Kesehatan

Cara Mengetahui Tanda Ovulasi Agar Lebih Cepat Hamil

Terakhir diperbaharui

Cara Mengetahui Tanda Ovulasi Agar Lebih Cepat Hamil

Ovulasi atau pembuahan terjadi ketika satu sel telur atau lebih sudah matang dan dilepaskan dari folikel ke tuba falopi. Lalu di dalam tuba falopi ini, sel telur akan dibuahi. Jika dibuahi, ia akan melekat ke dinding rahim. Tapi bila tidak dibuahi, sel telur akan hancur dan luruh, kemudian terjadilah menstruasi.

 

Apa yang menyebabkan ovulasi di tubuh wanita?

Indung telur adalah organ berbentuk almond yang mengagumkan. Organ ini menghasilkan folikel sel telur sebagai persiapan untuk ovulasi. Tiap siklus, hormon yang menstimulasi folikel mendorong perkembangan sekitar 5 sampai 12 folikel. Folikel yang paling dominan terlepas saat ovulasi.

 

Folikel yang tumbuh memproduksi estrogen. Sebagai akibat tingkat estrogen yang tinggi di darah, Luteinizing Hormone (LH) memicu ovulasi di tubuh. Ovulasi terjadi sekitar 12-24 jam setelah dorongan LH, ketika folikel yang matang memancar melalui dinding indung telur.

 

Bila sperma menunggu sel telur, atau bila Anda berhubungan badan di saat ini, Anda sangat mungkin bisa hamil. Pada 90 persen wanita, panjang siklus bisa bervariasi dari 23 sampai 35 hari, dengan ovulasi terjadi di pertengahan siklus.

 

Faktor lain seperti stres bisa menyebabkan ovulasi tertunda, hingga di minggu ketiga atau keempat. Tapi, cara dokter menghitung tanggal perkiraan kelahiran adalah dengan mengasumsikan ovulasi di hari 14 dari 28 hari siklus.

 

Anda bisa tahu kenapa tanggal prediksi melahirkan tidak selalu akurat. Tidak tiap wanita punya siklus 28 hari, tidak berovulasi di hari 14. Siklus menstruasi yang sehat dan normal panjangnya harus sekitar 26 sampai 32  hari. Cari tahu tentang siklus menstruasi yang sehat dan kapan Anda perlu bantuan bila mengalami masalah.

 

Apakah wanita berovulasi setiap bulan?

Tidak semua wanita berovulasi setiap bulan. Bila indung telur tidak memproduksi folikel yang matang, ovulasi tidak terjadi. Ini disebut siklus menstruasi anovulasi. Endometrium (lapisan di rahim yang terbentuk sebagai persiapan kehamilan) berkembang seperti biasa tapi tidak ada sel telur yang terlepas.

 

Sebagian kecil wanita melepas dua atau lebih sel telur dalam periode 24 jam. Tidak mungkin terlepas sel telur lebih banyak setelah waktu ini, karena perubahan hormonal di tubuh. Setelah sel telur difertilisasi, hormon akan mencegah sel telur lain terlepas, untuk melindungi dan menjaga kehamilan.

 

Untuk dapat memiliki kesempatan hamil yang lebih besar, Bunda harus berhubungan intim selama satu sampai dua hari sebelum proses ovulasi berlangsung. Hal ini dilakukan karena sperma dapat hidup selama dua sampai tiga hari, tetapi sel telur hanya dapat bertahan tidak lebih dari 24 jam setelah ovulasi terjadi. Proses ovulasi itu sendiri terjadi 12 sampai 16 hari dari periode menstruasi berlangsung. Coba gunakan kalkulator ovulasi untuk membantu Bunda mengetahui periode ovulasi.

 

Tanda ovulasi

Selain menggunakan hitungan hari, Bunda dapat melihat tanda-tanda ovulasi dengan memperhatikan kondisi tubuh. Terdapat beberapa perubahan ketika periode ovulasi sudah dekat, antara lain:

 

  1. Perubahan lendir serviks

    Bunda sedang ada di kondisi subur jika lendir serviksnya jernih, lembab, dan agak kental. Biasanya lendir serviks berguna sebagai pelindung, tetapi selama periode ovulasi, lendir ini berfungsi untuk membantu sperma dapat melewati leher rahim kemudian ke saluran tuba falopi untuk bertemu sel telur Bunda.

     

  2. Suhu tubuh naik

    Setelah ovulasi, suhu tubuh Bunda akan naik sekitar 0,4-1,0 derajat. Bunda mungkin tidak akan merasakannya secara langsung, tetapi Bunda bisa menggunakan termometer untuk mengukurnya. Kenaikan suhu tubuh ini terjadi karena pelepasan sel telur merangsang produksi hormon progesteron yang meningkatkan suhu tubuh.

     

    Untuk bisa mengetahui kenaikan suhu basal tubuh, Anda perlu membuat grafik untuk siklus Anda dan mengukur suhu basal tubuh tiap pagi ketika bangun tidur (di waktu yang sama setiap hari). Grafik yang Anda buat memiliki peran kunci dalam memahami siklus Anda. Bila Anda belum membuat grafik siklus sebelumnya, informasi ini tidak akan membantu memahami siklus Anda.

     

    Tapi sekarang waktu yang tepat untuk memulainya. Dan di masa mendatang Anda bisa melihat sedikit penurunan suhu basal tubuh sebelum Anda berovulasi. Anda akan membutuhkan termometer basal, yang spesifik didesain untuk mengukur fluktuasi suhu yang ringan.

     

    Ada banyak macam termometer kesuburan di pasaran, tapi selama berupa termometer basal, Anda bisa menggunakannya. Setelah ovulasi, Anda akan melihat suhu yang biasanya naik, dan tetap demikian hingga periode selanjutnya. Bila Anda hamil, suhu akan lebih tinggi. Ini membuat beberapa wanita tahu kapan terjadi menstruasi, dengan melihat penurunan suhu di sekitar waktu menstruasi.

     

  3. Rasa sakit ovulasi

    Sekitar satu banding lima wanita akan merasa sakit ketika terjadi proses ovulasi. Kondisi tersebut disebut mittelschmerz yang berlangsung selama beberapa menit sampai beberapa jam.

     

    Gejala ovulasi yang paling tidak nyaman bagi sebagian wanita adalah nyeri pada saat ovulasi (mittelschmerz). Untuk wanita yang mengalami kondisi ini, ovulasi menyebabkan rasa sakit yang konstan dan tiba-tiba di perut bagian bawah.

     

    Bunda, sangat penting untuk memahami kalau rasa sakit ovulasi bukan hal yang normal. Sensasi nyeri yang ringan masih wajar, tapi rasa sakit tidak. Ini bisa jadi tanda Anda mengalami kista indung telur, adhesi dari pembedahan perut sebelumnya, atau masalah kesehatan lainnya.

     

    Ini perlu segera diperiksakan, terutama  bila Anda berusaha hamil, karena rasa sakit bisa jadi gejala masalah medis yang bisa menyebabkan ketidaksuburan. Cari tahu lebih banyak tentang rasa sakit ovulasi.

     

  4. Peningkatan libido

    Cairan serviks jadi tanda ovulasi fisik yang bisa Anda sentuh dan lihat, tapi ada tanda ovulasi fisik yang bisa Anda rasakan. Ketika ovulasi mendekat, wanita sering merasakan peningkatan gairah seks. Di periode ini, tubuh wanita siap untuk hamil. Meski tingkat testosteron mengontrol libido wanita, tidak terjadi peningkatan testosteron selama ovulasi. Sehingga terjadi penurunan tajam di tingkat estrogen yang membuat tingkat testosteron yang normal lebih efektif dan libido meningkat.

     

    Sebenarnya ada banyak faktor yang mungkin jadi penyebab libido meningkat saat ovulasi. Alasan yang paling mendasar, hormon berperan dalam emosi. Misalnya bila Anda mengalami ketidakseimbangan hormon, Anda bisa mengalami depresi. Obat kesuburan juga bisa menyebabkan mood swing. Penelitian telah menemukan kalau sekitar waktu ovulasi, wanita lebih merasa tidak kesepian. Wanita mengalami peningkatan kesadaran diri yang memicu peningkatan libido.

     

    Penyebab yang mungkin lainnya untuk peningkatan libido bersifat fisik. Seperti telah disebut di atas, hormon LH dan estrogen meningkat. Hormon ini mengubah konsistensi dan jumlah cairan serviks. Peningkatan cairan serviks memicu peningkatan sensasi basah pada vagina. Sensasi basah meningkatkan libido.  Penyebab lain adalah hormon ovulasi meningkatkan aliran darah ke area panggul, ini juga membuat Anda memiliki hasrat seks yang tinggi selama ovulasi.

     

    Bagaimana bila Anda tidak mengalami peningkatan libido atau Anda merasa ada yang salah dengan hasrat seksual Anda? Bicaralah pada dokter. Libido rendah bisa jadi tanda ketidakseimbangan hormon. Dokter bisa menggunakan informasi ini untuk mendiagnosis masalah kesuburan.

     

  5. Posisi serviks

    Serviks memberi petunjuk ketika Anda di masa subur. Memeriksa posisi serviks jadi cara untuk membantu Anda mengetahui kalau ovulasi segera terjadi. Anda mungkin perlu melewati beberapa siklus untuk mengetahuinya dan memahami semua variasi serta perubahan pada serviks. Memeriksa posisi serviks paling baik dilakukan di waktu yang sama setiap hari, karena serviks tidak selalu tetap di satu area sepanjang hari.  Selalu cuci tangan sebelum memeriksa serviks. Seperti lendir serviks, serviks selalu berubah untuk mengoptimalkan kemungkinan kehamilan.

     

    Ketika Anda tidak berada di masa subur, Anda akan merasakan serviks terasa rendah, keras (seperti ujung hidung) dan kering. Untuk mengidentifikasi serviks subur ingat SHOW: Soft/lembut (seperti daun telinga), High/tinggi, Open/terbuka dan Wet/basah.

 

Tanda ovulasi lainnya

Berikut gejala ovulasi lainnya yang mungkin Anda alami:

  • Payudara lembek dan sensitif
  • Peningkatan tingkat energi
  • Retensi cairan
  • Bercak darah yang ringan diyakini akibat penurunan estrogen secara tiba-tiba sebelum ovulasi. Karena tidak segera ada progesteron, bisa terjadi pendarahan sedikit.

 

Cara mengecek ovulasi

Ada beberapa cara untuk mengecek ovulasi yang bisa membantu Anda mendeteksi perubahan di tubuh yang menandakan ovulasi sudah dekat, yaitu:

 

  1. Alat prediksi ovulasi

    Alat prediksi ovulasi bisa dibeli online, di apotek atau supermarket. Alat prediksi ovulasi bekerja seperti tes kehamilan, kecuali alat ini mengukur tingkat LH, yang mengindikasikan Anda akan berovulasi di 12 – 24 jam berikutnya.

     

  2. Mikroskop ovulasi/tes air liur

    Mikroskop ovulasi juga bisa dibeli secara online dan di apotek. Mikroskop mini ini memungkinkan Anda mengamati pola dari sampel liur yang kering. Ketika subur, air liur terlihat berpakis, pola yang berbeda terlihat saat Anda tidak subur.

     

  3. Kalkulator ovulasi

    Bila Anda ingin mengetahui hari paling subur berdasarkan tanggal siklus, coba gunakan kalkulator ovulasi yang tersedia banyak di internet. Cukup masukkan tanggal terakhir periode menstruasi, serta panjang siklus Anda. Kalkulator ovulasi akan memprediksi masa subur Anda selanjutnya, jadi selain tanda ovulasi di atas yang perlu diperhatikan, Anda juga punya alat untuk mempercepat menuju kehamilan.

     

    Ingat Bun, sperma bisa bertahan hidup di tubuh wanita selama sekitar 3 sampai 5 hari, jadi berhubungan seks sebelum ovulasi terjadi bisa menyebabkan kehamilan. Bila Anda sedang berusaha hamil, tidak perlu melakukan hubungan seks berlebihan dan menghitung di menit Anda sangat dekat dengan ovulasi. Ini bisa membuat Anda kurang menikmati hubungan intim dengan pasangan.

     

Fakta menarik tentang ovulasi

Berikut ini beberapa fakta menarik seputar ovulasi yang mungkin belum Anda ketahui:

  • Wanita lahir sudah membawa jumlah total sel telur yang ia miliki seumur hidup. Bayi perempuan lahir dengan 1 hingga 2 juta sel telur yang belum matang di indung telurnya. Ketika dewasa, setengah dari jumlah sel telur ini terserap oleh indung telur. Sekitar 300 sampai 500 sel telur yang belum matang menjadi matang sepanjang hidupnya.
  •  
  • Kontrasepsi oral bekerja dengan mencegah atau mengganggu proses ovulasi dan fertilisasi. Pil KB bekerja dengan mencegah ovulasi. Hormon yang ada di pil KB, yakni estrogen dan progestin, mencegah sel telur meninggalkan indung telur. Bila tidak ada sel telur yang terlepas, sperma tidak bisa membuahi apapun.
  •  
  • Sel telur hidup hanya 4 sampai 12 jam setelah terlepas dan menunggu untuk dibuahi. Sperma bisa hidup di dalam tubuh wanita selama 3 hingga 5 hari, mencari sel telur untuk dibuahi.
  •  
  • Telinga wanita jadi lebih simetris ketika mereka berovulasi.
  •  
  • Suara wanita menjadi lebih tinggi ketika berovulasi. Wanita secara tidak sadar berbicara dengan suara lebih tinggi saat paling subur untuk jadi lebih feminin dan lebih menarik.
  •  
  • Di masa subur, wanita lebih berusaha untuk terlihat menarik. Penelitian menyatakan, mendekati ovulasi wanita menggunakan lebih banyak make up untuk meningkatkan daya tarik. Gaya berjalan mereka juga jadi lebih seksi.
  •  
  • Pria bisa mengetahui kalau wanita sedang berovulasi. Peneliti melakukan eksperimen di mana pria diberikan kaos untuk dicium. Satu kelompok kaos telah dikenakan oleh wanita yang berovulasi, dan kelompok kaos lain baru saja dikenakan oleh wanita yang tidak sedang berovulasi. Temuan menyatakan tingkat testosteron lebih tinggi pada pria yang mencium kaos dari wanita yang sedang berovulasi.
  •  
  • Pintu ke rahim terbuka selama ovulasi. Serviks adalah pintu menuju rahim. Sepanjang kebanyakan siklus, serviks tertutup. Karenanya, tidak ada sperma yang bisa masuk ke rahim. Selama beberapa hari menuju ovulasi, dan termasuk di hari ovulasi, serviks terangkat lebih tinggi di vagina dan terbuka. Ketika serviks terangkat, tercipta ruang lebih di vagina untuk hubungan seks, dan bukaan ini membuat sperma bisa bergerak di saluran yang terendam cairan serviks yang membantu sperma bertahan hidup di perjalanan menuju sel telur.
  •  
  • Jenis kelamin bayi sebenarnya ditentukan mulai dari saat sperma bertemu dengan sel telur. Bila sperma membawa kromosom Y, artinya Anda hamil bayi laki-laki dan bila sperma membawa kromosom X, berarti Anda hamil bayi perempuan.
  •  
  • Anda bisa mengalami menstruasi meski bila Anda belum berovulasi dan bisa terjadi ovulasi tanpa mengalami menstruasi.
  •  
  • Anda hanya punya kemungkinan 15 persen hamil tiap bulan. Pasangan di usia 30-an dan melakukan hubungan seks tanpa perlindungan hanya punya kemungkinan 15 persen hamil tiap bulan, dan biasanya butuh sekitar 8 bulan hingga terjadi kehamilan. Penelitian juga mengklaim kalau kebanyakan pasangan melakukan hubungan seks sebanyak 104 kali sebelum terjadi kehamilan.
  •  
  • Penelitian membuktikan indera penciuman wanita meningkat ketika Anda berovulasi.
  •  
  • Wanita jadi lebih seksi ketika sedang berovulasi. Peneliti meminta sekelompok pria untuk melihat foto 48 wanita dan memilih siapa yang menurut mereka paling cantik. Hasilnya menunjukkan pria lebih tertarik pada wanita yang berovulasi. Yang paling terlihat adalah bibir lebih penuh, anak mata terbuka, dan kulit lebih lembut.

 

Sebuah persepsi yang keliru mengatakan sel telur langsung dari indung telur ke tuba falopi selama ovulasi. Pada kenyataannya lebih dramatis dan misterius. Ketika folikel menahan sel telur sebelum terlepas, sel telur mengambang sebentar. Lalu tuba falopi mendeteksi kehadiran sel telur dan menggapainya, lalu mendorongnya ke rahim.  

 

Ovulasi bisa dipengaruhi oleh sejumlah hal termasuk stres dan penyakit. Bila Anda sudah berusaha untuk hamil, mungkin waktunya untuk memperhatikan tingkat stres atau rutinitas olahraga Anda.

(Atalya & Ismawati)