Kesehatan Dibaca 60,170 kali

Kenali Muntaber Pada Anak dan 11 Obat Alami untuk Mengatasinya

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 05 Oktober, 2019 16:10

Kenali Muntaber Pada Anak dan 11 Obat Alami untuk Mengatasinya

Bu, seberapa banyak pengetahuan Ibu tentang penyakit muntaber? Muntaber atau dalam dunia medis disebut gastroenteritis adalah penyakit yang paling sering disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pencernaan. Pada sebagian besar kasus yang terjadi, muntah akan mereda dalam 24 jam sampai 48 jam. Kondisi diare sering terjadi selama lebih dari seminggu atau bisa pula lebih dari dua minggu sebelum akhirnya feses kembali normal.

Perlu Ibu ketahui pula, bahwa obat-obatan yang dijual bebas untuk muntaber umumnya tidak disediakan untuk anak. Obat tersebut juga tidak menyembuhkan penyebab utamanya dan justru bisa menyamarkan gejala dari penyakit yang lebih serius. Sedangkan anti biotik atau resep obat lain hanya digunakan untuk beberapa kasus muntaber yang disebabkan oleh bakteri ataupun infeksi parasit.

Muntaber pada anak

Tentu sangat mengkuatirkan ya Bu jika anak sampai mengalami muntaber. Anak biasanya akan mengalami muntah selama 1-2 hari dan diare bisa berlangsung selama 7 hari. Sebagian besar bayi memiliki feses yang encer dalam kondisi ini. Pada bayi yang minum ASI biasanya feses lebih encer dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula

Diare pada bayi ditandai dengan sering buang air besar dengan feses yang tak berbentuk dan encer. Sedangkan pada beberapa anak yang berusia antara 1 sampai 5 tahun, buang air besar bisa terjadi lebih sering, berbau, serta encer dan masih mengandung makanan yang bisa terlihat, misalnya saja wortel. Dalam kondisi ini biasanya anak terlihat cukup sehat dan tumbuh dengan normal.

Diare bisa terjadi karena anak minum terlalu banyak minuman yang mengandung gula. Tapi untuk memastikannya Ibu perlu memeriksakannya ke dokter. Mutaber bisa disebabkan banyak hal, antara lain serangan virus, keracunan makanan dan mengkonsumsi makanan yang menimbulkan alergi

Pada bayi, muntaber bisa lebih serius dibanding jika muntaber terjadi pada anak yang lebih besar. Sebab bayi dapat dengan mudah kehilangan banyak cairan dari tubuh lalu mengalami dehidrasi. Jika bayi mengalami muntaber, maka ia akan merasa lelah dan rewel. Untuk itu, selalu tempatkan bayi dengan posisi telentang di kasur. Posisi ini bisa menurunkan risiko SIDS.

Ibu juga wajib mengenali tanda-tanda dehidrasi pada bayi agar segera mendapat pertolongan. Adapun tanda-tanda dehidrasi pada bayi antara lain:

  • Kedua mata terlihat sayu

  • Pada ubun-ubun terlihat cekung

  • Saat menangis tidak mengeluarkan air mata

  • Mulut terlihat kering

  • Mengompol lebih sedikit

  • Warna urin yang kuning gelap

Jika bayi mengelami dehidrasi, maka ia membutuhkan lebih banyak cairan. Bila Ibu sedang menyusui, maka sebaiknya terus berikan ASI lebih sering kepada bayi. Jika menggunakan botol susu, berikan cairan lainnya dan bujuk anak untuk minum cairan. Minuman rehidrasi khusus anak bisa dibeli di apotek atau dari dokter. Jangan lupa untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasannya. 

Jika anak menolak minuman rehidrasi, cobalah untuk melarutkannya dalam jus buah dengan air. Hindari memberikan minuman berenergi sebab jenis minuman tersebut bukan termasuk cairan rehidrasi. Hindari pula memberikan bayi atau batita obat anti diare tanpa menggunakan resep dokter ya Bu. Sebab hal itu sangat berbahaya. Selain itu, sebaiknya Ibu bersiap-siap mencari bantuan medis jika bayi menunjukkan beberapa tanda berikut ini.

  • Bayi tampak kurang memberi respon

  • Terdapat darah atau lendir pada feses

  • Suhu tubuh bayi tinggi

  • Bayi muntah dengan muntahan berwarna hijau

  • Bayi mengalami nyeri perut yang parah

  • Bayi tak banyak buang air kecil

  • Bayi mengalami muntah lebih dari sehari

Sementara itu, pada anak yang lebih besar sering kali ditemukan feses yang encer atau berair saat mengalami mutaber. Warna feses bisa bervariasi mulai dari kehijauan dengan bau yang cukup menyengat. Diare juga menimbulkan kram perut. Jika anak Ibu usianya lebih besar, segera hubungi dokter jika mengalami beberapa hal berikut ini.

  • Terjadi diare 8 kali hingga 10 kali

  • Anak mengalami diare dan muntah dalam waktu yang bersamaan

  • Anak sering muntah dan tidak mampu menelan cairan

  • Diare terlihat berair

  • Diare mengandung darah atau lendir

  • Anak mengalami diare lebih dari 10 hari

  • Anak merasakan sakit perut hebat

  • Mengalami muntah dengan warna muntahan berwarna hijau

 

Pentingnya kebersihan saat anak muntaber

Muntaber pada bayi atau anak mengharuskan ibu untuk menjaga kebersihan mulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Kebersihan perlu dijaga agar kondisi bayi dan anak yang sedang mengalami muntaber tidak menjadi semakin buruk. Untuk bayi dan anak yang masih mengenakan popok, gunakan krim untuk membantu mencegah munculnya ruam popok.

Pastikan pula bokong bayi dibersihkan perlahan dan menyeluruh setiap kali setelah diare untuk menghindari terjadinya iritasi pada kulit. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air hangat yang mengalir untuk mencegah penyebaran infeksi. Kemudian keringkan tangan tetapi hindari berbagi handuk. Sebab hal itu bisa membantu menyebarkan infeksi.

Ingatlah selalu untuk mencuci tangan sebelum menyentuh makanan, termasuk botol susu bayi, sebelum makan, setelah ke kamar mandi atau mengganti popok anak, sesudah membersihkan darah, feses, atau muntahan, setelah mengelap hidung, baik hidung anak atau hidung Ibu sendiri, dan sesudah menangani sampah.

Meski cukup merepotkan, cucilah setiap permukaan benda yang Ibu sentuh dengan deterjen dan air. Sebab tindakan ini menjadi cara paling efektif untuk mengangkat kuman. Selain itu sebaiknya jangan berbagi barang pribadi. Anak-anak harus gunakan barangnya sendiri seperti handuk dan sikat gigi. Bila anak mengalami diare, usahakanlah agar ia menggunakan toilet yang terpisah dari yang lain dan bersihkan dengan disinfektan setelah digunakan.

Sebaiknya jangan membawa anak berenang hingga dua minggu setelah terakhir muntaber. Jika anak mengalami muntaber, sebaiknya ia tidak boleh ke sekolah selama 24 jam setelah terakhir muntaber. Sementara itu bila anak terdiagnosa norovirus atau muntaber diikuti kontak dengan orang lain yang terjangkit norovirus, maka disarankan untuk menggunakan disinfektan pada permukaan yang tercemar. Jangan lupa pula untuk segera mengganti, mencuci seprei dan sarung bangal yang tercemar muntaber.

 

Muntaber pada orang dewasa

Seperti halnya muntaber pada bayi dan anak-anak, muntaber pada orang dewasa bisa disebabkan beberapa hal seperti bakteri, virus, makan terlalu banyak atau terlalu cepat, dan terlalu banyak makan makanan manis. Untuk mengatasi muntaber ini sebaiknya ketahui terlebih dahulu penyebabnya. Sebab pengobatan muntaber bergantung pada penyebabnya. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi muntaber pada orang dewasa.

 
  • Berikan minuman berupa air putih, teh dan kaldu sedikit demi Cara ini bisa menenangkan perut dan membuat penderita terhidrasi dalam waktu bersamaan. Anjurkan untuk minum perlahan dan berhenti bila merasa mual atau mengalami kesulitan menelan cairan. Jauhkan dulu dari makanan padat dan berikan minum hingga penderita merasa lebih baik.

  • Cobalah untuk memberikan obat anti muntah. Penderita bisa mengkonsumsi meclizine dan cyclizine untuk mencegah pusing yang bisa menyebabkan muntah atau larutan posphorylated carbohydrate untuk meredakan iritasi perut dan mengontrol rasa

  • Berikan obat anti diare seperti Imodium AD atau Pepto-Bismol. Obat-obatan diare ini hanya dapat digunakan bila diare tetap terjadi selama lebih dari 1 atau 2 Sedangkan pada 24 jam pertama, sebaiknya jangan coba hentikan diare. Sebab diare tersebut bisa jadi merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan racun atau virus.

  • Berikan penderita hanya makanan-makanan ringan hingga rasa mual hilang. Cobalah berikan roti, sereal bebas gula, atau biskuit. Jauhkan penderita dari makanan yang terlalu manis atau tinggi lemak karena bisa memperburuk keadaan. 

  • Jangan tunda untuk menemui dokter bila muntaber berlangsung lebih dari 2 hari atau jika penderita mengalami gejala tembahan seperti muntah darah dan demam lebih dari 38 derajat Celsius.

 

11 Obat alami untuk atasi muntaber

Menangani gejala muntaber tak harus selalu dengan mengandalkan obat-obatan di apotik. Ada beberapa obat-obatan alami di dapur yang bisa membantu mengatasi gejala muntaber. Namun perlu diingat, bahwa saran medis wajib dibutuhkan untuk wanita hamil atau penderita yang mengalami masalah kekebalan tubuh sebelum menggunakan obat alami ini. 

Dalam penggunaan obat-obatan alami, sebaiknya pilih obat-obat herbal organik untuk menghindari kemungkinan pestisida atau pengawet kimia serta bahan tambahan lainnya. Saat tubuh dalam keadaan sakit, disarankan untuk menggunakan produk berkualitas terbaik saja. Karena tubuh harus bekerja keras untuk melawan bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit. Nah, berikut ini obat-obatan alami untuk atasi muntaber.

  1. Jahe

    Jahe merupakan anti peradangan alami yang sudah dikenal di pengobatan tradisional Cina. Jahe berkhasiat mengatasi mual, mabuk perjalanan dan morning sickness. Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk teh ataupun kapsul. Tapi ingat ya Bu saat mengalami muntah, maka jahe dalam bentuk teh bisa semakin membuat tidak nyaman karena memperburuk refluks esofagus. Jadi, sebaiknya hindari mengkonsumsi teh jahe jika mengalami muntah-muntah.

  2. Chamomile

    Chamomile mengandung antispasmodic. Karena itu segelas teh chamomile akan terasa menenangkan dan bisa mengatasi gangguan perut seperti kram, kembung dan gas. Chamomile juga memiliki rasa yang enak dengan sedikit aroma apel.

  3. Mint

    Ada banyak jenis teh mint. Salah satu yang paling umum adalah peppermint yang mengandung menthol, minyak volatile. Menthol adalah unsur yang membuat mint memiliki sensasi dingin.

    Teh mint bersifat antispasmodic sehingga akan meredakan gas, kram dan kembung. Selain itu, menthol juga memiliki kandungan yang bisa mengurangi muntah. Permen yang mengadung peppermint bisa menjadi pilihan yang tepat saat bepergian. Tapi sebaiknya hindari mengkonsumsi mint bagi orang dengan refluks asam lambung.

  4. Yoghurt

    Yoghurt tidak bisa digunakan pada semua kondisi gangguan perut dan usus. Tetapi kandungan yoghurt bisa membantu menyeimbangkan flora di perut dan saluran cerna sehingga diare bisa teratasi. Mengkonsumsi yoghurt secara teratur bisa mencegah virus perut dan membuat saluran pencernaan tidak nyaman bagi virus.

  5. Air tajin

    Air tajin atau air dari beras yang dimasak mengandung elektrolit yang tinggi. Penelitian menemukan bahwa air tajin bisa meredakan diare pada bayi bahkan jauh lebih baik daripada larutan elektrolit. Untuk mendapatkan air tajin, didihkan satu gelas beras dengan satu setengah gelas air. Lalu saring airnya dan minum.

  6. Pisang

    Pisang mudah dicerna dan memiliki kandungan potasium yang tinggi. Potasium adalah salah satu nutrisi yang sering hilang ketika diare. Karena itu, mengkonsumsi dengan pisang bisa membantu menggantikan potasium yang hilang pada tubuh. Selain itu, pisang juga tinggi pectin yakni serat yang membantu meringankan diare.

  7. Kayu manis

    Kayu manis dapat membantu menenangkan perut dan mengatasi muntaber yang disebabkan masalah pencernaan. Untuk mengatasi muntaber, siapkan satu gelas air mendidih lalu tambahkan dengan satu setengah atau satu sendok teh bubuk kayu manis. Atau tambahkan kayu manis berbentuk batang. Biarkan selama beberapa menit kemudian saring airnya. Tambahkan satu sendok teh madu bila suka, lalu minum perlahan. Khusus bagi ibu hamil, sebaiknya hindari mengkonsumsi rebusan kayu manis ini.

  8. Cengkeh

    Cengkeh memiliki kandungan yang bisa membantu pencernaan dan bisa meringankan kondisi muntah-muntah. Cengkeh efektif mengatasi muntah-muntah yang disebabkan oleh iritasi lambung. Caranya, cukup kunyah cengkeh atau ambil beberapa cengkeh lalu seduh dengan air panas kemudian tambahkan madu sebelum diminum.

  9. Jinten

    Jinten bisa menstimulasi sekresi enzim pankreas dan mengatasi masalah pencernaan. Untuk membuat ramuan jinten, campurkan satu setengah sendok teh jinten giling ke dalam air hangat lalu minum. Atau, campurkan satu sendok teh jinten dan pala di satu gelas air mendidih dan biarkan selama beberapa menit. Kemudian saring campuran tersebut dan minum. Pilihan lainnya bisa dengan menambahkan bubuk jinten dan kapulaga bubuk pada satu sendok teh madu lalu minum perlahan.

  10. Adas

    Biji adas membantu pencernaan dan meredakan muntah. Adas juga memiliki kandungan antimikroba yang membantu meredakan flu perut yang bisa menyebabkan muntah. Untuk mengkonsumsi adas, tambahkan satu sendok makan biji adas halus ke satu gelas air mendidih dan biarkan selama 10 menit. Saring dan minum ramuan ini sebanyak satu atau dua kali dalam sehari. Atau kunyah satu sendok teh biji adas untuk mengatasi muntah.

  11. Bawang putih

    Bawang putih membantu mengatasi muntah karena memiliki kandungan antibiotik alami. Untuk mengatasi muntah, campurkan satu sendok teh bawang putih halus dengan satu sendok teh jahe parut lalu makanlah secara teratur. Cara lainnya adalah dengan mencampur dua sendok teh madu ke dalam satu gelas jus bawang putih. Kemudian konsumsilah satu sendok makan campuran tersebut dan ulangi bila dibutuhkan.

(Isma/Puji/Dok:Freepik)