Kelahiran Dibaca 2,928 kali

Perkembangan Bayi 1-6 Bulan

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
Perkembangan Bayi 1-6 Bulan

Tumbuh kembang tiap anak tidak ada yang sama dan ada rentang yang luas untuk disebut “normal.” Anda tidak perlu khawatir kalau anak telrihat sedikit terlambat dibandingkan teman seusianya, kecuali melihat hal yang perlu diwaspadai seperti yang dijelaskan di bawah ini.

A. Usia 1-2 bulan

Di hari-hari pertama bersama bayi, Anda akan berkutat pada rutinitas menyusui, mengganti popok, menidurkan bayi, dan merespon tangisannya. Dalam beberapa minggu, si kecil akan mulai memperhatikan suara, wajah, dan sentuhan Anda.

  • Penglihatan Bayi

    Di usia 1 bulan, penglihatan bayi tidak bisa fokus pada jarak lebih dari 8 hingga 12 inci. Pola hitam putih lebih menarik perhatiannya. Mata bayi baru lahir sudah bisa melihat, tapi otaknya belum siap untuk memproses semua informasi visual, jadi segalanya terlihat tidak jelas. Ketika otaknya mulai berkembang, matanya dapat melihat lebih jelas, dan ini menjadi alat untuk memahami lingkungannya. Meski bayi memulai kehidupannya dengan kemampuan melihat dalam jarak yang sangat pendek, kondisi ini akan meningkat tiap bulannya.

    Awalnya bayi hanya bisa mendeteksi cahaya, bentuk, dan gerakan dalam bentuk yang tidak jelas. Wajah Anda menjadi hal paling menarik baginya di usia ini, jadi pastikan Anda selalu mendekatkan wajah ke si kecil.

  • Pendengaran Bayi

    Selain penglihatan, perkembangan bayi di indera pendengaran juga akan berkembang penuh di usia ini. Ia akan menoleh ke sumber suara yang menarik perhatiannya, misalnya suara Ibu.

  • Kemampuan Motorik Bayi

    Ia bisa mengangkat kepala sebentar dan menoleh ke samping ketika tengkurap, tapi ketika tubuh dalam posisi tegak, kepala dan lehernya masih perlu ditopang. Meski lengannya bergerak menghentak-hentak, ia bisa mengarahkannya mendekati mulut.

  • Tugas Anda

    Nikmati kebersamaan Anda bersama si kecil dan pelajari bagaimana ia memberitahu Anda ketika mengantuk atau lapar. Selalu responsif ya Bun. Jangan takut menggendong bayi hanya karena Anda khawatir akan memanjakan si kecil. Ia membutuhkan semua perhatian yang bisa Anda berikan. Abaikan saran dari teman atau kerabat yang mengatakan bayi harus belajar mandiri, tapi dengarkan insting Anda sebagai orangtua, bahwa Anda perlu menenangkan bayi ketika ia menangis.

    Anak yang manja belajar menggunakan perilaku negatif untuk mendapat apa yang diinginkan. Tapi bayi usia 1 bulan masih terlalu kecil untuk menggunakan perilaku ini. Ia menangis untuk mengomunikasikan kebutuhannya, seperti minta diganti saat popoknya basah atau ingin digendong. Ketika Anda merespon dengan cepat, si kecil akan merasa dihargai.

    Jika Anda memberi bayi perhatian yang tepat, ia akan merasa lebih aman dan tidak cemas, membuatnya bersemangat untuk mengeksplorasi dunianya. Dan ketika ia tahu bahwa Anda menganggap tangisannya sebagai hal serius, ia akan lebih jarang menangis tanpa alasan. Pada jangka panjang, kebiasaan Ibu yang selalu merespon kebutuhan bayi dengan cepat akan membuatnya jarang rewel.

    Jangan lupa, beri ia banyak waktu untuk tengkurap selama ia sedang terjaga untuk memperkuat ototnya. Ajak ia melihat dan menggapai mainan juga saat sedang tidak tidur. Pastikan ia menghabiskan banyak waktu di luar rumah. Bawa si kecil ke taman atau tempat bermain. Ia akan menikmati suasana luar rumah, rileks bersama Anda, dan senang dikelilingi anak-anak lain.

    Mendekatlah dan lakukan kontak mata dengan bayi ketika berbicara, bernyanyi, atau membaca untuknya. Mainkan permainan sederhana saat ia terjaga dan moodnya bagus seperti cilukba atau meniru suara. Pahami tanda ketika ia cukup bermain dan perlu beristirahat.

  • Konsultasikan pada dokter anak jika bayi:

    • Tidak bereaksi pada cahaya terang.

    • Menyusu lambat dan tidak menghisap dengan baik.

    • Tidak memberi respon pada suara keras.

    • Tidak memfokuskan matanya atau melihat benda kejauhan.

    • Terlihat kaku atau terkulai.

 

B. Usia 3 bulan

Di usia ini, Anda bisa menikmati senyum indah si kecil. Ia menyukai waktu bermain dan ia makin pintar meniru ekspresi wajah Anda. Perkembangan bayi semakin terlihat, ia mulai berceloteh dan meniru suara yang Anda buat.

  • Perkembangan Motorik Batyi

    Anda tidak lagi perlu menopang kepalanya. Ketika ia tengkurap, ia bisa mengangkat kepala dan dada, bahkan melakukan push-up mini dan bersiap untuk berguling. Ia bisa membuka dan menutup tangan, menggoyang mainan, memukul objek yang tergantung, mengarahkan tangan ke mulut, dan mendorong kaki ke bawah jika Anda menahannya di posisi berdiri.

  • Perkembangan Indera Bayi

    Koordinasi tangan dan mata bayi meningkat semakin meningkat di usia ini. Ia bisa mengikuti objek yang menarik baginya dan fokus pada wajah yang ia lihat. Ia bahkan bisa mengenali Anda dari seberang ruangan.

  • Tugas Anda

    Jangan takut memanjakan bayi dengan sering menggendongnya. Menggendong menjadi salah satu respon cepat untuk membuat anak merasa aman dan dicintai. Anda bisa membantunya menenangkan diri saat ia rewel dengan mengarahkan jempolnya ke mulut atau menawarkan empeng. Di usia ini, anak masih butuh menghisap sesuatu untuk menenangkan dirinya.

    Lanjutkan aktivitas tengkurap sebagai bagian rutinitas harian agar ia bisa berlatih kemampuan baru dan memperkuat ototnya. Ketika ia tengkurap, beri mainan atau objek yang aman yang bisa ia raih dan pegang.

    Beri bayi banyak perhatian dan cinta. Bicaralah padanya sepanjang hari, jelaskan apa yang sedang Anda lakukan, dan sebutkan semua objek yang familiar untuknya. Bacalah buku bersama, bermain, dan maksimalkan usahanya untuk berguling, meraih mainan, dan bicara pada Anda.

  • Konsultasikan pada dokter anak jika bayi:

    • Terlihat tidak suka pada orang atau lingkungan yang tak dikenal.

    • Tidak bisa menopang kepala dengan baik.

    • Mengabaikan wajah-wajah baru.

    • Tidak bisa menggenggam benda.

    • Tidak bisa fokus pada objek bergerak.

    • Tidak tersenyum.

    • Tidak bereaksi pada suara keras.

 

C. Usia 4 - 6 bulan

Bayi sudah makin mengenal dunianya di usia saat ini. Ia sudah bisa tersenyum, tertawa, dan berceloteh dengan Anda. Dan kini ia makin pandai bergerak.

  • Kemampuan Motorik Bayi

    Di usia 7 bulan ia mungkin bisa berguling, tengkurap, telentang, duduk tanpa bantuan, dan memantul-mantulkan tubuhnya ketika Anda memposisikannya seperti berdiri. Ia suka menarik objek lebih dekat lagi ke matanya dan sudah bisa memegang mainan serta memindahkannya dari satu tangan ke tangan lain.

  • Indera Pendengaran Bayi

    Bayi lebih sensitif pada nada suara Anda dan mengindahkan peringatan ketika Anda mengatakan tidak. Ia juga tahu namanya sekarang dan menoleh pada Anda ketika Anda memanggilnya.

  • Indera Penglihatan Bayi

    Cilukba menjadi permainan favoritnya dan ia suka menemukan objek yang tersembunyi. Ia melihat dunia dengan penuh warna dan bisa melihat lebih jauh. Jika Anda menggerakkan mainan di depannya, ia akan mengikuti dengan matanya. Melihat dirinya di cermin pasti akan membuatnya senang.

  • Tugas Anda

    Bayi mengalami perkembangan dengan berinteraksi bersama Anda. Mandikan ia dengan senyuman dan jawab celotehan yang ia ucapkan untuk mendorong kemampuan komunikasinya. Bacalah buku bersama dan sebutkan nama objek yang Anda lihat di buku.

    Beri banyak kesempatan untuk memperkuat kemampuan fisik yang baru dengan membantunya duduk dan bermain di saat telentang atau tengkurap. Sebelum ia mulai belajar merangkak, pastikan rumah dan lingkungan aman. Sediakan mainan yang sesuai usia anak. Lakukan rutinitas sebelum tidur, makan, dan bermain. Di usia 6 bulan, ia bisa mulai makan makanan padat.

  • Konsultasikan pada dokter anak jika bayi:

    • Tidak bisa menggapai benda.

    • Terlihat sangat kaku atau terkulai.

    • Tidak merespon suara atau senyuman.

    • Tidak bisa menahan tegap kepalanya.

     

Perkembangan kognitif bayi usia 0 - 6 bulan

Sejak buah hati Anda lahir, ia akan mulai menerima informasi tentang dunia di sekitarnya. Kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan ini disebut kemampuan kognitif.

Beberapa tanda munculnya kemampuan ini bisa terlihat sangat samar. Bila Anda perhatikan dengan seksama ,Anda akan menyadari bayi melakukan hal-hal kecil yang membantunya belajar tentang lingkungannya dan memproses informasi baru. Perkembangan intelektual dari usia 0 sampai 6 bulan bisa dengan mudah distimulasi melalui strategi yang simpel dan Anda bisa terapkan ini di rutinitas sehari-hari.

Perkembangan bayi usia 0 sampai 6 bulan akan terlihat berbeda pada tiap anak. Tapi bila Anda khawatir tentang perkembangan bayi Anda bisa konsultasikan ke dokter.

A. Kemampuan kognitif bayi di usia 0 sampai 3 bulan mencakup:

  1. Merespon suara di lingkungannya

    Si kecil mungkin akan berhenti bergerak dan tiba-tiba terdiam ketika ia mendengar suara baru. Ia bisa juga melakukan hal sebaliknya dengan bergerak-gerak ketika terkejut. Kedua reaksi ini menunjukkan kalau bayi mendengar sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dia dengar dan berusaha memproses dan merespon informasi yang baru ini.

    Sebagian besar rumah sakit melakukan tes pendengaran setelah bayi lahir untuk memastikan kemampuan pendengaran anak, karena ini jadi cara penting untuk menerima informasi.

  2. Merespon suara ibu

    Bayi mendengar banyak variasi suara ibu yang masih samar ketika berada di dalam rahim dan saat dilahirkan, ia mendengarnya dengan jelas untuk pertama kalinya.

    Anda bisa lihat bayi merespon suara Anda. Biasanya suara Ibu bisa menenangkan tangisan bayi. Ketika bayi sudah sedikit lebih besar, ia akan langsung menoleh ke arah Anda ketika mendengar suara Anda.

  3. Memainkan tangan

    Mainan favorit pertama bayi Anda adalah tangannya sendiri. Setelah mengetahui ia bisa menggerakkan tangannya, ia akan terus memainkannya. Si kecil akan mulai dengan hanya melihat tangannya dan mulai memperhatikannya dengan lebih seksama. Setelah ia bisa sedikit melakukan koordinasi, ia akan mengksplorasi tangannya. Tangan bayi baru lahir awalnya akan sering dalam keadaan mengepal, lalu perlahan kepalan tangannya akan berubah menjadi lebih rileks dengan posisi lebih terbuka seiring anak bertumbuh lebih besar.

Bagaimana cara mendorong perkembangan kognitif bayi usia 0 sampai 3 bulan?

Bunda, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  1. Bicara pada bayi

    Ajak ngobrol si kecil sejak ia lahir untuk mendorong perkembangan intelektualnya. Anda bisa ceritakan semua yang terjadi di sekitarnya. Narasikan kegiatan Anda dengan memberitahunya apa yang Anda masak untuk makan malam atau tentang apa yang akan Anda pakai di hari itu.

    Televisi tidak memberi anak input yang sama, jadi jangan mengandalkan TV untuk mengajarkan cara berkomunikasi ke anak. Bayi tidak bisa memproses televisi seperti ia memproses interaksinya dengan orang dewasa, jadi cara ini tidak efektif.

  2. Membacakan buku

    Anda bisa mulai bacakan buku untuk si kecil sejak hari pertama kelahirannya. Gunakan soft book untuk menunjukkan gambar dan perlahan pandu tangannya untuk menyentuh dan merasakannya. Minta Ayah juga untuk membacakan buku atau majalah dengan suara keras ke si kecil, ini tidak jadi masalah. Buku juga bisa jadi motivator yang baik ketika bayi lagi tummy time.

    Cara tepat untuk memulai waktu tidur malam atau siang adalah membacakan buku yang akan jadi cara tepat untuk menumbuhkan kemampuan literasi sejak dini.

  3. Bernyanyi

    Sangat alamiah bila ibu bernyanyi untuk buah hatinya ketika ia mulai mengantuk dan rutinitas ini jadi cara tepat untuk si kecil belajar. Anda bisa bernyanyi untuk bayi selama mengganti popok atau ketika di dalam mobil. Memperkenalkan bayi ke musik yang lembut juga jadi cara agar mereka mendengar suara yang menarik. Aktivitas ini bisa juga membantu menenangkan bayi ketika ia sedang rewel.

B. Kemampuan kognitif bayi di usia 3 - 6 bulan mencakup:

  1. Mengenal jari tangan dan kaki

    Kini bayi punya mainan baru, dan mainan ini ada bersamanya sepanjang hari. Anda bisa lihat ketika menggantikan popok, bayi mulai meraih jari kakinya. Ketika berbaring di tempat tidur atau duduk di car seat, ia akan mengarahkan tangannya ke dekat wajah dan melihat bagaimana jari kecilnya bergerak.

  2. Mainan dan tangan akan masuk ke mulut

    Salah satu cara bayi mengambil informasi baru adalah dengan menggunakan mulutnya. Memasukkan mainan atau tangan ke mulut jadi cara untuk mempelajari objek baru. Selama fase ini berlangsung, pastikan Ibu selalu memberikan bayi mainan yang aman dan bersih untuk dieksplorasi ketika Anda sedang menggantikan popok atau menikmati waktu bermain di lantai. Pastikan juga kalau rumah aman untuk bayi dan singkirkan semua benda kecil yang berisiko menimbulkan bahaya tersedak pada bayi.

  3. Meraih mainan

    Dunia sangat menarik untuk si kecil dan membuat ia ingin meraih dan menyentuh apapun yang menarik perhatiannya. Anda bisa lihat si kecil mencoba meraih mainan di atas kepalanya. Bayi juga akan mulai berusaha mengambil mainan yang ada di luar jangkauannya. Baby gym bisa jadi pilihan mainan tepat untuk melatih bayi meraih benda yang ada di dekatnya.

    Bantu bayi berlatih kemampuan ini dengan menempatkan mainan sedikit jauh dari posisinya dan biarkan bayi mencari cara untuk meraihnya.

Bagaimana cara mendorong perkembangan kognitif bayi usia 3 sampai 6 bulan?

Bunda, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  1. Bermain

    Berikan banyak kesempatan untuk bayi bermain. Mainan harus sangat simpel di usia ini dan bisa berupa balok lembut, cermin anti pecah, buku, dan rattle. Tunjukan ke bayi bagaimana cara memainkan rattle dengan perlahan menggoyangkannya. Lalu serahkan ke bayi agar ia mencobanya.

    Cermin sangat menarik bagi bayi dan bagus dimainkan selama ia tengkurap. Tempatkan cermin anti pecah di depan bayi dan lihat bagaimana reaksinya. Awalnya bayi mungkin hanya menatapnya tapi perlahan ia akan terhibur oleh pantulan diri di depannya.

    Cilukba jadi permainan tepat untuk diperkenalkan selama mengganti popok atau ketika memakaikan baju. Sembunyikan wajah Anda di balik handuk dan cilukba ke bayi. Perhatikan reaksi bayi. Bila melihatnya tersenyum, lanjutkan dengan permainan seru ini.

    Bila bayi terlihat takut maka Anda bisa menundanya selama beberapa minggu. Selalu perhatikan petunjuk bayi selama bermain atau ketika memperkenalkan hal baru.

  2. Membaca

    Tidak ada kata terlalu dini untuk memperkenalkan buku ke bayi. Ketika bayi tengkurap di lantai, Anda bisa berbaring di depannya dan tunjukkan gambar di buku. Ini juga jadi cara bagus untuk rutinitas menjelang tidur.

    Jelaskan apa yang ada di halaman buku ke bayi agar ia bisa mendengar kata-kata baru. Perlahan pandu tangannya untuk merasakan tekstur berbeda pada buku untuk membantunya bereksplorasi.

    Majalah juga bagus untuknya karena memberi bayi pengalaman literasi yang sangat berbeda. Setelah selesai membaca, biarkan bayi bereksplorasi dengan memegang atau membalik halamannya. Anda bisa juga menyimpan majalah untuk latihan menggunting ketika bayi sedikit lebih besar.

  3. Berbicara

    Ajak bayi berkeliling rumah dan jelaskan semua hal baru di sekitarnya. Ketika berjalan-jalan, jelaskan tentang cuaca yang hangat atau udara yang dingin. Ketika membuat makan malam, jelaskan apa saja yang Anda masak. Bayi perlu mendengar kata berulang kali untuk bisa memahaminya.

(Ismawati)