Last update on .

Gendongan Bayi Yang Tepat, Bagaimana Memilihnya?

Popularitas gendongan bayi kian meningkat. Banyak produk gendongan bayi berkompetisi dengan berbagai variasi dan gaya, sehingga orangtua modern punya banyak pilihan. Tapi kenapa kita perlu menggunakan gendongan bayi?

 

Menggendong bayi jadi cara tepat untuk membuat bayi merasa senang dan membantu membangun kedekatan yang lebih kuat antara ibu dan bayi. Bayi suka berada dekat di dada ibu, dan batita senang bila digendong di punggung Anda. Gendongan bayi membuat bayi tetap dekat dan tenang tapi kedua tangan Anda bisa bebas melakukan tugas sehari-hari.

 

Jenis-Jenis Gendongan Bayi

Meski gendongan bayi telah ada sejak lama, teknologi saat ini menghadirkan pilihan yang lebih banyak dibanding dulu. Gendongan bayi masa kini memiliki desain yang moderen. Ada 5 bentuk dasar gendongan bayi, yaitu wrap, sling, mei-tai, soft-structured carrier, dan frame backpack. Berikut deskripsi kelima gendongan bayi tersebut:

  • Wrap — Berupa kain panjang yang dikenakan di tubuh Anda dan bayi.
  • Sling — Kain yang dikenakan pada satu bahu dan membentuk kantung untuk menahan bayi di depan atau di pinggang Anda. Untuk bayi baru lahir, penggunaan gendongan bayi jenis ini berisiko hip dysplasia.
  • Mei-Tai — Seperti gabungan dari wrap dan soft-structured carrier. Gendongan bayi ini memiliki 4 tali pengikat pada bagian utama gendongan yang bisa dilekatkan dengan banyak cara untuk membuat bayi aman saat digendong
  • Soft-Structured Carrier — Mirip dengan tas punggung disertai selempang dan bantalan, yang terhubung ke bagian utama gendongan.
  • Baby Backpack — Gendongan dengan rangka terbuat dari logam dan digunakan untuk menggendong bayi yang lebih besar atau batita di punggung untuk waktu lama.

 

Posisi Menggendong Sesuai Umur Bayi

Posisi menggendong bayi yang paling nyaman akan berubah ketika ia bertambah besar. Bayi kecil di usia 0 sampai 3 bulan merasa nyaman dibedong atau digendong dekat dengan orangtua di posisi depan. Sekitar usia 4 bulan, bayi biasanya menjadi lebih suka melihat orang sekitar dan senang dengan posisi menghadap depan yang membuatnya bereksplorasi dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.

 

Dan ketika bayi semakin aktif dan memasuki usia batita, posisi menggendong di punggung memberinya kesempatan melihat sekitar dengan cara yang nyaman. Gendongan berstruktur lembut sering kali jadi pilihan terbaik untuk tujuan ini.

 

Bunda, Anda wajib menerapkan praktik keamanan ketika menggendong bayi di usia berapapun dengan gendongan manapun. Bayi yang sangat kecil biasanya rentan terhalang jalan udaranya karena belum memiliki kontrol kepala dan leher.

 

Posisi menggendong jadi hal yang perlu Anda perhatikan. Tidak hanya ada banyak jenis gendongan bayi, tapi kebanyakan gendongan menawarkan posisi menggendong berbeda. Keragaman posisi menggendong jadi faktor penting ketika memilih gendongan karena ketika bayi bertambah besar, posisi paling nyaman menggendong akan berubah. Posisi menggendong paling umum adalah di depan tubuh orangtua, menghadap ke dalam atau keluar, atau di punggung. Menggendong di pinggang ibu juga bisa jadi pilihan.

 

Memilih Gendongan Terbaik

Di pasaran ada banyak gendongan bayi berkualitas bagus, dan banyak yang menawarkan desain yang inovatif dan menarik. Tapi banyaknya pilihan kadang membuat orangtua bingung memilih mana yang terbaik.

 

Ada dua pertimbangan yang sangat penting, yaitu simpel dan awet. Orangtua yang biasanya kurang tidur tentu tidak mau menggunakan gendongan bayi yang rumit. Gendongan bayi yang simpel tapi nyaman menjadi kombinasi favorit orangtua.

 

Alangkah baiknya jika desain gendongan bayi memudahkan orangtua menggunakannya tanpa perlu membaca buku petunjuknya dan menerka-nerka bagaimana cara menggunakannya.

 

Anda bisa pertimbangkan produk gendongan bayi yang bisa digunakan pada bayi baru lahir hingga batita, yang memungkinkan Anda berganti posisi menggendong dan mendapat kenyamanan pada tiap tahapnya. Kadang gendongan yang nyaman digunakan di beberapa bulan pertama usia bayi, tidak lagi nyaman ketika usia anak mencapati 1 tahun atau lebih.

 

Ketika bayi berusia 0 sampai 4 bulan, beratnya sangat ringan. Selama beberapa bulan pertama ini, menggendong bayi di depan jadi posisi yang ideal, dengan bayi menghadap ke orangtua. Saat bayi menncapai usia 18 bulan, rata-rata berat bayi sekitar 12 kg, posisi gendong belakang di punggung paling nyaman bagi orangtua.

 

Pertimbangan Saat Membeli Gendongan Bayi

Saat ini, produsen gendongan bayi telah berinovasi dengan desain baru yang mencoba menjangkau segala usia dan berat mulai dari bayi baru lahir hingga batita dengan posisi menggendong bervariasi.

 

Saat memilih gendongan bayi, banyak hal yang jadi pertimbangan. Berikut beberapa diantaranya:

 

  1. Keamanan bayi

    Bayi harus aman di dalam gendongan. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain:

    • Apakah gendongan memberi penahan kepala dan leher, terutama pada bayi yang masih kecil?
    • Apakah bayi ditopang secara ergonomis pada pinggang dan tulang belakang?
    • Bagaimana kualitas material gendongan?

     

    Tapi Bun, keamanan bayi bukan hanya berhubungan dengan gendongan yang Anda gunakan tapi juga bagaimana Anda menggunakannya. Penggunaan yang tidak tepat menimbulkan risiko seperti tidak bisa bernafas, hip dysplasia, atau bayi terjatuh.

     

  2. Kenyamanan bayi

    Menggendong bayi harus membuatnya senang dan membuat hidup Anda jadi lebih mudah. Tapi bila bayi tidak merasa nyaman, hal ini tidak akan terjadi. Bayi perlu merasa aman untuk merasa nyaman. Idealnya gendongan memungkinkan bayi berada dekat dengan tubuh Anda dengan posisi yang cukup tinggi sehingga Anda bisa mencium kepalanya. Kepala dan punggung bayi harus ditopang dengan baik juga.

    • Gendongan berstruktur lembut jadi pilihan tepat terutama bila tak ada jarak kain antara Anda dan bayi. Gendongan model wrap juga membuat bayi seperti dibedong di tubuh Anda.
    • Dudukan lebih lebar juga lebih nyaman, terutama ketika bayi bertambah besar. Berat badan bayi harus terbagi merata sehingga tidak membebani pangkal paha.
    • Penting untuk mencari gendongan yang terbuat dari material super lembut, karena kulit bayi akan sering bersentuhan dengan gendongan.

     

  3. Kenyamanan orangtua

    Kebanyakan gendongan bisa menopang tubuh bayi dengan cukup baik. Ketika bayi mencapai berat 7 kg, Anda mulai merasa pegal pada bahu, leher, dan punggung. Pegal pada bahu jadi keluhan terbesar dari gendongan bayi. Gendongan dengan selempang lebar disertai bantalan serta tali pinggang biasanya paling baik mengatasi keluhan ini.

     

    Tali pada pinggang bisa mendukung sebagian besar berat bayi sehingga bahu Anda tidak menerima beban banyak. Untuk bantalan, semakin banyak, akan semakin baik.

     

  4. Mudah digunakan

    Berbagai jenis selempang, kantung, serta resleting pada gendongan bayi kadang sulit digunakan. Pada beberapa bagian, setelah digunakan beberapa kali Anda merasa lebih lancar memakainya tapi ada bagian yang masih sulit digunakan. Anda perlu pertimbangkan seberapa mudah gendongan digunakan ketika Anda bergantian menggendong. Gendongan yang mudah digunakan tentu akan jauh lebih baik.

     

  5. Mudah dibersihkan

    Gendongan bayi akan terkena liur, gumoh, bahkan ompol, jadi perlu dengan mudah bisa dibersihkan. Sebaiknya pilih gendongan bayi yang bisa dicuci menggunakan mesin cuci. Sebagian gendongan disertai bagian yang bisa dibongkar-pasang untuk menjaga kebersihannya.

     

Mitos Seputar Gendongan Bayi

Berikut ini beberapa hal yang mungkin pernah Anda dengar berkaitan dengan gendongan bayi:

 

  • “Saya bertubuh kecil jadi akan sakit punggung bila saya menggunakan gendongan bayi”

    Gendongan bayi tersedia dalam ukuran berbeda untuk ukuran tubuh berbeda. Memilih yang tepat sesuai ukuran tubuh Anda dan menggunakannya dengan tepat, akan mencegah masalah punggung yang bisa muncul akibat menggendong bayi.

     

  • “Hip dysplasia terjadi setelah lahir”

    Penelitian menemukan bahwa hip dysplasia hampir selalu muncul saat lahir. Ini merupakan kondisi kongenital yang cukup sulit terdeteksi hingga 6 minggu setelah kelahiran. Pada bayi baru lahir, hip dysplasia hanya bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG. Secara keseluruhan, gendongan bayi tidak berperan langsung menyebabkan hip dysplasia.

     

  • “Bayi akan sulit berjalan bila sering dan terlalu lama berada di gendongan bayi”

    Perkembangan tungkai bayi sangat bergantung pada pertumbuhan alaminya, kecuali ada masalah kesehatan yang menyebabkan dampak pada struktur tulang dan pertumbuhan otak. Tak ada yang salah dengan menggunakan gendongan bayi, karena kebanyakan didesain sesuai perkembangan bayi.

     

    Tapi sebagai orangtua, jadi tanggung jawab Anda untuk memastikan gendongan bayi yang Anda gunakan tepat dan Anda menggendong bayi dengan benar.

     

  • “Bagian bawah gendongan yang sempit berdampak buruk pada pinggang bayi dan menyebabkan hip dysplasia”

    Sekali lagi, sesuaikan gendongan dengan bayi, dan gunakan dengan benar. Bila memilih gendongan bayi yang sesuai untuk anak, dan menguasai penggunaannya, serta bayi berada di posisi yang nyaman, Anda tak perlu khawatir tentang hip dysplasia.

     

  • “Saya takut area genital bayi tertekan ketika menggunakan gendongan bayi”

    Hingga saat ini, tidak ada bukti atau penelitian yang menyatakan risiko tekanan genital karena menggendong bayi.

     

Dos And Don'ts Tentang Gendongan Bayi

Terlepas dari gaya dan kenyamanannya, Anda perlu pastikan sejumlah hal agar menggendong bayi jadi pengalaman bermanfaat untuk Anda dan bayi.

 

Dos

  • Periksa gendongan bayi sebelum tiap kali digunakan. Pastikan tidak ada bagian yang sobek, selempang cukup kokoh, dan jahitannya kuat sebelum menempatkan bayi di gendongan.
  • Pilih gendongan bayi berdasarkan bahan pembuatnya. Bila tinggal di iklim hangat, material tebal akan membuat bayi kepanasan ketika digendong. Begitu juga bila tinggal di iklim dingin, Anda bisa gunakan gendongan dengan material lebih tebal.
  • Untuk bayi di bawah usia 4 bulan dan prematur, minta saran dokter sebelum mulai menggunakan gendongan bayi.
  • Baca dengan hati-hati anjuran penggunaan dari pabrik pembuat tentang bagaimana menggunakan gendongan.
  • Berlatih menggendong menggunakan boneka atau bantal sebelum mulai menggendong bayi.
  • Mulai gendong bayi hanya ketika Anda sudah percaya diri dengan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan bayi.
  • Periksa kondisi gendongan sebelum digunakan dan setelah tiap kali dicuci. Jangan gunakan gendongan yang telah rusak, karena bisa membahayakan anak.
  • Periksa apakah bayi bisa bernafas saat berada di dalam gendongan. Pada gendongan dengan bayi di posisi tegak, pastikan kepalanya berada di atas gendongan, jadi anak bisa mendapat udara yang cukup.

 

Don'ts

  • Hindari menggunakan gendongan yang tidak sesuai dengan berat badan bayi.
  • Hindari mencuci gendongan bayi menggunakan deterjen atau bahan kimia berat. Bila tidak dicuci dengan tepat, bisa menyebabkan reaksi alergi pada kulit bayi.
  • Jangan menggendong bayi ketika mengemudi atau bersepeda.
  • Jangan membungkuk atau melompat ketika menggunakan gendongan bayi. Bayi bisa terjatuh dari gendongan.
  • Jangan menggendong bayi sambil makan atau minum yang panas.
  • Jangan menggendong bayi ketika Anda melakukan aktivitas fisik seperti jogging.
  • Hindari menggendong bayi ketika Anda mengalami masalah fisik terutama masalah punggung. Menggendong bayi hanya akan memperburuk kondisi Anda.
  • Jangan menggendong bayi yang belum bisa duduk mandiri di posisi pinggang. Butuh waktu sekitar 6 bulan sebelum bayi memiliki tulang yang kuat dan bisa duduk dengan nyaman. Menggendong di posisi pinggang sebelum tulang anak siap bisa menyebabkan dislokasi tulang bayi.
  • Hindari menggendong bayi kecil di posisi belakang. Hanya bayi yang punya keseimbangan kepala dan leher bisa nyaman digendong di punggung Anda. Bayi baru lahir dan bayi yang lebih kecil masih membutuhkan bantuan dan pengawasan seksama jadi lebih baik digendong di posisi depan.
  • Kebanyakan material gendongan bisa dicuci dengan mesin. Tapi hindari pencucian yang tidak perlu. Gunakan power kecil untuk mengurangi risiko kerusakan pada gendongan.
  • Bila pertama kali menggunakan gendongan bayi tidak berhasil, jangan putus asa. Minta bantuan orang dewasa lain untuk membantu menggunakan gendongan. Menggunakan cermin akan lebih memudahkan Anda.

 

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Tentang Gendongan Bayi

Sebagai orangtua, tentu ada banyak hal yang ingin Anda tanyakan berkaitan dengan gendongan bayi. Berikut ini mungkin jadi salah satu pertanyaan Anda:

 

  1. “Kapan waktu yang tepat untuk menggunakan gendongan bayi?”

    Beberapa gendongan bayi bisa digunakan tepat setelah bayi lahir. Pastikan Anda memilih gendongan bayi yang sesuai dengan usia dan berat badan anak.

     

  2. “Apakah ada batasan berat badan untuk menggunakan gendongan bayi?”

    Tiap gendongan bayi di sertai dengan rentang berat dan usia yang dianjurkan. Sebaiknya pastikan anak berada di rentang yang tepat untuk gendongan yang  akan Anda beli.

     

  3. “Bagaimana memastikan bayi nyaman di dalam gendongan bayi?”

    Ketika diletakkan di gendongan, pastikan bayi Anda tidak menangis atau menunjukkan rasa tidak nyaman. Bila ini terjadi, periksa posisinya, buat penyesuaian dan lalu lihat apakah bayi kembali merasa nyaman.

     

  4. “Apakah menyusui aman dilakukan ketika bayi berada di gendongan?”

    Anda bisa dengan nyaman menyusui bayi ketika ia berada di gendongan. Pastikan Anda menggendongnya dengan benar dan pegang tubuhnya di posisi yang tepat, agar ia bisa dengan mudah melakukan pelekatan. Beberapa gendongan bayi tidak bisa digunakan untuk posisi gendong depan atau tidak memungkinkan pelekatan yang tepat. Menyusui bayi di gendongan seperti ini akan terasa tidak nyaman dan membuat stres baik untuk Anda maupun bayi.

     

  5. “Mana posisi menggendong yang paling baik, depan atau belakang?”

    Posisi depan lebih baik untuk bayi yang masih sangat kecil. Anda bisa melihatnya, mengawasi gerakannya, menenangkannya ketika ia rewel, dan mudah memeriksa popoknya.

     

    Posisi belakang lebih baik untuk anak yang sudah lebih mandiri dan bayi yang lebih besar yang sudah seimbang kepala dan lehernya. Anak yang lebih besar lebih suka duduk di belakang Anda dan melihat sekitar dari sudut pandang Anda.

     

  6. “Berapa lama gendongan bayi bisa digunakan dalam sehari?”

    Beberapa jenis gendongan, seperti gendongan berbentuk tas belakang untuk hiking, didesain untuk penggunaan dalam jangka waktu yang lama.

     

    Pada umumnya, Anda tidak dianjurkan menggendong bayi di gendongan bayi selama lebih dari 4 jam tanpa jeda. Anda masih bisa menggendong bayi beberapa kali dalam sehari, sehingga bayi juga bisa melatih tungkainya.

(Ismawati)