibu akan melengkungkan badannya. Tangan dan kepalanya akan tertekuk dan lututnya pun menekuk ke dalam.

    Posisi ini membentuk cekungan yang tidak memungkinkan Ibu untuk berguling menindih bayi. Posisi ini memang sebaiknya dilakukan dengan catatan Ayah atau individu lain yang seranjang posisinya di sebelah Ibu. Bukan di sebelah bayi. Sehingga bayi terlindungi oleh posisi tidur Ibu dan mendapatkan kenyamanan saat tidur.

  3. Meningkatkan Bonding

    Kedekatan Ibu dan bayi saat tidur bersama membuat ikatan di antara keduanya semakin erat. Tidur bersama bayi akan membuat rasa memiliki bayi dan Ibu semakin kuat terjalin. Rupanya hal ini dipicu juga dari naluri alami bayi yang terlahir dengan keinginan untuk selalu disentuh, dipeluk, dan didekap oleh orang yang membuat ia merasa nyaman. Sehingga ketika ia menemukan seseorang yang membuatnya hangat dan nyaman sehari-hari bahkan di waktu tidurnya, ia akan merasa sangat terikat dengan orang tersebut.

  4. Bayi dan Ibu Terbebas dari Kecemasan

    Bayi cenderung memiliki separation anxiety atau kecemasan saat berpisah dari ibunya. Tidur bersama bayi di ranjang yang sama baik untuk meredakan kecemasan tersebut karena ia tahu bahwa ibunya pasti ada di sampingnya.

Efek Negatif Saat Orangtua Tidur Bersama Bayi

  1. Meningkatkan Risiko Kecelakaan di Tempat Tidur

    Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa tidur bersama bayi di ranjang yang sama bisa membuat bayi terluka bahkan hingga menyebabkan kematian. Bila tidak dilakukan dengan cara yang benar, bayi bisa meninggal tanpa orangtua sadari karena tertindih tubuh orangtuanya, kehabisan napas karena tertutup selimut atau bantal, terjepit di antara kasur dan kepala kasur, terguling jatuh dari tempat tidur, bahkan terlilit rambut panjang Ibu. Banyaknya kemungkinan kecelakaan terjadi saat tidur inilah yang membuat tidur bersama bayi di ranjang yang sama tidak disarankan.

  2. Anak Lebih Sulit untuk Tidur Sendiri

    Beberapa ahli percaya bahwa anak yang terbiasa tidur dengan orangtuanya memiliki kecenderungan untuk bergantung pada orangtuanya sampai usia tertentu. Mereka jadi merasa lebih cepat cemas jika berpisah dari orangtua. Tetapi biasanya ini hanya berlaku jika tidur bersama orangtua dilakukan lebih dari usia yang seharusnya. Proses tidur sendiri anak yang memasuki masa toddler jadi sedikit lebih sulit karena mereka masih mengkhawatirkan banyak hal jika tidak tidur bersama orangtuanya.

    Fakta menyebutkan bahwa negara-negara di Asia, Afrika dan beberapa negara Eropa mempraktikkan tidur bersama dengan bayi tetapi justru memiliki tingkat kematian bayi akibat tidur seranjang cukup rendah. Hal ini tentunya diikuti oleh langkah antisipasi untuk mencegah kecelakaan saat tidur bersama bayi. S

    Selain itu, tidur bersama bayi di ranjang yang sama juga tidak memengaruhi segi kognitif dan psikologis anak. Karena baik mereka yang tidur bersama orangtua ataupun terpisah dari orangtuanya memiliki hasil kognitif dan psikologis kurang lebih sama.

Tips Aman Tidur Bersama Bayi

Karena tidak ada aturan khusus yang menegaskan bahwa tidur bersama bayi harus dilakukan atau tidak harus dilakukan, semuanya dikembalikan kepada pilihan masing-masing orangtua. Namun, jika memilih untuk tidur bersama bayi di ranjang yang sama, maka pastikan dulu hal-hal di bawah ini agar selalu aman saat tidur bersama bayi:

  1. Posisikan bayi di sebelah Ibu, bukan di antara kedua orangtua

  2. Bisa gunakan kasur bayi berkelambu yang ukurannya tidak terlalu besar untuk diletakkan di kasur yang sama dengan orangtua. Selain melindungi bayi agar tidak tertindih orang tua, bagus juga untuk melindungi bayi dari nyamuk.

  3. Menggunakan kasur bayi sambungan juga bisa jadi pilihan, yaitu kasur bayi dengan pengaman di satu sisi dan sisi lainnya menempel pada kasur orangtua.

  4. Hindari menggunakan bantal dan selimut untuk bayi. Lebih baik kenakan piyama panjang bila khawatir bayi kedinginan.

  5. Pastikan material yang digunakan sebagai alas tidur memiliki kepadatan yang cukup dan tidak terlalu lembut yang memungkinkan bayi terguling sendiri.

  6. Jangan mengonsumsi alkohol menjelang waktu tidur bersama bayi dan hindari merokok. Jika masih merokok, maka pastikan sudah berganti baju, mandi, dan menyikat gigi untuk memastikan tidak ada residu yang tersisa di badan, baju, dan rambut.

  7. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan atau prematur sebaiknya tidur dengan kasur khusus yang posisinya lebih tinggi dari posisi tidur orangtua. Bisa juga memilih untuk menggunakan boks bayi.

  8. Sebisa mungkin bayi tidak tidur bersama saudaranya yang lebih tua.

  9. Jika Ibu memiliki rambut panjang dan berpotensi melilit leher bayi, maka sebisa mungkin diatur agar tidak terkena bayi. Bisa dengan diikat atau tidur menggunakan cap rambut.

  10. Jangan tinggalkan bayi sendiri di kasur orangtua atau di sofa tanpa pengawasan.

(Dwi Ratih)