Kesehatan Dibaca 224 kali

11 Macam Penyakit Autoimun

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie

Terakhir diperbaharui 03 Desember, 2019 23:12

11 Macam Penyakit Autoimun

Sekarang ini, di Indonesia sedang heboh berita tentang beberapa selebritas yang terkena penyakit autoimun. Mungkin, karena jenis penyakit ini sebelumnya jarang menjadi topik perbincangan di sekitar masyarakat kita, sehingga banyak orang jadi salah paham. Padahal, ada beberapa tipe penyakit autoimun yang sebetulnya sudah sering Anda dengar sebelumnya, loh. So, apa, sih, sebenarnya penyakit autoimun itu?

Apa itu penyakit autoimun?

Sistem kekebalan tubuh kita, pada dasarnya berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri dan virus, serta ‘menyerang’ dan membuangnya. Normalnya, sistem kekebalan tubuh ini mampu mengenali perbedaan antara sel-sel asing dan sel-sel tubuh kita sendiri. Sedangkan pada kasus penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh yang semestinya melindungi ini, ‘mengira’ suatu bagian tubuh sebagai ‘benda asing’ dan justru menyerang bagian tubuh tersebut dengan mengeluarkan protein yang disebut dengan autoantibodies. 

Ada penyakit autoimun yang hanya menyerang satu organ tubuh, seperti diabetes tipe 1 yang cuma menyerang pankreas, penyakit autoimun lainnya bisa menyerang seluruh tubuh atau sistemik seperti lupus erythematosus (SLE). Bahkan, nih, seseorang bisa mengalami beberapa penyakit autoimun sekaligus. Jadi, autoimun ini bukanlah nama dari suatu penyakit khusus, ya, melainkan ada banyak tipenya, dan nggak berarti sistem kekebalan tubuh yang lemah juga.

Apa penyebab penyakit autoimun?

Apa, sih, yang bikin sistem kekebalan tubuh, kok, justru menyerang tubuh kita sendiri? Jika bicara autoimun secara garis besar, belum diketahui dengan pasti apa yang menjadi penyebabnya. Tapi, menurut sebuah studi di tahun 2014, autoimun ini lebih banyak diderita oleh perempuan, beberapa jenis penyakit autoimun cenderung mengenai golongan ras tertentu, serta menurun dalam keluarga. Memang, turunannya belum tentu mengalami tipe penyakit autoimun yang sama, tapi ada kecenderungan juga mengalami salah satu tipe penyakitnya. 

Dugaan lain tentang pemicu penyakit autoimun misalnya stress secara fisik dan psikologis, faktor lingkungan seperti infeksi dan paparan bahan kimia. Dampak dari pola makan yang tidak sehat, yaitu banyak makan makanan yang tinggi lemak, gula dan processed food, yang bisa memicu peradangan yang mengganggu sistem kerja kekebalan tubuh. Serta ada dugaan juga, tubuh yang diberi perlindungan secara berlebihan, justru akan bereaksi berlebihan terhadap sesuatu yang sebetulnya nggak berbahaya.

Penyakit autoimun ini bisa menyebabkan rusaknya jaringan tubuh, pertumbuhan organ yang tidak normal dan perubahan pada fungsi organ. Ada pun bagian tubuh yang umumnya terkena dampak, misalnya sendi, kulit, otot, sel darah merah, pembuluh darah, dll.

Apa tanda-tanda penyakit autoimun?

Ada beberapa gejala awal pada penyakit autoimun, seperti rasa lelah, nyeri otot, timbul bengkak dan merah-merah, demam, ruam pada kulit, rambut rontok, dst. Berbeda penderita dan penyakitnya, maka gejalanya juga beda-beda, ya, Bu.

Nah, setelah kita mengetahui informasi autoimun secara garis besar, yuk, kita bahas tentang contoh tipe penyakitnya dengan lebih spesifik.

Jenis-jenis penyakit autoimun

  1. Diabetes tipe 1

    Seharusnya, pankreas kita bekerja dengan memproduksi hormon insulin, yang fungsinya untuk mengatur kadar gula darah di dalam tubuh. Sedangkan pada penyakit diabetes tipe 1 atau juvenile diabetes ini, sistem imun justru menyerang sel yang memproduksi insulin di pankreas. Nah, karena insulin ini terganggu, maka gula darah bakal nggak terkontrol, sehingga bisa merusak pembuluh darah dan organ tubuh seperti saraf, ginjal, mata, dll.

    Gejala dari diabetes tipe 1 di antaranya adalah sering merasa haus dan lapar, sering buang air kecil, berat badan menurun dan pandangan kabur. Komplikasi dari diabetes tipe 1 bisa berbahaya, misalnya gangguan pada pembuluh darah, jantung, kerusakan saraf, mata dan ginjal.

  2. Psoriasis

    Salah, jika Anda mengira kalau psoriasis adalah penyakit karena penderitanya nggak bisa menjaga kebersihan kulit, karena nyatanya, psoriasis ini berbeda banget dengan penyakit seperti kurap dan merupakan salah satu dari penyakit autoimun. Pada kasus psoriasis, sel-sel kulit berkembang dengan durasi yang kelewat cepat. Nah, sel-sel kulit yang bertambah ini kemudian menumpuk dan membentuk bercak merah yang meradang atau kulit bersisik. Sebagian penderita psoriasis juga mengalami nyeri, pembengkakan pada sendi atau psoriatic arthritis. 

    Seringkali, psoriasis mengenai lutut, siku dan kulit kepala, walaupun bisa juga mengenai bagian tubuh lainnya. Nggak cuma gatal, ruam bersisik ini juga bisa menimbulkan nyeri. Berikut lima jenis psoriasis yang perlu kita ketahui:

    • Plaque psoriasis
      Wujudnya seperti penumpukkan kulit mati yang mengera, bersisik dan bisa menimbulkan luka atau crack.

    • Guttate
      Psoriasis tipe ini berupa ruam-ruam kecil.

    • Inverse
      Adalah psoriasis dengan wujud tanda merah yang melebar, biasanya ada pada lipatan tubuh.

    • Pustular
      Ditandai dengan bintik (blister) putih kemerahan dengan jumlah yang banyak, biasanya ada di tangan.

    • Erythrodermic
      Adalah tipe psoriasis parah dengan tanda bercak-bercak merah terang yang mengenai hampir seluruh tubuh.

    Meskipun penampakannya cukup mengkhawatirkan, tapi psoriasis ini nggak menular, kok. Jika Anda mengalami sejenis ruam yang nggak kunjung sembuh setelah Anda obati, maka segera periksakan ke dokter, ya, karena bisa jadi itu adalah psoriasis. 

  3. Rheumatoid arthritis

    Atau yang lebih kita kenal dengan sebutan rematik. Pada kondisi RA, sistem imun kita menyerang lapisan sendi, sehingga sendi terasa nyeri, kaku, bengkak dan biasanya di sekitar sendi ini jadi terasa panas dan memerah, rematik ini juga bisa menyerang orang di usia muda. Gejala rematik lainnya adalah sendi jadi sulit digerakkan, lemah dan kelainan bentuk pada sendi. Makanya, pada penderita rematik di bagian sendi-sendi jari, biasanya bentuk jarinya akan berubah, menjadi seperti bengkok-bengkok.

    Yang paling umum, rematik mengenai tangan dan kaki di kedua sisi tubuh pada awalnya. Salah satu faktor pemicu rheumatoid arthritis adalah perokok atau perokok pasif.

  4. Lupus

    Lupus adalah penyakit autoimun sistemik, atau yang memengaruhi seluruh tubuh. Pada penyakit lupus, autoantibodies bisa melekat ke jaringan di seluruh tubuh, yang bisa memberi dampak pada banyak organ tubuh seperti sendi, kulit, sel darah, otak, jantung dan paru. Lupus sulit untuk didiagnosa karena gejalanya mirip dengan banyak penyakit lainnya, namun ada satu gejala khasnya yaitu ruam serupa psoriasis di sekitar tulang pipi dan hidung, yang disebut dengan butterfly-shaped rash. Tapi nggak semua penderita lupus juga mengalami hal ini.

    Gejala lupus tergantung dari bagian tubuh mana yang terkena dampak. Ciri-ciri umumnya biasanya adalah rasa lelah, demam, nyeri atau sendi kaku, jari yang memutih atau membiru pada kondisi tertentu dan munculnya lesi (bercak) pada kulit ketika terpapar sinar matahari. 

  5. Urticaria

    Nah, ini, nih, salah satu jenis penyakit autoimun yang lagi ramai dibicarakan. Hives atau yang bahasa medisnya urticaria ini berupa ruam, bentol-bentol atau pembengkakan kulit (angioedema), berwarna kemerahan dan yang menyebabkan rasa gatal yang amat sangat, bahkan perih. Urticaria bisa mengenai beberapa bagian tubuh saja atau di sekujur tubuh, ukurannya bisa hanya sebesar kacang, hingga yang besar. Ruam, bentol-bentol atau pembengkakan bagian kulit ini biasanya akan hilang dalam waktu kurang dari 24 jam. Nggak cuma di kulit, tapi juga bisa mengenai jaringan di dalam mata, mulut atau alat kelamin. 

    Pada sebagian kasus, urticaria bisa disebabkan oleh serangan virus atau infeksi, yang biasanya akan hilang dalam kurun waktu beberapa hari atau beberapa minggu. Pada sebagian penderita lainnya, urticaria bisa terjadi berulang kali sebagai reaksi alergi terhadap beberapa alergen, seperti makanan, gigitan serangga atau obat-obatan. Contoh alergen lainnya misalnya paparan sinar matahari, tekanan pada kulit, udara dingin, air hangat, atau keringat, jenis ini disebut dengan physical urticarias. Jika hives terjadi akibat kulit yang digaruk berlebih, disebut dengan dermatographism. 

    Beberapa orang mengalami urticaria selama lebih dari enam minggu atau bahkan bertahun-tahun, yang disebut dengan chronic urticaria. Nah, bagi penderita urticaria yang disebabkan oleh alergi, biasanya mereka bisa mengenali apa alergennya dan bisa lebih mudah menghindari uricaria ini flare-up, yang sulit adalah idiophatic urticaria, atau yang penyebabnya tidak bisa dilihat atau tidak bisa dipastikan.

  6. Vitiligo

    Adalah penyakit yang menyebabkan warna kulit menjadi pudar, karena sel-sel yang memproduksi suatu zat yang bernama melanin, berhenti atau mati. Tingkat dan kadar pemudaran warna kulit pada vitiligo beragam dan nggak bisa diprediksi. Pemudaran warna ini bisa mengenai bagian apa pun di tubuh, termasuk rambut dan bagian dalam mulut. Selain pemudaran warna, gejala vitiligo lainnya adalah premature whitening hair, termasuk pada rambut, alis, bulu mata atau janggut. Gejala lainnya adalah pemudaran warna pada lapisan dalam mulut, hidung dan retina. 

    Gejala vitiligo biasanya muncul sebelum usia 20an. Pemudaran warna dibagi menjadi tiga tipe, yaitu di banyak bagian tubuh, hanya pada sebelah bagian tubuh dan hanya pada sebagian kecil tubuh. Vitiligo ini bisa memicu komplikasi, seperti gangguan penglihatan, sunburn dan kanker kulit. Vitiligo nggak berbahaya, tapi pastinya perbedaan warna kulit yang nggak merata bisa bikin penderitanya minder dan stress. Meskipun bisa diminimalisir, tapi perawatan yang ada, tidak menjamin timbulnya pemudaran warna pada kulit bagian tubuh lainnya. 

  7. Celiac disease

    Adalah penyakit autoimun di mana penderitanya nggak bisa mengonsumsi gluten, yang bisa menyebabkan kerusakan pada usus kecil. Gluten adalah sejenis protein yang ada pada jenis gandum (wheat dan rye), serta barley (biji jali). Berbeda orang, beda juga gejala yang ditunjukkan, misalnya nyeri di perut atau diare. 

    Hindari reaksi akibat gluten, pastinya Anda mesti menghindari makanan yang terbuat dari gandum dan biji jali. Lalu, bagaimana cara mengganti kebutuhan gandum bagi penderita celiac disease? Anda bisa menggunakan bubuk oat. 

  8. Multiple sclerosis

    Penyakit autoimun umum lainnya adalah multiple sclerosis, yaitu gangguan pada sistem saraf yang berdampak pada otak, mata dan tulang belakang. Gejala umum dari multiple sclerosis misalnya otot menjadi lemah, mati rasa atau seperti ditusuk jarum di bagian wajah, badan, kaki atau tangan. Gejala lainnya adalah tremor, kram otot, gangguan memori, dll.

  9. Inflammatory bowel disease

    Singkatnya, inflammatory bowel disease adalah kondisi sistem pencernaan yang meradang. IBD ada dua jenis, yaitu ulcerative colitis, di mana peradangan dan borok pada lapisan dalam usus besar dan anus berlangsung lama. Jenis lainnya ada crohn’s disease, atau peradangan pada lapisan sistem pencernaan yang bisa menyebar hingga ke jaringannya.

    Jika mengalami IBD, biasanya penderitanya akan sakit perut, diare, kehilangan nafsu makan atau keluar darah ketika buang air besar.

  10. Grave’s disease

    Anda sudah pernah dengar tentang penyakit ini, kah? Grave’s disease adalah penyakit yang terjadi akibat produksi hormon tiroid yang berlebih atau hipertiroid. Ada banyak gejala dari grave’s disease, seperti tremor pada tangan dan jari (gemetar), sensitif terhadap panas, pembesaran pada kelenjar tiroid (gondok), disfungsi ereksi, bola mata menonjol (grave’s ophthalmopathy), kulit yang menebal dan memerah, dll. 

    Sekilas tentang hal ini, apa yang menjadi penyebabnya, juga belum diketahui dengan pasti. Pada efek bola mata yang menonjol ini, terjadi ketika sistem kekebalan tubuh memberi dampak pada otot-otot dan jaringan di sekitar mata. Selain menonjol, efek lainnya adalah pandangan kabur, mata merah meradang, nyeri dan bahkan berisiko mengalami kebutaan.

  11. Alopecia areata

    Atau kebotakan, terjadi ketika sistem imun menyerang folikel rambut, yang menyebabkan rambut menjadi rontok. Penderita alopecia pada umumnya adalah seseorang yang sehat. Alopecia areata bisanya menyebabkan bald patch atau pitak di beberapa tempat. Ada yang rambutnya tumbuh kembali tanpa perawatan, ada juga yang rontok kembali, ada juga yang tidak rontok lagi tumbuh. Alopecia biasanya mulai menunjukkan gejala pada usia anak-anak atau remaja.

    Ada 3 macam alopecia, yaitu:

    • Alopecia areata
      Berbentuk pitak yang nggak cuma bisa terjadi di kepala, tapi juga pada janggut, bulu mata, ketiak, bulu hidung dan telinga.

    • Alopecia totalis
      Adalah kerontokan seluruhnya pada kepala.

    • Alopecia universalis
      Jenis alopecia ini sangat jarang, yaitu seluruh rambut di seluruh badan menjadi rontok.

    Terkadang, kasus alopecia juga bisa mengenai kuku, yang tandanya adalah bentuk kuku tidak beraturan (penyok), bergelombang atau rapuh.

Apakah penyakit autoimun berbahaya?

Walaupun nggak semua penyakit autoimun berbahaya, tetap saja, ya, perlu mendapatkan pengobatan dan perawatan yang baik dari dokter, karena penyakit autoimun juga bisa memicu penyakit lainnya atau komplikasi yang bisa membahayakan. 

Ada setidaknya sekitar seratus jenis penyakit autoimun, di mana gejalanya bisa tumpang tindih, yang bikin penyakit ini jadi sulit untuk dideteksi dan diatasi. Perawatan masing-masing tipe autoimun berbeda dan penyakit autoimun tidak bisa disembuhkan namun bisa dikontrol. 

(Stephanie / Dok. Freepik )