Konsepsi Dibaca 53,141 kali

7 Rahasia Mendapatkan Bayi Perempuan

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 10 September, 2019 13:09

7 Rahasia Mendapatkan Bayi Perempuan

Melihat baju bayi lucu berwarna merah muda membuat Anda membayangkan memiliki bayi perempuan. Tapi adakah cara yang bisa dilakukan agar bisa hamil bayi perempuan? Sebenarnya tidak ada cara yang alami untuk menentukan jenis kelamin bayi. Namun, ada dua metode ilmiah populer yang mengklaim keberhasilan pemilihan jenis kelamin bayi. Tapi metode ini berlawanan dengan alam dan mungkin tidak terjamin keberhasilannya. Tapi kalau Anda ingin mencobanya, cek yuk rahasianya di sini!

2 Metode Untuk Mendapat Bayi Perempuan

1. Metode Whelan

Salah satu metode yang sering digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi diciptakan oleh Dr Whelan, dengan tingkat keberhasilan mencapai 57 persen untuk pasangan yang menginginkan bayi perempuan. Teori Dr. Whelan itu berdasarkan segi waktu,  untuk hamil bayi perempuan, ia menyarankan Anda berhubungan seks dua hingga 3 hari sebelum ovulasi. Untuk mendapat bayi laki-laki, ia menyarankan 4 hingga 6 hari sebelum ovulasi.

2. Metode Shettles

Metode Shettles telah ada sejak tahun 1960-an, dan tingkat keberhasilannya diklaim mencapai 75 persen untuk pasangan yang menginginkan bayi perempuan. Dr Shettles meyakini kalau faktor paling penting dalam penentuan jenis kelamin bayi adalah waktu. Jenis kelamin bayi ditentukan oleh kromosom yang membawa sperma. Sperma untuk bayi laki-laki berenang lebih cepat, tapi kurang bisa bertahan hidup dibanding sperma untuk bayi perempuan.  Sperma untuk bayi perempuan lebih kuat, tapi berenang lebih lambat dibanding sperma untuk bayi laki-laki.

Jadi yang harus Anda lakukan untuk hamil bayi perempuan berdasarkan metode Shettles:

  • Berhubungan seks 2 sampai 4 hari sebelum ovulasi. Jadi Anda perlu mengenali siklus ovulasi untuk memprediksi kemungkinan terjadi ovulasi.

  • Berhubungan seks setiap hari mulai dari hari Anda selesai menstruasi. Ini membantu menyimpan sperma X agar siap membuahi sel telur ketika terlepas dari indung telur.

  • Hindari berhubungan seks saat Anda mengalami ovulasi atau tepat setelahnya.   

Berdasarkan metode Shettles, Anda perlu melakukan hubungan seks dua hingga empat hari sebelum ovulasi untuk mendapatkan bayi perempuan. Hal ini bertujuan saat ovulasi terjadi, hanya sperma untuk bayi perempuan yang tersisa yang akan membuahi sel telur. Dr Shettles menyarankan untuk menghindari hubungan intim ketika Anda mengeluarkan lendir jernih seperti kuning telur, karena ini adalah tanda ovulasi. Tapi yang harus diingat, menghindari hubungan intim selama ovulasi juga bisa mengurangi kemungkinan Anda untu berhasil hamil.

Metode Whelan dan Shettles saling bertolak-belakang, tapi keduanya mengklaim kalau cara mereka terbukti berhasil. Sebenarnya sulit untuk menilai apakah keberhasilan ini adalah hasil dari metode di atas atau hasilnya tetap sama meski apapun metode yang digunakan. 

Cara Lain untuk Hamil Bayi Perempuan

Masih sedikit penelitian yang dilakukan untuk mendukung kedua metode tadi. Nah, selain masalah waktu yang tepat untuk berhubungan seks, ada beberapa hal yang sering disebut sebagai penentu keberhasilan menentukan jenis kelamin bayi. Namun ingat, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan ini.

1. Berhubungan Seks Tanpa Orgasme

Menghindari orgasme saat berhubungan seks menjadi hal penting untuk bisa hamil bayi perempuan. Orgasme wanita dapat melepas sekresi alkalin yang bisa membantu sperma untuk bayi laki-laki bertahan lebih lama. Nah, dengan menciptakan lingkungan yang berlawanan, yaitu Bunda menghindari orgasme, sperma untuk bayi laki-laki akan sulit bertahan, dan berkurang kesempatannya untuk mencapai sel telur.

    

2. Berhubungan Seks Dengan Posisi Missionary

Untuk hamil bayi laki-laki, penetrasi dalam menjadi kuncinya, tapi hal sebaliknya berlaku untuk hamil bayi perempuan. Berhubungan seks di posisi missionary dianggap bisa meningkatkan kemungkinan hamil bayi perempuan, karena membatasi penetrasi. Posisi misionari membatasi jarak ke serviks saat sperma diejakulasi. Sperma untuk bayi laki-laki berenang sangat cepat dalam waktu singkat, jadi dengan mencegah penetrasi dalam, Anda bisa mencegah sperma untuk bayi laki-laki mencapai dan membuahi sel telur.

    

3. Tingkat Asam Pada Vagina

Banyak juga yang menyarankan Bunda untuk mengonsumsi makanan asam di hari-hari menjelang ovulasi agar bisa hamil anak perempuan. Sperma jantan kurang bisa bertahan di lingkungan yang asam, dan makan makanan asam bisa mengubah pH vagina Anda. Tapi ingat Bun, sebenarnya tidak sehat bila tubuh terus-terusan dalam kondisi asam, jadi dibatasi secukupnya saja ya. Anda juga perlu menghindari konsumsi makanan ber-alkalin seperti apel, almond, timun, dan alpukat menjelang ovulasi. Tapi makan makanan sehat dan folat yang cukup di tubuh untuk menghindari cacat tabung saraf pada janin jauh lebih penting daripada makanan yang dikatakan bisa menentukan jenis kelamin anak ini.

    

4. Lebih Sering Berhubungan Seks

Daripada membatasi seks pada waktu-waktu tertentu saja, ketika berusaha hamil anak perempuan Anda perlu melakukan lebih banyak seks. Ini akan mengurangi jumlah sperma pasangan dan itu artinya akan berkurang juga jumlah sperma untuk bayi laki-laki yang akan berlomba untuk fertilisasi.

    

5. Banyak Makan Sayuran

Berdasarkan satu penelitian, makan lebih banyak buah dan sayur bisa meningkatkan kemungkinan hamil bayi perempuan. Beberapa orang percaya pola makan vegetarian bisa membantu Anda hamil anak perempuan terutama bila Anda makan makanan seperti bayam, kacang-kacangan, dan brokoli. Makanan yang secara alami tinggi kalsium dan magnesium, seperti sayuran berwarna hijau, buah, dan beras, juga disebut baik untuk hamil anak perempuan.

Berdasarkan sebuah penelitian yang memonitor 172 pasangan  yang ingin menambah anak perempuan dan kebanyakan hamil anak laki-laki, calon ibu bisa meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi perempuan dengan menyertakan buah dan sayur pada menu makan sehari-hari.

Secara teori, tingkat mineral dalam darah bisa mempengaruhi sel telur yang belum dibuahi, membuatnya lebih reseptif terhadap kromosom jantan atau betina. Peneliti menemukan sekitar 80 persen pasangan dalam penelitian ini hamil bayi perempuan setelah mengonsumsi makanan kaya kalsium dan magnesium di minggu-minggu sebelum kehamilan. Menu makanan meliputi buah, keju, sayuran hijau, dan beras. Peserta juga diberi suplemen dan diukur tingkat kalsium dan magnesium dalam darah. Selain itu, wanita yang ikut dalam penelitian ini menghindari makanan tinggi potasium  dan sodium seperti pisang dan kentang, karena makanan ini lebih cenderung ke bayi laki-laki.

Peserta penelitian juga diminta melakukan seks pada waktu spesifik dalam satu siklus, 3 hingga 4 hari sebelum ovulasi terjadi. Hasilnya, 32 wanita menyelesaikan 5 kali uji coba dan 26 di antaranya hamil bayi perempuan.

    

6. Kurangi Garam

Pola makan rendah garam, selain lebih sehat  juga meningkatkan kemungkinan hamil bayi perempuan. Coba kurangi daging yang diasinkan, keju, dan makanan yang diproses ketika berusaha hamil. Anda juga perlu batasi jumlah garam yang digunakan saat memasak selama kehamilan.

    

7. Konsumsi Vitamin Dan Suplemen Khusus

Selain pola makan, suplemen bisa membantu mengubah tingkat keasaman vagina. Semakin banyak mineral seperti kalsium, magnesium, dan potasium yang ada di tubuh, semakin besar kemungkinan Anda untuk hamil bayi perempuan. Tapi pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum  mengonsumsi vitamin atau suplemen apapun ketika berusaha untuk hamil.

(Ismawati)