Kesehatan Dibaca 1,971 kali

Yuk, Mengenal Miom Alias Uteri Fibroid Lebih Jauh

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 29 Oktober, 2017 15:10

Yuk, Mengenal Miom Alias Uteri Fibroid Lebih Jauh

Miom adalah pertumbuhan otot halus di dinding rahim. Uterin fibroid, nama lain miom,  bisa tumbuh di dinding rahim dan mendorong ke kandung kemih, usus, atau perut. Miom juga bisa tumbuh dalam dinding rahim, atau pada saluran sempit yang mengarah ke rongga rahim.

 

Ukuran miom bisa sekecil kacang polong atau sebesar bola sepak dan kebanyakan bersifat jinak, seberapapun ukurannya. Memiliki miom tidak meningkatkan resiko kanker kok Bun. Bila miom berukuran besar atau tumbuh di luar dinding rahim, kadang bisa membuat rahim menjadi tidak normal. Pertumbuhan rahim juga bisa memberi tekanan pada kandung kemih atau usus. Pada kasus yang jarang terjadi, miom yang besar akan menutup bukaan rahim. Di kasus ini, wanita hamil perlu menjalani bedah sesar.

 

Apa Yang Jadi Penyebab Miom?

Tak bisa dipastikan penyebab miom, tapi perubahan tingkat estrogen menjadi bagian dari pertumbuhannya. Ketika tingkat estrogen tinggi, sebagai akibat kehamilan atau pil kontrasepsi, tingkat pertumbuhan miom meningkat.

 

Sekitar 20 persen wanita usia produktif memiliki miom tapi biasanya tidak ditemukan pada wanita di bawah usia 30 tahun. Miom jarang ditemukan pada wanita muda yang belum mengalami menstruasi. Ketika wanita mendekati menopause dan tingkat estrogen menurun, miom kemungkinan mengecil atau hampir hilang.

 

Apa Saja Gejala Miom?

Banyak wanita tidak menyadari kalau memiliki miom. Tapi sebenarnya miom punya gejala yang bisa berupa:

  • Rasa sakit saat menstruasi.
  • Pendarahan menstruasi lama dan berat yang bisa memicu kekurangan zat besi atau anemia.
  • Lebih sering atau tidak nyaman buang air kecil karena tekanan pada kandung kemih.
  • Tekanan pada perut bagian bawah.
  • Nyeri panggul.
  • Nyeri punggung.
  • Konstipasi.
  • Tidak subur.
  • Keguguran.

Bagaimana Miom Terdiagnosa?

Kebanyakan miom ditemukan saat pemeriksaan internal ketika dokter melihat bentuk rahim yang tidak biasa. Bila ada gejala sakit atau kambuh, dokter bisa melakukan USG untuk membedakan miom dari kista, tumor, dan massa panggul lainnnya.

 

Bila miom tumbuh di lapisan dalam rahim atau dalam rongga rahim, juga bisa dilihat menggunakan hysteroscope, berupa pipa yang dimasukkan melalui vagina dan serviks menuju rahim.

 

Bagaimana Mengatasi Gejala Miom?

Temui dokter bila rasa sakit atau pendarahan selama menstruasi yang disebabkan miom terjadi terus atau bertambah parah. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman:

  • Minum pereda rasa sakit untuk kram dan nyeri tubuh
  • Bed rest ketika gejala terasa paling berat
  • Makan makanan dengan kandungan tinggi zat besi seperti daging merah dan bayam, dan minum suplemen zat besi untuk menghindari anemia yang disebabkan oleh pendarahan menstruasi berat.
  • Gunakan botol berisi air panas pada perut atau mandi air hangat untuk meredakan rasa sakit.

 

Seperti Apa Penanganan Untuk Miom?

Kebanyakan miom tidak perlu diobati kecuali gejalanya menimbulkan masalah. Dokter akan membuat keputusan untuk menangani miom berdasarkan:

  • Jumlah rasa sakit atau kehilangan darah selama periode menstruasi.
  • Seberapa cepat miom tumbuh.
  • Usia, karena miom mengecil pada awal menopause.
  • Keinginan Anda untuk punya anak.

 

Pada kasus yang jarang, miom bisa menyebabkan masalah kesuburan dan pilihan pembedahan menyebabkan kemandulan. Bila miom tidak membutuhkan pengobatan, ada sejumlah pilihan berupa:

  • Ablasi endometrial, bisa digunakan untuk miom yang tumbuh di lapisan dalam rahim. Jaringan endometrial diangkat dari lapisan dalam rahim, di mana miom tumbuh, dengan menggunakan energi laser, pemanasan microwave, atau cairan panas.
  • Mylosis, bisa dilakukan selama prosedur pembedahan minor yang disebut laparoscopy. Ahli bedah memasukkan jarum atau arus listrik langsung ke miom dan membakar miom dan pembuluh darah di sekitarnya.
  • Myomectomy, adalah prosedur bedah untuk mengangkat miom dengan kondisi rahim tetap utuh.  Operasi digunakan pada wanita yang masih berencana punya anak. Tapi tindakan ini bisa memicu banyak kehilangan darah dibanding hysterectomy.
  • Laparascopic myomectomy, bisa digunakan pada beberapa kasus, khususnya bila miom tumbuh di luar rongga rahim. Bila miom tumbuh di dalam rongga rahim, hysteroscopic myomectomy dilakukan.
  • Hysterectomy, merupakan operasi untuk mengangkat seluruh rahim. Sehinga wanita tidak lagi bisa punya anak. Meski dulunya hysterectomy digunakan sebagai penanganan standar untuk miom, sekarang prosedur ini hanya dianjurkan untuk wanita yang mendekati menopause, tidak khawatir dengan masalah kesuburan, atau memiliki gejala yang parah.
  • Uterine artery embolisation, adalah prosedur yang dilakukan menggunakan sinar X untuk menemukan lokasi pasti miom dan pembuluh darah di sekitarnya. Penyumbat plastik dimasukkan ke pembuluh untuk memotong aliran darah ke miom dan perlahan miom mengecil dan hilang. Penanganan dengan cara ini relatif baru. Keamanannya bagi wanita yang ingin hamil belum sepenuhnya bisa dipastikan karena masih jadi teknik eksperimental.
  • Obat dengan tingkat estrogen rendah bisa digunakan untuk mengecilkan atau menghentikan sementara pertumbuhan miom, khususnya sebelum pembedahan. Tapi karena obat sering menyebabkan gejala mirip menopause seperti vagina kering dan penurunan kepadatan tulang, sejumlah penanganan biasanya berlangsung hanya 3 hingga 6 bulan. Miom sering terus tumbuh ketika terapi hormon dihentikan.

 

Beberapa jenis penanganan bisa lebih berhasil dibanding yang lain. Misalnya, setelah myomectomy, ada 25 persen kemungkinan miom baru akan tumbuh dalam 10 tahun setelah pembedahan. Diperkirakan embolisasi arterial menghentikan miom tumbuh kembali, tapi masih diperlukan penilitian lebih lanjut tentang teknik yang baru ini sebelum menarik kesimpulan yang pasti. Prosedur yang bisa menjamin miom tidak akan kembali adalah hysterectomy.

 

Adakah Hubungan Antara Miom Dan Masalah Kesuburan?

Ada bukti kalau miom terkait dengan penurunan kesuburan. Miom juga terkait dengan peningkatan keguguran di trimester pertama dan kedua serta peningkatan resiko kelahiran prematur. Miom juga dapat menurunkan tingkat keberhasilan penanganan kesuburan.

 

Tapi masih terjadi perdebatan tentang hal ini karena beberapa wanita bisa hamil dan menjalani kehamilan dengan baik meski memiliki miom yang cukup besar. Satu teori menyebut miom mengubah rahim sedemikian rupa yang mempengaruhi konsepsi. Bila Anda memiliki miom dan punya masalah untuk hamil maka temui dokter untuk mendapat referensi ke spesialis kesuburan. Tindakan pertama yang perlu dilakukan adalah menemukan kemungkinan masalah kesuburan dan menanganinya bila dibutuhkan.

 

Miom sendiri mungkin hanya menyebabkan masalah pada kurang dari 3 persen wanita. Bila ini terjadi pada Anda maka dokter menyarankan Anda terus berusaha hamil secara alami hingga 2 tahun, kecuali Anda berusia lebih dari 34 tahun. Di kondisi ini Anda lebih baik mencari penanganan lebih dini daripada terlambat karena kesuburan cepat menurun seiring pertambahan usia.

 

Anda tidak akan langsung ditawarkan program bayi tabung, karena kemungkinan keberhasilannya kecil. Begitu juga pembedahan untuk membantu wanita dengan miom untuk hamil dan menjalani kehamilan yang sehat. Dokter akan membantu memutuskan pilihan penanganan terbaik untuk Anda.

 

Seperti Apa Terapi Alami Untuk Miom?

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi miom secara alami. Berikut beberapa diantaranya:

 

  1. Pembersihan kesuburan (fertility cleansing)

    Cara terbaik untuk memulai terapi alami untuk mengatasi miom adalah pembersihan kesuburan. Fertility cleansing mendorong liver membersihkan racun dan sisa hormon di tubuh. Cara ini juga menstimulasi rahim membersihkan darah yang tidak lancar dan meningkatkan sirkulasi darah ke rahim.

     

  2. Menurunkan paparan xenohormone

    Paparan terhadap racun lingkungan tertentu bisa menyebabkan berkembangnya miom. Xenoestrogen adalah bagian dari disruptor endokrin yang juga dikenal dengan xenohormone. Xenohormone merupakan bahan kimia yang dapat mengganggu fungsi alami dan perkembangan tubuh.

     

    Fungsi utama sistem endokrin adalah sebagai “pusat pesan tubuh.” Hormon mengantarkan pesan, dan sistem endokrin berkoordinasi dengan hormon.

     

    Xenoestrogen memiliki kemampuan untuk mengikat reseptor estrogen. Ini menimbulkan masalah bagi  wanita dengan miom, karena jaringan miom sangat sensitif pada estrogen dan memiliki jumlah reseptor estrogen yang tinggi. Ini sebabnya miom bisa tumbuh menjadi cukup besar. Paparan terhadap xenoestrogen ibarat bahan bakar bagi pertumbuhan  miom.

     

    Beberapa cara untuk menghindari xenohormone, antara lain:

    • Gunakan produk perawatan kecantikan alami
    • Makan makanan organik
    • Hindari paparan pestisida, herbisida, dan pupuk sintetis
    • Hindari plastik
    • Hindari pengawet makanan
    • Gunakan produk kertas daur ulang tanpa pemutih
    • Gunakan pemutih pakaian berbahan dasar non-klorin

     

  3. Pijat kesuburan

    Pijat kesuburan merupakan sejumlah teknik pijat yang digunakan untuk membantu mendukung kesehatan reproduksi, siklus menstruasi, dan kesuburan. Jenis pijat ini mudah dipelajari, gampang diterapkan, dan hemat biaya.

     

    Satu manfaat terbesar dari pijat kesuburan adalah melancarkan sirkulasi di area yang dipijat. Miom bisa menekan dan mengganggu sirkulasi ke rahim, tuba falopi, indung telur, atau organ sekitarnya. Pijat kesuburan meningkatkan kesehatan sirkulasi, membantu tubuh mengatasi darah yang tidak mengalir, dan meningkatkan keseimbangan hormon. Tapi jangan lakukan pijat kesuburan selama menstruasi, ya Bunda.

     

  4. Minyak kastor

    Minyak kastor membantu membersihkan dan menyembuhkan tubuh. Minyak kastor memiliki kekuatan untuk mengangkat racun di tubuh. Minyak kastor menstimulasi sistem sirkulasi. Peningkatan sirkulasi membawa lebih banyak oksigen dan menutrisi darah untuk organ reproduksi, termasuk rahim. Ini penting untuk menurunkan dan mengatasi miom.

     

    Miom bergantung pada hormon. Miom sangat sensitif terhadap estrogen, tapi tidak punya kemampuan untuk mengatur respon estrogen, ini sebabnya miom bisa tumbuh menjadi sangat besar.

     

    Miom bisa berkembang karena paparan estrogen, baik dari estrogen di tubuh maupun bahan kimia buatan manusia. Menurunkan kelebihan estrogen dan mendukung tingkat progesteron yang sehat menjadi hal yang sangat penting.

     

    Meningkatkan sirkulasi dan detoksifikasi jaringan rahim dapat mengatasi rasa sakit dan menurunkan pendarahan menstruasi berat karena miom.

     

Apakah Pola Makan Sehat Bisa Mengatasi Miom?

Tanpa makan dengan baik, tubuh tidak akan merespon herbal, suplemen, atau terapi alami. Sebaiknya konsumsi makanan yang kaya nutrisi. Pola makan yang sehat menciptakan dasar kesehatan dan fungsi tubuh yang baik.

 

  • Pentingnya serat. Fokus utama dan hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengonsumsi lebih banyak serat. Serat membantu tubuh mengatasi estrogen berlebih. Sumber serat yang baik berasal dari sayuran hijau gelap seperti brokoli.
  • Hindari anti nutrisi. Hindari lemak jenuh, gula, kafein, alkohol, dan makanan siap saji, yang menyebabkan dominansi estrogen. Anti nutrisi berdampak negatif untuk kesuburan. Perbanyak makan sayuran dan buah segar

 

Mitos Seputar Miom

Masih sering muncul pemahaman keliru tentang miom. Berikut ini beberapa mitos seputar miom yang perlu Anda ketahui:

 

  • Miom perlahan akan berkembang menjadi kanker

    Miom bersifat jinak dan bukan tumor yang menyebabkan kanker. Kemungkinan kanker pada wanita dengan miom sangat jarang terjadi, sekitar 1 dari 2000 wanita.

     

  • Bila wanita memiliki miom, ia harus mencari bantuan medis untuk mengatasinya

    Wanita dengan miom tapi tidak menunjukkan gejala seperti pendarahan menstruasi berat, nyeri panggul, dan peningkatan berkemih, tidak membutuhkan penanganan untuk miom. Pengecualian bagi wanita dengan miom yang menyebabkan keguguran berulang atau mencegahnya menjadi hamil.

     

  • Bila wanita mengalami miom, ia akan merasakan gejalanya

    Satu dari tiga wanita dewasa dari semua suku dan 80 persen wanita keturunan Afrika-Amerika mengidap miom. Kondisi ini paling umum terlihat pada wanita usia antara 30 sampai 55 tahun. Kebanyakan tidak menunjukkan gejala apapun.

     

  • Bila wanita menunjukkan gejala miom dan ia tidak ingin punya anak, hysterectomy jadi pilihan satu-satunya

    Hysterectomy untuk miom seharusnya jadi pilihan terakhir. Sayangnya, hysterectomy sering dijadikan satu-satunya pilihan yang diberikan ke wanita yang mengidap miom.

     

  • Bila wanita dengan miom menunjukkan gejala yang jelas, ia harus menjalani pembedahan

    Penanganan medis sering jadi terapi pertama yang diambil. Bila penanganan ini tidak mengatasi gejala, pasien biasanya dianjurkan melanjutkan ke pembedahan. Pembedahan bisa dilakukan untuk mengangkat miom atau mengangkat seluruh rahim. Meski pembedahan jadi pilihan pengobatan untuk wanita, pada kebanyakan kasus pembedahan sebenarnya tidak dibutuhkan karena sudah ada prosedur Uterine Fibroid Embolization (UFE).

     

  • Bila wanita memiliki miom dan tidak ingin punya anak lagi, berarti rahim tidak lagi penting baginya

    Pasien sering kali diberi tahu dokter kalau mereka tidak lagi membutuhkan rahim bila tidak ingin memiliki anak. Padahal rahim memiliki sejumlah fungsi penting untuk wanita selain untuk mengandung anak. Wanita yang menjalani hysterectomy sering menghadapi masalah seperti tidak bisa orgasme, kehilangan libido, peningkatan kerusakan tulang yang meningkatkan risiko osteoporosis, dan peningkatan risiko kardiovaskuler, khususnya bila hysterectomy dilakukan sebelum usia 50 tahun.

     

    Ada juga sejumlah risiko bagi wanita yang menjalani bedah pengangkatan rahim, seperti komplikasi pendarahan yang membutuhkan transfusi, infeksi, pembekuan darah, dan cedera.

     

  • Ablasi endometrial jadi penanganan yang sesuai untuk wanita yang memiliki miom tapi menghindari pembedahan

    Prosedur ablasi endometrial dilakukan untuk membakar lapisan tipis rahim untuk mengurangi aliran menstruasi. Ini ditujukan untuk wanita dengan pendarahan menstruasi berat yang bukan karena masalah anatomi dan wanita yang tidak ingin punya anak lagi.

     

    Sayangnya, prosedur ini sering kali tidak berhasil untuk mengatasi pendarahan terkait miom. Umumnya ada dua hal yang menjadi penyebab kegagalannya. Pertama, masalahnya bukan pada lapisan rahim pasien, masalahnya ada pada miom yang tidak sepenuhnya teratasi oleh ablasi. Kedua, miom menunjukkan gejala yang tidak bisa diatasi oleh ablasi.

     

  • Pemeriksaan USG adalah alat pencitraan terbaik untuk mendeteksi miom

    Meski pemeriksaan USG panggul adalah alat pencitraan paling umum untuk mendiagnosa miom, resolusiya lebih rendah dibanding pemeriksaan MRI panggul. USG tidak spesifik menunjukkan ukuran, jumlah, dan lokasi miom. Ini penting bagi wanita yang ingin menjalani myomectomy dan persyaratan untuk wanita yang menjalani UFE (Uterine fibroid embolization).

     

  • Miom akan terus tumbuh

    Miom tumbuh seiring stimulasi estrogen. Ini yang menyebabkan miom tumbuh (kadang sangat cepat) selama hamil dan tidak jadi masalah bagi wanita menopause. Ketika wanita memasuki masa menopause, miom akan mati secara alami. Tapi beberapa wanita di awal menopause mengalami gejala karena miom yang bisa efektif ditangani tanpa pembedahan.

(Ismawati)