Keluarga Dibaca 1,603 kali

Cara Hemat Untuk Ibu Agar Uang Belanja Mencukupi

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 15 November, 2019 16:11

Cara Hemat Untuk Ibu Agar Uang Belanja Mencukupi

Kita harus jujur mengakui, urusan uang tidak pernah mudah. Dan karena orangtua ingin melakukan semua yang terbaik untuk anak, menjadi hemat jadi hal yang sulit untuk dilakukan. Tapi ada banyak cara hemat untuk ibu. Berikut ini beberapa cara hemat untuk ibu untuk bisa memaksimalkan hidup dari minggu ke minggu dan juga berhemat di hari yang lebih sulit. Selain itu, dengan menjalankan gaya hidup hemat, Anda berarti memberi contoh yang baik untuk anak tentang cara mengatur keuangan nantinya.

 
  1. Buat anggaran

    Membuat anggaran jadi langkah awal cara hemat untuk ibu dalam mengatur keuangan. Ketika membuat anggaran, lebih dulu alokasikan dana untuk kondisi darurat dan kebutuhan. Lalu, lihat dana yang tersisa. Sisakan persentase tertentu sebagai tabungan.

  2. Jangan beli sekaligus

    Pikirkan kebutuhan mendesak untuk bayi baru lahir Anda, dan beli hanya barang yang bayi butuhkan di beberapa bulan pertama. Misalnya, ketika bayi pertama kali pulang ke rumah, ia bisa tidur di kamar Anda. Artinya Anda bisa tunda dulu membeli tempat tidur bayi hingga ia sedikit lebih besar.

    Anda juga belum membutuhkan high chair. Hanya pastikan Anda punya car seat yang telah dibeli dan dipasang sebelum Anda pergi ke rumah sakit.

  3. Beli popok dalam jumlah banyak

    Harga per popok lebih murah bila Anda beli dalam jumlah banyak. Dan Anda akan menggunakannya dengan cepat di tahun pertama sehingga membeli dalam jumlah banyak juga menghemat waktu sehingga Anda tidak perlu sering ke toko.

  4. Menyusui

    Menyusui sangat ramah di kantong dan menjadi satu cara hemat untuk ibu. Susui bayi ketika Anda bisa. Tidak hanya ini sehat untuk Anda dan bayi, tapi juga menghemat uang dibanding menggunakan susu formula.

  5. Buat makanan bayi sendiri

    Anda bisa buat makanan bayi sendiri dari buah dan sayuran segar. Ini jauh lebih murah dibanding kebanyakan makanan bayi instan yang dijual di toko. Hanya pastikan Anda membekukan makanan yang tersisa agar tidak basi.

  6. Alokasikan uang untuk hal yang penting

    Gunakan uang pada item keamanan seperti car seat. Pabrik selalu memperbaharui produk dengan fitur keamanan, jadi sangat dianjurkan Anda membeli yang baru.

  7. Meminjam keperluan bayi

    Tanyakan ke teman atau keluarga dengan anak yang lebih besar apakah mereka punya barang yang tidak lagi digunakan. Kebanyakan akan senang memberikan baju bayi atau barang lainnya. Anda bisa juga meminjam meja ganti, high chair, gendongan bayi, atau tas bayi.

  8. Tunda membeli sepatu

    Sepatu bayi memang lucu-lucu, tapi bayi Anda belum membutuhkan sepatu hingga ia belajar berjalan. Kaos kaki sudah cukup untuk membuat kaki kecilnya terasa hangat. Lagipula, bayi akan lebih baik jika bertelanjang kaki lho.

  9. Belanja di akhir bulan

    Ketika waktunya untuk berbelanja, lakukan di akhir bulan. Banyak toko mengharuskan bagian penjualan mencapai target penjualan tertentu, jadi lebih mungkin Anda bisa dapat harga bagus ketika orang penjualan mendapat tekanan untuk mencapai target. Ada kemungkinan mereka memberi potongan harga besar, tapi Anda juga perlu gunakan taktik negosiasi untuk mendapat harga terbaik.

  10. Mainan

    Berapa banyak mainan yang Anda beli untuk menghibur dan bermain bersama anak? Mainan anak tidak harus selalu baru. Mainan yang tidak terstruktur dan tidak terarah penting untuk perkembangan anak, dan ini juga ramah bagi dompet Anda sekaligus cara hemat untuk ibu. Tak perlu beli buku mewarnai, cukup sediakan kertas kosong. Bagian belakang kertas yang telah Anda gunakan juga tidak masalah. Kotak baju bekas bisa jadi sesi bermain pakaian berjam-jam untuk anak, dan barang yang ditemukan di alam akan jadi perlengkapan seni yang menarik.

  11. Daur ulang dan gunakan kembali

    Daur ulang bagus untuk lingkungan, tapi juga bisa jadi cara hemat untuk ibu. Menggunakan kembali barang di sekitar rumah berarti pengeluaran untuk barang baru jadi berkurang.  Jadi kreatiflah dengan sampah Anda. Anda bisa ubah kantong kertas jadi kanvas. Ini tidak hanya menghemat uang tapi juga membuat anak aktif dan kreatif.

  12. Pengasuhan anak

    Pengasuhan anak bisa jadi pengeluaran besar untuk orangtua baru, tapi untungnya biaya ini menurun seiring pertumbuhan anak. Tapi di tahun awal menurunkan biaya pengasuhan anak berarti menurunkan biaya secara keseluruhan. Tiap keluarga berbeda, tapi berikut beberapa cara yang mungkin untuk menurunkan biaya pengasuhan anak:

    • Berhenti bekerja dan tinggal di rumah. Bila salah satu orangtua memiliki gaji rendah, masuk akal untuk berhenti dan menghilangkan biaya pengasuhan anak, terutama setelah kelahiran anak kedua. Tentu, untuk melakukan ini Anda perlu pertimbangan lain seperti mengurangi pengeluaran secara keseluruhan. Juga ingat, Anda tidak bisa menabung untuk kebutuhan jangka panjang bila tidak kembali bekerja ketika pengasuhan tidak lagi dibutuhkan.

    • Bekerja dari rumah. Orangtua yang bekerja dari rumah tidak sepenuhnya menghilangkan semua biaya pengasuhan anak, tapi bisa menurunkannya. Bekerja paruh waktu dari rumah juga jadi cara bagus untuk orangtua agar lebih mudah masuk kembali ke dunia kerja. Bekerja dari rumah juga menghemat uang transportasi dan pakaian.

    • Minta kerabat mengasuh anak. Pendekatan ini lebih murah ketimbang anak berada di daycare. Bisa sulit untuk menemukan pengasuh anak paruh waktu yang murah, jadi ini bisa jadi solusi bila Anda mengurangi jam kerja Anda menjadi paruh waktu.

  13. Makanan

    Berbeda dengan pengasuhan anak, biaya makan untuk anak meningkat seiring pertambahan usianya. Pengeluaran untuk makanan jadi biaya yang tertinggi kedua. Cara terbaik untuk menghemat uang dalam makanan adalah dengan memasak sendiri.

    Biaya membeli makanan di restoran lebih mahal dibanding bila Anda memasak sendiri. Ini sulit dilakukan karena satu hal yang tidak banyak dimiliki orangtua adalah waktu. Kadang sulit ketika Anda pulang ke rumah setelah bekerja dan mulai memasak. Ini pentingnya disiplin diri. Berikut beberapa cara untuk mendorong Anda memasak sendiri:

    • Alokasikan satu hari untuk memasak. Ini bisa sekali sebulan atau sekali seminggu, yang penting sisihkan waktu untuk memasak. Ketika melakukan ini, di hari-hari yang sibuk, Anda punya pilihan untuk memasak makan malam yang simpel dari makanan yang telah dibekukan.

    • Siapkan bekal makan siang. Menyiapkan bekal bisa jadi tugas yang kurang menyenangkan, terutama ketika Anda kurang tidur di malam sebelumnya, tapi menjadikan ini sebagai kebiasaan akan jadi hal baik. Selain makanan buatan rumah jauh lebih sehat, uang yang bisa Anda hemat dengan tidak makan di luar atau anak tidak makan di kantin sekolah jumlahnya bisa mengejutkan.

    • Tulis menu, buat daftar bahan makanan yang dibutuhkan, pergi berbelanja. Tiap kali ke toko untuk berbelanja, Anda bisa habiskan lebih banyak waktu dibanding bila membuat rencana belanja lebih dulu dan membuat daftarnya. Di awal minggu, Anda bisa buat menu, buat daftar bahan, dan pergi ke tempat berbelanja. Ketika membuat menu, Anda bisa periksa bahan makanan yang sudah ada di rumah. Setelah menu mingguan siap, simpan makanan di freezer untuk persiapan di hari Anda sangat sibuk. Ketika Anda pulang dari bekerja dan tidak tahu harus masak apa berarti waktunya untuk menggunakan makanan di freezer.

    • Gandakan jumlah masakan Anda. Lalu simpan setengahya di freezer untuk dimakan di hari berikutnya.

  14. Hindari restoran

    Anda punya kebiasaan makan di luar 4 kali dalam seminggu yang membutuhkan anggaran yang tidak kecil? Anda bisa banyak menghemat dengan melakukan penyesuaian pada kebiasaan makan Anda. Bunda bisa menitipkan anak ke kerabat sebentar dan siapkanlah makan malam istimewa untuk suami di rumah daripada harus pergi ke restoran.

    Di akhir pekan, kemas makanan untuk piknik dan bawa keluarga ke taman atau pantai. Bawa cemilan ke tempat bermain, kebun binatang, atau bioskop daripada makan di restoran. Anda juga bisa menghemat uang dengan membuat kopi sendiri di rumah. Minum segelas kopi di kafe yang bagus tentu mahal harganya. Bayangkan jika Anda harus mampir ke sana setiap hari untuk sekedar membeli secangkir kopi.

  15. Mengawasi penggunaan kartu kredit

    Jika kartu kredit Anda menghabiskan banyak anggaran bulanan, coba gunakan kartu kredit dengan tingkat bunga yang lebih rendah. Periksa kembali pengeluaran yang dilakukan melalui kartu kredit Anda. Lihat lagi apakah ada pemotongan otomatis, misalnya untuk berlangganan majalah yang tidak lagi Anda baca yang bisa dibatalkan.

    Selain itu, jangan menggunakan lebih dari satu kartu kredit. Cukup gunakan satu dengan tingkat bunga dan persyaratan terbaik. Dengan hanya menggunakan satu kartu kredit, Anda bisa lebih mudah melacak pengeluaran yang terjadi, juga untuk menghindari Anda melewati limit kartu kredit yang Anda pakai.

  16. Tidak berlangganan email tertentu

    Email berbentuk promosi bisa membuat Anda ingin terus berbelanja. Sebaiknya hentikan berlangganan email semacam ini. Jangan biarkan diri Anda tergoda menghabiskan uang.

  17. Listrik

    Anda bisa cabut colokan lampu dan peralatan listrik ketika tidak digunakan atau yang tidak sering digunakan untuk menghemat uang. Meski tidak dinyalakan, peralatan listrik masih tetap memakan listrik. Anda bisa cabut colokan komputer atau charger juga.

  18. Mencari yang tidak perlu

    Bisakah Anda menggunakan layanan internet yang lebih murah? Atau mungkinkah untuk tidak menggunakan telepon rumah dan hanya mengandalkan hand phone? Apakah sebanding uang yang Anda keluarkan untuk kenggotaan di sebuah gym, padahal Anda bisa sehat dengan berjalan kaki, jogging, atau bermain basket secara gratis di taman? Anda dan keluarga mungkin bisa menggunakan satu kendaraan untuk menghemat bahan bakar, asuransi, dan perawatan kendaraan. Bahkan hal sederhana seperti menutup keran air, menurunkan suhu pada pemanas air, atau menggunakan peralatan rumah yang hemat energi, bisa membuat jumlah tagihan Anda turun.

  19. Berbelanja dengan cerdas

    Untuk penggunaan obat, pilih jenis generik yang harganya lebih murah dari merek terkenal. Untuk pakaian, perlengkapan bayi, perabot, atau barang sejenisnya, toko barang bekas biasanya memberikan penawaran yang menarik. Atau jika Anda membeli dalam kondisi baru, beli pakaian yang lagi didiskon. Kalau Bunda mau nyalon, hindari salon kecantikan yang mahal. Coba deh melakukan perawatan di sekolah kecantikan yang biasanya memberikan diskon dan menyediakan berbagai pelayanan seperti potong rambut, perawatan wajah, tangan, dan kaki.

  20. Ketat mengatur anggaran

    Misalnya, seorang ibu yang tidak bekerja menggunakan sistem amplop sederhana. Setiap 2 minggu ia mengambil uang dari rekening suaminya dan membaginya pada amplop yang telah ditulis pengeluaran tertentu. Misalnya, jika anggaran untuk makanan dalam satu bulan sebesar Rp.2.000.000, ia memasukkan Rp.1.000.000 ke amplop bertuliskan “makanan” setiap dua minggu. Dengan begitu ia bisa tahu kalau uang itu ada ketika tiba waktunya untuk berbelanja makanan ke pasar.  Sediakan juga amplop untuk pengeluaran yang sudah pasti, dan juga untuk hiburan. Anggarkan jumlah  tertentu untuk makan di luar. Jika tidak ada uang untuk amplop “makan di luar,” itu artinya Anda harus cukup dengan makan di rumah saja.

    Sama halnya, Anda bisa menggunakan rekening bank yang berbeda untuk memastikan Anda memiliki uang untuk semua pengeluaran yang rutin tiap tahun di luar pengeluaran per bulannya. Buat jumlah total semua pengeluaran rutin Anda dalam satu tahun, lalu bagi menjadi 12, dan tabung jumlah tersebut setiap bulan pada rekening tagihan yang terpisah. Dengan menggunakan cara ini, Anda tidak perlu lagi pusing memikirkan pajak yang harus dibayar atau pengeluaran rutin tiap tahun lainnya.

  21. Hiburan di rumah

    Bila anak-anak sangat merepotkan, mungkin ini membuat Anda sangat ingin ke bioskop atau kafe hanya untuk keluar dari rumah. Tapi ini bisa jadi bencana untuk pengeluaran Anda. Akan lebih baik mencari cara untuk membuat anak-anak terhibur di rumah. Nonton film di rumah lengkap dengan popcorn bisa membuat anak terhibur.

    Daripada menyewa film, Anda bisa meminjamnya dari perpustakaan lokal atau men-download-nya dari situs film gratis dan menontonnya melalui komputer Anda. Batalkan rencana Anda untuk berlangganan TV kabel. Jika Anda ingin menonton film terbaru, carilah bioskop yang memberikan harga lebih rendah. Anda juga bisa kreatif dalam berhemat sekaligus menciptakan keakraban dalam keluarga. Buat permainan keluarga di malam hari daripada keluar rumah, atau buat hadiah ulang tahun bersama-sama untuk menghemat biaya. Bila Anda merasa perlu keluar dari rumah, coba pergi ke taman yang dekat dengan rumah.

  22. Liburan keluarga murah meriah

    Daripada menginap di hotel, cobalah bepergian bersama teman yang juga sudah berkeluarga dan sewa rumah bersama. Ini akan lebih murah dibanding memesan kamar hotel. Anda juga bisa memasak makanan sendiri daripada harus makan di restoran. Bertukar rumah untuk sementara waktu dengan orang lain yang tinggal di luar kota juga bisa lebih murah. Anda bisa melakukannya dalam jarak dekat atau jauh, selama akhir pekan atau lebih lama.

    Ide lainnya, lakukan liburan ke tempat yang tidak terlalu jauh agar Anda bisa membawa kendaraan sendiri dan tak perlu membeli tiket pesawat. Bawa serta kotak pendingin yang terisi penuh dengan makanan ringan dan makanan yang sudah Anda masak agar Anda dan keluarga tak perlu mampir ke rumah makan untuk setiap waktu makan. Anda juga bisa membawa tenda dan berkemah.

  23. Luangkan waktu

    Memang cukup menyita waktu ketika harus menghitung anggaran, mencari harga yang paling murah, mengumpulkan kupon, dan membeli barang dengan diskon paling besar. Juga dibutuhkan waktu tidak sebentar untuk berbelanja dan memasak makanan atau membuat hadiah sendiri dibanding dengan membelinya.

    Setidaknya dibutuhkan waktu 7 jam dalam seminggu untuk melakukan perencanaan dan membuat pengeluaran Anda tetap rendah. Itu sudah termasuk semuanya, perencanaan makanan, berbelanja, membuat coretan menu yang akan dimasak, dan mengatur semua pengeluaran. Jika Anda melihat hasil akhirnya, 7 jam bukanlah waktu yang terlalu lama.

(Ismawati)