Kesehatan Dibaca 15,659 kali

Waspadalah Jika Buah Hati Anda Mengalami Benturan Atau Terjatuh

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
Waspadalah Jika Buah Hati Anda Mengalami Benturan Atau Terjatuh

Jatuh merupakan hal yang biasa terjadi pada anak-anak. Namun Anda harus waspada dengan hal tersebut, apalagi jika si anak jatuh dan mengalami benturan di bagian kepala atau tubuh bagian belakang. Hal tersebut bisa menjadi hal yang fatal bagi kesehatan si kecil.

Jika buah hati Anda mengalami benturan atau terjatuh di bagian kepala atau punggung bagian belakang, segeralah periksa tubuh buah hati Anda dengan seksama apakah si kecil dalam keadaan baik-baik saja atau tidak. Benturan yang terlihat tidak berbahaya pada tubuh buah hati Anda malah bisa mengakibatkan keretakan pada tengkorak kepala atau patah tulang di bagian tubuhnya. Benturan yang terkadang dikira tidak menimbulkan efek apapun malah bisa menjadi cikal bakal gegar otak pada buah hati Anda. Jadi tetaplah waspada dan perhatikan selalu buah hati Anda.

Walau memang tulang-tulang buah hati Anda masih merupakan tulang rawan dan tidak rentan retak karena tekstur tulang tersebut lembut, tidak seperti tekstur tulang pada orang dewasa yang rentan retak jika terjadi benturan, tapi Anda tetap harus waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada buah hati Anda.

Bila buah hati tidak bisa terhindar dari benturan atau terjatuh pada saat bermain, ada baiknya Anda waspada dan mulai memperhatikan dia dengan seksama. Terkadang efek benturan atau jatuh tidak langsung muncul setelah anak Anda terjatuh atau mendapat benturan tapi setelah beberapa lama kejadian tersebut berlangsung.

Hal yang mempengaruhi cedera akibat terjatuh

Ada 3 hal penting yang  bisa mempengaruhi keparahan insiden jatuh:

  • Ketinggian ketika anak terjatuh. Semakin rendah ketinggian, semakin rendah risiko bahayanya. Anak di bawah usia 5 tahun jangan sampai bisa mengakses ketinggian lebih dari 1,5 meter, dan anak yang lebih besar jangan sampai bisa mengakses ketinggian lebih dari 2 meter.

  • Permukaan tempat anak terjatuh. Permukaan keras seperti beton, lantai keramik, dan bahkan pasir padat bisa lebih berbahaya dibanding permukaan yang lebih lembut.

  • Benda yang dibentur anak ketika terjatuh. Furniture dengan pinggiran tajam seperti meja dan sisi tempat tidur, harus ditempatkan di area yang jauh dari jangkauan anak.

Jatuh yang berakibat serius

Bunda, tetaplah memperhatikan si kecil di 24-jam penuh saat buah hati Anda terlihat mengalami benturan di kepala atau terjatuh dengan posisi terlentang. Bila si kecil mengeluh pusing atau sakit setelah mengalami benturan atau jatuh, segeralah periksakan keadaan si kecil pada dokter Anda.

Apalagi jika Anda mendapati si kecil tiba-tiba pingsan, atau terdapat pendarahan di bagian tubuhnya, atau jika si kecil mulai kejang-kejang dan tidak merespon ketika Anda membangunkan si kecil dari tidurnya. Bergegaslah mencari pertolongan medis agar si kecil dapat segera tertangani dengan baik dan kembali sehat.

Agar Anda lebih paham dan waspada mengenai apa yang terjadi pada buah hati Anda setelah ia mengalami benturan di kepala atau terjatuh, berikut ciri-ciri dari benturan atau jatuh yang menyebabkan efek serius pada tubuh buah hati Anda:

  • Tanda adanya keretakan tulang tengkorak, terlihat ada pembengkakan di area kepala terutama di bagian sisi kepala dekat dengan area telinga (biasanya pembengkakan terlihat di area samping atau atas dekat telinga), terlihat ada darah pada area putih mata buah hati Anda, adanya darah atau cairan kemerah-merahan yang keluar di bagian telinga atau hidung buah hati Anda.

  • Tanda adanya patah tulang, terlihat pergeseran tulang pada bagian tubuh si kecil misalnya pergelangan tangan buah hati Anda terlihat bergeser dan tidak lurus, tangan atau kaki si kecil terlihat bengkok atau tidak pada tempat yang seharusnya.

  • Tanda adanya luka pada bagian otak, pupil mata buah hati Anda ukurannya berubah dan pergerakan matanya terlihat tidak normal.

  • Tanda adanya gegar otak, si kecil terus menerus muntah atau tidur berlebihan yang tak wajar. Terkadang gegar otak juga bisa ditandai dengan adanya perubahan pada cara berjalan si kecil, sakit di bagian kepala atau pusing-pusing , buah hati Anda pun terlihat lemah, bingung dan linglung, serta disertai adanya masalah pada cara berbicaranya dan pandangan si kecil mulai kabur.

  • Tanda adanya luka dalam, si kecil yang mengalami luka dalam biasanya ditandai oleh tangisan dan rasa sakit yang terus menerus pada area tubuhnya.

Ketika anak jatuh dari tempat tidur

Kapanpun anak jatuh, baik dari sofa, tempat tidur, high chair, atau meja, misalnya, Anda perlu periksa apakah ada cedera, terutama bila anak jatuh dengan kepala atau punggung lebih dulu.

Anda perlu pastikan anak tidak mengalami luka serius, tidak ada tulang yang patah, dan tidak mengalami kerusakan internal, termasuk cedera kepala serius seperti retak pada tengkorak. Jatuh memang bisa bersifat serius, tapi tulang bayi dan batita masih lembut, jadi tidak mudah retak seperti pada anak yang lebih besar.

Bila anak terlihat baik-baik saja dan bertingkah normal, kemungkinan insiden jatuh tidak menyebabkan cedera serius. Tapi jangan lengah mengawasi buah hati ya Bunda. Terus awasi anak selama 24 jam berikutnya, terutama bila ia jatuh membentur kepala.

Bila mengira anak terluka atau bila anak bertingkah rewel, segera bawa ke dokter untuk diperiksa. Tak perlu membuat anak terjaga, meski bila ia terjaga lebih mudah memonitor apakah ia baik-baik saja.

Anak jatuh dan mulutnya terbentur

Buah hati Anda terjatuh mengenai wajah dan gusinya berdarah. Apa yang perlu dilakukan? Tenangkan anak dan periksa apakah ada cedera di tubuhnya. Bila Anda mencurigai ada cedera kepala serius atau cedera tubuh lainnya, segera bawa anak ke rumah sakit.

Penyebab umum pendarahan gusi setelah jatuh adalah kerusakan pada sekitar akar gigi, dan sobekan pada gusi atau sekitar jaringan lunak. Untuk menghentikan pendarahan, berikan tekanan lembut dengan kain bersih dan lembab. Lalu bawa anak ke klinik terdekat untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan.

Setelah benturan pada gigi, muncul bengkak pada area gusi sekitar gigi yang cedera, yang mungkin tidak terlihat dari luar. Tekanan ringan seperti sentuhan atau menggigit bisa menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit bisa berlangsung beberapa hari, jadi berikan makanan yang lunak untuk mencegah rasa sakit jadi lebih parah.

Bila gigi pecah, dokter gigi bisa memastikan apakah dibutuhkan penanganan lebih lanjut. Gigi yang terluka bisa berwarna gelap di minggu atau bulan berikutnya dan tidak langsung terlihat setelah insiden jatuh.

Jangan panik bila warna gigi anak berubah gelap. Perubahan warna bisa karena beberapa sebab, seperti pembuluh darah yang pecah pada gigi sehingga menyebabkan gigi mati. Kunjungi dokter gigi agar bisa mendiagnosa dan menyarankan pilihan penanganan yang tepat.

Kapan segera ke dokter?

Bunda, hubungi rumah sakit bila setelah jatuh anak mengalami salah satu dari berikut:

  • Hilang kesadaran. Bila anak tidak bernapas, minta orang lain menghubungi rumah sakit dan Anda melakukan pernapasan buatan. Bila Anda seorang diri, berikan pernapasan buatan selama dua menit, lalu hubungi rumah sakit.

  • Pendarahan yang tidak bisa dihentikan dengan tekanan.

  • Seizure.

  • Tidak memberi respon. Bila anak bernapas tapi tidak memberi respon, ia tidak sadarkan diri setelah jatuh, atau Anda tidak bisa membangunkannya setelah ia tidur.

Bawa anak ke ruang gawat darurat atau segera bicara pada dokter bila Anda melihat tanda berikut:

  • Tulang retak, termasuk perubahan bentuk yang jelas, seperti pergelangan tangan bengkok tidak wajar, atau lengan dan kaki tidak lurus.

  • Kemungkinan retak pada tulang tengkorak. Muncul area lunak dan bengkak pada kulit kepala, terutama pada sisi kepala, muncul darah pada bagian putih mata, atau keluar cairan kemerahan atau darah dari hidung atau telinga.

  • Muntah atau mengantuk berlebihan. Bergantung usia anak, lihat perubahan pada bagaimana ia merangkak atau berjalan, sakit kepala atau pusing, lemah, atau masalah berbicara, melihat atau gangguan pada kemampuan motorik.

  • Kemungkinan cedera otak, seperti perubahan pada ukuran pupil dan gerakan mata yang tidak biasa.

  • Menangis atau berteriak lama, yang bisa mengindikasikan cedera internal seperti pendarahan perut.

Menangani benturan di kepala anak

Benjolan di kepala anak jadi hal yang wajar, terutama pada anak yang sedang belajar bergerak sendiri. Meski benjolan pada kepala terlihat menakutkan, tidak berarti anak Anda terluka serius.

Untuk membantu mengatasi benjolan di tubuh anak, bungkus es pada handuk tipis untuk digunakan pada benjolan selama 2 hingga 5 menit, ulangi beberapa kali selama satu jam. Menyusui bayi atau membaca buku bersama bayi selama kompres bisa membantu mengalihkan perhatiannya dari rasa tidak nyaman.

Bila mengira anak terganggu oleh benjolan, tanyakan dokter tentang pemberian acetaminophen atau ibuprofen. Jangan pernah berikan anak aspirin, yang bisa memicu kondisi serius yang disebut sindrom Reye.

Meski bayi masih kecil, kaki dan lengannya yang selalu aktif bisa menimbulkan bahaya, termasuk risiko terjatuh. Jadi meski mengira Anda hanya sebentar meninggalkannya, membiarkan bayi tanpa pengawasan bisa meningkatkan risiko terjatuh.

Bila bayi jatuh dari tempat tidur, ada beberapa pemeriksaan yang perlu Anda lakukan untuk memastikan bayi mendapat penanganan yang tepat.

Bisa saja insiden jatuh menyebabkan bayi hilang kesadaran. Bayi terlihat lemas lalu kembali sadar dengan cepat. Ini menandakan kondisi darurat. Bila bayi terlihat mengalami cedera kepala serius, seperti terlihat tanda pendarahan atau tidak sadarkan diri, segera hubungi dokter atau rumah sakit.

Jangan pindahkan bayi kecuali ada risiko darurat cedera lebih parah. Tapi bila anak muntah atau terlihat mengalami seizure, putar tubuhnya ke sisi miring, jaga leher tetap lurus. Bila melihat pendarahan, gunakan tekanan perlahan dengan handuk atau kain bersih hingga bantuan datang.

Bila bayi tidak terluka parah, perlahan angkat tubuhnya dan tenangkan. Mungkin anak merasa ketakutan, ketika menenangkan, lihat kepala anak dan periksa apakah ada tanda cedera. Anda perlu hubungi dokter setelah bayi jatuh dari tempat tidur bila usianya di bawah satu tahun.

Bila Anda tidak melihat tanda cedera, tenangkan anak. Setelah anak tenang, Anda bisa memeriksa tubuhnya apakah ada luka atau memar.

Bunda, setelah tiap kali anak terjatuh, Anda bisa mengantisipasi gejala yang akan terjadi. Anak kemungkinan seperti mengantuk. Anda bisa tanya ke dokter apakah perlu membangunkan bayi di interval teratur untuk memeriksa gejala gegar otak. Bayi mungkin jadi lebih rewel, rentang perhatiannya lebih pendek, atau muntah. Kepala dan lehernya juga bisa terasa sakit.

Tapi, bila si kecil bernapas dan bertingkah normal, membiarkan anak beristirahat bisa sangat bermanfaat. Bila ia sulit terbangun atau tidak bisa sepenuhnya terbangun di interval normal, minta saran dokter.

Anda bisa tanyakan ke dokter apakah perlu memberi obat pereda sakit untuk anak dan seberapa banyak dosisnya. Dokter anak juga kemungkinan akan meminta anak menghindari permainan kasar untuk menurunkan risiko cedera lebih parah selama setidaknya 24 jam. Ini termasuk menghindari mainan mengemudi atau memanjat. Bila anak ke daycare, beri tahukan tentang cedera anak yang membutuhkan perhatian.

Mengurangi risiko benturan pada anak

Benturan dan jatuh memang bisa sangat berbahaya bagi kesehatan buah hati Anda, maka dari itu Anda haruslah waspada. Lalu apa yang bisa Anda lakukan untuk menghindarkan buah hati Anda dari benturan dan jatuh? Berikut tips yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengurangi risiko benturan dan jatuh pada si kecil:

  • Balutlah ujung-ujung furniture yang terlihat tajam dengan kain, terkadang ujung-ujung furniture yang tajam menjadi masalah pada saat si kecil sedang belajar berjalan. Maka dari itu untuk menghindari benturan yang tidak diinginkan balutlah furniture yang terlihat tajam dan berbahaya agar aman bagi buah hati Anda. Sehingga furniture di rumah Anda aman dan tidak menjadi penyebab benturan serius bagi buah hati Anda.

  • Letakkan karpet anti slip di karpet-karpet di rumah Anda untuk menghindari licin dan tergelincir. Apalagi di area kamar mandi. Area tersebut sangat wajib untuk diletakkan karpet anti-slip untuk menjaga agar si kecil tidak tergelincir karena licin.

  • Pindahkan kursi dan furniture dari dekat jendela. Hal ini agar buah hati Anda terhindar dari jatuh yang fatal karena berusaha memanjat kursi yang ada didekat jendela tersebut.

  • Jika si kecil sudah mulai belajar berdiri rendahkanlah matras di keranjang buah hati Anda. Hal ini untuk menghindarkan si kecil memanjat tempat tidurnya dan menghindarkan si kecil dari risiko terjatuh.

  • Ketika menggunakan eskalator, pegang tangan anak. Hati-hati dengan pakaian yang longgar, tali sepatu, dan alas kaki yang bisa menyebabkan terjatuh. Jangan biarkan anak duduk atau bermain di eskalator. Jangan gunakan stroller pada eskalator.

  • Bila Anda menggunakan bouncer untuk bayi, selalu letakkan di lantai ketika bayi menggunakannya. Jangan letakkan bouncer di atas meja atau di atas permukaan lantai. Bayi yang aktif bisa bergerak-gerak dan membuatnya terjatuh dari meja.

  • Pastikan furniture berdiri kokoh, anak tidak bisa menariknya atau menjatuhkannya. Furniture seperti rak buku atau lemari bisa disandarkan ke dinding. Gunakan pengaman pada televisi layar datar karena biasanya tidak stabil dan bisa menimpa anak bila terjatuh.

  • Letakkan benda yang ingin digapai anak cukup rendah agar ia tidak berusaha memanjat furniture. Jauhkan furniture dari benda lain di ruangan untuk menghentikan anak memanjat dari satu furniture ke furniture lain atau memanjat ke rak yang lebih tinggi. Anda bisa pindahkan furniture ke area rumah yang tidak digunakan anak, atau gunakan penghalang agar anak tidak bisa menggapainya.

(Wati & Ismawati)